
Anya masih belum bisa tidur jika suaminya itu belum kembali karena tekad nya untuk tetap terjaga ia pun menyalakan TV dan ia begitu serius ketika sedang menonton dan tiba-tiba terdengar suara klakson mobil maxsim ia pun memastikan apakah itu benar suaminya anya pun sedikit melihat dari jendela ternyata maxsim lah yang datang dengan sigap ia pun pura-pura tertidur dan maxsim pun membuka pintu dengan sangat hati-hati ia takut anya terbangun ia pun mematikan TV dan mulai mengangkat Anya ketempat tidur ia pun menyelimuti anya dan tiba-tiba lengannya di tahan oleh Anya pun memeluk suaminya itu dengan penuh kerinduan tiada tara melihat maxsim yang sedikit acak-acakan anya mulai mengendus-endus seluruh tubuh suaminya itu ia harus memastikan jika tidak ada bau selain bau suaminya dan terlihat ada bekas cap bibir merah anya pun langsung bertanya kepada suaminya itu.
" dari mana saja kau kenapa baru pulang dan ini apa kau minum bukan jawab aku tuan " tanya anya mulai sedikit kesal
" aku hanya makan malam dengan teman bisnis ku dan memang tadi ia mengajak ku untuk minum beberapa gelas saja dan tanda merah ini ia memang memanggil beberapa wanita namun aku tidak tergoda sama sekali maka dari itu aku memilih pulang dan bertemu dengan istri ku ini sudah ku jawab aku ingin mandi aku lelah " sahut Maxsim dengan santainya
"oh seperti itu terus kau bukan menolak dicium kenapa kau malah sama saja dengan wanita itu sama-sama brengseknya mandi sanah aku mau tidur dikamar tamu saja aku tak mau tidur dengan laki-laki yang telah disentuh wanita lain selain aku " anya pun bangkit dan berjalan keluar maxsim bisa apa ia tak tahu harus seperti apa lagi karena ia tahu jika anya seperti apa maxsim pun memutuskan untuk mandi
ketika Anya mulai menutup matanya tiba-tiba mimpi yang membuat nya trauma datang didalam mimpi nya yang membuat sang ibu gila karena sang ayah ketahuan berselingkuh dengan seorang wanita yang ditemui ayahnya setiap malam bersama teman kerja nya disitu hasrat ingin membunuh pun datang lagi anya mulai curiga jika rekan bisnis suaminya itu sengaja melakukan nya agar maxsim tergoda dan mereka bisa menipu maxsim karena rekan bisnis maxsim dikenal begitu licik dalam bisnis maka dari itu Anya pun menjalankan rencana untuk membunuh mereka secara perlahan.
#keesokan harinya
__ADS_1
Anya pun kembali kekamar dan tak lupa ia menyiapkan segala keperluan sang suami sebelum berangkat kerja anya pun menaruh sebuah camera yang begitu amat kecil kedalam tas suaminya itu karena Sudah tahu jika pagi ini akan Ada Rapat penting dengan Annando vers adalah seorang pembisnis yang begitu terkenal dengan kekayaannya dan kelicikan nya didunia bisnis ia bisa saja menjatuhkan siapapun yang tidak ia sukai dan ia tidak tahu jika maxsim adalah seorang bukan sekedar pembisnis ia juga adalah seorang ketua mafia yang begitu ditakuti maxsim adalah pembunuh berdarah dingin ia bisa membabi buta musuh nya dengan sekali saja karena tidak ada yang tahu dengan sisi gelap maxsim sejak dari ia remaja hingga saat ini juga.
Anya pun sengaja memancing amarah maxsim agar maxsim meminta maaf kepadanya , maxsim sudah keluar dari kamar mandi ia melihat Anya yang sedari tadi senyum-senyum sendiri melihat handphone nya maxsim begitu penasaran mengapa Anya tersenyum seperti itu dan sesungguhnya Anya malas sekali jika harus membalas pesan dari park mengajak nya untuk makan siang bersama karena memang Anya sedang malas dengan maxsim ia memilih menerima tawaran dari Park untuk makan siang bersama.
" mengapa kau tersenyum seperti itu pesan dari siapa itu sehingga kau tersenyum bahagia " tanya maxsim kepada Anya
" bukan urusan mu ini dari seseorang dan ia cinta pertama ku kami akan makan siang bersama hari ini aku mau mandi dulu bye " sahut Anya pun bangkit dan berjalan memasuki kamar mandi karena rasa penasaran nya maxsim pun mulai berusaha untuk memeriksa nya namun ternyata Anya begitu cerdik ia sudah mengunci ponselnya ia tahu jika maxsim pasti akan memeriksa nya beberapa kali maxsim berusaha namun tak bisa juga 30menit maxsim berusaha namun pada akhir nya ia menyerah dan Anya pun keluar dari kamar mandi dengan senyuman dibuat-buat agar maxsim tidak curiga kepada nya
" le..... p..... a..... s.... kan aku ah..... nafasku.... kau gila ya " teriak Anya namun maxsim tidak memperdulikan teriakan Anya ia malah menambah kegiatan nya dari atas hingga ia pun mulai tidak tertahankan lagi ia pun mendorong Anya ke atas kasur maxsim pun mulai membuka bajunya dengan tak sabaran tak lupa ia pun menarik pakaian Anya hingga robek pergulatan mereka begitu hebat Anya pun sudah dengan gairahnya hanya maxsim yang membuat nya selalu puas ketika di atas ranjang begitu juga maxsim.
dilain tempat Park begitu kesal mengapa Anya tidak mengangkat telpon darinya ia pun tidak sabar untuk bertemu dengan Anya wanita yang selalu ia rindu kan itu.
__ADS_1
akhirnya mereka pun sudah sama-sama puas Anya pun begitu kesal karena banyak sekali tanda merah di seluruh tubuh nya yang masih begitu sedikit perih karena terbawa emosi maxsim terpaksa melakukan nya agar pria yang akan bertemu istrinya itu tahu jika Anya adalah miliknya
" aw.... kau sengaja bukan agar dia tahu jika aku adalah milikmu benar bukan aku hanya ingin membicarakan pekerjaan mengerti lah " ucap Anya pun masih melihat tanda merah tersebut maxsim hanya tersenyum sinis
" ingat kau itu adalah milikku tidak akan ada yang bisa menyentuh milikku selain aku mengerti kau jika kau macam-macam tidak akan ku biarkan begitu saja " sahut maxsim dengan mencengkram wajah Anya
" silakan saja dan akan ku buat kau menyesal maxsim dengar itu aku juga bisa menyakiti mu dengan tanganku sendiri brengsek sialan kau ******** " teriak Anya tiba-tiba ada suara yang selalu membuat anya menjadi seperti ini
bunuh.... mereka... bunuh... mereka kau adalah anya jangan biarkan mereka menyakiti keluarga mu lagi
Anya hanya bisa menutupi kedua telinga nya ia begitu takut ia memang harus kerumah sakit untuk memeriksa kejiwaannya.
__ADS_1