
Amelya Fridayana atau biasa di panggil dengan sebutan Amel, seorang mahasiswa yang kini memasuki akhir semester nya sebagai mahasiswa di Universitas M. Yg dimana kini ia memasuki usianya yg ke 22 tahun. Memiliki ciri-ciri berambut panjang yg lurus dengan hidung mancung walau tidak seperti orang barat pada umumnya. Dan juga bentuk tubuh nya juga lumayan bagus dengan pinggang yg ramping bisa juga, tubuh yang selalu di impikan setiap wanita. Namun, bagi amel memiliki semua itu bukanlah suatu hal yang di banggakan karena ia yakin cantik nya seorang wanita itu berasal dari sikap dan hati mereka. Walaupun, terkadang ada beberapa orang yg menilai dari penampilannya saja.
" hei amel, apa yang kamu lakukan di sini? ". Tanya Tiur kepada amel yang sibuk membaca bukunya. Tiur / Kanya adalah teman terdekat amel yang satu jurusan dengannya. Ia adalah teman super gokil amel selama ini semenjak ia memasuki awal satu semesternya.
"hah~ bukannya harusnya siang nanti ya ada jam pelajaran? ". Jawab amel melihat ke arah tiur sambil memberi aba-aba untuk duduk di sebelah nya. " aku benar-benar lupa. Padahal kita sama-sama satu jurusan dan juga semester yang sama".
"Hhaha...tiur memang pelupa ". Amel tertawa melihat tingkah laku temannya itu yg merasa malu karena pelupanya. "Ngomong-ngomong kamu rajin juga ya membaca buku. Sampai-sampai pakai kaca mata jelek gini". Kata tiur sambil mengambil kaca mata besarnya milik amel yg ia pakai membuat tiur merasa jengkel melihatnya.
"Walaupun begitu ini kelihatan nyaman bagi ku". Kata amel merebut kembali kaca mata miliknya.
"Kamu ini benar-benar keras kepala sekali ya".
__ADS_1
"Hahaha...begitulah aku, Amelya Fridayana yg keras kepala nya luar biasa". Ucap amel yg meloncat dari tempat ia duduk dan di susul oleh Tiur. " tapi, aku heran walaupun penampilan mu seperti itu kamu masih keliatan cantik". Kata Tiur memancing. Amel membalasnya dengan senyuman sambil menjawab perkataan tiur. "Aku sendiri juga tidak tahu mengapa? Yang ku tahu hanyalah kecantikan itu berasal dari mata yang melihatnya dan menilai nya. Tiur sendiri juga cantik kok ". Tiur tersenyum saat mendengar jawaban amel yang membuat nya yakin bahwa ia tidak dapat menjatuhkan temannya itu. " hah~~aku kalah lagi nih ".ucap nya yang seakan tak bisa lagi menahan tawanya. " tentu." Ucap amel yang juga ikut tertawa dengan Tiur.
Sore harinya menjelang malam, selepas dari kampus. Amel dan Tiur berencana singgah ke sebuah restoran TOP, yang dimana Tiur berencana memperkenalkan pacar barunya kepada amel. Begitulah tiur yang gak pernah jerah-jerah padahal sudah begitu banyak pria yang pernah menyakiti nya, yang selingkuh lah, yang menjadikan tiur pacar simpanan. Mau bagaimana pun ia nggak pernah jerah walau amel selalu mengingat kan dirinya.
"Aku harap dia berbeda dari yg pacar mu waktu itu -_-" . Lirih amel.
" tenanglah, yang kali ini dia berbeda ". Jawab tiur menyakinkan. Amel hanya menghela nafas nya, sambil berusaha tetap tersenyum karena ia tidak mau temannya kecewa. Tapi, itu membuat amel salut juga melihat tiur yg gak ada kapok-kapoknya yang terlalu mudah di buai dengan janji-janji manis dan itu membuat tiur selama 2 hari gk nafsu makan karena 1 pria. 'Dasar Tiur' batin amel.
" Amel" panggil tiur yang mengembalikan ke sadarannya amel. " sepertinya hp mu berdering". Kata tiur menunjuk ke arah hpnya amel yg berada di atas meja dekat tangan kanan nya amel. Amel yg sadar segera mengangkat telepon yang masuk. " Aku angkat telpon dulu ya tiur". Ucap amel dengan suara pelan dan pergi ke luar restoran untuk mendapatkan sinyal yg bagus.
" amel, mama udah ada di rumah tante Kiara nih. Kamu segera pulang ya". Kata ibunya dari telepon.
__ADS_1
" mama kapan sampai nya? Kenapa gk ngabarin aku kalo tau gitu aku jemput mama di stasiun ". Kata amel yg tidak percaya ibunya telah berada di kota M tanpa mengabari nya.
"Kamu pulang aja ada yang ingin mama bicarakan sama kamu ini penting! ". Perintah ibu amel dengan suara yg semangkin kuat. " hah~~baiklah aku akn segera kembali 7 menit lagi". Jawab amel menutup telepon nya.
Setelah menerima telepon dari ibunya amel langsung kembali ke dalam restoran dan kemudian menuju ke Tiur duduk. " tiur maaf ya...kayaknya kali ini aku gk bisa deh. " kata amel bergegas mengambil tas sandang nya yg dari awal ia letakkan di kursi tempat ia duduk tadi. Tiur yg heran , saat amel yg tiba-tiba membatalkan rencana perkenalan nya dengan pacar nya bertanya kepada amel. " emang ada apa? Sampai-sampai kamu buru-buru gitu? ".
" Mama aku, di kota M. Sekarang aja udah langsung ke rumah tante Kiara, dia benar-benar gk mengabari aku kalau mau datang. Kedatangnya selalu mendadak." Kata amel menarik nafas nya." Ya udah yahh...aku luan pulang, nanti kalau pacar kamu datang aku kirim salam sama dia. Bye Tiur". Kata amel buru-buru keluar restoran dan langsung memanggil TAXI.
Handayani atau ibunya amelya. Seorang wanita yang berasal dari kota A dan saat usianya 24 tahun ia bertemu dengan Kustiawan ayah nya amelya. Di sebuah desa KILANG tempat ayah nya amelya tinggal di lahirkan dan di besar kan di desa tersebut, yg kini menjadi saksi awal bertemu nya Handayani dan Kustiawan . Diamana mereka bertemu dan saling jatuh cinta. Namun, meski Kustiawan dari desa dan tinggal di desa itu tidak membuat Ibunya amelya merasakan adanya kekurangan dari diri ayahnya amelya. Mau bagaimana pun ada yg bilang Bahwa Cinta itu Buta. Dengan hati yang besar ibunya amelya menikah dengan ayah nya yaitu Kustiawan, dan tinggal bersama nya di desa. Dari pernikahan itu mereka di anugerahi 2 orang anak, yaitu satu putri bernama Amelya Fridayana dan satu lagi Cowok bernama Rendi Kurniawan. Dengan keluarga kecil dan kehidupan sederhana bukanlah hal yg membuat ke bahagian keluarga ini hilang justru itu membuat mereka semakin erat dan saling menyayangi satu sama lain.
Karena berasal dari desa, tentu nya tidak lepas yang namanya biaya /uang. Amelya yang memiliki impian untuk melanjutkan pendidikan nya meminta izin kepada orang tua nya, agar bisa melanjutkan pendidikannya di Universitas M tempat tante Kiara tinggal. Karena, keluarga Amelya berasal dari keluarga yang sederhana tentu itu merupakan hal yang sangat berat bagi orang tuanya untuk membiayai uang kuliah Amelya. Dengan sifat Amelya yg mendiri ia memutuskan untuk bekerja paruh selepas kuliah atau sebelum pergi kuliah. Karna ia tahu akn sulit jika ia membebankannya dan tergantung terus kepada orang tuanya.
__ADS_1