Istriku Tercinta

Istriku Tercinta
Akankah mereka bertemu?


__ADS_3

Tak selang berapa lama, masakan Rena sudah siap untuk dihidangkan. Desi dan Dini memakan masakan Rena dengan lahap, sedangkan Rena hanya bisa melihat saja.


"Eh Ren, kenapa loe kagak makan? Kok cuman berdiri-berdiri aja sih. Sini gabung makan" Ajak Dini.


Rena:"Tidak Dini, aku akan makan nanti saja (sambil tersenyum)."


Dini:" Ya udah kalo loe mau makan nanti."


Desi:"Ren, sana pergi beli gula sekilo di warung mpok minah"


Dini:"Dasar nenek sihir, Renata belom makan udah main suruh-suruh aja."


Renata:"Sudah, sudah. Sekarang juga saya ke sana. Dimana uangnya bu?"


Desi pun mengeluarkan uang lembaran senilai dua puluh ribu dari dalam dompetnya, dan menyerahkan uang tersebut kepada Rena. Setelah menerima uang itu, Rena pun bergegas pergi ke warung mpok Minah yang letaknya cukup jauh dari rumah Desi.


*------------------*

__ADS_1


Adrian pergi ke bagasi untuk menggunakan sepeda ninjanya keluar rumah. Adrian menggunakan sepeda karena terasa lebih nyaman daripada menggunakan mobil. Adrian pun keluar dari gerbang rumah itu. Adrian berniat mencari Renata di sekeliling kota tersebut.


Sebenarnya, Adrian bisa menyuruh pengawal atau orang suruhannya untuk mencari keberadaan Renata. Tetapi Adrian memilih untuk mencari Renata sendirian. Adrian masih berpikir apakah wajah Renata yang sekarang masih sama seperti yang dulu?


*----------------*


Setelah berjalan cukup lama, Rena akhirnya sampai di warung tersebut. Di saat yang bersamaan, Adrian lewat di depan warung tersebut. Tetapi karena posisi Rena yang membelakangi jalan, Adrian tidak melihatnya. Saat Adrian sudah lewat, Rena menoleh ke arah sepeda ninja berwarna hitam tersebut.


Setelah bu Minah memberikan gula itu, Rena pun bergegas untuk pulang. Sesampainya di rumah, Rena melihat Desi sedang menjahit. Rena menghampiri Desi, memberikan gula tersebut, dan mengambil pakaian yang sedang di jahit Desi. Desi memberikan pakaian itu dan menerima gulanya, Desi pu masuk ke dalam rumah. Renata menjahit pakaian itu di teras rumah. Tiba-tiba terdengar suara Dini dari samping pintu.


"Gak bosen apa, kerja mulu. Napa kok gak istirahat aja sebentar?" Kata Dini ketus.


Dini:"Bilang sama tu nenek sihir gue mau keluar bentar, mau ketemu teman-teman gue."


Rena:"Iya Dini"


Dini pun pergi, Rena hanya bisa melihat kepergian Dini. Kalau dulu, Rena pasti akan pergi ke rumah Adrian untuk bermain. Tapi itu dulu, dan masa lalu tetaplah masa lalu. Rena melanjutkan pekerjaanya.

__ADS_1


*--------------*


Adrian duduk di tepi sungai yang jernih. Dia terbayang saat-saat dia dulu bermain dengan Rena. Sangat menyenangkan. Dia tidak mengira, dia akan berpisah dari Renata. Adrian pun menunduk memandangi air sungai yang mengalir itu.


"Rena, kapankah kita akan bertemu? Aku benar-benar merindukan dirimu. Semoga saja kita secepatnya bisa bertemu. Waktuku di sini hanya tinggal 6 hari lagi." Kata Adrian di dalam hatinya.


Tiba-tiba Adrian dikagetkan dengan seorang anak perempuan berusia sekitar 12 tahun-an yang sedang berdiri di sampingnya.


"Kenapa kakak duduk sendirian disini?"Kata gadis itu.


Adrian:"Hanya sedang memikirkan sesuatu."


"Perkenalkan kak, namaku Andini. Nama kakak siapa?"Tanya gadis itu yang tak lain adalah Andini.


Adrian:"Namaku Adrian"


Saat Andini akan bertanya lagi kepada Adrian, Desi datang dan memanggil Andini. Mau tidak mau Andini pun pergi, dia berpamitan kepada Adrian. Adrian memandangi kepergian gadis itu.

__ADS_1


"Rena, pasti sekarang kamu sudah sebaya dengan anak gadis tadi. Kapankah aku akan menemukanmu?" Ucap Rian di dalam hatinya.


Karena hari sudah mulai sore, Adrian pun bergegas pulang.


__ADS_2