Istriku Pasienku

Istriku Pasienku
Anindita Putri maesa


__ADS_3

Anindita Putri Maesa atau Dita seorang gadis cantik berusia 20 tahun, memiliki tubuh tinggi dengan body gitar spanyol..


Dita merupakan putri kedua dari bapak Santoso Purnomo Maesa


dan ibu Meri


bapak Santoso berniat ingin menjodohkan Dita dengan rekan bisnisnya,karena bapak Santoso memiliki hutang terhadap rekan bisnisnya, karena tidak sanggup melunasi hutang-hutangnya akhirnya bapak Santoso menukar putrinya sebagai jaminan


"apa ayah sudah gila menjodohkanku dengan pria tua Bangka itu"..Dita sambil melotot terhadap ayahnya


"ayah ngga punya pilihan lain sayang, sedangkan Kaka mu sudah memiliki kekasih,dan berencana kekasihnya akan melamarnya..ayah terpaksa memilih kamu sebagai ganti Kaka kamu" santoso melirik anaknya Dita sambil mencoba meraih tangannya


Dita menepis tangan ayahnya


"cukup yah!! bentak Dita


apa ayah tidak kasihan terhadap ku


Dita sambil menangisi kehidupan tragisnya


sedangkan Santoso dia benar-benar kalut dengan pemikirannya, bagaimana bisa dia menjadikan anaknya sebagai jaminan hutangnya


"pokonya ayah gamau tau kamu harus menikah sama om Hendro"


rekan bisnis Santoso yang telah meminjamkan uang kepada perusahaan Santoso


"tapi yahh bagaimana dengan kuliahku" Dita sambil memohon kepada ayahnya

__ADS_1


"soal kuliah,biar ayah yang urus, lagipula setah menikah kamu bisa melanjutkan kuliahmu"


sambil meninggalkan anaknya yang tengah meratapi hidupnya


" ayah jahat sama Dita,aku benci ayah"


Dita mengis sejadinya


di lain tempat seorang gadis cantik tengah bermesraan dengan kekasihnya yaitu Melisa Putri Maesa atau Melisa


dia merupakan Kaka kandung dari Dita


"honey kamu jadi kan Minggu depan kerumahku untuk menemui kedua orang tuaku"


Melisa sambil menggenggam tangan kekasihnya,yaitu Panji


"jadi dong honey..aku akan kerumahmu bersama kedua orang tuaku"


Panji sambil menggenggam tangan kekasihnya


tanpa pikir panjang Melisa memeluk sang kekasih, begitupun dengan Panji membalas pelukan Melisa dengan erat


"hmm sebentar lagi rencanaku berhasil dengan sempurna" gumam Panji,sambil menyeringai bak iblis.


Panji memiliki rencana terselubung terhadap Melisa,dia tidak tulus mencintai Melisa,karena niatnya menikah dengan Melisa hanya mengincar harta ayahnya.


Dita tengah meratapi nasibnya, bagaimana bisa seorang ayah kandung tega menjadikan anaknya sebagai barang jaminan hutang perusahaan ayahnya

__ADS_1


"kalau begini caranya aku harus kabur dari rumah ini, daripada aku harus menikah dengan lelaki tua Bangka itu"Dita sambil mengusap wajahnya karena air matanya terus membasahi pipi mulusnya


malam telah tiba, akhirnya Dita beraksi untuk kabur dari rumahnya,tanpa ba-bi-bu Dita keluar lewat jendela rumahnya,dengan membawa koper miliknya.


setelah sampai di gerbang rumahnya,di melirik kanan-kiri karena rumahnya di jaga ketat oleh penjaga rumah


"bagimana aku bisa melewati penjaga itu"


Dita berpikir keras akhirnya dia punya ide gila,sambil menyeringai tipis


Dita mencari tempat istirahat penjaga rumahnya,karena di tempat itu ada beberapa makanan dan kopi,tanpa pikir panjang dia berniat membuatkan kopi untuk penjaga rumahnya


tapi kopi yang dibuat Dita bukan sembarang kopi,Dita telah mencampurkan kopi tersebut dengan obat tidur


"hemm maaf mang asep Dita terpaksa melakukan ini,kalau bukan karena ayah Dita ga akan berbuat seperti ini kepada mang asep"


gumam Dita sambil mengadukan kopi yang telah di campurkan oleh obat tidur tersebut


mang asep merupakan penjaga rumah Dita, beliau sudah lama bekerja sebelum Dita lahir,bisa dibilang pegawai setia Santoso


"mang asep lagi ngapain" Dita sambil berjalan ke arah mang asep dengan nampan berisikan kopi.


"mang asep lagi jaga-jaga aja non" mang asep menatap Dita aneh,karena tak biasanya majikannya menghampirinya dengan membawa segelas kopi


"Dita bawain kopi nihh buat mang asep.Mang asep pasti ngantuk kan" Dita sambil nyengir kuda menatap mang asep


"astaga non jangan repot-repot mamang bisa bikin sendiri"mang asep menatap Dita sambil membungkuk hormat kepada majikannya,karena mang asep tidak enak hati,masa pegawai seperti dia di buatkan kopi oleh majikannya.itu yang membuat mang asep tidak langsung menerimanya.

__ADS_1


__ADS_2