
Tak Terasa mereka sudah sampai di depan gerbang Besar Kediaman prasatyo, rumah yang berlantai 3 menjulang begitu indah, pagar yang tinggi sudah cukup membuktikan bahwa yang menempati rumah ini bukanlah orang sembarangan.
Pak bambang, ibu indah dan gadis kecil Tadi mereka masuk kedalam rumah. Banyak pelayan yang sudah siap menyambut mereka dengan sedikit membungkuk dan sapaan Selamat datang
"Selamat malam tuan dan Nyong" ucap kepala pelayan ibu yani
" yah malam Ibu yani... Tolong siapkan Makan malam dan kamar tamu yah" jawab ibu indah dengan senyum manisnya
"Baik Nyona, Kalau begitu saya permisi Tuan, nyona" undur diri Ibu yani
Setelah memberikan intruksi untuk ibu yani pak bambang mengajak mereka untuk duduk sebentar sambil menunggu Makan malam yang Sedang di siapkan. Sebenarnya pak bambang dan Ibu indah sudah Makan malam Tadi tapi karna takut gadis yang mereka temukan Tadi merasa tidak nyaman Jadi mereka ikut Makan bersama.
"Siapa nama mu nak?" pak bambang membuka obrolan
"Nama saya merlinda anita pramata pak" jawab Merlinda Dengan senyum canggung nya
"Apa ayah kamu yang bernama Mario pramata nak" tanya pak bambang
"ah iyah pak itu ayah saya" jawab Merlinda dengan menundukan kepala
"Pak Kenal dengan ayah Merlinda? " tanya ibu indah memastikan
"Iyah mama, papa kenal dia salah Satu pembisnis maju di negara kita" jawab pak bambang dengan senyum tampannya
"Terus kenapa kamu di biarkan sendirian di jalanan nak? Sedangkan Keluargamu orang pengaruh juga, apa kamu bersedia membagi cerita mu kepada Kami nak? Sebisa mungkin jika ada yang perlu di bantu kami akan siap membantu" tanya ibu Ida dengan iba
"Aku Di usir dari rumah, papa memukul Ku karna papa ketahuan bermain dengan Wanita lain di sebuah hotel. Waktu aku pulang Sekolah tadi aku tidak sengaja melihat papa bermesraan dengan Wanita itu. Tapi aku tidak pergi menghampiri papa dan wanita itu aku hanya melihat mereka dari kejahuan setelah mereka masuk ke dalam hotel aku pun Kembali ke rumah tampa aku sadari ternyata papa tau kalau aku sedang melihat mereka.
Aku pun Kembali ke rumah dengan air mata, aku sedih papa begitu Jahat sama mama dan aku. ngak nyangka aja papa yang begitu aku bangga-banggakan dan aku sayang bisa bermain di belakang mama. Tak lama aku pulang papa juga sampai di rumah saat itu papa langsung mencari ku dan memukul ku mama yang melihat hanya bisa mencegah dan menangis tapi papa begitu kuat dan tersulut dengan emosinya. lalu Papa mengusir aku mama yang melihat berusaha mencegat papa Tapi tidak sengaja papa menampar mama dan mama pingsan. Papa pun tambah menyudutkan aku papa bilang aku hanya anak pembawa sial. Aku berusaha bangkit dan pergi dari sana entah bagaimna nasib mama saat itu karna papa tidak mau aku kembali dan menyuntuh mama. Padahal itu semua bukan salahku" Merlinda menceritakan panjang lebar kemalangannya Hari ini dengan mata yang sudah berkaca kaca dan tatapan mata yang kosong membuat pak bambang dan Ibu indah tidak tega
"Astga kenapa papa mu seperti itu sayang, malang sekali nasibmu nak" Ibu indah berusaha menguatkan merlinda tak terasa air mata yang sedari tadi ditahan pun lolos untuk terjun membasi pipi mulus ibu indah .
"yang sabar Yah nak, kamu mau tinggal bersama pak bambang dan Ibu indah? " sambung pak bambang
"Apa boleh pak, ibu? "tanya Merlinda memastikan
__ADS_1
"tentu sayang itu sangat boleh, ibu sangat senang karna ibu ada teman mengobrol sayang" jawab ibu indah dengan senyum antusias
"tapi ada syaratnya merlinda...." ucap pak bambang yang membuat senyum Ibu indah dan Merlinda memudar begitu saja.
"apa syaratNya pak? "tanya Merlinda
"kamu harus memanggil saya dan istri saya ayah dan ibu, mulai malam Ini kamu sudah menjadi anak angkat kami. Apa kamu bersedia? " tanya pak bambang dengan sayang
"tentu ayah, itu membuat aku sangat-sangat bahagia dengan penuh rasa syukur" jawab Merlinda Dengan senyum cantik nya dan mata yang sudah basah
"Baik lah sayang mari kita Makan pasti kamu sudah Laper Dan lelah . Kita lanjutkan ceritanya besok saja yah nak" ucap ibu indah dengan senyum bahagia
"Iyah bu, Terimahkasih banyak ayah, ibu" ucap Merlinda dengan bahagia"
Dan sudah tujuh Tahun Merlinda tinggal bersama keluarga prasatyo. Merlinda di manjakan dengan segala fasilitas dari Keluarga itu bahkan dia sampe di kuliahkan di London namun merlinda tidak pernah menggunakan nama keluarga prasatyo untuk di sombongkan dia di didik menjadi gadis yang pintar sopan dan di siplin dalam apapun dia juga di ajarkan untuk menjadi gadis yang dingin dan angkuh serta gadis yang acuh tak acuh. Tapi dia begitu ramah dengan orang terdekatnya seperti keluarga angkatnya dan sahabat sahabat nya.
🌹🌹🌹🌹🌹
Flashback on..
Setelah memberi kabar kepada Evy untuk pulang terlebih dahulu merlinda memutuskan pulang ke rumah utama kediamam prasatyo. sudah lama dia tidak berkunjung melihat ibu dan ayahnya apa lagi pak bambang yang kurang enak badan sehingga beliau masuk kantor hari ini.
Di tengah perjalanan dia melihat tokoh bunga, dia menepikan mobil dan masuk ke tokoh untuk membeli Bunga. Ibu indah senang Sekali dengan sesuatu yang berbau bunga dan merlinda sengaja membeli bunga untuk ibunya agar tidak mendapatkan omelan dari ibu indah karna sudah lama tidak berkunjung.
Setelah membeli bunga merlinda Kembali melanjukan perjalanannya dengan kecepatan sedang .
Tak lupa Merlinda membeli roti keju kesukaan Pak bambang
Sesampainya di kediamam Prasatyo Merlinda langsung di sambut hangat oleh pelayan-pelayan yang bertugas untuk menyambut tamu. tanpa terkecuali ada pelayan Yani yang juga menyambut merlinda dengan kerinduan
"Selamat malam nona Merlinda " sapa yani dengan sedikit menundukan kepala sopan dan diikuti pelayan lain nya
"Hallo Selamat malam juga buk yani dan yang lainnya" senyum ramah merlinda sambil memeluk bu Yani karna sudah lama mereka tidak bertemu
"Saya sangat merindukan Nona, sudah lama nona tidak pulang, Nona ternyata sudah menjadi gadis dewasa dan manis tidak seperti dulu lagi yah" ucap yani
__ADS_1
"Iyah bu yani, maaf tidak sering main kesini saya banyak kerjaan dan banyak tugas yang ayah berikah itu membuat saya sulit bertemu dengan kalian" jelas merlinda
...."saya masuk dulu Yah bu yani, silahkan lanjutkan kerjaan kalian" lanjutkan Merlinda
Setelah mendapat jawaban dari bu yani, Merlinda langsung masuk kedalam rumah bak istana itu. Dia begitu rindu dengan suasana rumah ini.
Merlinda berjalan mencari keberadaan ibu indah dan pak bambang. Setelah mencari ternyata pak bambang dan Ibu indah Sedang Makan malam.
"Selamat malam Wanita cantik dan lelaki tampannya aku" goda Merlinda Dengan senyum jahilnya sambil menghampiri ibu Dan ayahnya
"ahh.. Yah astga hey gadis nakal kenapa kamu pulang?? Baru ingat kamu punya orang tua hmm?? " ibu indah yang kaget pun langsung menoleh kebelakang dan langsung melabrak merlinda..
"Ahhahah...ibu ku yang cantik ini, jangan marah padaku.
Marah ayah saja kenapa dia menyuruhku untuk Menguras perusahaan di luar terus" merlinda masih terus menggoda ibu indah
"huh bisa saja Yah kamu membawah nama ayah sebagai pelurumu" sambung pak bambang dengan senyum simpulnya
"Ahaha, itu memang benar ayah" jawab Merlinda dengan sedikit tawa
"apa ayah sudah enakan? " sambung merlinda
"sudah nak, ayah hanya sedikit kecapeaan" jawab pak bambang
"sudah Ayo lah makan bersama setelah itu bersihkan tubuhmu ada yang ingin ayah dan ibu bicarakan" sambung ibu indah
"baik ibu ku sayang...muchh" jawab Merlinda dengan senyum manisnya dan langsung mencium pipi Pak bambang dan ibu indah bergantian
"anak ini.. Haha" ucap pak ibu indah sambil mencol hidung mancung milik merlinda. Sedangkan pak bambang hanya bisa menggelengkan kepala dengan tingka putri angkatnya
Mereka melanjutkan Makan malam dengan sedikit tawa karna candaan dan jailan yang di buat merlinda
Pak bambang dan Ibu indah begitu menyayangi merlinda.
Bahkan mereka sudah sepakat untuk menjodohkan Joshua dan Merlinda .
__ADS_1
BERSAMBUNG