Istri Terbuang Kesayangan Ceo

Istri Terbuang Kesayangan Ceo
perayaan 1


__ADS_3

Sudah, satu minggu tasya, di rawat di rumah sakit, sebenar nya cuma butuh dua hari tasya di rumah sakit,tapi alex dan brian terlalu kawatir, mereka tidak mau ambil resiko, akan terjadi hal lai n sama tasya.


" pagi tasya , apakah hari mu bagus,, ( ucap cici sambil tertawa)


" ahhhaaaa, cici kamu tau kan aku bosan di sini, kamu sih udah bilang aku bisa pulang malah kamu, degar rin mereka berdua hi capek aku gini atau aku kabur aja yah ( ucap tasya menggoda sahabat Nya)


" plis, tasya,,,,,


coba kamu pikir ini smua untuk kamu, jangan macam-macam deh, kalau kamu kabur, aku yang di salah kan, cukup deh coba degari aku aja lagian kamu sebentar bisa pulang kok, ( ucap cici meyakin kan sahabat nya)


Sedang kan di Vila asyah, masih terdegar riuh karna, banyak orang mempersiap kan, pesta penyambutan tasya dan skaligus pesta untuk kerjasama, perusahan, semua orang termaksud cici merahasiakan ini dari tasya.


" brian bagai mana semua persiapan dan penyambutan nya, ( ucap alex yang melihat sekeliling)


" sudah beres semua ayah, dan tidak lupa degan artis yang di datang kan untuk menambah, riuh nya acara ayah. (ucap brian)


" bagus lah kalau begitu , jadi siapa yang akan menjemput tasya di rumah sakit, (ucap alex)


" nanti brian ayah, brian yang akan menjemput tasya, ( ucap brian)


" baik lah kalau begitu, saya akan ketemu dulu sama kolega bisnis ku, persiap kan degan baik, semua saya serah kan sama kamu brian (ucap alex dan lansung segera pergi meninggal kan brian di ruangan itu)


" bos, saya sudah menghubungi semua kolega bisnis bos dan para klaen lain nya, bos semua untuk penyambutan sudah siap, begitu juga penghibur acara nya. ( ucap fian)


" baik lah sekarang kamu, awasi di sini saya akan kerumah sakit untuk menjemput tasya, dan jagan lupa beri keamanan utuk seluruh wilayah vila ini, saya takut ada yang akan bermain - main degan kita , untuk mempermalukan kita di depan kolega bisnis ku dan ayah tasya. ( ucap brian yang tidak mau ada kesalahan)


" baik bos


Brian pun meninggal kan vila menuju, rumah sakit untuk menjemput tasya, sedang kan cici, menunggu di ruangan nya karna fian yang akan menjemput nya. fian dan cici sekarang, berhubungan bagus tapi belum menjalin kasi sayang, atau asmara karna cici takut kalau terburu- buru nanti nya sama degan oernikahan tasya yang pertama.


kringggg,,,,, kringg,,,,,


" halo, fian ada apa, (ucap cici)


" bersiap lah dua jam lagi aku akan menjemput mu, sayang,, ( ucap fian)


" ih, ko gitu si fian kita kan belum jadian,, kok udah panggil sayang sih, aku kan malu. ( ucap cici yang mukanya mulai memerah)


" malu apan sih sayang, kita kan bicara di telpon trus tidak ada yang degar lagi, cici apa aku kurang pantas buat kamu, apa aku se jijik itu di mata kamu sampe kamu, tidak menerima aku, ci aku rela lo di pukuli semua anak buah rino agar kamu slamat, apa pengorbanan itu di mata kamu belum cukup, apa aku harus mati dulu baru kamu percaya sma aku. ( ucap fian yang pasrah)

__ADS_1


" plis fian tidak,, jagan bilang begitu bukan nya aku tidak sayang sama kamu aku takut, terjadi ke samaan yang sama, degan tasya. aku takut itu semua menimpa ku fian, plis jagan bilang kamu mau mati, aku sayang sama kamu, tapi aku takut semua yang terjadi sama tasya juga menimpa ku


" itu nggak akan terjadi cici, jangan kamu sama kan aku degan biadap satu itu, plis ci percaya sama aku, cuman kamu perempuan yang berasil mengoyakan hati ku, yang berasil membuat aku tergila - gila sama kamu, aku mohon trima aku cici ( ucap fian)


" hem kok kamu nggak ada, romantis - romantis nya sih masa nyatain cinta lewat telpon sih. aku kan sebel kalau begini yang tadi nya mau bilang iyah,, eh skarang kayak nya berfikir dua kali de, soal nya nggak romantis banget aku kaan btuh juga laki -laki yang romantis.


" jadi ***iiiiii


maksud kamu, aku,, aku kamu terima tapi jagan lewat telpon gitu,,,,, makasi cici ...


umuaaaaaa******aaaaaaaaa ( ucap fian yang mencium hp nya)


" ih apan sih, fian kita kan belum jadian kok udah gembira, dan cium-cium hp gitu.... (cici malu hanya memandang tembok)


" nggak papa tunggu yahhh,,,,


aku akan datang di situ bilang sama dunia bahwa aku cintaaa******aaaaaaa , sama kamu. (ucap fian)


" hem, uda deh fian ah jagan buat aku malu deh......


Cici yang tidak merasa kehadiran, tasya di situ masi membelakangi tasya sedang kan tasya, hanya duduk di sofa depaan meja tasya dan terus tersenyum melihat, sahabat nya, brian yang brmerada di rumah sakit masih mencari tasya yang tiada dalam ruangan nya, dia pun mencari di ruangan cici, dia pun masuk di sana, cici yang tdk tau kehadiran brian juga masi membelakangi suami istri itu.


" ussstttt


( tasya yang melarang suami nya ribut)


jagan ribut, mari duduk di sini, ( sambil menunjukan, kursi di samping nya)


" ngapain kamu di sini sayang


" sabar degar tu,, asisten mu gombal teman aku nyatai cinta lagi ( ucap tasya)


Sedang kan cici masi terus bercerita sama fian, hape nya sengaja di losperker, supaya suara fian terdegar jelas, fian yang masih menggobal, lansung di tegur sama bos nya.


" ohhh, sekarang kamu sudah pintar gombal ni ( ucap brian yang mengaget kan cici)


Cici kaget, melihat pasangan suami, istri. itu duduk di depan nya sambil tertawa.


"ih sayang, kan dia kaget kamu sih mengaget kan dia aku kan mau degar gombalan, dari fian sayang

__ADS_1


" dari kapan kalian di sini, ( ucap cici kaget dan mukanya yang memerah)


" dari tadi sayanggggg.


sahabat ku yang cantik ,,, udah di tembak ni sakit tdk di tembak, ( ucap tasya)


" kamu lupa , yah sayang dia itu dokter


walau pun dia kena tembak, dia bisa obatin kali sayahh ( ucap brian yang memeluk istri nya)


" cici apa bos dan nona tasya ada di situ.


( ucap fian yang kaget ada suara yang di kenali)


iyahhhhh fiannn


(mereka bertiga kompak berbicara)


" kamu sih kok di kasi lospeker nelpon nya.


" sapa suru kamu gombal nya minta apun, lagi pula dedemit dua orang ini tiba - tiba masuk lagi tanpa ketuk pintu


cici pun lansung, memantiakan panghilan dari fian, karna merasa malu.


" eh jagan bilang kita dedemit yah, sapa suruh ,pintu kamu tidak tutup, jadi wajar lah kita masuk, betul kan sayang ( ucap tasyah dan melihat suami nya)


" udah deh , sekarng ayo ikut aku mau ajak kamu ke suatu tempat, yang pasti buat kamu senang, ( ucap brian)


Brian pun lansung memegang tangan istri nya dan menuju keluar ruangan, kerja cici.


tapi di hentikan sama brian dan melihat cici.


" ci, kamu tidak mau ikut skalian sama kita kebetulan kan fian ada di sana juga (ucap brian)


" nggah deh, fian yang mau jemput aku di sini sebentar lagi.


" hem iiyadeh yang lagi kasmaran, ya udah sayang kita deluan aja ( ucap tasya)


Mereka pun pergi meninggal kan rumah sakit menuju villa asyah.

__ADS_1


Bersambung,,,,,,


__ADS_2