
Apa itu kunci?, kunci adalah sebuah alat yg di gunakan untuk membuka sesuatu yg terkunci, entah itu pintu atau yg lain-lain.
"loh- loh ngapain bahas kunci bang?" tanya pembaca yg kepooooo.
" karna kita kita akan membahas kunci di cerita selanjut nya ini, hahaha anak muda!!" balas autor.
" wah pasti kunci- kunci yg bakal di masukin ke cerita, kunci-kunci rahasia kan bang, yg biasanya di guna kan sama tokoh utama pas lagi terdesak, trus .... trus dia langsung jadi hebat kan bang wahhhh" tebak pembaca dengan muka mengagak, mulut terbuka, dan ences-ences yg keluar dari selah- selah bibirya, iuhhh.
"ihhh.. iuhhh, lebih dari itu anak muda huekkk..!!" balas autor jijik lah apa lg?.
" wahhhh yaudah terusin bang ceritanya udah gk sabar ni" makin desar menetesnya hiiii.
" iya- iya, dah.. dah lap dulu itu ences lu, udah netes-netes ke mangkok mie goreng Lu tu huekkk" rasa najis yg amat sangat tersirat di kata- kata tsb.
BACK TO STORY.
Naomi pun mulai berjalan perlahan mendekati Biol, dan dengan sengat cepat mengambil kunci motor Biol,dan hendak menjatuh kan nya di selokan dekat gerbang sekolah mereka.
" he balikin gk! , Lo jadi cewek kok rusuh amat lah!" ucap Biol hendak merebut kembali kunci itu.
" etttt... jatuh ni jatuhh.." ucap Naomi hendak menjatuhkan kunci itu ke selokan.
" ahhhh dasar cewek, yaudah apa mau lo haa?"
"nah gitu dong, nih parkirin dulu aj" Naomi memberikan kunci kembali ke Biol.
setelah mereka memarkirkan kendaraan mereka, maka Naomi pun menghampiri Biol dan kembali mengambil kunci motor Biol dengan sangat gesitt.
" lohh ngapa Lo ambil lg?" ucapa Biol sewot.
" ya jaga- jaga aja biar Lo gk kabur"
" CK yaudah, apa mau lo sekarang?"
Naomi pun meyerahkan tasnya ke Biol.
" ni Lo bawa tas gua, kebetulan pembatu gua LG sakit jadi gk ikut" printah Naomi songong.
" apa- apaan ni!!, gk-gk enak aja Lo, masa cuma gara- gara hal sepele gua jadi babu!!" ucap Biol sewot.
" oh yaudah, berarti Lo gk akan bisa balik dong hihihihi" tawa Naomi sambil mengoyang- goyangkan kunci di tangannya.
" hee yaudah, cepet gih mna kelas Lo" lanjud Biol sambil m ngandeng tanggan Naomi tanpa sadar.
"ehhh.." kaget Naomi.
Biol pun menarik tangan Naomi entah kemana, banyak tatapan membunuh dari para laki- laki yg mengirigi lari mereka.
" eh kelas Lo di mana sih?" baru nanya ckck.
Biol pun berhenti, lalu melihat ke arah Naomi yg sedang fokus m lihat pergelangan tangannya yg di genggam Biol, Biol yg emang bengal dan tidak peka pun masih belum sadar apa yg terjadi pada Naomi.
" lah malah bengong LG, Naomi kelas Lo di mana?" tanya Biol lg.
" kenapa kamu gandeng tangan aku?" tanya Naomi gugup dan melihat ke arah Biol.
" lah emang kenapa?, dulu juga gua sering narik tangan kawan gua" tukan gk peka ckck.
"CK di mana kelas Lo?, gua juga mau keruang guru ni telat entar" lanjud tanya Biol.
" kok kamu masih gandeng tangan aku?" ucap Naomi menghiraukan pertanyaan Biol.
" lah emang kenapa sih?, suka- suka gua lah, lagian kalo gk gini kelamaan, dah lah di mna kelas Lo?" lanjut Biol dengan wajas sengak.
" emm kelas II IPA" jawab Naomi gugup lah apa lg?
" ow yaudah ayo" Biol pun menarik Naomi dan mulai berjalan kembali.
" bisa lepas tangan aku gk?" pinta Naomi gugup.
" gk ah, tangan Lo alus sih, jarang- jarang gandeng tangan yg kek gini" canda Biol.
" ehh.." pipi Naomi memereh karna malu lah apa lg?
"lagian Lo cantik sih, jadi males deh lepas gandengannya" lanjut Biol.
" ehhhh itu... anu.." jawab Naomi makin gugup.
" hahahaha becanda kok" tawa Biol.
entah mengapa Naomi langsung kecawa ,dan cemberut, dan lemas lalu mabok- mabokan di bar kaya di filem- filem.
" tapi kalo yang cantik itu jujur kok hehe" lanjut Biol terseyum untuk pertama kalinya.
" ehhhh" Naomi tertegun lg.
Tanpa sadar mereka pun sudah sampai di tempat tujuan.
" dah Sampek, ni tas Lo?" ucap Biol melepas genggaman dan memberikan tas Naomi.
" eh iya makasih ya" jawab Naomi lembut.
Alis Biol pun mengkerut.
" kok malah jadi lembut gini sih ngomongnya" guman Biol dalam hati.
" oh iya, yaudah ya gua mau keruang guru dulu" jawab Biol canggung.
" iya" jawab Naomi terseyum.
Biol pun pergi keruang guru, lalu dia les disana....tpi bohong, lalu dia di tunjukan dimna kelas dia, karna dia anak baru.
" baik anak- anak kita kedatangan murid baru, perkenalkan nama kamu" ucap pak guru.
" baik pak" jawab Biol.
Biol pun menghadap ke arah murid- murid.
" perkenalkan kawan- kawan, nama saya Biol kalian bisa panggil saya Biol, terimakasih" singkat padat, berkomposisi.
Tidak ada tanggapan yg berlebihan selain tatapan heran mereka karna melihat penampilan Biol.
" baik kamu duduk di samping Boby" suruh pak guru.
Biol pun berjalan dengan santai ke arah bangkunya baju yg setengah masuk dan setengah keluar menjadi tanda kekumuhanya, rambut panjang lurus acak- acakan, dasi di ikat sesuka hati, menjadi tanda bahwa dia anak kreatif gtu menurut dia, tpi tidak dengan murid lainya.
" we bro nama gua Biol, nama Lo siapa?, gila gk nyangka ada orang yg sama Kaya gua juga ternyata hahahah" ucap Biol sambil merangkulkan tanganya ke pundak Boby.
" hahaha gua Boby bro, sama apa an? Lo lebih kumuh ya dari gua hahaha" jawab Boby becanda
__ADS_1
"hahaha ngomong- ngomong Lo pindahan dari man bro? " tanya Biol.
" kok Lo tau gua anak pindaha?" jawab Boby sewot.
" Yee setelan anak SMK ketauan kali" lanjut Biol.
"hahaha gua dari SMK bangsa bro, kalo Lo?
" gua dari SMK bangga bro, gila gk nyangka gua Lo anak SMK bangsa haha" lanjud Biol.
" hahahaha"
" hahahah"
Mereka pun terus tertawa bahagia di bangku mereka, dan di bangku lain banyak yg membicarakan mereka, ada yg negatif dan sedikit yang positif yahh nampak nya ini akan berjalan seru.
Sedangkan di kelas lain terlihat seorang gadis tengan duduk dengan santainya, namun tiba- tiba.
" Vivi ada yg mau aku bicarakan" ucap seorang pemuda.
Dengan malas gadis itu pun menjawab.
" siapa ya?" jawab Vivi tak peduli.
" aku Ringgo ketua eskul basket di sekolah ini" jawab Ringgo.
" ow, terus?" jawab Vivi tak peduli.
" bisa kita berbicara berdua saja?, aku tak enak mengutarakannya di sini"
" gua mau nya disini, kalo gk mau disini ya udah" jawab Vivi acuh.
" huftt baik lah"
tiba- tiba Ringgo pun berjongkok di hadapan gadis itu dengan setangkai bunga dan coklat dan mulai berbicara.
" mau kah kamu menjadi pacarku? aku sudah lama mencitaimu, memperhatikanmu, dan menyayangimu, trimalah cintaku ini wahai Vivi yg manis" ungkap Ringgo.
Semua orang yg ada di situ hanya bisa saja, sepertinya hal ini sering terjadi di kelas itu.
Lantas Vivi pun berdiri dan berbicara.
" maaf ya kita gk jodoh, munggkin kamu kenal aku tapi aku enggak tu, jadi jangan ngarep!!" ucap Vivi pergi keluar kelas dan menuju ke kantin.
sedangkan ditempat lain dua orang pemuda sedang duduk di bangku kantin sambil menyantap makan nya. Ya Mereka adalah Boby dan Biol, tapi dari kejauhan terlihat seorang gadis berjalan menuju kekantin di iringi tatapan kagum dari para siswa maupun siswi termasuk Boby dan Biol.
" we Vivi dateng tu ol" ucap Boby pada Biol.
" Vivi sapa?, makanan?" jawab Biol yg masih fokus pada nasi gorengnya.
" Vivi masa Lo gk tau?, dia itu anak yang punya sekolah ini, dan kalo gk salah gebetanya kakak kelas kita Unzo zau"
"uhuukkk uwek uwekk.." Biol tersedak
"eh Lo kenapa ol?"
" gk papa gk papa, tadi kata Lo gebetan Unzo zau?"
" iya Unzo zau anak pemilik perusahan properti paling maju itu loh, masa Lo gk kenal?"
" oh Unzo zau itu, lah terus kenapa gk jadian aj mereka" tanya Biol.
" ni gua kasih tau ya, Vivi tu orangnya suka mainin hati cowok, dan asal Lo tau ya, dia udah nolak 23 cowok yg keren- keren dan tajir- tajir di sekolah ini, dan gua rasa selanjut nya Unzo zau deh" terang Boby panjang lebar.
" oh gtu" ucap Biol.
" oh jadi ini ancama Abang gua yg sekarang, gua harus jauhin dia dari Abang gua gimana pun caranya" guman Biol dalam hati.
Vivi pun berjalan dengan anggunya dan heran melihat seorang pemuda yang makan dengan lahap nya tanpa memandang kearah dia sama sekali, karna itu pertama kali buat dia, dan setelah melewati pemuda itu dia pun langsung berkumpul dengan geng ya.
" hai kak Sinta, kak Naomi" sapa lembut Vivi.
" hiii" jawab Shinta.
"hiii" lanjud Naomi.
" kok gk pada makan?" tanya Vivi.
"LG di pesan kok, eh gimana soal anak penguasa properti itu?, mau kamu terima gk Vivi?" tanya Naomi.
" ow si Unzo zau itu, gak tau deh anak ya kaya bencong gitu sih gk suka aku kak" jawab Vivi simbil duduk.
" ya gak papa-papa, kan lumayan, ap LG dia penerus perusahan ayah nya loh" lanjud Sinta.
" aku gk peduli kak" ucap Vivi.
" ow, itu sih terserah kamu" ucap Sinta.
sedangkan di bangku kantin yg tak jauh dari geng Vivi terlihat, Biol sedang merogoh saku celananya.
" Lo kenapa ol?" tanya Boby.
" kunci motor gua mana ya?"
" lah emang Lo taruh man tadi" tanya Boby.
" tadi gua taru..., oh am sih Nimo ding, eh itu dia" Biol pun bankit dan hendak berjalan ke bangku Naomi.
" eh Lo mau kemana?" cegah Boby terlambat.
Tapi Biol tidak menghiraukan dan terus berjalan menuju ke arah Naomi, Sinta, dan Vivi.
" he Nimo mana kunck motor gua, gua mau ngambil dompet di jok" ucap Biol.
mereka pun kaget karena diatara mereka tidak ad yg bernama Nimo.
" eh siapa ya?" heran Sinta.
" oh kamu ternyata, loh kok sekarang?, perjanjianya kita kan Sampek pulang?" ucap Naomi.
" ya ampun Nimo, bentar doang gua mau ngambil dompet entar gua balikin lg" lanjud Biol.
" gk!, kamu aja lupa nama aku, ngapain aku kasih!" jawab Naomi sambil pura- pura ngambek.
" loh nama Lo kan Nimo?" tanya Biol.
" nama aku Naomi bukan Nimo" sewot Naomi.
sedangkan Sinta sudah tertawa cekikikan, dan Vivi bengong memandang pemuda tersebut, karena baru kali ini ad pemuda yg berhasil mengubah nada bicara lo- gua Naomi menjadi aku- kamu.
" oh Naomi, yaudah mana kunci nya?" pinta Biol.
Dengan wajah cemberut, Naomi pun memberikan kunci motor Biol.
" ni awas aj gk di kembalikan ke aku lg" ancam Naomi.
" Hem" balas Biol lalu pergi.
__ADS_1
Biol pun pergi dari tempat tersebut.
" itu siapa kak?" tanya Vivi.
" iya siapa itu lucu banget anak nya jadi gemesss" lanjud Sinta.
"oh hihihi itu anak yg tadi cek cok sama aku di gerbang" jawab Naomi
" kok kakak akrab banget Ama dia?, kakak pacaran am dia?" tanya Vivi.
" hihihi gk kok, aku cuma agak tertarik aja am dia, soalnya dia satu- satunya cowok yg gk gugup dan sok keren saat bicara sama aku, beda dari yg lain, tu liat aj tadi, nama aku aj dia lupa padahal belom 3 jam loh hihihi" jawab Naomi panjang x lebar x tinggi : sin cos tan 90 = capgoci / hitung kancing baju yeehhhh.
" emang kamu kenal dia mi, dari gayanya yg santai Ama pakaian ya yg kaya gitu, kayaknya anak pindahan deh" terang Sinta.
" kok kak Omi mau am dia sih, anak nya kaya orang miskin gitu?" heran Vivi merendahkan.
" kan aku bilang cuma tertarik Vivi" jelas Naomi.
"emang nama dia siapa?" tanya Sinta.
" nama dia...., oh iya lupa nanya nama dia tdiiiii aduhh" jawab Naomi cemas.
" gitu aj heboh, kakak beneran tertarik ama dia kan?" tanya Vivi.
" ih kan tadi udah di bilang cuma sedikit" sebal Naomi.
Selagi mereka berbincang- bincang terlihat se gerombolan pemuda menghampiri tempat mereka, pemuda itu adalah Unzo zau dan ke dua temanya.
" hiii Vivi, boleh gabung gk?" tanya Unzo.
" Naomi aku duduk samping kamu ya?" ucap teman Unzo
" haloo Sinta, makin cantik aja sih tiap hari" lanjud teman Unzo yg satu nya LG.
" ketiga gadis itu nampak risih dengan hal itu, karena mereka memang sama sekali tidak suka dengan ketiga pemuda itu.
"kalian ngapain duduk disini?, masih banyak bangku yg kosong juga!!" ucap Naomi sebal.
" kan aku gk mau jauh dari kamu Naomi" ucap Rezki reman Unzo.
" iya aku juga kan gk mau jauh dari kamu Sin" lanjut Ali teman Unzo yang lain.
" idihhhh jijikkk" ucap Sinta dan Naomi bersamaan.
" Vivi?" pangil Unzo.
Vivi pun menoleh dan menjawab.
" hemm" jawab Vivi.
" nanti kamu sibuk gk?" tanya Unzo.
" sibuk" jawab Vivi tak peduli.
"yah padahal aku mau ngajak kamu kerestoran ayah" ucap Unzo kecewa.
"oh, sorry gua sibuk" jawab Vivi.
Lagi asik- asik nya ngobrol, tiba- tiba datanglah seorang pemuda ketempat mereka dan menghampiri Naomi.
" ni kuncinya, inget entar sore balikin ke gua" ucap Biol.
" oh udahnya, yaudah sini gabung ama kita- kita aja" lanjud Naomi.
" mungkin lain kali"
Unzo yg merasa mengenal suara itu pun menoleh dan kaget saat melihat Biol, begitu juga Biol.
" Biol kamu udah masuk?" ucap Unzo pada sang adik.
"loh kamu kenal dia?" tanya Naomi.
" dia Adi....." Ucap Unzo terpotong.
" gua pembantu di rumahnya tuan Unzo" jawab Biol berbohong.
Unzo zau pun kaget dan menatap Biol, Biol yg di tatap malah mengedipkan mata seolah memberi isyarat agar Unzo mengiyakan saja.
"oh pembantu" ucap Ali sombong.
"iya, oh iya tuan tadi ayah anda memerintahkan saya agar memberitahu Anda bahwa besok Minggu depan dirumah akan ad tamu penting dan anda diharuskan harus ad pada saat itu" terang Biol.
" tapi...." ucap Unzo terpotong.
" baiklah tuan saya harus pergi" balas Biol sepihak.
" iya pergi aj sana Lo" ucapa Rezki kasar.
Biol pun pergi menuju bangku nya tadi, sedangkan di bangku Vivi terjadi percakapan antara mereka berenam.
" emang siapa yg mau Dateng besok zo?" tanya Ali.
" entah aku juga kurang tau" jawab Unzo zau.
" apa bener dia pembantu Unzo zau, tapi kok kaya ada yg aneh ya" batin Naomi curiga.
" kak aku duluan, masih banyak tugas di kelas" ucap Vivi pada Sinta dan Naomi.
" loh kok kamu mau pergi sih Vi kan aku baru mau mulai makan ini" ucap Unzo zau kecewa.
" bukan urusan gua!" balas Vivi ketus.
" oh yaudah hati- hati ya Vi" ucap Naomi.
" iya"
Vivi pun berjalan ke arah kelas.
skipppppp
" Tringgggh....ggggg" bel berbuyi.
Terlihat di sebuah kelas Sorang gadis sedang membereskan buku- buku nya, entah mengapa hanya dia Sorang di dalam kelas tersebut, saat hendak keluar kelas tiba- tiba..,
ada yang mencegahnya, terlihat ada sekitar 20 orang pemuda yg mencegahnya.
" halo Vivi, ikut kami dulu yuk" ajak seorang pemuda genit.
"eh kalian mau apa?, jangan macem - macem ya!" ucap Vivi waspada.
"enggak kok Vi kita cuma mau main bentar am kamu, bentuk gk?" ucap salah satu pemuda.
" betullll!!" jawab mereka semua serempak.
" aku gk mau!" ucap Vivi hendak pergi.
namun tiba- tiba.
" eh pegang dia bawa ke gudang Deket pohon mangga di sana pasti sepi, nah baru kita mulai" printah seorang pemuda.
" eh apa- apaan ini, tolong- tolong!!" teriak Vivi.
( bersambung)
nah Lo mau di apain tu?
__ADS_1
tunggu di bagian selanjutnya nya.