
yang mulia pangeran, maaf sepertinya anda..
"iya aku mengerti aku harus segera menyambutnya dengan senyuman palsukukan? tenang saja jangan khawatir ketua pelayan."sambil bergegas berjalan menuju pintu.
"baik , pangeran."
******ketika sampai di depan pintu raja raja Baron sudah menunggu pangeran William dengan tatapan dingin.
"oh Wiliam akhirnya kau datang , sebenarnya aku tidak ingin datang kesini tapi ku kira sepertinya aku harus datang sendiri karena ketua pelayan mungkin menyembunyikan sesuatu!"
"apa maksudmu? Baginda?".
"apa maksudku?"
"plakkkk"*suara tamparan
__ADS_1
"kau sungguh harus membuatku menamparmu!".
"apa kenapa Baginda berbicara begitu? saya kira Baginda langsung melenyapkan saya setelah Baginda menamampar. saya!"
"hei jaga ucapanmu pangeran William!"
"apa ? apa maksud Anda bunkankah anda juga tidak pernah menjaga ucapan anda pada saat mendiang ibu saya masih hidup? sepertinya saya tidak di butuhkan lagi disini ! saya permiisi dulu yang mulia."
***sambil berjalan menuju lantai atas
"uh ada apa ini? mengapa sepertinya ada keributan apa aku harus tanya ?emmm....hei kamu pelayan yang ada di sana kesini! "
"ada apa nona?
"emmm kamu bisa kasih tau apa yang terjadi di bawah tadi?"
__ADS_1
"emmm....nona sebenarnya.....
"cepat katakan kepadaku sebenarnya ada apa?"
"itu ....yang mulia raja sepertinya datang dan sepertinya pangeran William dan yang mulia raja bertengkar!"
"tapi kenapa mereka bisa bertengkar aku lihat hubungan mereka selalu baik baik saja ?"
"nona itu di depan orang banyak tapi kalau di belakang hubungan mereka sebenarnya...
"kamu apa yang kamu katakan?
"ketua pelayan!!!"
"apa kau berbicara......
__ADS_1