Istriku Anak Angkat

Istriku Anak Angkat
Laki laki aneh


__ADS_3

"jemput aku sekarang" ucap seorang dari sebrang telpon .


Merlinda yang mendegar hanya bisa menggelengkan kepala dengan heran bagimana bisa orang itu langsung menyuruh nya.


Dengan tenang merlinda menjawab.


"maaf salah sambung" dengan bersamaan dia mematikan panggilan telpon


"ada-ada sekali orang ini huhh" Gumamnya


Tak hitung 5 menit ponsel Merlinda Kembali berdering dan itu dari panggilan dari nomor yang sama.


"Ada apa sih dengan orang ini" gerutu merlinda


"anda salah sambung tuan" jawab Merlinda dengan nada dingin setelah ponselnya di angkat


"hey aku Joshua . Cepat jemput aku sekarang" Merlinda yang mendegar nama Joshua sontak langsung berdiri dari tempat duduknya


"Darimana Dia mendapatkan nomor ku" Gumamnya


"Baiklah aku segera kesana" jawab Merlinda tanpa banyak bertanya.


"Benar benar yaaa laki-laki itu menyusahkan aku saja. Tidak tau apa pekerjaan Ku ini banyak Sekali, Untung masih dua jam lagi pertemuan penting. Huhhh siallllll


Kenapa dia tidak menyuruh yang lain nya sih..hihh menyebalkan sekali " omelan Merlinda sepanjang jalan


Sesampainya di bandara merlinda langsung menelpon Joshua .


"Dimana" tanya langsung merlinda saat panggilan sudah terhubung.


"kamu yang dimana" ucap Joshua


"parkiran, cepat kemari" tanpa menunggu jawaban merlinda langsung mematikan telpon


Tak butuh waktu lama Joshua sudah datang bersama pengawal.


Joshua Prasatyo, pria sempurna bagi kaum hawa.


Salah satu Manusia es yang angkuh dan terlihat sombong. Ketampanannya sungguh tidak bisa berpaling.


Roda kehidupan berputar di sekelilingnya sesuai apa yang ia inginkan. Fisik Dan rupanya yang tampan banyak Wanita yang tergila gila padanya bahkan rela melakukan apa pun untuk bisa dekat dengannya.


Joshua jalan dengan begitu santai, saat sampai di depan merlinda

__ADS_1


"kenapa tidak menjemputku di dalam" tanya Joshua dengan nada dingin


"untuk Apa, aku bukan pengawalmu, kenapa tidak menyuruh yang lain untuk menjemput mu aku banyak pekerjaan hari" jawab Merlinda tegas


"Jang berani membantah" jawab Joshua tegas sambil beralalu masuk ke dalam mobil.


"enak sakali dia" gerutu merlinda


Setelah masuk kedalam mobil Merlinda di buat kesal lagi karna ia di suruh menyetir. Karna malas berdebat merlinda hanya mengiakan saja.


Setelah melewati Satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai ke kediaman prasatyo.


"Turun sana, aku harus Kembali ke kantor" ucap Merlinda setelah sampai


"enak Sekali kau memerintahku" tegas Joshua


"hey Tuan, kita baru menggenal Hari ini Dan kau sudah menjadi laki-laki yang menyebalkan saat pertama kita bertemu? Angkuh sekali anda, turun aku Mau bekerja. Ayah sedang tidak enak badan Jadi aku yang harus menggantikan nya .sana turun" omel Merlinda


"Turun bersamaku dan tidak usah Kembali ke kantor dan Jangan banyak protes" jawab Joshua sambil turun dari mobil dan melenggang masuk ke dalam


"Apa Apaan Dia? Terus Siapa yang harus pergi pertemuan hari ini. Huhh dasar laki-laki aneh" gerutu merlinda .


Mau tak mau merlinda turun dan ikut masuk ke dalam mengikuti Joshua.


Panggilan Joshua dan Merlinda untuk ibu indah dan pak bambang memang berbeda, bukan niat mereka untuk membedakan tapi itu permintaan dari merlinda entah apa alsan nya hanya ia yang tau.


"Anak Mami AkhirNya pulang juga" senyum terpancar dari raut wajah ibu indah


Tak lama merlinda masuk


"hey sayang, kenapa kau kembali? Apa urusan di kantor sudah selesai? Katanya ada meeting hari ini. "tanya ibu indah yang melihat Merlinda sudah Kembali


"Joshua memintaku menjemput nya ibu, entah Apa yang ada dalam pikirannya, dia pikir pekerjaan Ku tak ada Apa? Baru juga hari pertama bertemu dengan nya untuk pertama kali tapi dIa sudah begitu menjengkelkan" sahut merlinda terlihat mengadu pada ibu indah.


"kau ini yah Joshua, lagian bagimana kau bisa menghubungi Merlinda? "tanya ibu indah..


"Apa yang tidak pernah aku tau sih mam, lagian biar pun aku disana tapi mata ku ada di mana mana" sahut Joshua dengan nada sombong


"Yah sudah Ayo Makan dulu ,Ayo sayang" Ajak ibu indah kepada Joshua dan Merlinda


"papi di mana mam? " tanya Joshua sembari berjalan ke meja makan


"papi ke kantor Hari ini" tutur ibu indah santai

__ADS_1


"Ayah ke kantor Bu?? Kenapa tidak kabari aku? Berarrti Ayah yang menggantikan aku pergi meeting hari ini?" tanya Merlinda dengan masih keterjutan nya.


Belum sempat ibu indah menjawab Joshua sudah menjawab terlebih dahulu.


"Siapa kau sehinga orang tua ku harus memberitahukan mu terlebih dahulu" ucap Joshua sambil melayahap makanan nya.


"jho! Jangan seperti itu" tegur ibu indah


"Tidak apa Bu" sambil memberikan senyum terpaksa Merlinda menjawab.


"Sayang maaf yah Joshua sudah menyakiti perasaan mu "tutur ibu indah tak enak dengan Merlinda Anak angkat nya


Lagi dan lagi belum sempat merlinda menjawab Joshua sudah menyelah


"Siapa yang menyakiti perasaan nya mam? Aku tidak merasa menyakiti perasaan nya, apa yang aku ucapakan memang Benar ada nya " ungkap Joshua dengan senyum angkuhnya


"Joshua cukup nak, jaga ucapan mu" tegur Ibu indah


Merlinda yang merasa hati nya perih dengan kalimat yang di lontarkan Joshua biarpun itu benar ada nya tapi hati nya seperti tersayat silet , Dengan sekuat hati Merlinda menahan air mata nya agar tak jatuh.


"Kenapa mam, Ada yang salah dengan ucapan ku? Memang benar kan dia bukan siapa siapa dari keluarga prasatyo!" tutur Joshua dengan nada dingin.


Dengan sekuat hati Merlinda berusaha mencairkan suasana tak ada pilihan lain Merlinda berpamit pulang ke apertemen nya.


"Hemm.."dehem merlinda sambil menarik nafas panjang berusaha menetralkan Suasana.


"Bu, Merlinda pamit pulang ke apertemen saja yah, nanti Merlinda kesini lagi" ucap merlinda sambil menyium tangan ibu indah.


"Nak kamu menginap saja yah" ucap ibu indah tak enak hati


"tak apa ibu, nanti aku nginap yah" sambil tersenyum


"Tidak usah" cercah Joshua


"Yah sudah aku pamit"pamit Merlinda tanpa memperdulikan kalimat Joshua


Sesampainya Merlinda di dalam mobil ia langsung melajukan kemudi nya dengan rasa sesak ia membawa kendaraan nya dengan kecepatan tinggi, seperti biasa jika ia banyak pikiran ia akan mengemudi dengan kecepatan tinggi seperti sekarang. Namun tanpa di sengaja merlinda hampir menabrak kucing yang melintas dengan sekuat tenaga merlinda menginjak rem dengan kuat agar tidak menabarak.


Tak jauh dari sana ia langsung menepikan mobil nya dan langsung menumpahkan sesak dalam hati.


Sambil memukul kemudi mobilnya ia masih dengan isak tangis.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2