Istriku Tercinta

Istriku Tercinta
Episode 3


__ADS_3

 Hari yang di tentukan sudah tiba, kini saatnya Amel harus ketemu dengan pria yang bahkan belum pernah ia temui selama ini.


Sudah hampir setengah jam amelya menunggu di restoran Red Black, namun pria yang ia tunggu tak kunjung datang. 'Ck..bodoh nya aku. Dimana orang itu? Bagaimana bisa orang itu tega membuat seorang wanita menunggu dirinya. ' batin amelya yang sudah tidak betah menunggu. 


"Aww...rasanya bokong ku sakiti sekali. Sudah cukup! Aku gak tahan lagi..lebih baik aku pergi saja." Amel berdiri dari kursi nya dan bertekad meninggalkan restoran tersebut. Tetapi, meski pun ia mau pergi segera dari restoran itu, ia sama sekaali tidak berdaya karena teringat janji yang ia lakukan terhadap ibunya. "Sungguh menyebalkan! " kata amel kembali duduk.


Amel mengaduk jus jeruk dengan pipet yang sudah ada di dalam jus. Waktu terus berjalan kebosan karena menenggu terlalu lama membuat amel semangkin memanas. "Aku benar-benar tidak tahu mengapa tante mesti mencarikan pria seperti ini untuk ku. Nikah gimana nya? Bahkan belum nikah saja dia sudah membuat seorang wanita menunggu selama 2 jam! Jika dia datang sekarang aku berjanji akan langsung menolak nya dan akan memukul wajah anehnya itu!" Tekat amel.


Setelah menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba seorang pria dari belakang menghampiri amel.


"Halo, nyo..."  belum menyelesaikan kata-katanya amel langsung memukul bagian perut pria tersebut dengan kuat. "Bruk".


"Dasar! Beraninya kamu membuat ku menunggu!". Teriak amel. Seketika semua pandang tertuju kepada mereka berdua.  "Maaf nyonya...sepertinya anda..sa..lah orang..". Ucap pria itu memegang perutnya yg terasa sakit akibat pukul dari amel. Amel memperhatikan pria itu yang ternyata bukan orang yang ada di foto yang kemarin ibunya perlihat kan kepadanya.


"Ahh..ma..maaf, saya kira anda orang yang saya tunggu."  Kata amel membantu pria tersebut berdiri. "Saya benar-benar minta maaf tuan. Saya benar-benar tidak sengaja."


"Tidak apa-apa nona, tapi saya benar-benar tidak menyangka wanita seperti anda pukulan nya bisa semenyakit kan ini" Rintih pria itu. Yang membuat amel semangkin merasa bersalah.

__ADS_1


"Sekali lagi saya benar-benar minta maaf. Saya mengira anda adalah orang yang saya tunggu. " Amel membungkukkan badan nya sebagian tanda penyesalan nya karena telah memukul pria itu tanpa sengaja.


"Tidak papa, sebenarnya ini juga salah saya tiba-tiba muncul dari belakang. Sebenarnya saya ingin membicarakan suatu hal kepada nona." Kata pria itu.


"Soal apa ya?"


" Tapi, sebelum itu tidak baik jika kita tidak saling memperkenalkan diri.  Nama saya David Syahputra anda sendiri? " ucap pria itu mengulurkan tangannya.


"Amelya Fridayana." Jawab amel membalas uluran tangan David.


"Itu yang ingin saya katakan bukan masalah besar. Tapi, sebenarnya saya sudah memesan kursi di tempat anda duduki saat ini. "


"Tidak mungkin! Saya yakin bahwa tempat yang saya duduki saat ini sudah di pesan dari awal bahkan sudah di bayar." Kata amel mengernyit kan alisnya.  Dan mulai mencurigai pria itu. Pria itu yang mengetahui ekspresi amel yang tampak mulai mencurigai nya menyadari nya.


" anda tidak perlu securiga itu kepada saya. Saya tahu anda sudah memesan tempat ini terlebih dahulu sebelum saya. Namun, pelayan tersebut mengatakan bahwa anda sudah menunggu dan duduk di sini selama 2 jam bahkan sekarang hampir tiga jam."


"Jadi, apa yang anda inginkan? "Tanya amel tanpa basa-basi.

__ADS_1


David tersenyum, mendengar pertanyaan amel yang langsung pada intinya tanpa basa-basi.


"Jika begitu, saya ingin anda pindah dari tempat ini". Kata David dengan tersenyum tenang.


"Apa?!" Amel terkejut dengan permintaan David yang tiba-tiba menyuruh nya pindah dari tempat ia duduk tanpa aba-aba sedikit pun.


Di sebuah gedung perkantoran GIB  tempat Hendry Cristiawan bekerja. Sekaligus pemilik dan pemimpin perusahaan yang ia biasa menghabiskan waktu sibuk dengan pekerjaan yang bahkan selalu mengejar nya selama 24 jam setiap saat.


" Baiklah rapat hari ini selesai sampai disini, ". Kata Hendry menutup rapat. "Akhirnya selesai juga". Hendry memegang lehernya karena lelah. Hendry mengecek hp milik nya yg selama rapat ia matikan.


Begitulah Hendry yang selalu tidak ingin di ganggu saat ia rapat. Dengan cara mendaya matikan ponselnya.


Baru menghidupi handphone nya ada 24 panggilan tidak terjawab, dan 15 SMS yang belum terbaca dari ibunya Hendry sendiri nyonya Cristiani. Nyonya Cristiani adalah ibu kandung Hendry, dan keluarga satu-satunya yang di miliki Hendry sekarang. Karena Cristiani hanya memiliki Hendry anaknya satu-satunya yang sangat ia sayangi. Oleh karena itu ia selalu memaksa Hendry untuk menikah. Namun Hendry yang keras kepala tidak mau melakukan permintaan ibunya hingga akhirnya ibunya memutuskan mencari kan pasangan untuk nya.


Hendry membaca SMS dari ibunya yang sudah menumpuk, dan bahkan membuat nya menjadi panik. Karena ia merasa khawatir apa yang terjadi pada ibunya sehingga ia wajar merasa khawatir melihat miskol dari ibunya yang begitu banyak. Setelah membaca SMS dari ibunya , membuat Hendry teringat dengan janji bertemu dengan amel.


"Sial aku lupa!"

__ADS_1


__ADS_2