
"tidak apa-apa mang sesekali majikan buatkaan kopi untu karyawannya"Dita menyodorkan kopi ke mang asep sambil tersenyum
akhirnya mang asep menerima tawaran kopi dari Dita,begitu kopi di minum,mang asep merasakan rasa ngantuk secara tiba-tiba
"mang asep kenapa?Dita melihat mang asep sambil menahan tawanya
"duh ko pusing yaa non" mang asep sambil memegang kepalanya yang terasa berdenyut
tanpa di sadari mang asep jatuh dan tertidur pulas akibat efek obat yang di taruh kopinya
"yesss berhasil,pinter juga aku mengelabui nya
heheh"Dita loncat-loncat tidak jelas saking senangnya
tanpa pikir panjang Dita berlari keluar gerbang rumahnya,dia terbebas dari jeruji sangkar yang mengikat batinnya
Dita terus berjalan tanpa tau arah dia mau kemana,jalanan dia telusuri sampai pada akhirnya dia tertabrak oleh mobil karena kelalaiannya berjalan di tengah jalan
__ADS_1
pasutri yang membawa Dita akhirnya sampai di rumah sakit Sucipto yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian
"dok,suster tolongin perempuan ini,dia Korba tabrak lari"pasutri sambil berteriak meminta bantuan kepada dokter mau suster yang di rumah sakit tersebut
"sini pak biar saya urus"suster sambil mendorong ranjang beroda
pasutri tersebut langsung meletakkan Dita di atas ranjang, akhirnya suster membawa Dita ke ruang rawat untuk mengobati luka-luka yang ada di sekujur tubuh Dita
Niko yang baru sampai rumah sakit, langsung di panggil suster untuk menangani Dita di ruang rawat
"dokter Niko ada pasien korban tabrak lari kondisinya sangat parah tolong anda tangani"
"baik sus saya akan segera ruangan tersebut"Niko menatap suster sambil berjalan menyusuri lorong rumah sakit
sampailah Niko di ruangan 203 tempat dimana Dita di rawat, dilihat Dita dengan mata kepala Niko " kondisinya sangat parah,kasihan sekali nasibmu"dalam hati Niko berkata,sambil memeriksa bagian tubuh dengan penuh luka yang berada di tubuh Dita
"sus sepertinya lukanya cukup parah,tolong nanti lukanya di obatin dengan obat yang saya anjurka"Niko sambil memeriksa luka Dita
__ADS_1
"baik dok ,saya akan mengambil obatnya terlebih dahulu"suster berjalan keluar untuk mengambil obat yang di katakan Niko
di rumah Santoso terlihat ibu Meri gusar karena keberadaan anaknya Dita tiba-tiba menghilang
"gimanapun ini pah,Dita hilang..semua ini gara-gara papa" ibu Meri sambil air matanya tak terbendung lagi karena Dita merupakan anak kesayangan
"bisa diam tidak mah"sentak Santoso terhadap istrinya
"papah juga lagi cari cara agar bisa nemuin Dita,pasti anak itu kabur gara-gara dia tidak mau di jodohkan dengan rekan bisnis papa"
Santos mengusap wajahnya kasar
"coba saja papa tidak meminjam uang perusahaan kepada rekan bisnis papa,mungkin kejadian ini tidak akan terjadi"ibu meri meniggalkan Santoso seorang diri
"aaaa breng**k semua gara-gara kecerobohan ku"Santoso marah-marah tidak jelas seperti orang kesurupan
Santoso langsung mengintrogasi kepada mang asep"mang kenapa bisa Dita kabur dari rumah sedangkan mamang malah asik tidur pos penjaga"Santoso menatap tajam mang asep
__ADS_1
" maaf tuan tapi saya benar-benar pusing kepala saya, setelah di beri kopi oleh non Dita"mang asep mengucapkan dengan gemetar karena mang asep takut tuannya akan memecat dirinya
"ah sial anak itu ternyata cerdik juga, sampai mang asep di kelabui"Santoso bergumam sembari menatap mang asep dengan jengkel