
Sesampainya Merlinda di dalam mobil ia langsung melajukan kemudi nya dengan rasa sesak ia membawa kendaraan nya dengan kecepatan tinggi, seperti biasa jika ia banyak pikiran ia akan mengemudi dengan kecepatan tinggi seperti sekarang. Namun tanpa di sengaja merlinda hampir menabrak kucing yang melintas dengan sekuat tenaga merlinda menginjak rem dengan kuat agar tidak menabarak.
Tak jauh dari sana ia langsung menepikan mobil nya dan langsung menumpahkan sesak dalam hati.
Sambil memukul kemudi mobilnya ia masih dengan isak tangis.
"kenapa aku terlahir untuk merepotkan orang, kemana mama kemana papa...hikksss...hikksss...kemana orang tua kandungku , kenapa mereka Seakan melupakan Ku. Hikksss...hikksss... Jika semua itu tidak terjadi aku tidak merepotkan ibu dan ayah seperti itu, Joshua pasti membenci Ku.. .hikkkss..hikksss" Masih Dengan tangis yang keras merlinda menumpahkan sesak nya
Tak terasa sudah pukul 04.57 Sore, Merlinda lelah dengan sesak dan tangis yang ia rasa tadi, kesan nya memang lebay tapi yang di rasakan cukup membuat dia tidur berkepanjangan. Sudah lama dia di tinggal orang tua kandung nya, Namun itu semua tidak benar benar membuat dia menjadi anak yang tangguh diaa gampang menangis dia masih terlalu lemah dalam urusan keluarga, Dia terlihat dingin dan angkuh di luar namun di sekitar nya dia bukan orang seperti itu. Dia hanya tangguh untuk perusahaan dan harga diri nya entah bagaimana tentang Keluarga.
Sudah lama dia menangis sampai tak terasa ia telah terlelap. Hembusan angin yang di berikan pencipta begitu menyejukan penikmat nya, udara yang segar di tambah pepohonan dan jalanan yang lumayan sepi membuat gadis manis merlinda melupakan dan menumpahkan kepedihan nya hari ini.
Drrttt.. Drrtt..drrtt
Bahkan dering telpon dari sang pemilik tak di hiraukan kesadaran nya belum ada. ia masih menikmati indah nya bermimpi. Mungkin mimpi nya kali ini membuat ia agar menundah untuk terbangun.
Yang berada di sebrang sana pun tak kalah agresif menelpon Merlinda entah apa yang di butuhkan yang terpenting Dia mengganggu mimpi Merlinda bahkan telpon yang di berikan sudah sampai 79 panggilan.
"mmm..." gadis itu menggeliat setengah sadar
Dengan perlahan Merlinda membuka mata, mengumpulkan nyawa nyawa nya yang pergi bersama mimpi . Dengan memperbaiki posisi Merlinda melihat jam di pergelangan tangan
"what? Sudah jam segini? " ucap nya dengan tak yakin sambil memukul jidatnya
__ADS_1
"astaga apa yang terjadi" Ucap nya lagi sambil bersandar dan memejamkan mata
"Tapi ini begitu menyenangkan, hmmm...sudah Lebih enakan rasanya" gumam merlinda sambil merentakan tangan nya.
Merlinda masih engan untuk pergi dari sana yang ia rasa hanya kesejukan dan tempat yang nyaman. Entah kenapa dalam pikiran nya tempat ini akan menjadi tempat favorite nya mulai hari ini .
"ahh ini akan menjadi tempat favorite ku"
Dengan tangan yang merogo tas untuk mengambil ponsel
Dengan mata yang terbelalak Merlinda melihat panggilan sebanyak 79 panggilan dan itu dari kedua sahabat nya dan ibu indah.
"Asataga banyak Sekali, kenapa aku tidak merasakan nya sih. " gerutu merlinda
"hah..Lebih baik aku kembali saja, setelah sampai baru aku menelpon mereka balik " sambil melajukan mobil nya menuju apertemen
๐๐๐๐๐๐๐๐
Tidak dengan kediam prasatyo, ibu dan Anak ini Sedang beradu argumen dan pengenah nya sedang duduk mendengarkan apa yang menjadi perdebatan mereka hingga tadi
"Mau bagaimana pun, kamu tidak berhak membuat Merlinda kecewa Joshua!!!" bentak mami indah
"mam? Apa salah ku? Dia memang pantas di beri kalimat seperti tadi. Memang nya siapa dia sampai harus mengurus kita hah? " tak kalah Joshua menaiki suara nya pada sang ibu
__ADS_1
"CUKUPPP JOSHUA!!!" bentak pak bambang dengan mata yang siap menerkam musuh nya
"Kamu menyakiti batin nya Joshua, apa kamu tidak sadar? Dia Selama ini yang merawat Mami Dan papi disini dan kamu di sana sedang asik asik nya dengan permpuan. Kamu tak menjenguk Kami di sini biar hanya sebentar saja? Kamu bilang Kau sangat menyayangi kami melebih dari rasa nya Hah????" Amara pak bambang membuat ibu dan anak itu diam
"kau tau Joshua? Dia hidup sendirian, papi tau kau pasti banyak mencari tau tentang nya selama kau di Sana dan papi yakin kau tau siapa merlinda Sebenarnya. Papi tau kau kagum pada nya tapi dengan Cara mu menguji nya seperti tadi itu salah Joshua. Kata kata mu membuat dia lemah dengan keadaan" lanjut pak bambang dengan nada yang sudah mulai di kontrol
"jelaskan pada papi, apa yang membuat mu untuk menyuruh Merlinda menjemputmu di bandara tadi " tanya pak bambang sambil menatap Joshua
"Aku hanya penasaran dan ingin melihat Secepat nya bagaimna gadis itu sehingga kalian begitu menyayangi dan mencintai nya" jawab Joshua dengan nada sedingin es
"Semua yang di katakan papi benar, aku sering mencari tau siapa gadis itu apa yang di buat nya sehari hari, aku kagum dengan Cara kerja nya dan Cara dia menjaga kalian Dan menjaga diri nya, aku hanya Mau menguji nya aku hanya ingin tau apa Dia kuat atau tidak berada di Keluarga ini" ucap Joshua
"pergi temui dia maka kau akan tau apa yang dia lakukan setelah tadi kau membuat batin nya rapuh, Maka kau akan tau sesakit Apa dia sekarang" ucap pak bambang
"ibu sudah menghubungi merlinda tapi tak Ada jawaban dari dia dan kedua sahabat nya pun sudah menghubungi nya namun tak Ada tanggapan" sambung ibu indah dengan air mata yang sudah tergenang
"anak buah Ku sudah mengikuti nya sedari tadi dia pulang dari sini, yang mereka beritau gadis itu berada di mobil nya sudah cukup lama. Tapi dia sudah kembali ke apertemen nya sekarang, jadi aku tidak perlu repot repot untuk melihat keadaan nya , Tak guna juga" ucap Joshua santai sambil bersandar ke sandaran sofa karna ia tidak bisa melihat air mata ibu indah yang sebentar lagi akan tumpah.
"Pergi dan lihat keadaan nya Joshua mami Mohon pada mu " ucap ibu indah dengan air mata yang sudah meleset jatuh
"hhnmmmm.... Oke baik aku pergi, setelah itu jangan menyuruh ku untuk berurusan lagi dengan gadis itu" ucap Joshua sambil berlalu naik ke atas kamar untuk bersiap
BERSAMBUNG.
__ADS_1