
"memang sepertinya hidup itu merepotkan sepertinya tidak ada yang tidak merepotkan namun asal selalu sabar menjalaninya pasti semuanya akan mudahkan?".
"iya kau benar muti, ternyatah kau bisa berbicara seperti ini juga yah?"
"tentu saja, eh Leon ngomong ngomong dimana ibumu? aku belum melihatnya bahkan ketika waktu tunangan itu!"
"sebenarnya ibuku sudah meninggal sejak umurku 5 tahun , ya begitulah dia meninggal waktu menyelamatkan ku ketika aku jatuh di sebuah danau ,! menyedihkan bukan , haha!"
"hei sudahlah jangan tertawa seperti itu aku tau kok sebenarnya kau ingin menangiskan sudahlah menangis saja, jangan bendung perasaan mu itu"*sambil memeluk
__ADS_1
"Hem hu hu*menangis
"sudahlah, tumpahkan saja perasaan mu aku tau kau telah memendamnya dari lama kan!"
'sebenarnya aku juga pernah mengalami hal sama seperti Wiliam aku menahan kesedihanku karena aku tak ingin terlihat lemah di hadapan semua orang tapi ketika kau menahanya itu justru akan semakin menyakiti hatimu,!"
"muti terima kasih untuk semuanya!"
"tapi tetap saja , itu adalah sebuah hal yang sangat berarti bagiku,'
__ADS_1
"sudahlah kalau begitu aku minta 50 berlian sebagai berlian."
"apa ,
hei tenanglah aku cuma bercanda bagaimana kau bisa memberiku 50 berlian sedangkan 1 cincin saja kau tidak mampu untuk membelinya."
"baiklah aku mengaku itu adalah ungkapan yang benar,hahaha
'muti kenapa kau bisa membuatku merasa nyaman saat bersamamu apa yang kau lakukan padaku?'*dalam hati
__ADS_1
"hei Wiliam,kenapa kau bengong apakah ada yang salah apakah ada yang sakit.?"
'ya Tuhan mengapa wajah muti begitu dekat!'