
dia yang menghindar dari maut dengan bersembunyi didalam topeng namun ia sendiri yang datang dibalik topeng nya " Annanya K.A.S
" ibu...apakah kita jadi bertemu dengan ayah bu,aku ingin sekali bertemu dengan nya bu " ucap ji bocah itu sudah lebih dulu bangun dibanding sang ibu
" jadi nak tapi kau harus berjanji jaga sikap mu nanti kau tidak boleh apa " sahut jesika
" tidak boleh berkata kasar,selalu menghargai orang yang lebih dewasa dari ku " ucap ji
" anak pinter kau harus memberi salam oke " sahut jesika
" ibu apakah ayah sebenci itu kepadaku sehingga dia tidak menganggapku sebagai putrinya " ucap ji pun mulai menangis jesika pun tidak tega melihat Putrinya menangis
" tidak Sayang ayah sangat menyayangimu karena saat itu kau ikut dengan ibu ke London maka dari itu ayah tidak pernah melihat mu lagi " sahut jesika berbohong
" benarkah ibu ayah sayang pada ku " ucap ji pun menghapus air matanya
" ayo kita pergi kau tak sabar bukan ingin bertemu dengan nya ji jangan lari nanti kau jatuh Sayang " teriak jesika
dilain tempat anya dan maxsim masih dihotel karena maxsim sudah mengambil cuti untuk beberapa hari karena ini masih hari berbahagia untuk nya dan anya pun mulai membuka matanya tubuhnya terasa berat seperti ada orang yang menguncinya
" tuan bangun sudah pagi tuan hey...kau begitu berat tuan tubuh ku sungguh tidak sanggup tuan aku ingin mandi astaga " teriak anya pun berusaha membangunkan suaminya namun tak ada jawaban dan tiba-tiba maxsim terbangun dengan senyum tanpa dosa nya itu ia begitu senang bisa membuat istrinya itu marah pagi-pagi seperti ini
" oke...oke...sanah mandi sanah aku ingin lanjut tidur " ucap maxsim pun memejamkan matanya lagi
dasar gila dia sendiri yang membuatku kesal kenapa dia yang marah gila dasar awas saja aku akan membuat mu meminta maaf pada ku
anya berjalan kearah kamar mandi ia memulai ritual mandinya itu dengan penuh ketenangan
__ADS_1
.terdengar nyaring ponsel milik maxsim berdering membuat maxsim pun terbangun kembali ternyata dari kantor
" maaf pak selamat pagi saya mengganggu ini pak ada nyonya datang kemari bersama putri anda dan dia mengamuk jika anda tidak datang dia akan membuat kekacauan yang lebih dari ini pak " ucap seseorang dari sebrang sanah
" baik saya akan segera kesanah suruh dia menunggu saya diruangan saya sekarang " sahut maxsim pun mematikan ponselnya dan melemparkan ponselnya kekasur
***wanita sialan ternyata dia tidak takut dengan* ancaman ku bukan akan aku buat dia menyesal merusak ketenangan ku kurang ajar**
anya pun keluar dari kamar mandi terlihat maxsim pun berjalan tanpa mengeluarkan sekatapun anya pun tidak berani untuk bertanya maxsim menutup pintu kamar mandi dengan kencang sehingga membuat anya kaget
kenapa dia aneh sekali setelah menerima telphone raut wajahnya berubah aku akan memeriksa siapa yang menelphone
karena rasa penasarannya anya mengambil ponsel milik maxsim dan ia begitu terkejut ternyata telphone dari si ****** itu karena tidak mau kehilang kesempatan ia mengambil nomor telphone jesika ia akan memulai dengan tenang
ternyata dari si ****** itu hahaha lihat saja ini akan menjadi awal dari semuanya aku akan ikut dengan nya aku ingin tahu ekspresi si ****** setelah melihat ku bersama suaminya itu hahaha
" tuan apakah saya boleh ikut tuan saya bosan hanya di rumah saja please tuan " ucap anya
" baik cepat bereskan barang-barang jika kau ingin ikut dengan ku jangan berdandan terlalu cantik cukup berdandan saat bersama ku saja mengerti mulai besok aku ingin kau memasak makanan kesukaan ku kau boleh juga bawakan makan siang untuk ku jika kau tidak keberatan karena kau mulai sibuk dengan pemotran mu bukan " sahut maxsim pun menggandeng tangan anya yang sedang membawa kopernya itu
#kekacauan yang dibuat jesika
" lama sekali dia jika dia bersama wanita itu akan aku beri perhitungan dia " gumam jesika
3jam menunggu akhirnya maxsim pun sampai dengan wajah yang tidak terbaca ia dan anya pun sudah memasuki ruangan maxsim
seorang bocah berumur 9 tahun berlari kearah maxsim dan anya ia pun memeluk kaki maxsim sontak melepaskan pelukan tersebut bocah itu mulai menangis anya tidak tega melihat bocah itu menangis maxsim pun mengajak jesika untuk bicara dan anya pun mengajak ji untuk kekantin kantor
__ADS_1
" jika kau ingin sesuatu bisa pesan jangan takut aku juga ibu mu panggil aku mamah kau boleh memanggilku sesuka mu " ucap anya pun membelai rambut ji hanya terdiam karena ia belum pernah memiliki seorang teman
" aku ingin minum yougart apakah boleh " titah ji
" baik kau tunggu aku disini " ucap anya pun bangkit dari tempat duduknya dan mengambil beberapa yougart dan kue kering
" terimakasih bu karena aku tidak pernah memiliki seorang teman aku hanya bermain dengan boneka-boneka ku dan ayah tidak pernah melihat ku sedikit pun apa kelahiran ku ini adalah sebuah kesalahan " sahut ji pun mulai menangis
" ayah mu menyayangimu hanya butuh waktu saja gadis manis aku janji kepada mu minggu depan kita pergi bertamasya apa kau mau jika kau mau aku akan membujuk ayah mu " ucap anya
maxsim dan jesika sedang bertengkar hebat karena jesika mulai mengancam jika maxsim masih berbuat semaunya kepada anaknya itu jesika akan berbuat sesuatu kepada anya
" dengarkan aku baik-baik jika kau masih tak ingin memperdulikan aku setidaknya perdulikan ji ia sangat menyayangimu melebih ia sayang pada dirinya ku mohon maxsim jangan seperti ini kepada ku dan ji dia tidak salah yang salah aku mohon maafkan aku ji hanya ingin kau mau berbicara dengan nya " ucap jesika pun tidak bisa menahan air matanya lagi
maxsim tak menghiraukan perkataan jesika maxsim melihat jesika depan tatapan tajam karena ketidak sukaannya kepada jesika
" kau dengarkan baik-baik aku tidak akan pernah sudi menerima nya sebagai anak ku enak saja kau mau memohon seperti apapun aku tak akan pernah mau menganggapnya sebagai anak ku andai saja kau tidak berselingkuh mungkin aku masih mencintai mu aku sungguh kasihan kepada mu kau memohon kepada pria yang telah kau bohongi dan kau khianati ini hahaha tidak tahu malu masih punya muka yah datang dan meminta hahaha ku bilang pergi keluar kau sekarang jangan pernah muncul lagi dihadapan ku akan aku pastikan kau menderita " maxsim menarik paksa tangan jesika hingga ia tersungkur di lantai segera mungkin jesika pun berdiri dan berjalan menuju kantin .
#sedikit ancaman kecil
jesika melihat anya dengan tatapan tidak suka anya memberikan senyuman tipis dan jesika pun memberikan ancaman kecil namun anya tak mau kehilangan kesempatan ia pun memberisikkan sesuatu kepada jesika sontak jesika pun terdiam tak berkata-kata
" puas kau telah membuat ku dan putriku menderita karena dirimu ****** wanita tidak tahu malu perebut suami orang " bisik jesika
" hah...kau bilang apa perebut suami orang sama halnya dengan mu kau bercinta ketika seseorang sedang sekarat dirumah sakit kau tahu laki-laki yang memuaskan mu itu adalah suami orang yang sedang sekarat jadi aku tidak merebut tuan maxsim dari mu namun dia yang datang meminta ku untuk menjadi istri nya bukankah itu sebuah keuntungan bukan nyonya kau dan aku kini sama-sama istri dari tuan maxsim namun kau istri yang terbuang sedangkan aku istri yang begitu ia cintai kasihan sekali dirimu nyonya kalo begitu aku harus kembali karena suami mu upss suami ku menunggu ku bye...nyonya " bisik anya melangkah pergi meninggalkan jesika pun terdiam kaget karena bagaimana anya tahu tentang rahasian nya jesika semakin takut namun ia mulai membuat rencana untuk menyingkirkan anya dari hidup suaminya itu
wanita sialan aku tak akan pernah diam lihat saja kau akan mati ditanganku ....anya
__ADS_1