
di lain tempat, seorang gadis cantik dengan rambut lurus sebahu serta bibir pucat pasi tengah berbaring di ranjang rumah sakit, kondisinya saat ini banyak perban di di sekujur tubuhnya terutama di kepalanya,tak lupa selang infus menancap di lengannya.
Niko sedang memeriksa Dita dengan telaten layaknya dokter memeriksa pasiennya
"sus bagaimana perkembangan nya"Niko menatap suster
"kondisinya mulai membaik dok,cuman pasien belum sadarkan diri karena efek obat bius dan sedikit parah di bagian kepalanya,hal ini mungkin akibat benturan keras dok"suster kembali menatap dokter Niko sembari mencatat perkembangan kondisi Dita
"hmm baiklah,suster boleh kembali ke ruang 204 untuk memeriksa pasien lainnya"Niko sembari memeriksa bagian kepala Dita
"baik dok, kalau begitu saya permisi"suster keluar dari ruangan
"hemm "kata Niko
"kondisi kepalanya lumayan cukup parah,aku takut dia amnesia,tapi setelah di periksa kepalanya ternyata baik-baik saja, syukurlah kalau begitu"gumam Niko sembari menatap pasiennya yaitu Dita
"setelah di liat-liat cantik juga ni pasien"
"astagaaa ngomong apa aku"Niko menepis pemikirannya"bisa-bisanya aku ngomong seperti itu kepada pasienku sendiri"
Niko sembari tersenyum tidak jelas
pasutri yang membawa Dita ke rumah sakit kabur begitu saja,karena mereka tidak mau berurusan dengan Dita,mereka takut di interogasi oleh pihak yang bersangkutan
__ADS_1
setelah beberapa jam tangan Dita mulai menggerakkan jari-jarinya
tanpa pikir panjang Niko bergegas memeriksanya,karena Niko belum beranjak dari tempat Dita
"sepertinya pasienku mulai ada tanda-tanda untuk siuman"gumam Niko sambil memeriksa denyut nadi Dita
sungguh keajaiban sang maha kuasa Dita membuka matanya,yahh Dita sadar dari kritisnya
di lihatlah sekeliling tempat ia berada,tak lupa Dita melihat Niko yang tengah memeriksanya
"dimana aku ini"Dita sambil memegang kepalanya yang terasa sakit
"Anda sedang di rumah sakit nona"Niko menatap Dita dengan mata kepalanya
"hah rumah sakit?? tiba-tiba Dita teringat dia yang kabur dari rumahnya setelah dia tertabrak oleh mobil ketika dia berjalan di tengah jalan setelah itu dia lupa kejadian selanjutnya
"lebih baik anda istirahat dulu nona,ouh Iyah nama anda siapa kalau boleh tau"Niko bertanya kepada Dita
sedangkan yang di tanya malah melamun dengan berbagai pikiran mengenai dirinya
"hello nona, apakah anda mendengar saya??
Niko menatap Dita dengan heran karena tidak menggubris pertanyaannya
__ADS_1
"hah!! ouh Iyah kenapa dok?maaf saya ngga denger perkataan dokter hehe"Dita tersenyum kepada Niko sambil menatapnya
"uhh cakep bener ini dokter,kalau dia yang ngerawat gua.gua ikhlas deh di rawat selamanya"
Dita sembari tersenyum tidak jelas melihat Niko,karena dia baru sadar dengan kehadiran Niko ternyata dokter yang memeriksanya memiliki wajah yang tampan menurutnya.
"hmm aneh sekali wanita ini,aku bertanya kepadanya malah tidak dengar jelas-jelas aku tadi ngomongnya sangat jelas sehingga bisa di dengar,coba itu sekarang dia malah tersenyum tidak jelas menatapku..
dasar wanita aneh "dalam hati Niko berkata sambil mengulangi pertanyaannya
"nama anda siapa nona kalau boleh tau"Niko menatap kembali ke arah Dita, sembari tersenyum paksa, karena menurutnya wanita ini tidak jelas,"apa mungkin dia gila yaa"
Niko bergidik ngeri membayangkannya
"ah Iyah,nama aku Dita dok"Dita tersenyum tulus menatap dokter Niko
"hallo nona Dita, perkenalkan saya dokter Niko.Anda boleh memanggil saya dokter atau Niko juga boleh,di sini saya yang akan memeriksa keadaan anda nona"Niko membalas omongan Dita
"hallo juga dokter Niko, senang bertemu dengan anda, terimakasih sudah merawat saya dok"Dita tersenyum kepada Niko
"sudah kewajiban saya nona Dita untuk merawat anda,karena ini merupakan bagian tugas saya sebagai seorang dokter di rumah saki ini"dokter Niko membalas senyuman Dita
"hehe Iyah dok,oiyah jangan panggil saya pake embel-embel nona,saya rasa anda cukup panggil saya Dita saja,karena rasanya terkesan monoton"Dita berucap kepada Niko
__ADS_1
"hmm baiklah Dita,salam kenal dari saya"
Niko membalas ucapan dita