
umur Niko bisa dibilang tidak lagi muda,karena dengan umurnya segitu harusnya Niko sudah memiliki pendamping hidupnya,apalah daya Niko hanya menikmati masa hidupnya sekarang
ibu Sinta tengah memikirkan bagaimana caranya Niko menikah,karena usia anaknya terbilang tidak muda lagi selain mau cucu dari anaknya ibu Sinta takut anaknya terjerumus pergaulan yang tidak di inginkan
memiliki paras yang tampan serta mapan siapa yang tidak ingin bersama anaknya ibu Sinta, bahkan banyak sekali wanita-wanita mengejar-ngejar cintanya Niko, tetapi Niko tidak pernah menghiraukannya
padahal wanita yang mengejarnya cantik-cantik serta memiliki pendidikan yang tinggi,ibu Sinta takut anaknya tidak suka dengan perempuan melainkan condong ke pria
ibu Sinta bergidik ngeri membayangkannya
"astaghfirullah jauhkanlah anak hamba dari perbuatan seperti itu ya Allah"ibu sinta mengusap dadanya serta menjauhkan pikiran negatif tentang anaknya
flashback on
"gimana gan kamu sudah memiliki calonnya buat anak saya"ibu Sinta berbicara dengan pak Agam
__ADS_1
pak Agam merupakan teman dari mendiang suaminya sekaligus partner bisnisnya,ibu Sinta meminta tolong dengan pak Agam untuk mencarikan jodoh untuk anaknya
karena ibu Sinta tau pak Agam bisa memilihkan calon yang terbaik untuk anaknya
"aku sudah menemukannya walaupun caranya aga sedikit kotor sehingga melibatkan perusahaanku juga"celoteh pak Agam
"hah kamu serius sampe melakukannya seperti itu"ibu sinta heran dengan ungkapan pak Agam
"yahh aku serius,mungkin ini jalan terbaik agar aku bisa mendapatkannya untuk anakmu"pak Agam melirik sekilas ibu Sinta
"dia merupakan anak dari rekan bisnis ku,kami berteman sejak masih SMA sampai menikah dan anak-anaknya pun aku tahu sifatnya,maka dari itu aku berniat untuk menjodohkan salah satu anaknya untuk anak Mun Sinta"Agam bercerita panjang lebar mengenai calon Niko
"dia putri Santoso dan Meri,mereka sangat menyayangi anak-anaknya bahkan attitude nya pun sangat bagus menurutku
mereka adalah Dita dan Melisa yang di maksud salah satu yang akan menjadi calon Niko,entah Dita atau Melisa,yang jelas menurut pak Agam mereka berdua cocok untuk pendamping Niko
__ADS_1
pak Agam sengaja menjatuhkan perusahaan Santoso agar perusahaan Santoso berhutang pada perusahaannya,karena Agam tau perusahaan Santoso tidak sebesar perusahaannya maka dari itu ia membuat perusahaan Santoso pailit
Agam membuat rencana terselubung bukan hanya semata-mata untuk kepentingan dirinya melainkan untuk kepentingan bersama
jika salah satu anak Santoso menikah dengan Niko.Agam yakin mereka akan hidup tentram dan damai mengingat mendiang ayah Niko memiliki perusahaan yang cukup besar yang di kelola oleh pamannya Niko
karena Agam tau niat busuk dari pamannya Niko, pamannya Niko bukan hanya ingin membantu saja tetapi dia menginginkan perusahaan yang di kelolanya menjadi miliknya
jika Niko sudah menikah dan memiliki istri maka nikolah yang akan mengurus perusahaan almarhum ayahnya,karena dalam surat wasiat ayahnya Niko
perusahaan boleh di kelola oleh anaknya asalkan dia harus memiliki pendamping hidupnya atau istri
flashback of
Niko berjalan mundar mandir rumah sakit selayaknya orang sibuk menangani pasiennya
__ADS_1
memang kebetulan situasi saat ini sedang pandemi sudah sewajarnya Niko sibuk dengan urusan pekerjaannya
walaupun begitu dia menyukai pekerjaan nya karena menurutnya menjadi seorang dokter bukan hanya merawat pasien tetapi secara tidak langsung menolong nyawa orang-orang