Jagoan Yang Terhebat

Jagoan Yang Terhebat
Bab 21 Keluarga Sombong di Restoran Cepat Saji


__ADS_3

Elvis tidur cukup nyenyak.


Dia bangun pukul setengah sebelas pagi.


Dia mengambil ponselnya dan melihat banyak sekali panggilan tak terjawab.


Salah satunya dari Jenny, mantan kekasihnya. Akan tetapi dia memilih untuk mengabaikannya.


Sisanya dari manajernya, seorang perempuan lajang yang sudah sangat tua.


Dia mudah marah, suka mengkritik, dan memiliki Iidah yang tajam.


Pasti dia meneleopon ku karena aku


tidak masuk kerja hari ini padahal bukan hari libur. Aku yakin dia pasti sangat marah dan tidak sabar ingin memarahiku," batin Elvis.


Lagi-lagi Elvis memilih mengabaikannya.


Dia melirik rekeningnya. Masih ada satu triliun empat ratus miliar di rekening itu.


Kamu pikir aku akan bekerja lagi Lupakan saja, pikir Elvis.


Elvis meregangkan tubuh, tapi ponselnya berdering tepat ketika ia hendak bangun.


Dia melirik ponselnya, ternyata panggilan dari manajer menyebalkan itu lagi.


Dia mengabaikan panggilan itu.


Tapi manajernya terus-terusan menelepon seperti orang kerasukan.


Dia sudah gila ya Pokoknya hari ini aku akan berhenti!”


Elvis mengangkat teleponnya.


Elvis! Dasar berengsek! Beraninya kamu menutup teleponku Tidak ada gaji untukmu bulan ini!”


Begitu telepon tersambung, orang yang ada di ujung telepon langsung mencaci maki Elvis.


Aku rasa kamu tidak punya hak untuk memotong gajiku, Elvis tersenyum.


la mengaktifkan pengeras suara di ponselnya, lalu melempar ponsel itu ke atas ranjang. Setelah itu mulai berpakaian.


Dan aku sudah memenuhi target


penjualanku untuk bulan ini.


Apa kamu sudah selesai bicara cibir perempuan yang ada di ujung telepon, Tapi laporan penjualan menunjukkan kamu tidak memenuhi target penjualan bulan ini. Targetmu paling rendah di perusahaan. Dan kalau hari ini kamu tidak masuk, gajimu akan kupotong. Mungkin kamu juga akan dipecat. Elvis, aku sarankan kamu berhenti bermimpi.


Nona Tanya, aku tidak peduli dengan upah bodoh itu. Simpan saja uang bodohmu untuk dirimu sendiri. Aku berharap yang terbaik untukmu. Hari ini aku akan mengundurkan diri."


Elvis marah, lalu menutup teleponnya dan memblokir nomor


Tanya.


Dia merasa akhirnya dunia menjadi tenang, suasana hatinya juga menjadi lebih baik.


Sambil bersenandung, Elvis keluar dari kamar tidurnya untuk mandi.


Teman-teman sekamarnya telah pergi bekerja. Jadi dia sendirian di apartemen, entah kenapa dia merasa bahagia.


Setelah mandi Elvis merasa sedikit lapar, sekarang memang sudah waktunya makan siang.


Setelah makan siang, Elvis memutuskan untuk pergi ke tempat kerjanya.


Aku tidak akan melakukan apa-apa jika Tanya tidak cari gara-gara. Tetapi kalau dia kelewat batas, aku akan


memberinya pelajaran. Aku ingat semua yang telah dia lakukan padaku selama beberapa bulan belakangan, pikir Elvis.


la mengambil kunci mobilnya lalü bergegas ke mobil Koenigsegg


miliknya.


Tidakjauh dari sana, dia melihat sekelompok pria sedang bercakap-cakap di dekat mobil mereka.


Salah satunya mengenakan kemeja bermotif bunga, dia membawa sebuah tas kerja kecil. Tampaknya dia adalah pemimpin kelompok itu.


Pria lainnya terlihat kuat dan tinggi.


Dan, apa kamu tahu mobil apa ini


Terlihat keren sekali, 'kan!” Kemudian seorang pria menunjuk ke arah mobil Elvis dan berkata dia seperti ia telah menemukan dunia baru. Dia tampak sangat antusias.


Tangannya terulur untuk menyentuh mobil itu.


Sialan! Kamu cari mati Melihat temannya hendak menyentuh mobil


Elvis, pria bernama Dan langsung


menepis tangannya.


Dan, aku hanya ingin menyentuhnya. Kenapa kamu malah begitu"ujar pria itü sambil menggosok-gosok tangannya yang memerah.


Aku kenapa Kamu tahu mobil apa itu”


Dan membentaknya.


Aku tidak tahu , tapi aku tahu itü mobil mewah dan pasti mahal sekali, jawab pria itu.


Kamu tahu itü mobil mewah, dan kamu menyentuhnya İni mobil


Koenigsegg One 1, mobil sport papan ataş.


Mobil sport papan atas Aku melihat Maserati tempo hari! seru pria itü dengan emosi.


Kamu gila, Dan mencoba


menendangnya, tapi pria itü segera menghindar.


Bagaimana bisa Maserati dibandingkan dengan mobil ini


Harga Maserati tidak cukup untuk membeli satu ban mobil ini. Jika kamu merusaknya, kamu tidak akan pernah mampu menggantinya, bentak Dan lagi.


Dan, berapa harga mobil ini pria itü jadi gugup ketika mendengar ucapan Dan.


Dan bergeming. Dia mengangkat satu jarinya dan melambai-lambaikannya di depan wajah pria itu.


Empat belas miliar tanya temannya yang lain.


Empat belas miliar Aku akan membeli


semua mobil di dunia. Dan menampar pria itu.


Dan, harganya bukan seratus empat puluh miliar, kan tanya pria itü keheranan.


Dua ratus dua puluh empat miliar, Dan terlihat sangat serius.


Dan bahkan jika kamu punya dua ratus dua puluh empat miliar, kamu tidak bisa beli mobil ini. Karena hanya ada enam unit di dunia. Aku tidak tahu siapa orang super-kaya kaya yang mampu membelinya.


Gila! Semua orang terkejut ketika mendengar harga mobil ini.

__ADS_1


pria yang tadi berusaha menyentuh mobil itü semakin gugup.


Mobil seharga dua ratus dua puluh


empat miliar cuma ada dalam mimpinya.


Saat itu, dia berterima kasih kepada


Dan karena telah menghentikannya.


Tapi kenapa pemilik mobil ini tinggal di sini Aku benar-benar tidak mengerti orang kaya.


Kamu hanya perlu tahu alasan kita datang ke sini. Yaitu kita akan menagih hutang Elvis dan lekas pergi.”


Kami mengerti, Dan.


Mereka menjauhi mobil Elvis.


Kemudian seorang pria melihat ke sekeliling, dan dia melihat Elvis sedang berjalan mendekat.


Dan, itu Elvis, kan teriaknya.


Mendengar teriakan itu, semua mata langsung menatap Elvis.


Wajah Dan berubah jadi lebih serius ketika dia melihat sosok Elvis, lantas memimpin kelompok itu datang menghampirinya.


Elvis, kenapa sembunyi di sini Sudah berhari-hari aku mencarimu.


Dan dan kelompoknya segera mengelilingi Elvis seraya mencibir.


Halo, Dan. Sedang apa kamu di sini Elvis memasukkan tangannya ke dalam saku dan tersenyum santai.


Kamu pasti tahu kenapa aku datang menemuimu, Dan menjawab sambil mengerutkan kening


Dan, jangan buang waktu, celetuk seorang pria yang tampak kuat.


Berengsek, kamu lupa tadi aku bilang apa Dan menendang pria itu. Ada orang besar yang tinggal di sini. Jangan cari masalah.


Lalu dia kembali menatap Elvis. Elvis, karena kamu lupa, aku akan mengingatkanmu sekali lagi. Aku datang untuk meminta uang yang


kamu pinjam dariku.


Elvis menepuk kepalanya sendiri sambil tersenyum,Aku ingat. Kamu tidak perlu datang ke sini. Aku minta maaf. Berapa total hutangku Aku bayar sekarang.


Dan terkejut mendengar Elvis berbicara dengan nada yang santai.


Setahu dia Elvis sangat miskin sampai tidak mampu membayar hutangnya.


Itu sebabnya Elvis keluar dari kawasan yang layak dan pindah ke sini untuk bersembunyi.


Dan telah menghabiskan banyak waktu mencari Elvis, dan akhirnya dia mendengar tentang kawasan ini.


Dia telah bersiap-siap kalau saja


Elvis melarikan diri. Maka daripada itu dia membawa beberapa orang lagi untuk berjaga-jaga jika Elvis benar-benar kabur.


Dan tidak menyangka bahwa Elvis tidak berencana untuk melarikan diri, bahkan Elvis segera mentransfer uangnya.


Dan merasa ada yang agak aneh dengan Elvis.


Apa mungkin kamu sengaja mengatakan itu agar aku kehilangan kewaspadaan ketika kamu berencana melarikan diri pikir Dan.


Dia memberi isyarat kepada anak buahnya, dalam sekejap mereka langsung mengerti. Kemudian mereka maju beberapa langkah membentuk lingkaran kecil mengelilingi Elvis.


Pinjaman dan total bunganya adalah dua miliar delapan ratus juta rupiah, ujar Dan dengan senyum yang menyungging di wajahnya.


Setelah mendengar jumlah uang yang harus dia bayar, Elvis mengangguk tenang tanpa mengedipkan matanya.


Dan penasaran, tapi dia tidak khawatir


Elvis akan bertingkah macam-macam, karena sekarang Elvis sudah dikelilingi anak buahnya, Baik.


Dan membuka kopernya kemudian mengeluarkan selembar kertas.


Elvis mengambil dokumen di tangan Dan. Itu adalah tanda terima pinjaman dengan tanda tangan dan sidikjarinya di atasnya.


Setelah konfirmasi, Elvis mentransfer uang itu tanpa ragu-ragu.


Notifikasi transfer sudah terdengar maşuk.


Dan senang menerima uang itu, meskipun sekarang dia jadi tidak bisa menggunakan triknya pada Elvis.


Dan mengepit tasnya di bawah ketiak, lalü bertanya dengan nada yang santau, Elvis, apakah kamu akan pergi


Elvis mengangguk, lya.


Kamu mau kemana Kalau kamu berkenan, aku bisa memberimu tumpangan.


Elvis tersenyum dan mengeluarkan sebuah kunci yang indah dari sakunya.


Setelah menekan kunci mobilnya dengan lembut, Tidak perlu. Aku punya mobil.


Mata dan mulut Dan langsung terbuka lebar, dia terkaget bukan main.


Dan melihat ke arah Elvis dan dia melihat sebuah mobil Koenigsegg terparkir tidakjauh dari sana. Lampu depan mobil berkedip saat Elvis menekan tombol di kunci.


Mobil itu tampak seperti seorang pejuang yang siap bertempur.


Dan dan anak buahnya terkejut.


Elvis ... ini mobilmu


Dan gelagapan, tidak kuasa untuk tidak menelan ludahnya sendiri.


Elvis tersenyum, Iya. Apakah mobilku terlihat tampan Cocok tidak dengan penampilanku


Dan mengangguk panik sambil mengusap keringat di wajahnya, Iya. Hanya jenis mobil sport ini yang cocok dengan wajahmu yang sangat tampan. Bahkan Benz dan Bayerische Motoren


Werke AG tidak cukup keren untukmu.


Dan tidak bisa menahan diri untuk tidak menyanjung Elvis. Dia sudah tidak peduli lagi dengan harga dirinya.


Harga diri tidak seberapa jika dibandingkan berteman dengan orang kaya, batinnya.


Baiklah. Aku pergi sekarang. Elvis melambaikan tangannya dan masuk ke dalam mobil, setelah itu menyalakan mobilnya dan melesat pergi.


Meninggalkan Dan dan anak buahnya yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


Mobil Koenigsegg berjalan menjauh dari daerah pemukiman, menuju jalan utama. Kecepatan mobil Koenigsegg itu mematahkan peraturan lalu lintas. Semua mobil yang berada di jalan langsung menepi untuk memberi jalan kepada mobil sport itu.


Elvis tertawa terbahak-bahak, ia merasa seperti di dalam kondisi yang


prima.


Tak lama kemudian, dia sampai di sebuah restoran cepat saji yang bagus.


Segera dia memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam restoran.


Antreannya panjang, pikir Elvis.

__ADS_1


Elvis tidak keberatan mengantre, kemudian berdiri di ujung antrean.


Meskipun dia kaya dan memiliki seluruh Gedung WWD, tapi dia akan tetap mengikuti aturan jika memang dia harus mengikutinya.


Antrean di depan Elvis semakin memendek, dan orang-orang yang baru datang setelahnya langsung mengantre di belakang Elvis, mematuhi aturan.


Antrean itu semakin panjang dan semakin banyak orang di sana, tetapi proses pelayanannya cepat.


Hanya tinggal ada dua orang di depan Elvis.


Tapi tiba-tiba terdengar suara gaduh.


Saat itu, Pintu restoran terbuka.


Terdengar suara kasar dan keras, beberapa orang yang ketakutan, langsung berbalik mencari-cari asal suara itu.


Ada tiga orang yang sedang berjalan di dalam restoran.


Dua orang perempuan dan seorang bocah pria berumur delapan tahunan berjalan masuk. Dandanan mereka tampak sangat modis, kelihatannya mereka dari keluarga kaya.


Tampaknya mereka adalah satu keluarga karena salah satu perempuan itu lebih tua, mungkin sekitar lima puluh tahunan, dan yang lainnya terlihat berusia kepala tiga. Wajah mereka tampak mirip satu sama lain.


Bocah pria itu mulai berteriak begitu mereka masuk ke dalam restoran,


Nenek, aku lapar. Aku ingin makan!


Ambilkan aku makanan sekarang juga!


Bocah itu terlihat seperti anak yang manja dan suka memerintah. Semua orang mengerutkan kening ketika mendengarnya.


Wanita tua itu tidak msalah akan sika psi bocah, dia masih tersenyum dan berkata kepadanya, Baiklah, anak baik. Duduklah dulu, aku akan mengambilkan makanan untukmu.


Bocah itu bahkan tidak menatap neneknya. Fokusnya hanya tetap pada mainannya. Wanita yang lebih muda mengajaknya ke kursi kosong. Bocah itu berkata kepada neneknya ketika giliran Elvis untuk memesan makanan, Cepat!


Tanpa mengatakan apapun, wanita tua itu berjalan di depan Elvis dan segera mengambil nampan untuk mulai memesan.


Nada bicaranya juga sangat tidak sopan, Aku ingin sosis, ikan, dan salad. Cepat! Cucuku kelaparan.


Elvis mengerutkan kening dan menatap wanita tua itü dengan jengkel.


Dia menahan amarahnya dan mengingatkan wanita tua itu, Nyonya, bukankah Anda seharusnya mengantre lebih dulu


Mengantre Mengantre untuk apa


Kamu tidak lihat cucuku kelaparan Dia kesayanganku. Kamu tidak selevel denganku. Lagipula, tidak ada bedanya jika kamu mengantre setelahku.


Wanita tua itü menatap Elvis sambil melirik pakaiannya yang murah.


Elvis tiba-tiba merasa sangat geram.


Baru kali ini dia bertemu orang yang tidak tahu malu langsung memotong antrean.


Orang-orang di belakang Elvis juga melihat sikap buruk wanita tua itu, kemudian mereka mulai menyalahkan wanita tua.


Apa yang sangat istimewa darimu hingga kamu bisa memotong antrean semaumu Semua orang sedang mengantre.


Aku sangat benci dengan orang seperti ini! Tidak punya sopan santun sama sekali. Memotong antrean semau mereka.”


Nyonya, sekarang mengantrelah.


Kalau tidak, cucumu akan


benar-benar kelaparan.


Wajah wanita tua itu menjadi serius setelah mendengar teguran dari semua orang yang ada di sana.


Beraninya kalian bicara begitu! Apa kalian tahu siapa aku”


Anakku adalah pemilik perusahaan besar. Penghasilannya miliaran per tahun. Kamu tidak akan pernah bisa seperti dia.”


Dia akan segera datang ke sini, dan dia akan memberi kalian semua pelajaran.


Elvis menyeringai dingin, Pemilik Miliaran per tahun Dan itu kamu anggap banyak


Elvis menatap wanita tua sekilas kemudian tersenyum pada seorang gadis pramusaji, Aku akan membayar


semua paket makan siang hari ini dan membeli berapa banyak paket makan siang yang bisa kalian buat.


Gadis itu tercengang dan mengingatkan Elvis dengan baik, Anda tidak bisa menghabiskan makanan sebanyak itu, selain itu nanti makanannya akan terbuang sia-sia.


Tidak masalah. Aku akan membagi-bagikan makanan itu kalau tidak habis."


Elvis melangkah keluar dari antrean dan berteriak kepada orang-orang yang mengantre di belakangnya, Aku sangat bahagia hari ini. Aku akan membayar makanan semua orang yang ada di restoran ini hari ini. Hari ini aku yang traktir.


Horeee ... ! Terima kasih banyak.


Semua orang yang masih mengantre di dalam antrean mulai bersorak.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2