Istriku Anak Angkat

Istriku Anak Angkat
Makan siang


__ADS_3

"Baik akan ku jelaskan merlinda" jawab evy Dengan ujung bibir yang sedikit melengkung naik ke atas


"kau tau putra? Mantan pacar ku dulu waktu kita SMA?" tanya evy


"Yah" jawab Merlinda singkat


"dia telah Kembali sekarang, Dan itu membuat ku merasa risih "


Evy meletakan tangannya di atas meja, Dengan sebelah tangan menopang dagunya.


"hmm. Lalu Apa hubungannya" tanya


Merlinda yang Sedang menaruh makanan Di atas meja yang di bawahkan pelayan


"dia pemilik perusahaan Sukmaja, perusahaan lama Ku bekerja


Maka dari itu aku mengundurkan Diri Dan mencoba melamar di Jopra grub Dan ternyata aku diterima.


Aku sudah tidak Mau berurusan Dengan putra lagi sudah cukup waktu itu dia membuat luka ku yg begitu perih.


Sampai saat ini juga kadang aku masih sering menggingat kejadian itu" evy mengaduk ngaduk makanannya Dia seperti memikirkan sesuatu Dengan tatapan kosong.


Merlinda yang mengetahui perubahan wajah evy dia sedikit menggoda evy agar tidak terlihat sedih


Apa lagi pekerjaan nya Di kantor masih banyak Dan dia harus memikirkan masa lalunya yang begitu piluh.


Dan itu Akan banyak Menguras tenanga secara fisik Mau pun batin


"hey.....ey apa kau merasakan ada banyak tatapan para Lelaki tampan di tempat ini?? Kurasa mereka Sedang melihat ke arah kita terutama kau.


Yah ampun ey Dan Tadi barusan kau seperti gadis jelek karna tingka mu Tadi " merlinda mulai menggoda evy


"Hah Benar ka itu Nona??? " mata evy mulai menunduk karna Malu


"mari Makan aku sudah sangat Lapar di tambah lagi aku harus melihat muka mu! " Dengan ekspresi dinginnya Dan tatapan mengejek

__ADS_1


Sedangkan di keluarga pramata


Kedua Orang tua parubaya Sedang bersantai sambil menonton acara televisi yang menyiarkan tentang perjalanan Bisnis Dari seorang pemuda dari nol hingga besar


Ibu Maria Dan Pak Mario Kedua orangtua dari merlinda anita pramata .


"aku merindukan Merlinda" pekik ibu Maria tiba tiba


"mau bagaimana lagi itu pilihan Dia untuk tidak lagi tinggal di rumah ini bersama Kita " Dengan santai Dan Nada yang dingin Pak Mario menjawab.


"Apa papa tidak berniat untuk memintanya datang untuk berkumpul lagi bersama Kita? "


"Tenang lah Dia Anak yang mandiri, aku Sudah meminta orang untuk Terus mengawasi nya


Dan sekarang dia sudah bekerja di salah Satu perusahaan terpandang di negara ini bahkan Di dunia" kata pak Mario Dengan santai


"apa itu Benar pah? " tanya ibu Maria yang sudah antusias


"Yah! Dia bekerja sebagai sekretaris pribadi Tuan bambang pemilik Jopra grub" senyum penuh bangga yang di berikan pak mario


"saya bangga mempunyai Anak seperti Merlinda, saya Akan terus menjaganya sebisa saya biarpun itu Dari kejahuan" lanjut pak mario


Dan dia bisa bekerja tanpa menggunakan kekuasaan Dari Kedua orangtuanya bahkan Dia selalu menutup rapat rapat tentang identitasnya pribadinya kepada publik kecuali Kedua sahabatnya


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah makan siang, merlinda dan evy Kembali ke Jopra grub.


Mereka berpisah di dalam lift, evy yang menuju lantai 6 sedangkan Merlinda yang menuju lantai 8 dimana lantai tertinggi gedung Jopra grub


Evy yang di tempatkan sebagai asisten manajer perencanaan begitu sibuk Dengan tugas pertamanya bekerja di Jopra grub.


Meskipun sudah ada sedikit pengelaman saat dia masih bekerja di perusahaan sukmaja


Tapi dia masih saja merasa lelah dan masih sedikit belum paham tentang sebagian pekerjaannya.

__ADS_1


Sedangkan Merlinda sudah terbiasa dengan pekerjaannya sebagai asisten pribadi pemilik Jopra grub yaitu Pak bambang


Sejak dia memutuskan untuk meninggalkan keluarganya dan saat bersamaan juga dia di minta Secara langsung oleh pak bambang untuk bekerja sebagai asisten pribadi pak bambang.


flashback 🌹


Pukul 23.15 seorang gadis cantik sedang berjalan kaki menyusuri ibu kota dengan ari mata yang terus turun membasahi pipinya. Terasa sakit jika ada yang melihat air mata itu turun dari bola matanya membasahi pipi mulusnya.


Pak bambang dan ibu indah yang kebetulan baru pulang dari sebuah acara bisnis di hotel melihat seorang gadis cantik itu berjalan dengan Isao tanggisnya entah itu apa hanya dia yang tau.


Pak bambang dan Ibu indah yang terlihat ibah pun meminta sopir pribadi mereka untuk menepi.


Mereka turun dari mobil dan menghampiri gadis cantik itu.


"Hallo nak, Apa yang kamu lakukan di jalanan yang sudah mulai sepi begini? " ucap ibu indah yang merasa kasihan


"saya tidak mempunyai tempat tinggal buk" dengan masih terisak dan senyum yang di buat dia menjawab


"astaga baiklah mari beristirahat sebentar di kediaman Kami, jika kamu bersedia mari ikut kami pulang" ucap pak bambang tak tega


"Apa itu tidak merepotkan" sungkannya


"sangat tidak merepotkan nak" senyum Tulus ibu indah


Ayo mari ikut kami " lanjut ibu indah


Mereka pun Kembali ke kediamam keluarga Prasatyo


Selama di perjalanan tidak ada yang bersuara..


Pak bambang dan Ibu indah sedikit memberikan ketenangan untuk gadis kecil ini


Gadis cantik yang masih terlihat murung ini membuat pak bambang menjadi sedih.


Pak bambang berusaha untuk melontarkan candaan untuk Anak ini, Namun tidak yang di pikirkan pak bambang, Anak ini masih saja tidak ikut dalam candaan pak bambang dia hanya cukup memberikan Senyum simpulnya

__ADS_1


Tak Terasa mereka sudah sampai di depan gerbang Besar Kediaman prasatyo, rumah yang berlantai 3 menjulang begitu indah pagar yang tinggi sudah cukup membuktikan bahwa yang menempati rumah ini bukanlah orang sembarangan.


BERSAMBUNG


__ADS_2