Istriku Tercinta

Istriku Tercinta
Gadis itu menderita


__ADS_3

Setelah hampir satu bulan Adrian tinggal di Indonesia, Adrian pun kembali ke luar negeri.


Sebenarnya dia tidak ingin pergi, dia masih ingin tinggal. Tapi dia masih harus berkuliah dan akan membangun perusahaannya sendiri, itulah rencananya.


"Rena, aku pergi. Tapi aku akan kembali, kamu lihat saja, di saat aku kembali nanti kamu akan melihat semua orang akan tunduk padalu."


Adrian pergi ke bandara bersama Johan dan istrinya. Adrian pun menaiki pesawat. Setelah perjalanan selama 13 jam, Adrian sampai di negara tempatnya menempuh pendidikan.


*-----------------*


"Rena, gue kan udah bilang hati-hati!" Kata Andini, yang sedang membantu Rena berdiri.


Rena:"Maaf Dini, aku terburu-buru."


Dini:"Ya udah lain kali hati-hati."


Desi:"Rena, cepat cuci semua baju yang ada di kamar mandi."


Dini:"Hei, nenek sihir. Rena baru saja jatuh, loe kagak liat apa? Loe punya mata kan atau mata loe tu udah buta"

__ADS_1


Desi:"Dini, jaga bicaramu itu. Aku ini ibumu."


Rena"Sudah, sudah aku kerjakan."


Andini pun hanya bisa menahan emosinya. Andini tidak suka jika Rena terus-terussan diperlakukan tidak adil oleh ibunya. Saat Rena sedang mencuci, Rena mengingat semua hal-hal menyenangkan saat sedang bermain dengan Adrian.


*--------------*


Di sisi lain, Adrian yang sedang belajar juga sedang membayangkan masa kecilnya bersama Rena. Sungguh hari-hari yang sangat menyenangkan.


*--------------*


"Aku merindukanmu"......


8 Tahun kemudian............


Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun telah berganti tahun. Kini Rena dan Dini, tumbuh menjadi gadis yang cantik, tetapi tetap saja sifat keduanya bertolak belakang. Rena, gadis baik, lemah lembut, selalu menolong orang lain tanpa pamrih. Berbeda dengan kakak angkatnya Dini, Dini tumbuh menjadi gadis yang kasar, kata-katanya suka cetus. Hanya Rena sajalah yang bisa meredakan emosinya.


Rena dan Dini kuliah di kampus yang berbeda. Awalnya, Dini tidak setuju dengan keputusan itu. Namun, karena Rena yang membujuknya, akhirnya Dini setuju meskipun sebenarnya di dalam hatinya tidak setuju.

__ADS_1


Dari semenjak Rena kecil sampai dewasa, teman-temannya selalu menghajarnya dan selalu membullynya. Dari hari ke hari, tampaknya Rena mengalami penyakit. Penyakitnya tersebut di sebabkan oleh teman-temannya yang selalu membullynya, membuat tubuh luar dan dalamnya terluka.


*-----------*


8 tahun telah berlalu, kini Adrian sudah berusia 28 tahun. Adrian sekarang, menjadi seorang bos besar yang disegani semua orang. Dia membangun perusahaanya sendiri, tanpa bantuan sedikit pun dari keluarganya.


"Rena, 8 tahun telah berlalu. Bagaimanakah dirimu? Secantik apakah kamu sekarang. Sekarang aku sedang pulang ke Indonesia, nanti di sana aku pasti akan mencarimu." Kata Adrian, saat sedang dalam perjalanan pulang ke Jakarta, Indonesia.


*----------------*


"Hei gadis bodoh, cepat cuci sepatuku. Sepatuku sudah kotor, ini adalah sepatu kesayanganku" Ucap seorang gadis sembari menaruh sepatunya di bahu Rena.


Rena:"Tapi aku sudah mencucinya kemarin."


Lina (gadis itu):"Kemarin ya kemarin, sekarang ya sekarang!!!!! Apa kamu mau membantah perintahku?!!!!! Kamu harus ingat aku ini siapa!!! Aku adalah Lina Esther Mantik!!! Anak pemilik kampus ini, jadi semua orang harus patuh padaku."


Rena hanya diam, Rena pun mengambil sepatu itu dan kemudian mencucinya. Saat sedang mencuci, tiba-tiba ada beberapa teman laki-lakinya menyiraminya dengan air bekas cuci piring. Setelah itu mereka tertawa terbahak-bahak, dan meninggalkan tempat itu. Rena tetap melanjutkan pekerjaannya.


"Kak Rian, aku mohon datanglah ini sudah 12 tahun kamu pergi dan belum kembali. Aku mohon tolong aku kak." Jerit Rena di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2