
hari demi hari telah di lalaui oleh gadis cantik bernama Dita di rumah sakit
setiap hari Dita rutin di periksa oleh dokter Niko maupun dokter lainnya
dengan perawatan yang cukup baik serta rutin meminum obat-obatan dan makanan yang mengandung vitamin Dita berangsur-angsur sembuh
hari ini hari terakhir Dita di rawat di rumah sakit tersebut,akan tetapi dia dilema dengan pikirannya karena ia bingung setelah ini mau kemana
Dita tidak mungkin kembali ke rumah orangtuanya, mengingat kejadian dia akan di jodohkan oleh orangtuanya Dita enggan pulang kerumahnya
"hmm kemana aku harus pergi, sedangkan aku tak punya uang sepeserpun untuk menjalani kehidupanku selanjutnya, jangankan uang temanpun aku tak tau dimana"
Dita berpikir keras bagaimana caranya dia menyambung hidup tanpa bantuan orangtuanya
ditengah pikirannya sedang kalut tiba-tiba dokter Niko datang menemuinya untuk memeriksa Dita kalau dia benar-benar pulih dengan kondisi tubuhnya
"selamat pagi nona Dita,saya akan memeriksa anda dulu yaa, sebelum anda beranjak dari rumah sakit ini" sapa Niko sambil tersenyum kepada Dita
"ehh Iyah pagi dok.silahkan dok"jawab Nita sembari tersenyum paksa, karena dia masih dalam mode pikiran tidak tenang
dokter Niko tengah memeriksa Dita dengan telaten, tiba-tiba Dita punya ide gila menurutnya karena hanya ide ini yang bisa di pakai saat ini menurutnya
__ADS_1
hiks hiks Dita menangis secara tiba-tiba,tidak ada angin tidak ada hujan dia menangis tanpa sebab
Niko yang melihatnya kaget karena dia merasa tidak membuat pasiennya kesakitan sedangkan dia hanya memeriksa tensi darah, apakah itu menyakitkan "dalam hati Niko berkata
"eh nona Dita kenapa anda menangis,apa karena ini anda kesakitan"Niko menunjukkan alat periksa tensi darah
Dita menggeleng dengan cepat
"lalu karena apa anda menangis nona Dita?
Niko dibuat bingung oleh pasiennya
"aku menangis karena tidak tau harus kemana dok, sedangkan aku tak punya siapa-siapa di sini"Dita bercerita mengenai dirinya kepada Niko
"keluargaku mengusirku karena aku beban menurutnya"Dita terpaksa berbohong kepada Niko agar rencananya berhasil
"bolehkah aku ikut denganmu dok"Dita memohon kepada Niko sambil berkaca-kaca menatapnya
"maaf nona Dita saya tidak bisa membawa anda ke rumah saya"ucap Niko dengan tegas
karena menurutnya itu hanyalah akal-akalan Dita saja agar pasiennya ikut dengannya
__ADS_1
"etdah susah banget sihh ngebujuk orang ini"Dita berkata dalam hatinya
Dita tidak menyerah begitu saja agar dokter Niko mau membantunya
"kalau begitu aku mau bunuh diri saja lagipula dokter tidak mau membantu saya.saya pikir hidup saya sudah tidak ada gunanya lagi di dunia ini"
Dita sambil menangis dibuat-buat
"silahkan saja nona Dita itu hak anda saya tidak berhak melarang kemauan anda,toh saya di sini hanya dokter bukan siapa-siapa anda"jawab acuh Niko
Niko tidak mempedulikan Dita Karena menurutnya gadis itu memang memiliki niat terselubung baginya
"astagaaa ini dokter ga ada rasa manusiawinya sama sekali "dalam hati Dita mengumpat dokter Niko
mau ga mau dita harus membuktikan kalau dirinya tidak main-main dengan omongannya
"baiklah aku akan melakukannya,kalau perlu anda yang menyaksikan kematian ku"Dita berbicara dengan Niko tegas tanpa ada keraguan dalam dirinya
"baiklah nona Dita,kalau boleh saya rekomendasikan tempat yang cocok buat anda bunuh diri ada tepat di lantai 20,karena lantai tersebut lantai paling atas di rumah sakit ini"
jawab Niko sambil memandang Dita remeh
__ADS_1
"baiklah kalau begitu, tolong antarkan saya ke lantai tersebut"jawab Dita dengan mantap