
"Oh itu yah, anak ayah sedang pergi melamar perkerjaan"(Kata ibu Aina)
"Kenapa mama ijinkan Kiara kerja, gimana dengan sekolah Kiara?"(Kata ayah Kiara dengan nada kesal nya)
"Mama udah melarang mas, namun mas kan tau gimana keras kepala nya anak mu itu he, lagi pula mama yakin bahwa Kiara bisa membagi waktu mas"(Penjelasan sang istri tercinta)
Ayah Kiara pun Hanya bisa mengangguk kan kepala nya Tersebut dan gak kerasa mereka pun selesai makan dan ayah pun berlalu ke arah ruangan kerja nya sedangkan sang istri membantu sang para pelayan membersih kan meja makan yang mereka tempati barusan hingga bersih dan rapi lagi.
Sedangkan ditempat lain ayah Kiara lagi lagi bengong memikirkan perkataan sang istri barusan hingga ia terpaksa memilih keputusan sendiri dan ia menelpon orang yang sama ia telpon kemarin malam dan ia menyutujui semua yang si penelpon tersebut.
Ditempat Kiara kerja ia baru saja selesai dan segara pulang menuju rumah kediaman nya tersebut sesampai dirumah Kiara disambut oleh Sang ayah dan mama Kiara , Kiara tersenyum manis pada orang tuanya tersebut.
Sesampai didepan orang tua nya Kiara menjulurkan tangannya Salam Kepada kedua orang tua nya tersebut.
__ADS_1
hingga mereka bertiga masuk kedalam rumah mereka,
Ayah Kiara pun bertanya kepada sang putri tersebut hingga Kiara pun menjawab nya, sedangkan ibu Aina menyiapkan makan untuk sang putri semata wayang nya.
"Gimana sayang kerjanya?, pasti lelah kan?"(Ayah Kiara bertanya pada Putrinya)
"Kerja nya oke kok Ayah, dan masalah lelah ia lelah terus lah ayah namanya juga kerja kan?"(Jawab Kiara)
"Kenapa ayah berkata seperti itu yah?"(tanya Kiara)
"Gini sayang kamu sampai harus kerja padahal kan kamu masih sekolah sayang, maaf kan ayah Kiara"(Lanjut ayah Kiara)
"Ini gak salah ayah kok, Kiara cuman mau hidup mendiri saja kok yah, ayah jangan sedih lagi ya yah"(Mohon Kiara)
__ADS_1
"Ia sayang.sekali lagi ayah minta maaf ya sayang"(Kata ayah Kiara)
"Ia ayah"(Lanjut Kiara)
Setelah percakapan Kiara pun menuju kamar dan ia segara membersih kan seluruh badan nya dan ia segara bersiap siap dan turun ke bawah menuju dapur untuk makan dan Kiara pun makan lahap dan ia kembali lagi kekamar nya dan ia langsung tertidur pulas.
Ditempat lain pun sang ayah dan ibunya tertidur juga dan seperti Kiara.
Sedangkan ditempat lain ada seorang wanita paruh baya yang sedang berbincang kepada sang putra dan mereka asyik bercakap cakap.
Sebut saja nama wanita paruh baya tersebut Ibu Aya ranita , suaminya tuan Dio Syah bram sang putra Arfan syah mereka keluarga Syah Bram mereka terkenal kaya raya beberapa kota dan daerah dan mereka mempunyai beberapa bisnis di luar kota.
Tuan Bram adalah sahabat dari Ayah Kiara mereka menjalankan usaha bisnis yang berbeda namun mereka tetap bersahabat dan sering berjumpa jikalau ayah Kiara keluar negri namun dengan keadaan ayah Kiara saat ini tidak memungkinkan karena kondisi ayah Kiara begitu sulit untuk pulang pergi ke luar negeri Hingga Tuan Bram memutuskan untuk ke kota dimana ayah Kiara berdiam diri, karena Tuan Bram rindu akan sahabat nya dan tuan Bram sedang berada di dalam perjalanan menuju kediaman Rumah ayah Kiara.
__ADS_1