
Mobil itu berhenti tepat di sebelah Elvis, di balik jendela terlihat seraut wajah yang cantik, Elvis
Seorang pria paruh baya berusia empat puluhan duduk di kursi penumpang depan, wajahnya merah dengan tampang yang serius.
Elvis tersenyum pada wanita cantik itu dan berkata, Hai, Annalise.
Annalise bekerja di perusahaan yang sama dengan Elvis, mereka berdua memiliki hubungan yang baik.
Elvis menyapanya, dengan santai
Annalise menatap pria yang duduk di kursi penumpang depan sambil tersenyum, Aku hanya seorang pramuniaga. Bagaimana aku bisa membeli mobil sebagus ini Tuan ini pemiliknya.”
Beliau berencana memulai sebuah proyek bisnis dengan perusahaan kita, jadi tadi kami sempat makan siang bersama. Sekarang beliau ingin melihat-lihat perusahaan. Aku diminta menyetir karena beliau tadi minum-minum.
Elvis, kenapa kamu baru muncul sekarang Manajer baru berulah karena kamu tidak masuk kerja, dia ingin memecatmu. Sekarang tidak ada yang berani mendekatinya,” ujar Annalise lagi.
Elvis tersenyum kecil dan tidak
terlalu peduli dengan perkataan
Annalise.
pria paruh baya yang duduk di bangku penumpang menoleh dan menatap Elvis. Dia mengerutkan kening, Siapa dia, Nona Kingston
Dia rekan saya, Elvis Buking.
Jika seseorang tidak punya disiplin dan bolos kerja semaunya, aku akan memecatnya sejak lama.
Seru Tuan Walker dengan nada yang dingin, sambil memandang remeh Elvis, Nona Kingston, kita akan menjadi mitra kerja nanti, jadi kamu tidak bisa malas-malasan seperti dia. Jika tidak, saya tidak akan bekerja sama dengan perusahaan Anda.
Annalise ketakutan dan segera menjelaskan kepada Tuan Walker, Ya. Jangan khawatir, Tuan Walker. Aku selalu bekerja dengan serius.
Kerjasama kita akan baik-baik saja.
Annalise menyesal telah menepi untuk menyapa Elvis, meskipun saling menyapa tapi sebenarnya mereka tidak terlalu dekat satu sama lain.
Jika bisnis ini kacau karena menyapa Elvis, dia akan membenci dirinya sendiri.
Annalise sangat stres memikirkan kerjasama bisnis itu, hingga rambutnya mulai rontok. Bahkan ada kerutan di sekitar matanya karena terlalu keras bekerja.
Elvis tersenyum tanpa berkata apa-apa. Dia hanya berkata kepada
Annalise dengan tenang, Parkirkan
saja mobilnya. Aku akan naik duluan.
Kemudian dia meninggalkan Annalise.
Annalise mengerutkan bibirnya dan mengeluh, Tidak ada tempat parkir kosong di sini! Aku sudah lama mencari-cari.
Ada beberapa tempat kosong. Aku melihat beberapa ketika parkir tadi, dan petugas di sini membantu dengan penuh semangat. Bahkan membantuku memarkirkan mobil.
Annalise mengejap-ngejapkan mata karena kaget, Kamu berangkat kerja naik mobil
Meskipun belum lama bekerja dengan Elvis, Annalise tahu bahwa Elvis adalah pria tampan yang miskin.
Dia bahkan tahu bahwa Elvis
berhutang kepada lintah darat.
Bagaimana bisa kamu membeli mobil sedangkan aku saja tidak mampu tanya Annalise lagi keheranan.
__ADS_1
Ya, betul.
Mobil apa yang kamu punya
Elvis berkata dengan santai,
Sepertinya Koenigsegg. Aku tidak
benar-benar mengerti mobil. Aku beli untuk bersenang-senang saja.
Annalise juga bingung tentang merk mobilnya. Apa itü Koenigsegg Aku belum pernah dengar.
Tiba-tiba Tuan Walker tertawa.
Kupikir kamu hanya seorang pemalas saja, ternyata seorang pembohong juga.
Pembohong Kenapa kamu bilang begitu
Elvis bingung dan menggaruk-garuk kepalanya.
Nona Kingston, sebaiknya kamu menjauh dari teman kerja seperti ini. Mungkin kamu tidak tahu jenis mobil Koenigsegg. Tapi ini adalah merek mobil sport teratas di dunia. Hanya
ada satu unit yang diproduksi per musimnya, yang paling murah saja harganya bisa mencapai dua ratus sepuluh miliar. Bahkan CEO perusahaanku tidak mampu membeli mobil sport mahal semacam itu, apalagi orang miskin.
Annalise terkejut setelah mendengar yang dikatakan Tuan Walker, mulutnya menganga, dia jadi sedikit memandang rendah Junnior, "Oh, begitu ya. "
Dia merasa Elvis bukanlah orang baik.
Elvis tidak mau menjelaskan jika orang lain tidak percaya padanya, Tak apa-apa kalau kalian tidak percaya.
Dia mengangkat bahunya dan pergi.
Elvis melihat petugas parkir sedang menikmati sekaleng coca-cola di tangannya.
Pegawai itu sangat menghormati Elvis. Dia berlari menghampiri Elvis dan menyapanya dengan sopan.
Elvis mengangguk pelan, lalu menunjuk ke arah BMW, Kamu datang ke sini pada saat yang tepat. Ini mobil temanku. Bisakah kamu carikan tempat parkir untuk mereka juga
Tidak masalah! Dengan senang hati,
Tuan.
pria paruh baya itu sangat senang dan bertanya, Apa Anda tidak keberatan
saya bawa teman Anda itu parkir di sebelah mobil Anda
Elvis berkata dengan santai, Boleh saja, yang penting mereka dapat tempat parkir.
Ikuti saja dia, aku akan naik duluan, Elvis menunjuk ke petugas parkir itu dan berbicara pada Annalise, setelah itu dia pergi.
Meskipun Annalise dan Tuan Walker tidak percaya padanya, Elvis tidak merasa dia perlu marah pada mereka.
Dia seorang miliarder sekarang, dan dia tidak punya alasan untuk marah pada mereka.
Elvis merasa dia menjadi sangat pemaaf pada orang lain.
Annalise masih bingung, tapi dia tetap mengikuti petugas parkir itu.
Setelah memarkir mobil, Annalise melihat sebuah mobil sport keren di sebeiah BMW-nya.
Setelah keluar dari mobil, Annalise melihat ketakutan di mata Tuan Walker.
__ADS_1
Tuan Walker dengan hati-hati mengamati mobil sport itu, lalu bertanya pada si pegawai parkir, Apa mobil ini milik pria yang baru saja berbicara dengan kami
Betul. Ini mobilnya.
Dia sangat tampan, mobilnya sangat bagus, dan sangat murah hati, dia memberi saya tip. Selama bekerja bertahun-tahun di sini, belum pernah saya bertemu dengan orang yang
sangat murah hati seperti dia, ujar petugas itu dengan riang, lalu meneguk coca cola-nya.
pria paruh baya itu terus bicara, tapi Tuan Walker tidak mendengar apa yang dia katakan.
Dia takut telah membuat membuat marah orang super-kaya dengan kata-katanya. Dia khawatir pria itu
akan balas dendam.
Dia merasa ketakutan setelah dia memikirkan itu samapi-sampai kakinya terasa lemah.
Annalise melihat wajah Tuan Walker yang berubah drastis, dan bertanya dengan lembut, Tuan Walker, apakah
Anda baik-baik saja
Aku baik ... baik saja. Ayo, kita ke atas sekarang.
Tuan Walker tak ingin berlama-lama di tempat parkir. Dia hanya ingin segera bertemu Elvis dan meminta maaf atas semua ucapannya.
Mereka masuk lift dan tiba di lantai kantor Annalise.
Begitu keluar dari lift, mereka mendengar seorang wanita berteriak.
Elvis, beraninya kamu melanggar aturan perusahaan. Kamu membolos kerja tanpa alasan dan menolak teleponku.
Sekarang kamu dipecat. Cepat kemas barangmu dan segera pergi dari sini! Sebagai hukuman, kamu tidak akan terima bonus dan gaji bulan ini.
Evis tercengang ketika mendengar wanita tersebut berteriak kepada nya, apalagi tidak membayar gaji nya, seketika Elvis tersenyum sendiri, sebagai pemilik gedung terbesar di kota Wale dengan penghasilan ratusan milyar tiap tahun, dia mengabaikan kata- kata wanita itu.
*Jangan lupa support dengan like, coment, serta vote agar karya perdana ku ini..naik peringkat **
Terima kasih pembaca yang setia..🙏🙏
__ADS_1