
Hendry Cristiawan, seorang Ceo pemilik perusahaan GIB. Dia adalah pewaris dari perusahaan almarhum ayahnya yg merupakan bisnis keluarga semenjak kakek nya. Awal mula perusahaan GIB mengalami masa tegang, dan hampir mengalami kebangkrutan. Tapi, dengan lihai dan kebijakan dan kecerdasan Hendry. Ia dapat mengatasi dengan mudah permasalahan yang menyangkut aspek perusahaan di usianya yang di bilang cukup muda di usia 15 tahun. Ia juga mulai aktif dalam perkembangan bisnis ayahnya semenjak masa SMA nya. Walau terkadang karena tekanan itu dia diam-diam kabur dari rumah.
Perusakan GIB mengalami perkembangan mulai dari semenjak Hendry memegang perusahaan tersebut. Bahkan dalam waktu 3 tahun dia dapat menaikkan tingkat perusahaan menjadi maju dan bahkan bisnis yang menghasilkan Miliaran rupiah dan membangun bisnisnya sampai keluar negri. Saat itu usianya masih 22 tahun.
Tidak ketinggalan jauh, di susul oleh Perusahaan SYAH. Pemilik perusahaan ini bernama David Syahputra, dia adalah Ceo sekaligus pemilik perusahaan SYAH. Berbeda dengan Hendry yang meneruskan bisnis keluarga, ia David membangun perusahaan nya sendiri tanpa adanya warisan dari keluarga. Walaupun di bilang sedikit berbeda dengan GIB. Bisa dikatakan bahwa kedua perusahaan ini sampir sama tingkat bisnis nya. Bukan itu saja, pemimpin setiap perusahaan di bilang cukup cerdas dalam bisnis. Persaingan perusahaan ini antara GIB dengan SYAH semangkin menjadi persaingan yg ketat dalam bidang bisnis.
Percakapan antara Amel dan David membuat amel bertanya-tanya mengapa David meminta dirinya untuk pindah dari tempat ia duduk . Yang padahal masih banyak kursi yang kosong walaupun hanya tersisa beberapa kursi.
"Maaf tapi saya tidak bisa meninggalkan tempat ini." Tolak Amel dengan tegas.
"Bagaimana ya? Saya jadinya bingung, padahal saya sendiri pemilik restoran ini. Dan anda hanya pelanggan, lagi pula pekerja saya sudah melakukan kesalahan yg dimana saya sendiri sudah mengatakan kepada mereka agar tidak memberikan tempat ini kepada pelanggan mana pun meski itu anda sendiri nona Amelya. " Jelas David memainkan bunga yg ada di atas meja.
__ADS_1
"Tetapi, anda sendiri mengetahui bahwa kursi ini telah di pesan bahkan sudah di bayar lunas. " kata amel sekali lagi tidak mau mengalah.
"Waktu yang di tentukan. Apa anda tidak tahu kalau di restoran kami ada waktu pemesanan kursi. Jika, pemilik pesan atau pelanggan mengatakan memesan kursi yang ia tentu kan namun blum mentransfer uang nya dalam jangka 2 jam. Maka pesanan di batalkan atau ada yg duluan membayar terlebih dahulu. Dan juga pemesanan akan kursi yang di minta pelanggan ada batas pembayaran berapa waktu dan lama ia memesan kursinya. Dan anda sendiri sudah berada di tempat ini selama kurang lebih 2 jam. Sedangkan lama waktu yang di tentukan di daftar kami cuman 1 jam. Bahkan anda sendiri selama 2 jam itu hanya memesan satu gelas jus jeruk. Yang berarti anda hanya membuang waktu kami saja. Tapi, jika anda sendiri nona Amelya mau membayar lebih untuk itu saya dengan senang hati memberikan tempat kursi ini untuk anda. Dan saya akan pindah".
Amel tidak percaya restoran itu, seperti mengutamakan uang dari pada kenyamanan pelanggannya sendiri. Dan yang paling membuat nya heran adalah meski begitu restoran itu ramai di datangi pengunjung.
"Bukankah itu namanya mencari ke merampok tanpa secara langsung."
"Anda benar." Kata David tersenyum setuju yang di katakan amel. "Walaupun begitu, restoran kami mengutamakan ke untungnya. Namun, dari pada itu semua kelezatan dan rasa makanan yang nikmat bisa di nikmati pelanggan kami adalah prioritas utama kami. Jadi tidak masalah bila kami mengambil sedikit keuntungan. " kata David.
'Sekarang apa yang harus aku lakukan? Jika aku tetap di sini belum tentu orang itu akan datang sedangkan aku sudah menunggu lebih dri 2 jam.' Batin amel.
__ADS_1
"Baiklah jika memang seperti itu. Anda ada benarnya namun saya ada satu permintaan kepada anda".
"Katakan saja..." kata David dengan tersenyum yg seakan dengan senang hati mendengar nya.
Amel menarik nafasnya. Sebelum mengatakan permintaan nya. "Sebenarnya....."
Tak lama amel pergi dari restoran , Hendry baru saja sampai di restoran. 'Bagaimana aku bisa melupakan nya. Aku harap dia masih menunggu'. Batin Hendry.
Hendry dengan segera menuju kursi yang telah di pesan ibunya. Namun, bukannya malah bertemu dengan amel. Hendry justru bertemu dengan David yang sedang menikmati segelas kopi.
"Apa yang kau lakukan disini?". Tanya Hendry dengan tatap tidak suka melihat ke hadirin David.
__ADS_1
David sama sekali tidak menghirau kan pertanyaan Hendry ia lebih fokus dengan segelas kopi yang sedang nikmati.
"Sepertinya rasa kopi ini mulai berubah. Aku benar-benar tidak bisa merasakan kenikmatan dri kopi ini. Padahal, bahannya sudah di pilih dengan kopi yang bagus. Tapi, sepertinya mereka mengubah resep nya. "Ucap David, meletakkan kopi nya dan mengambil pulpen dan note book di kantung saku bajunya.