Jalan Kupu Kupu

Jalan Kupu Kupu
episode 42


__ADS_3

sepulang dari musolah idrus masih penasaran dengan sam


idrus berniat untuk bertanya kepada anak nya tersebut


namun sam segera masuk ke kamar nya


sinta yang baru keluar dari kamar mandi


dia pun menanya kan kabar ibu nya kepada idrus


namun jawaban dari idrus nampak nya membuat sinta sedikit kecewa


dia pun segera masuk ke kamar nya,kini idrus di buat penasaran oleh anak anak nya


begitu pun dengan jajang, asep dan cepi


karna anak anak nya menunjukan sikap yang tidak biasa nya


jajang berniat untuk berbicara dengan anita


namun saat jajang membuka pintu kamar nya, nampak anita sudah tertidur


begitu pun dengan asep dan cepi yang tidak bisa bicara dengan anak anak nya


namun semenjak pulang dari rumah jajang semua anak anak menutup diri


dari pertanyaan yang akan keluar dari orang tua mereka


di saat orang tua mereka tertidur lelap, namun semua anak anak justru terbangun dari tidur nya


sinta yang terbangun dia mengambil poto mami nya


sinta begitu sangat sedih dan kecewa dengan apa yang terjadi


karna sampai saat ini mami nya belum memberi kan kabar sama sekali


,"mih, seandai nya mami tidak berangkat, mungkin sekarang mami ada di sisi sinta mi,",


gumam nya sambil menatap poto sang ibu


sam pun melihat papi nya di kamar, dan tak lupa dia mengungkap kan isi hati nya

__ADS_1


,"seandai nya papi bisa menjalan tugas papi sebagai seorang suami, mungkin mami masih bersama kita pi,",,


semua anak anak mereka kini menyimpan kesedihan yang teramat dalam


bahkan mereka memiliki ke kedewaan terhadap adat dan budaya yang salah


el terbangun dari tidurnya dan melihat orang tuanya


,"el paham dan mengerti mamah begitu sangat bersalah dengan apa yang terjadi,"


begitu pun pebi yang sangat kehilangan ibu nya


tangganya pun terus mengalir dan tidak bisa di tahan lagi


anita yang melihat ke arah kamar orang tua nya


dia melihat ibu nya yang tertidur lelap meski dengan menahan rasa sakit nya,


anita tidak bisa menahan kesedihan nya dia pun kembali ke kamar nya


,"seandai nya adat dan budaya itu tidak pernah ada,mungkin tidak akan ada kejadian seperti ini,",


anak anak itu merasakan rasa sakit dan kecewa yang sama


kini keyakinan mereka untuk merubah adat dan budaya yang salah itu semakin kuat


mereka tidak perduli lagi kalau harus berhadapan dengan semua warga kampung


clara yang hidup sebatang kara karna orang tua nya memilih jalan hidup masing masing


tanpak menghirau kan diri nya, dan semua itu karna adat dan budaya yg ada


pagi pun tiba, jajang dan yang lain nya di buat terkejut dengan sikap anak anak mereka


semua sarapan telah siap dan pekerjaan rumah pun nampaknya sudah rapi


begitu pun pebi dan elisa yang jarang membantu ayah nya


Kini mereka melakukan semua pekerjaan dengan sangat baik


jajang dan isah terkejut karna sarapan sudah siap,begitu pun dengan isah

__ADS_1


,"neng, kan Aa dah bilang kamu istirahat, biar Aa yang menyiapkan sarapan, pulang dari masjid,""


,"tapi bukan isah a yang nyiapin sarapan ini,"


anita pun keluar dari kamar dan mengajak kedua orang tua nya sarapan


namun anita bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa apa


,"pak, bu, ayo sarapan,",


karna penasaran isah dan jajang pun menanya kan hal yang sama kepada anita


,"neng apa kamu yang nyiapin semua sarapan ini,",


anita seketika terhenti sejenak mendengar pertanyaan dari orang tuanya


,"emang nya kenapa pak kalau memang anita yang menyiap kan sarapan ini,",


,"tapi kan bisa bapak yang nyiapin neng,",,


anita nampak nya sudah tau kalau ayah nya akan ngomong demikian


namun anita tak menghirau kan ucapan dari jajang


dia segera menyelesai kan sarapan nya, agar bisa segera berangkat


saat anita akan berangkat jajang menawarkan diri untuk mengantar nya


namun anita menolak nya, dia buru buru pergi


jajang sempat di buat kesal namun isah mencoba menenangkan suami nya


namun nampak nya isah sudah memahami akan sikap anak anak itu


dia sempat berpikir kalau kejadian ini akan terjadi


begitu pun idrus dan yang lain nya di buat penasaran dengan sikap anak anak mereka


bahkan semua nya begitu kompak enggan di antar oleh ayah mereka


namun sama seperti isah nampak nya yani dan nek ojoh sudah mengira kalau ini akan terjadi

__ADS_1


__ADS_2