
cepi merasa sedih melihat kondisi anak nya yg tak sadar kan diri
begiru pun dengan popon, dia sangat sedih melihat kondisi pebi
asep meminta agar popon mengajak cepi keluar
popon meminta el dan amel untuk menemani pebi sebentar
popon dan cepi pun begitu terpukul mendengar kabar tentang mimin
mereka sangat berharap mimin bisa di temukan dalam ke adaan baik naik saja
namun kenyataan nya justrus di luar dugaan semua nya
kini kampung cilaku sedang berduka, begitu pun dengan anak anak nya
yang kehilangan ibu mereka karna adat dan budaya yg salah di kampung mereka
pebi sadarkan diri dan langsung memeluk amel dan elisa
amel dan el merasakan apa yang di rasa kan oleh pebi
dani yang memandangi nya dari luar, dia merasakan apa yang di rasakan oleh pebi
sam membujuk dan mengajak anita untuk pulang,karna hari sudah mulai sore
keduanya memang sudah kedinginan, karna mereka berada di sanah dari hujan deras sampai berhenti
pakaian mereka sudah sangat basah kuyup
,"anita, kita pulang you,",,
,"kamu aja yg pulang duluan,",,
,"kenapa, kamu teh takut kalau bapak kamu masih di sana,",,
anita terdiam dan tak menjawab pertanyaan sam,
namun nampak nya sam tau kalau anita berpikir kalau semua nya masih di sana
,"kamu teh tidak usah hawatir anita, papi, bapak kamu dan yang lain nya sudah pulang,",
anita menatap ke arah sammudra seolah menanya kan kebenaran nya
,"iya mereka semua nya teh sudah pulang,",,
sam kembali mengajak anita pulang dengan mengulurkan tangan nya
namun nampak nya tidak sesuai harapan sam,
anita beranjak pergi tanpak menghirau kan dan menggandeng tangan sam,
sam masih sabar mengahadapi anita yg masih marah dengan nya
abah yang masih hawatir karna anita yg belum pulang
tak lama anita dan sam sampai di rumah
,"assalamualaikum,",,
,"wa'alaikum salam,",,
,"anita, kamu teh dari mana saja,",,
,"maap bah, anita masuk duluan ya,",,
namun anita tidak berpamitan dengan sam,
dia hanya menoleh ke arah sam
__ADS_1
tp sam sadar kalau anita masih marah dengan nya,
,"bah sam pamit pulang dulu ya, udah sore juga,",,
,"kamu tidak mau masuk dulu,",,
,"tidak bah takut kemalaman juga,",,
,"ya udah hati hati di jalan ya,",,,
,"iya bah,",,.
,"assalamualaikum,",,
di saat abah akan menjawab ucapan salam sam.
tiba tiba anita keluar dan membawa jaket yang kering
agar bisa di pakei oleh sam, agar sam tidak terlalu kedinginan
,"tunggu sam,",,
,"anita,",jawab nya bersamaan
,"ada apa anita,",,.
anita meminta agar sam melepas kan jaket nya yg basah
dan menganti nya dengan jaket yg dia bawa
abah yg tau alasan anita memberikan jaket nya
namun sam sempat menolak untuk mengganti jaket nya
namun abah meminta agar sam menurut saja dengan anita
sam pun akhir nya setuju dengan dengan abah untuk memakai jaket anita
sam melepas jaket nya dan memberi kan nya kepada anita
lalu dia pun mengambil jaket yang di pegang anita
setelah itu anita kembali masuk tanpak bicara apa pun
sam semakin di buat penasaran dengan sikap anita
sam menatap anita yang beranjak masuk, abah hanya memperhati kan nya
,"sam,",,.
,"iya bah,",,.
,"kamu yang sabar ya mengahadapi anita,",,
,"iya bah, sam mengerti ko kenapa anita seperti itu,",,.
,"kamu juga harus ingat ya, semarah apa pun anita sama kamu tapi dia tetap memperhatikan mu,",,
,"iya bah, kalau begitu sam pamit ya,",,.
,"assalamualaikum,",,
,"wa'alaikum salam,",
abahk menatap terus kepergian dan sesekali abah melihat ke arah rumah
,"ketulusan hati kalian yang akan membuka kan jalan untuk kalian tempuh bersama,",,.
di balik jendela kamar anita menatap kepergian sam
__ADS_1
anita menghelas napas panjang dan memejam kan mata nya
anita menyesali sikap nya tadi kepada sam
abah masuk dan memperhatikan anita yang nampak bersedih
abah tau kalau sam dan anita menutupi sesuatu dari semua orang
abah juga sadar kalau anita bersikap seperti ini karna jajang
kini yang abah harap kan lebahagian abita ada pada diri sam
abah hanya berharap kalau akan ada jalan untuk keduanya
jalan yang menuju satu tujuan, ya itu kebahagian
jajang dang yang lain sudah kembali kerumah nya masing masing
jajang yang begitu sedih dan menyesali dengan apa yang terjadi kepada nya
dia yang begitu hawatir dengan kondisi istri nya
namun dia jug hawatir karna anita masih tidak mau menemui nya
dia pun merasa berat untuk melangkah, karna dia berharap anita datang dan memeluk nya
di rumah idrus pun kini sunyi, nenek yang sedang duduk memikirkan kondisi ika
begitu pun sinta dia menutup pintu kamar nya, dan dia menatap poto sang ibu
saat idrus keluar kamar dia melihat nek ojoh yang sedang bersedih
,"mak, idrus ke musolah dulu ya,",,
,"iya id,",,
,"sinta teh dimana mak,",,
,"dia di kamarnya id,",,
,"di kamar nya, ngapain mak,",,
,"emak tidak tau id, tp dari tadi sinta menutup pintu nya,",,
idrus pun melihat kondisi anak perempuan nya tersebut
saat membuka pintu terlihat sinta tertidur sembari memeluk poto ibu nya
idrus sangat mengerti dengan apa yang di rasakan oleh sinta
idrus pun tidak bisa menahan air mata nya saat melihat sinta
sebelum ke musolah elisa pamit kepada asep,
dia berniat untuk kerumah pebi bersama dengan amel untuk menemani nya
namun asep sedikit curiga dengan anak nya
asep mengira kalau el di antar oleh dani
tp yani memberi kan penjelasan kepada suami nya
sehingga asep pu mengijin kan elisa untuk pergi kerumah elisa
popon yang masih ada di rumah cepi, dia meminta ijin kepada cepi untuk menemani pebi
cepi pun mengijin kan popon untuk menemani pebi
karna cepi melihat kalau anak nya masih syok setelah mendengar kabar tentang ibu nya
__ADS_1