
"hai kake!"
"ouh Mutia Leon kalian sudah pulang."
"iya kek!"
"Leon ada apa dengan kakimu?"
"tenanglah kek aku tidak apa apa hanya luka kecil!"
"baiklah kalau begitu kalian istirahat , dan pangeran Wiliam terima kasih telah menggendong Leon!"
"iya, sama sama presiden!"
"muti sepertinya pangeran Leon kecapean bisakah kau menyajikan teh untuknya!"
__ADS_1
"baiklah kek,"
"kalau begitu kake ke ruang kerja dulu kalian berdua di sini yah!"
"ngomong ngomong kek Tiger kemana?'
"mungkin beberapa hari ini dia tidak akan ada di sini sekarang ia sedang bersama ayahnya.!"
"ouh baiklah;"*sambil ke dapur untuk menyajikan teh
"hei Wiliam ini tehnya;"
"ouhsepertinya aku tadi salah memasukan gula dan ternyata garam."
"apa garam'okh okh"*langsung keselek
__ADS_1
"tenanglah walau itu tidak enak kau tidak akan mati!"
"kau benar tapi ini seperti racun;"
"apa kau bilang!!!!"
"tidak, aku bilang ini tidak buruk juga!!hehe!"
"baguslah kalau begitu kalau kau menyukainya aku bisa menyajikannya setiap hari,"
"tidak muti aku tidak ingin merepotkanmu!!"
"tidak kau sungguh tidak merepotkanku!"
"tapi ngomong ngomong ya muti aku baru pertama kali mendapatkan sajian teh seperti ini , mengobrol seperti ini bersama orang lain mungkin karena di rumah ku tidak ada yang bisa ku ajak berbicara, memakan makanan pun harus melalui uji coba kerena takut di beri racuni sungguh hidup yang merepotkan yah."
__ADS_1
"memang sepertinya hidup itu merepotkan sepertinya tidak ada yang tidak merepotkan namun asal selalu sabar menjalaninya pasti semuanya akan mudahkan?".
"iya kau benar muti, ternyatah kau bisa berbicara seperti ini juga yah?"