Jagoan Yang Terhebat

Jagoan Yang Terhebat
Bab 22 Petugas Yang Ramah Di Tempat Parkir


__ADS_3

Orang-orang yang mengatre di belakang tidak tahu apa yang telah terjadi, tetapi mereka senang mendapatkan makanan gratis.


Ambilkan makananku sekarang. Dia akan mentraktirku, 'kan Jadi saya tidak perlu bayar."


Wanita tua itu senang mendengar bahwa Elvis akan mentraktir, jadi dia mengejar gadis itu lagi.


Gadis itu hanya bisa mengambil sendok untuk menyiapkan makanan. Namun, Elvis menghentikannya.


Elvis tersenyum, Tunggu. Aku punya


aturan. Aku hanya mentraktir orang-orang yang punya sopan santun.


Wanita tua itu menatap Elvis dan berkata, Kamu ...


Si bocah pria yang sedari tadi sibuk dengan mainannya mengeluh dengan suara yang lantang, Nenek, mana makananku Aku lapar!


Si nenek melambai pada cucunya dan menatap Elvis, Makanannya segera datang, nak. Tunggu sebentar, ya.”


Dasar cecunguk! Akan kutunjukkan watakku yang sebenarnya jika kamu berani membuat cucuku kelaparan.”


Perempuan tua itu menatap Elvis dan mengancamnya.


Elvis tetap tenang, dia tidak peduli dengan apa yang dikatakan si nenek. Ia sibuk menyuruh gadis pramusaji menghidangkan makanan untuk orang-orang di belakangnya.


Dia mentraktir semua orang, selama mereka rela mengantre.


Orang-orang yang pergi ke restoran untuk makan siang mengucapkan terima kasih kepada Elvis ketika mereka berjalan melewati Elvis.


Perempuan tua itu berdiri di luar antrean sambil menggertakkan giginya.


Kemudian, seorang pria berjas masuk ke dalam restoran.


Dia memanggil nenek itu, Ibu.


Mata si nenek seketika menjadi cerah, lalu dia menatap Elvis, dan berteriak, Sekarang anakku sudah di sini. Tunggu saja kamu.”


Si perempuan tua bergegas menghampiri pria berjas itü dan bercerita dengan marah, Lama sekali kamu sampai ke sini. Orang-orang di sini tidak mau menjual makanan untuk kita. Anakmu kelaparan dan terus berteriak. İtü membuatku sedih.”


Pria itü marah setelah mendengar apa yang dikatakan ibunya, Apa


Dia menghampiri gadis pramusaji yang sedang menyiapkan makanan untuk semua orang dan berteriak, Beraninya kamu tidak menyajikan makanan untuk anakku! Aku ingin bertemu manajermu!


Aku manajernya. Aku memutuskan


untuk tidak menjual makanan pada ibumu. Apakah ada yang salah dengan itu Apa ada keluhan”


Sebelum gadis itu sempat bicara,


Elvis menyela sambil mengayun-ayunkan kunci mobilnya.


Pria itu marah dan siap berteriak setelah mendengar perkataan Elvis, Beraninya kamu ...


Tapi pria itu takjadi berteriak, dia tertegun saat melihat kunci mobil di tangan Elvis. la tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Dia menunjuk Elvis dan gelagapan,


Ini ... kamu . . .”


Kemudian dia berkata dengan hati-hati, Apakah Koenigsegg yang ada di luar itu adalah milikmu”


Elvis mengangguk dan berkata,

__ADS_1


Mobil itu punyaku. Bagus, 'kan”


Pria itu menelan ludah, ia menatap Elvis dengan tampang yang ketakutan. la tidak berani berkata apa-apa lagi, Ya ... itu adalah mobil


yang indah.”


Koenigsegg apa Nak, kenapa kamu sangat sopan pada cecunguk ini”


Wanita tua itu segera berjalan menghampiri mereka, raut wajahnya terlihat bingung.


Sudah kubilang orang kampung ini sangat keterlaluan. Dia bilang kepada orang-orang untuk tidak menjual makanan kepada kita. Lihat, cucuku sudah sangat lapar. Kamu harus memberinya pelajaran, tunjukkan padanya dia tidak bisa bertingkah seperti ini di kota besar seperti Kota


Wale . . .”


pria itu menyela gumaman ibunya, Ibu, diam saja dulu.


Kemudian dengan sopan dia bertanya kepada Elvis, Tuan, bolehkah aku bertanya Mengapa Anda tidak membiarkan orang menjual makanan kepada kami


Elvis tersenyum, Kenapa Saya tidak senang ketika ada orang yang menyela antrean. Jika saya tidak senang, maka saya tidak ingin orang itu makan.


pria itu tidak tahu harus berkata apa lagi.


Dia tahu temperamen keluarganya. la tahu, keluarganya terkadang bisa bertindak tidak sopan sehingga menyebabkan masalah.


Biasanya dia dapat menyelesaikan masalah-masalah itu.


Tapi dia tidak menyangka jika keluarganya akan membuat masalah dengan seseorang yang mengendarai mobil sport mewah. Dia tahu dia bukan siapa-siapa di mata orang yang memiliki mobil semahal itu. Tadinya dia senang melihat mobil mahal


terparkir di depan restoran. Dia berpikir ini adalah kesempatannya untuk bisa mengenal lebih banyak orang dan memperluas jaringannya. Bukan kesempatan yang bisa didapat setiap hari bertemu seseorang yang mengendarai mobil mahal. la tidak menyangka keluarganya malah akan membuat kesal seseorang yang ingin ia kenal lebih jauh.


Dia merasa sangat sebal, tapi tidak punya cara lain untuk menyelesaikan masalahnya.


Perempuan tua itu masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Dia ingin melawan, tetapi putranya menyela dengan kasar, Aku bukan hanya langsung menyela antrean. Aku hanya ingin cucuku mendapatkan makanannya lebih cepat, karena dia


Baik. Jangan bicara lagi."


Wajah pria itu berubah pucat dan membuat ibunya ketakutan.


Perempuan tua itu pun diam dan tidak berkata apa-apa lagi.


Ayo, kita makan di tempat lain saja.


pria iu tidak berani berbincang dengan Elvis lagi. Kemudian, dengan kepala tertunduk, dia keluar dari restoran bersama keluarganya.


Tidak ada yang menyangka si bocah tidak mau pergi. Ia mulai menangis dan meronta-ronta karena ingin makan di restoran cepat saji itu.


Anak kecil itu baru diam setelah ayahnya menampar wajahnya.


Kejadian itu tidak memengaruhi selera makan Elvis.


la memesan satu menu lengkap dan mulai menikmatinya.


Setelah makan, Elvis berkeliling-keliling kota dengan mobil bagusnya.


Dia tidak pernah punya waktu dan keinginan untuk jalan-jalan di Kota Wale karena selama ini dia selalu sibuk bekerja.


Sekarang Elvis memutuskan untuk berkeliling kota, karena dia punya waktu dan suasana hatinya sedang bagus.


Tapi mobilnya terlalu menarik perhatian, dan itu sangat merepotkannya.


Mobilnya sangat keren hingga menarik perhatian banyak orang.

__ADS_1


Kemana pun mobilnya pergi, mata semua orang akan tertuju pada mobilnya itu.


İni menyebabkan masalah karena jalanan menjadi macet.


Bahkan polisi lalü lintas marah pada


Elvis karena dia menarik perhatian banyak orang di jalanan.


Elvis tidak berani lagi berkeliaran, lagi pula sudah waktunya dia kembali bekerja, jadi dia berkendara ke tempat kerjanya.


Walau perusahaan tempat dia bekerja sekarang tidak terlalu besar, pemiliknya menyewa sebuah ruang kantor di gedung yang layak di Kota Wale demi reputasi perusahaan.


Di basement ada sebuah tempat parkir.


Tapi tidak begitu banyak tempat kosong untuk mobil, sehingga banyak pemilik kendaraan yang memarkir mobilnya di jalan.


Elvis berkeliling tempat parkir.


Meskipun dia melihat beberapa tempat kosong, tapi tempat-tempat itu sudah ada pemiliknya.


Tidak punya cara lain kecuali memarkirkan mobilnya di jalanan seperti para pemilik kendaraan yang lain.


la tidak menyangka akan melihat seorang petugas parkir paruh baya berjalan ke arahnya dengan sopan.


Dia membungkuk dan tersenyum cerah, Halo, Tuan. Apakah Anda perlu seseorang untuk memarkir mobil


Anda"


Elvis tersenyum, Iya. Tapi tidak ada


Iagi tempat kosong di dalam.


Ada, masih ada tempat untuk memarkir mobil Anda.


Petugas itu sangat bersemangat, Mobil Anda terlalu mahal untuk diparkir di jalan. Bagaimana jika ada yang menggores mobil Anda Pasti akan sangat menjengkelkan.


Kamu benar. Bisa tolong carikan tempat parkir untukku


Petugas itu melambaikan tangan dan membawa Elvis ke tempat parkir, Ya.


Ke arah sini.'


Si petugas memindahkan traffic cone, lalu memberi isyarat kepada Elvis untuk menggerakkan mobilnya ke tempat itu.


Tidak akan ada yang parkir di sini tanya Elvis, karena dia tak ingin ada masalah.


Petugas itu tersenyum dan berkata, Tidak ada. Anda bisa memakai tempat ini. Tempat ini memang disediakan untuk orang-orang yang mengendarai mobil mahal seperti Anda. Tempat ini untuk orang-orang penting.


Elvis merasa lega mendengar apa yang dikatakan si petugas, kemudian memarkir mobilnya dengan baik.


Setelah keluar dari mobil, Elvis berkata, Terima kasih banyak! Ini, ambillah untuk beli minum." ujarnya sambil mengeluarkan uang empat ratus tiga puluh ribu, lalu memberikan uang itu kepada si petugas.


Dia menerima uang itu dengan kedua tangannya dan terus tersenyum,


Terima kasih, Bos."


Dia sudah membantu banyak orang untuk memarkir mobil mereka, tapi


Elvis-lah yang paling dermawan.


Elvis menaruh tangannya di belakang punggung lalu berjalan keluar dari area parkir.

__ADS_1


Tiba-tiba, sebuah BMW lewat dari arah belakang.


*Bersambung***


__ADS_2