jangan nilai dari judul!!

jangan nilai dari judul!!
lima (cinta itu buta?.)


__ADS_3

BIOL JATUH CINTA?, APA YG AKAN TERJADI?, DAN SIAPA ORANG YANG MEMBUAT BIOL JATUH CINTA? SIMAK KISAHNYA BERIKUT INI OKE.


 


Pagi hari  disebuah parkiran di sekolah bernama SMA blablabla, terlihat seorang gadis cantik baru saja turun dari mobilnya dan dengan cepat membukakan pintu untuk seorang gadis lain.


“ck lama amat sih!” keluh gadis yang di bukanan pintu itu sebal.


“maaf  kak Naomi” jawab gadis yang membukan kan pintu takut.


“ dan inget ya Eve, jangan sampek lo bikin gua kesel lg kaya kemarin!!” tukas Naomi lg.


“ iya kak”


“yaudah bawa tas ama buku-buku gua ke kelas”


“iya kak”


Eve pun membawa tas kak nya tersebut, dan menenteng buku-buku ditanganya, betapa kejam ya Naomi kepada adik nya sendiri, ckckkc. Namun tiba-tiba......


“brukkkkk” suara orang tabrakan.


“aduuhhhh” keluh Eve.


“ eh sorry-sorry gk liat, aduhh sorry ya” ucap seorang pemuda.


Buku yang di bawa Eve pun berserakan di atas peping parkiran, Naomi yang sudah jauh meninggalkan Eve pun tak sadar dan terus berjalan, sedangkan pemuda yang menabraknya berusaha membantu membereskan buku-buku yang berserakan.


“ iya gk papa kok” jawab Eve lembuttt bangettt.


Setelah selesai, Eve pun bangkit dan menatap pemuda tersebut sambil terseyum, pemuda itu pun terdiam dan tertegun melihat seyum yang menurutnya begtu manisss.


“makasihnya udah mau bantuin beresin buku-buku nya” lanjud Eve sambil terseyum.


Pemuda itu pun kembali tertegun dan bengong menatap Eve dan berkata dalam hati.


“kopi.., kopi mana kopi, ini terlalu manis buattt guaaaa!! aduhh gua, guaaa, mangga kemaren aduhh” guman pemuda itu gk jelas.


Ya karna menyangkut soal mangga pasti kalian tau siapa pemuda tersebuat,  pemuda tersebut adalah Biol zau yang sekarang sedang tertegun dan kagum.


“halo kamu kenapa?” tanya Eve bingung melihat sikap Biol.


“kamu cantik” jawab Biol sepontan.


“ehhh...” kaget Eve.


“eee..ee bukan cantik ehhh... tapi maniss ehh.. duhhh maksudyaa,... kamuu.., namanya siapa?”jawab Biol gagap karna gugup.


“emmm..... hihihi gk papa kok, oh iya aku Eve, klo kamu?” lanjud Eve mengulurkan tanggan sambil terseyum.


Biol semakin gugup, dan dengan tangan bergetar ia pun meyambut uluran tangan Eve setelah menaruh buku-buku yang iya jinjing tdi.


“perkenalkan nama saya Biol, aku anakkk.. pindahan...nn, dan aku cwokk” jawab Biol kacau+ gk jelas\= bikin malu.


Eve pun congan melihatnya, sedangkan Biol mulai panas dingin, apa segininya ya Biol jatuh cinta?. Namun tiba tiba.


“hiihihihhi.. kamu lucu nya Biol” lanjud Eve cekiki kan.


Entah apa yang ada di pikiran gadis bernama Eve ini, orang kumat stres di bilang lucu ckckckc.


“ahhh iya aku lucu kaya..aaaa kayaa..aaa, kaya.aaa  ya” gajee lo kampret.


“hiihihi jangan gugup gitu, yaudah  aku mau ke kelas kakak aku dulu”


Eve pun berjalan dan hendak menggambil buku yang ada di tangan Biol, namun buru buru di cegah oleh Biol.


“biar gua bantu, ayo” ucap Biol yg berusaha tidak gugup.


“oww makasihh yaa hihihi” seyum manis dikeluarkan lg.


“ heee eekkk” tahan Biol.


            Mereka pun bejalan sambil ngobrol, hingga tak terasa mereka sampai di kelas Naomi, dan Biol pun menyerahkan buku yang ia bawa kepada Eve.


“makasihhh ya dah mau bantu aku” seyum lg.


“gua harus gentel katakan sekarang atau tidak selama nya” guman Biol.


            Biol pun membranikan dirinya.


“gua tertarik ama lo, gua harap kita bisa lebih dekat” ucap Biol sambil terseyum.


“ ehhh” guman Eve, namun.


“hihihih sokk  gentel lg dasarr, yaudah lah aku mau ngasih bukunya dulu”


“ oke gua pergi dulu byy” sabung  Biol.


Biol pun pergi dari tempat itu dan berlari kegirangan dan berteriak gk jelasss.


“ gila gua gentel banget tddd cihuyyyy” teriak Biol dalam larinya.


Sedangkan Eve yang sudah duduk di bangkunya pu berfikir.


“cowok anehh hihhi, sok gentel padahal guguppp hhihi” guman Eve.


Bel istirahat pun sudah berbunyi tanda para siswa-siswi akan melakukan kegiatan lain selain belajar,seperti sekarang telihat 3 gadis cantik yang tengah berjalan dengan anggun ya menuju bangku kanti yang disertai tatapan kagum dari para murid disana.


“haiii Vivi makin cantik aja”


“ cihuyyy Naomi wew wew”


“ Sinta makin imuuuttt aja nikahhh yuukk”


Begitulah suara-suara yang terdengar di setiap jalan ke 3 gadis itu. Sedangakan  terlihat seorang gadis tengah makan di bangku lain tanpa di temani siapa pun namun tiba-tiba ada seorang pemuda yang menghampirinya. Tanpa permisi pemuda itu langsung duduk di bangaku tepat didepan gadis tersebut, dan pura-pura tak kenal dengan orang yang ada didepan ya.


“hemm...” guman gadis itu melihat pemuda didepannya.


“fuuu..uuu” siul pemuda itu berusaha acuh.


Gadis itu pun mengerutkan dahinya melihat sikap pemuda tsb,dan kemudian  ia teseyum.

__ADS_1


“ Haii Biol” seyum gadis ituu.


Biol lg-lg harus menahan gejolak dihatinya karna melihat seyum yang menurutnya begitu manis. Terlihat badan ya kembali bergetar karna gugup.


“oww Eve nya, hai kembali” jawab Biol pura-pura tak tau.


“ iya, kamu mau makan?” lanjud Eve.


“iii yaaa, gua lihat bangku pada penuh jadi gua  milih duduk disini, eh gk taunya ada lo” jawap Biol.


Eve pun melihat sekeliling kantin, begitu juga Biol, terlihat masih ada banyak bangku yang kosong, bahkan tepat di samping bangku yang di duduki Eve adalah bangku kosong, Biol pun  terseyum terpaksa, sedangkan Eve berusaha menahan tawanya karna kebohongan aneh Biol. emang begokk ni oranggg.


“penuh nya hihihi?” tanya Eve sambil cekikikan.


“fuuu.. fuitt” jawap Biol dengan siulan karena malu.


Vivi yang tengan berjalan menuju bangku kanti yang biasa ia duduki bersama Sinta dan Naomi tak sengaja melihat Biol yang sedang berduan dengan Eve.  alis Vivi mengerut, terlihat jelas wajah yang tak  menyenagkan karena melihat Biol yang tampak malu-malu di depan gadis yang ada di depan nya, wajah Vivi semakin mengerut karna melihat  Biol yang bengong terpesona memandang Eve yang sedang terseyum. Dengan  wajah geram ia pun berkata pada Sinta dan Naomi.


“kalian duluan aja, aku ada urusan sebentar” ucap Vivi.


“hmm yaudah jangan lama-lama ya Vi” jawap Sinta.


“ iya”


            Vivi dengan langkah anggun pun menghampiri bangku mereka berdua, banyak mata yamg menatap Vivi ketika bejalan menuju bangku Biol, karna mereka berfikir Vivi ingin menghampiri bangku mereka.


“haii, boleh gabung gk?” sapa Vivi tiba-tiba dan tersenyum.


Eve yag mengetahui itu Vivi pun terseyum, sedangkan Biol menatap tajam Vivi dan Vivi pun menatap balik Biol dengan tatapan yang sama.


“ ohh bole....” ucap Eve terpotong.


“loh kan biasanya duduk ama mbak gang?, tu udah ditngguin tuh kek nya” jawap Biol sabil menunjug bangku Sinta dan Naomi.


“ kejauhan lg males jalan” jawap Vivi.


Jawaban macam apa itu, karna jarak bangku mereka hanya sekitas 15 meter saja. Biol yang kesal hanya merengut saja sedangkan Vivi kembali terseyum melihat perubahan mimik Biol.


“jadi boleh gk?” tanya Vivi.


“ya boleh lah Vi” seyum Eve.


Vivi pun melihat ke arah Biol dan terseyum licik.


“ tapi kayak ya temen kamu gk suka ya aku gabung disini?” ucap Vivi pura pura merasa tak enak.


Eve pun menatap Biol bingung, Biol yang ditatap pun hanya diam saja dan menatap Vivi dengan lesunya, namun stelah ngontrol dirinya akhirnya Biol terseyum.


“ohhh ya boleh dong, silahkan duduk” jawab Biol dengan seyum terpaksa.


“makasihhh” Vivi pun terseyum dan duduk di sebelah Biol.


Biol pun mengerutkan dahi, sedangkan para murid yang melihat itu pun kaget, karna tak biasanya seorang Vivi mau duduk di samping seorang laki-laki apa lg sambil memberikan seyuman.


“ knapa harus lo yang disamping guaaaaaaaaaa!!” guman Biol dalam hati.


Setelah Vivi duduk, akhirnya susana mulai canggung hingga akhirnya Biol memulai pembicaraan.


“ Eve kamu ud.....” ucap Biol terpotong.


“ ehh udah kok Vi, udah agak enakan” jawap Eve.


“ oww gitu” lanjud Vivi.


Biol yang merasa mereka sudah selesai bicarapun hendak mengajak Eve berbicara lg.


“ e Ev...” terpotong lg.


“ trus soal kerja kelompok kita gimana Ve?” potong Vivi.


Biol pun memincingkan matanya kearah Vivi , sedangkan Vivi malah mencubit pinggang Biol, Biol pun merinding karna cubitan tersebut dan berusaha menjauh dengan cara mengeser sedikit posisi duduk nya, melihat itu Vivi pun kembali mendekatkan dirinya pada Biol dengan mengeser tubuhnya juga kerah Biol. Biol memang sudah merasa curiga sedari tdi ternyata Vivi hanya ingin menggangu diri nya.


“ohh nanti aja kerumah aku kita kerjain sama-sama” jawap Eve terseyum.


“ ohh oke”jawap Vivi.


Sedangkan Biol hanya bisa menyimak pembicaran mereka yang kurang menarik itu.


“hee gk akan aku biarin kamu deket ama Eve,  Biol” guman Vivi menatap Biol.


Sedangkan Biol yang di tatap hanya bisa menahan rasa kesalnya.


“KAMPRET EMANG NI CWEKKK” batin Biol berteriak.


Yah sepertinya ini akan menarik.


àß


Bel tanda masuk pun sudah berbunyi, Biol yang kesal karna perbutan Vivi yang menggangunya pun akhirnya berpamitan pada Eve untuk kembali ke kelasnya tanpa berpamitan kepada Vivi. Vivi yang melihat itupun kesal, dan terseyum licik, entah apa yang direncanakan nya sekarang ckckck.


“kok sama Eve doang  pamitanya” wajah Vivi mulai pura pura merengut.


Biol pun memandang Vivi yang pura-pura merengut,Biol hendak meningalkan tempat itu, tpi saat dilihat ke arah Eve, terlihat gadis manis itu sudah mulai kebingungan dangan sikap Biol terhadap Vivi, Biol yang tidak mau dianggap yang aneh-aneh oleh Eve pun merubah mimik wajah nya dan terseyum kearah Vivi dan dengan terpaksa mengucapkan salam pada Vivi juga.


“ oh iya, sorry buru-buru sih, yaudah gua duluan ya Vavi” ucap Biol yang lupa akan nama Vivi.


“tu kan dia kaya ya emang gk suka sama aku deh, masa dari tdi dia gk tau nama aku padahal kan kamu sering manggil nama aku pas ngobrol tdi Ve” ucap Vivi kembali cemberut.


Biol yang kembali gelagapan karna melihat sikap Eve yang kembali merasa aneh kepada dirinya, dia pun mulai gugup dan gagap, sedangkan Vivi sudah tertawa dalam hati.


“oh iya hahah, yaudah gua duluan ya Vani” ucap Biol lg.


“emmm” Vivi pun semakin menjadi merengunya.


“Vive?”ucap Biol menebak.


“tukan Ve, harusnya aku gk duduk sini tdi”ucap Vivi menggunakan nada sedih.


Eve pun menatap Biol dengan tatapan bingung sedangkan yang ditatap sedang dalam keadan yang sagat sulit. Terlihat Biol dengan beringasnya mencengkram  kerah baju pemuda yang duduk dibangku disamping ya sambil menguncang-nguncangkan kepalanya pemuda tsb.


“we nama tu cwek sapa HAA?” tanya Biol dengan bringasnya sambil menunjuk Vivi.

__ADS_1


“ehh salah gua apa bang?,ampun bangg , ampunn,,..” jawap pemuda itu ketakutan.


Setelah banyak percekcokan di kantin, akhirnya Biol pun mengetahui siapa nama Vivi yang sebenarnya, dengan muka kusut Biol berjalan menuju kelas bahkan saat berpapasan dengan Naomi pun Biol tampak acuh .


“ hii Biol” sapa Naomi.


Biol hanya menatap sekilas dan lanjud berjalan kearah kelasnya tanpa membalas sapan Naomi tsb, sedangkan Naomi yang merasa di acuhkan pun menjadi sedih dan muram durjana alalal.


Sesampai di kelas Biol hanya melamun dan menatap keluar jendela. Apa segininya kah seorang Biol zau jatuh cinta. Boby yang melihat teman sebangkunya murung pun berusaha menegurnya.


“lo napa ol tumben udah murung aja, biasa udah buat masalah jam segini” tanya Boby.


Biol pun menatap Boby dengan tatapan berbinar-binar karna sedih, dan tanpa sepatah kata pun ia memeluk Boby.


“ gua jatuh cinta...”ucap Biol sedih.


Boby yang di peluk Biol dan  mendengar  ucapan Biol pun kaget, dan dengan sepontan mendorong Biol hingga terperanjak dengan aduahinya di lantai.


“bangsatttt kau wahai  manusia homo terkutuk” geram Boby sambil menendang-nendang bokong Biol yang sedang terperanjak di lantai tsb.


Ya salah paham akhirya terjadi pada 2 teman sebangku ini, namun akhirya Biol pun menjelaskan yang sebenarnya kepada Boby dan, Boby akhirya mengetahui yang sebenarnya.


“ ohh jadi lo lg jatuh cinta ni ceritanya?”tanya Boby.


Biol hanya menganguk menjawap pertanyaan tersebut.


“ hahaah sorry klo masalah cinta gua gk bisa bantu ye, gua aja gk tau rasanya jatuh cinta” jawab Boby.


“ keliatan sih” jawab Biol.


Pembicaran mereka pun terus berlanjut, hingga seorang siswi datang ke kelas tsb dan memberitahukan bahwa Biol di panggil oleh kepala sekolah untuk datang ke ruangan nya.


“ Biol..! di panggil kepala sekolah  tu suruh ke keruangan nya” ucap siswi itu.


Biol pun menatap siswi tsb dan melihat name tak yang tertera di dada siswi tsb.


“lah emang ada apa Ca?” ucap Biol yang sudah tau nama gadis tsb.


“ kok tau nama aku?” tanya gadis itu.


Biol yang hendak menunjug dada gadis tersebut untuk memberi tahu darimna dia tau nama gadis tsb pun mengurungkan niatnya, karna pengalam pertama melakukan hal tersebut membuat iya harus mendapat masalah yang merepotkan.


“ name tag” jawap Biol


Gadis itu pun hanya meng oh kan saja.


“ ihh kok jadi bahas nama sihh, cepet di pangill kepsekk!!” ucap Caca kesal.


“ lah emang ada apa sihh?, mls ahh gua lg gk mud” jawab Biol kembali meletakan kepalanya di atas bangku.


“ihh mana aku tau, pokok nya cepet sana!!” Caca pun menarik kerah baju Biol dan meyeret pemuda itu keluar kelas.


“ ehhh aduhh duhh iya- iya gua keluar sediri lepass oyy” rintih Biol.


“ nah gtu kan enak ,yaudah sana” Caca melepaskan tangannya dari kerah baju Biol.


Biol pun berjalan menuju ke ruang kepala sekolah dengan muka kusud , dan setelah sampai di depan pintu, ia pun mengetuk pintu tersebut.


“ tuk... tuk... tuk..” suara pintu di ketuk.


“iya masuk” jawap orang yang ada didalam.


Biol pun masuk keruangan tsb dan melihat ada gadis yang sangat ia kenal disana, dengan mls nya dia berjalan mendekati meja kepsek.


“ ada apa bapak memangil saya?” tanya Biol to the poin, tanpa menegur gadis yg ada di sebelahnya.


Terlihat gadis itu sudah memasang muka kesal dan cemberud  ke arah Biol, sedang kan Biol tdk peduli sama sekali dan terus bertanya.


“ kamu yang nama nya Biol?” tanya kepsek.


Biol hanya menganguk.


“ Vivi apa benar ini anak nya?” tanya kepsek pada gadis yang ada dirungan tsb yang ternyata adalah Vivi.


“iya Pah” jawap Vivi.


Kepsek hanya menganguk-anguk.


“ jadi ada perlu apa saya di panggil kesini?” tanya  Biol.


“ ow iya, saya ingin bertrima kasih ke kamu karna telah menyelamatkan anak kesayangan saya” ucap kepsek.


“ oww tak usah terlalu formal pak, lagian saya hanya kebetulan lewat saat itu” jawap Biol santai.


Sedangkan Vivi binggu melihat sikap santai Biol karna baru kali ini iya melihat hal tsb, dan tanpa sadar seyum nya mengembang, karna ternyata Biol bisa berbicara dengan sopan juga apa lg dengan orang tua nya.


“ ohh tidak, ini pantas untuk kamu, saya sangan bertrimakasih, minta lah sesuatu” lanjud kepsek.


“ tak perlu, trima kasihh, saya membantu bukan karna imbalan, saya hanya lagi mau mebantu saja saat itu” jawap Biol.


“ tpi tetap saja, saya berhutang  ke kamu” lanjud kepsek.


“ tak perlu terlalu membesar-besar kanya ,saya hanya melakukan yang benar menurud saya dan anda pasti paham” balas Biol dengan nada yang aneh dan tatapan sulit di jelaskan.


Pak kepsek pun mengerutkan dahinya.


“ nada bicara ini!, bagai mana mungkin dia bisa menguasainya, ini mirip bahasa intimidasi orang-orang perusahan, yang hendak melakukan transaksi” guman kepsek.


“ ahh tpi bagai mana pun juga saya harus melakukan sesuatu untuk membalas perbuatan baik anda” lanjud kepsek yang mulai mengubah gaya bicaranya.


Vivi pun mengerut kan dahi, karna melihat cara berbicara ayah nya yang sangat berbeda dengan saat berbicara dengan murid-murid lain.


“ hufft baik lah, jadi apa yang akan anda lakukan?” tanya Biol.


Kepsek pun melihat kearah Vivi, dan Vivi hanya menganguk saja mengiyakan apa yang akan di ucap kan ayahnya selanjutnya.


“ tolong antar anak saya pulang,  ia sedang tdk enak badan” lanjud kepsek.


Biol pun bingung mendengarnya.


“emm kenapa malah mengatar anak anda?, maaf saya menolak , lagi pula ia terlihat baik-baik saja” jawab Biol.

__ADS_1


 


(BERSAMBUNG)


__ADS_2