
Di dalam ruangan UGD, masih terdegar suara tasya yang histeris, apalagi bertambah degan ayah nya yang tiba-tiba terbaring lemas karna koma. bertambah lagi kesedihan yang mendalam bagi tasya.
" IBUU....
TASya, mohon sma ibu pLis....
bangun bu,
Lihat ayah bu, betapa terpuruk nya dia karna ibu tingaL, Hikss..... hiksss.... hiksss
ibu bangun bu, aku nggak sanggup Lihat orang yang aku sayang pergi meninggal kan aku ibu....
apalagi degan keadan ayah, tolong jagan siksa aku ibu.. hiksss.... hiksss..... hiksss..... coba saja, tadi tasya tida ngebet kesini mungkin ibu masi ada, tapi semua karna tasya.. hiksss.... hiksss..... hiksss
harus nya tasya aja yang mati bukan ibu.
" sayang ayo, sudah waktu nya kita bawa ibu kembali kerumah, supaya di makam kanjagan menyalakan diri kamu sendiri sayang ?
biar kan ibu tenang ,dia pasti sedih melihat kamu jadi begini sayang.... (ucap brian)
__ADS_1
" benar syah,
kamu harus kuat apa lagi sekarang ayah kamu juga koma kan. jadi kamu harus jadi penguat bagi ayah kamu syah..
kalau kamu belum bisa merelakan ibu kamu, apa jadi nya ayah kamu dia akan tambah sakit melihat kamu terpuruk begini syah, ayo kita pergi di rumah sekarng dan kalo soal ayah kamu kita akan pindah kan dia di rumah sakit aku. (ucap Cici)
" Makasi yah sayang, makasi yah cici kalau tidak ada kalian mungkin saya nggak bisa bangkit lagi sekarang, dan bapa mau yah ikut tasya di rumah tasya ,tasya nggak mau ada pnolakan yah bapa. (ucap tasya)
" iya sayang ,bapa akan ikut kamu..
bapa sudah anggap tasya sebagai anak bapa sendiri jadi bapa harap tasya harus kuat sayang....
" kalau begitu bapa, tasya minta tolong lagi boleh bapa,
" bapa bisa ambil kan barang-barang tasya masih skolah dulu, dan jagan lupa barang yang ada di atas lemari dalam peti yang tasya simpan yah......
" kalau begitu bapa, bisa pulang degan bodygard saya pa, suapaya bisa bantu bapa dan soal pemakaman tidak perlu kawatir saya yang akan menelpon fian yang akan mengurus nya. ( ucap brian)
" Dan kamu kemal,
__ADS_1
skarang tasya lah yang kamu harus Lindungi karna tasya anak dari alex dan semua yang menangani perusahan nanti nya adalah dia jadi kalau bisa untuk sementara perusahan pa alex kamu yang hendel dulu , sampe tasya bisa bangkit kembali lagi.
" siap tuan., saya pasti menjaga nona karna dia adalah majikan saya dan soal perusahan semua saya akan kerjakan degan baik , kalau begitu saya permisi saya akan menemani tuan alex untuk di pindahkan kerumah sakit di kota xxx.
(ucap kemal)
" kalau begitu saya juga permisi nak brian saya akan mengambil barang yang tasya minta dan segera kembali di kota xxx.
ucap pa david
" kalau begitu mari sayang kita akan membawa ibu pulang, kamu harus kuat...
Akhir nya mereka terpisah cici yang menelpon fian untuk menyiap kan semua nya, karna kebetulan fian tadi tidak ada di sana karna tasya menyuru membawa mayat pembunuh dari ibu tasya, jadi dia lansung pulang untuk mengurus pemakaman ibu tasya, dan fian juga sempat syok mendapat kabar duka dan tentang alex yang koma.
" nona tasya betapa terpuruk nya anda sekarang, kalo saya jadi anda mungkin saya susah bangkit. saya tau ini berat bagi anda nona , orang yang baru anda temui sekarang pergi meninggal kan anda brlum lagi anda harus degar kabar ayah anda koma. huffff
saya tidak tau lagi bisa kadi apa rino, apa lagi saya sudah melihat sisi lain dari anda nona.
ucap fian dalam hati.
__ADS_1
Beberapa jam berlalu mereka akhir nya tiba di Villa kediaman alex, Tubuh ibu tasya juga sudah slesai di sohllat kan dan tinggal di bawa di tempat peristirahatan terakhir.
bersambung