
andi dan teman teman nya berniat untuk pulang
namun dia mampir sejenak di musolah karna hari sudah mau magrib
saat andi dan teman nya masuk dia melihat sam bersama papi nya
sam yang melihat andi sedikit terpancing emosi
namun idrus yang masih mengingat andi, dia memanggil nya untuk berjamaah di samping nya
jajang pun sampai di musolah bersama dengan cepi
begitu pun dengan asep, namun dengan rasa penasaran nya
dia memperhati kan andi yang ada di sebelah idrus
sementara itu para wanita sudah sampai di rumah jajang satu persatu
tidak lupa juga popon yang hadir bersama pebi
selesai solat berjamaah semua pria bergegas ke rumah jajang
idrus yang mengenal andi, dia tidak lupak mengajak andi untuk ikut
sehingga membuat sam merasa kesal kepada papi nya
sam pun memilih untuk jalan lebih awal dari papi nya
anita dan yang lain nya pun sedang bersiap di kamar nya
tak lama semua warga sudah berada di rumah jajang untuk melaksana kan pengajian
isah merasa heran dengan kehadiran andi yanh tidak ia kenal
saat anita dan yang lain nya leluar dari kamar
mereka syok melihat kehadiran andi dan teman teman nya
anita pun mengenal kan andi kepada isah
,"andi,",
,"assalamualaikum anita,",
,"wa'alaikum salam,",
,"anita, kamu teh kenal,",
,"iya bu, dia andi teman sekolah anita,",
isah pun mengajak andi dan teman teman nya untuk masuk
sementara anita dan yang lain nya merasa aneh kenapa andi bisa datang ke acara nya
sebelum acara di mulai sam membisik kan sesuatu kepada pak ustad
acara pengajian pun di mulai, namun jajang terlebih dulu mengucap kan terima kasih kepada semua nya
__ADS_1
tidak lupa juga dia memberi tau kalau acara nya bukan hanya pengajian
melain kan ada acara lain yang ingin jajang syukuri
karna hari ini bertepatan dengan hari lahir anita
anita sedikit syok saat tau kalau bapak nya menyiap kan acara syukuran di hari ultah nya
isah pun nampak bahagia mendengar apa yang di ucap kan oleh jajang
dia sangat tau kalau jajang begitu sangat menyayangi anita
mendengar apa yang di sampao kan oleh jajang
anita pun menghampiri nya dan memeluk bapak nya
,"makasih ya pak,",
jajang pun merasa senang karna anita kembali memeluk nya dengan hangat
sebelum acara di mulai pak ustad manyampai kan niatan dari sam
sekaligus niatan itu adalah kado untuk anita
,"jang, isah, di sini sam ingin memberi kan sebuah kado untuk anita apa kalian mengijin kan,",,
jajang sempat ingin menolak nya namun isah menahan nya.
dia hanya menghela napas panjang dan pada akhir nya jajang mengijin kan sam memberikan kado nya
pak ustad pun mempersalahkan sam untuk memberi kan kadonya
semua tamu yang ada di ruangan tersebut membalas ucapan salam dari sam
,"maap sebelum nya om tante, tp kado yang saya mau berikan kepada anita
,"bukan berupa benda atau barang berharga, tp hanya lah lantunan ayat suci alqur'an
,"yang akan saya beri kan sebagai hadian ultah anita,",
sam pun malantun kan surah arrahman, dan membuat semua yang mendengar kan terkesima
semua merasa kan kagum terhadap sammudra
apalagi suara nya terdengar begitu merdu
pak ustad pun sedikit berbisik kepada naim
,"naim, saya tidak salah pilih untuk menjadi kan sebagai pengganti saya,",
,"betul kamu ko anak ini sangat berbeda dari anak yang lain,",
andi dan teman teman nya pun terpana mendengar suara sam mengaji
,"kamu yakin bisa bersaing dengan sammudra,",
,"apaan sih kalian, udah dengar kan saja,",
__ADS_1
intan dan sinta pun mengoda anita, yang terus memandangi sam
sam pun selesai melantun kan ayat suci alqur'an
semua merasa bangga terhadap sammudra
tidak ada yang menyangka kalau sam akan sepaseh ini dalam mengaji
pak ustad pun mengungkap kan ke kaguman nya terhadap sam
dan dia pun mengutara kan niat nya untuk menjadi kan sam sebagai pengganti nya kelak
dan membuat semua warga kaget di buat oleh pengakuan pak ustad
andi pun terdiam mendengar ucapan dari pak ustad
acara pun kembali di lanjut kan sampai selesai
setelah acara nya selesai pak ustad mengajak semua laki laki ke musolah untuk solat isya
sementara para laki laki ke musolah, para wanita pun bergantian pamit satu persatu
tidak lupa andi sekalian pamit karna akan langsung pulang
namun jajang masih belum berangkat ke musolah
dia masih penasaran karna sam yang bisa mengaji
bahkan suara nya begitu sangat merdu di saat sam mengaji
,"aa kenapa masih di sini, belum ke musolah,",
,"bentar neng, aa tuh masih penasaran dengan sammudra,",
,"bapak kenapa masih penasaran dengan sam,
,"bapak heran kenapa sam begitu pintar membaca ayat suci alqur'an
,"bahkan suara nya terdengar sangat merdu di kala sam mengaji tadi kan,",
isah yang melihat anita terpancing emosi dia berusaha menenag kan nya
,"pak dari dulu sam itu sangat pinta dalam segi apa pun, termasuk agama
,"hanya saja bapak selalu berpikiran buruk kepada dia,"
,"neng bapak tuh takut kamu di sakiti oleh sam itu saja,",
,"sam tidak pernah menyakiti anita pak, dari dulu sampai sekarang dia selalu baik,",
jajang pun menyinggung tentang sam yang bersetatus anak kandung idrus
anita kembali menolak apa yang di kata kan oleh jajang
,"bapak terlalu cepat menilai orang, belum tentu pak semua itu sesuai dengan pemikiran,"
anita pun kembali ke kamar nya dan meninggal kan jajang dan isah
__ADS_1
karna situasi antara anak dan bapak ini semakin memanas
isah pun meminta jajang untuk kemusolah