jangan nilai dari judul!!

jangan nilai dari judul!!
empat seru (III)!!!


__ADS_3

lanjut.


Sedangkan di sebuah rumah yg sangat megah terlihat seorang gadis sedang menangis di pelukan ibu nya dengan sangat pilu.


“ heeheh..... hisk hisk” suara seorang gadis menangis.


“ udah nak kamu tenang saja besok Ibu ama Ayah akan memproses laki-laki yg hendak memperkosa kamu tadi” ucap Ibu nya menenangkan.


“ aku takut mahhh....”tangis Vivi ketakutan.


Orang tuanya pun ikut menanggis karna meliahat putri kesayanganya yg hendak menjadi korban pemerkosaan. dan yah malam itu menjadi malam yg rumid bagi 2 keluarga tsb.


Ke esokan hari nya, berita tentang pencoban pemerkosaan itu meyebar luas ke semua penjiru sekolah, dan akhirya ke 20 murid yg mencoba memperkosa Vivi pun di proses oleh pihak sekolah lalu di keluarkan dari sekolah tersebut .sedangkan Vivi yg menjadi korban pun mendapat banyak simpati dari teman-temanya termasuk dari Unzo zau yg sangat khwatir.


 sedangkan di tempat lain. Biol yg menjadi salah satu dari biang masalah itu sedang tidur-tiduran dikamarnya, entah mengapa luka yg didapatkanya dengan cepat bisa pulih hanya dengan satu malam, benar-benar ajaib. dengan santainya Biol bermain Game Moba di smartphone nya.


“ahhh zilong ngapa kabur begokkk!!, gua di gang malah kabur kampret ahahhah” omel Biol emosi.


Yah indahya pagi hari di rumah tsb. sedangkan di sebuah ruangan yg tidak lain adalah kelas Vivi tejadi percakapan antara banyak orang yg ada didalam sana. 


“kamu gk papa kan Vi?” tanya Unzo cemas.


            Vivi hanya bengong dan terseyum entah apa yg difikir kan ya saat itu.


“emmm hihihi, mangga kemarin manis juga jadi mau lg, dia mau gk ngambilin lg buat aku”guman dalam hati Vivi.


“Vivi kamu kenapa seyum-seyum gtu?” tanya Naomi.


“eh” Vivi pun kaget karna ditanya begitu.


“ngomong-ngomong yg nolong kamu pas kejadian itu siapa Vi?” tanya Naomi.


“iya siapa Vi?, aku mau berterimakasih ama dia”lanjud Unzo.


Vivi pun memendang Unzo dengan geram nya, karna ia ingat tempo hari Unzo mengaku bahwa Biol adalah pembantunya, bukan adiknya ,tapi karna sudah berjaji dia jadi tidak enak mengungkap siapa Biol pada orang yg ada disana.


“pembantu kamu yg udah nolong aku kemaren” jawap Vivi jutek.


Mereka semua pun kaget mendengar ucapan Vivi.


“maksud kamu Biollll?” kaget Unzo.


“ anak yg kemaren itu?” timpal Sinta yg dari tadi diam.


“terus keadan dia gimana?, pantes daritadi aku gk liat dia, apa dia baik-baik aja?” tanya Naomi khwatir.


Vivi yg mendengar ucapan Naomi pun mulai curiga kepada Naomi, kenapa dia sangat khwatir pada Biol.


“ya yg aku liat dia kaya biasa aja padahal udah tertusuk pisau perutnya, ama bonyok mukanya” jawap Vivi pura-pura tidak peduli.


“HAA dia ketujah?!!” lagi-lagi Naomi kaget.


Sedangkan yg jadi bahan pembicaran sedang asik menonton filem kesukaan ya di TV.


“lah-lah udah gtu doanggg , masa dari kemaren adegan lahiran mulu ni sinetron”


Dan  yah Biol sedang menonton acara sinetron kemarin dan merasa kecewa, karna yg iya tunggu-tunggu tidak terjadi, ya seperti kata pepatah “berani berharap, berani kecewa” ,dan yaaa indah sekali hari si petarung kita ini.


sementara di kantin sedang terjadi percakapan antara dua insan yg berbeda jenis.


“kok tumben Vivi ngajak aku ngobrol?” seyum Unzo merekah.


“hemm aku  Cuma mau nanya”


“ nanya apa?” seyum Unzo tidak lepas dari bibirnya.


            Vivi pun memandang Unzo dengan tatapan serius, Unzo yang di tatap pun semakin terseyum, karena ia merasa tatapan serius Vivi adalah tatap yang sangat indah pada saat itu


“kenapa kamu gk bilang kalo Biol itu adik kamu?, dan kamu malah bilang dia pembantu kamu?” tanya Vivi geram.


“ehhh”


Seketika wajah ceria  Unzo pun berubah, Unzo pun berfikir sebentas mencerna apa sebenarnya yang sedang terjadi.


“emm jadi kamu udah tau yg sebenarya ya” tanya Unzo memastikan.


“ya, dan kamu harus jujur tentang dia, kenapa dia kaya over banget klo berbicara tentang hal yg buruk untuk kamu?” lanjud Vivi bertanya panjang lebar.


            Unzo pun menghela nafasnya sebentar.


“eh.... hufttt, kamu bener mau tau?, tpi apa itu penting?” tanya Unzo memastikan lg.


“ apa hal tentang orang yg nyelametin aku itu gk penting?” jawab Vivi dinggin.


Seketika unzo pun terdiam karna perkatan Vivi sangat men skak dirinya.


“kamu bener mau tau?”


“iya”


“huftt oke aku akan cerita”


Unzo pun bercerita kepada Vivi siapa sebenarnya Biol itu, iya menceritakan semua nya tanpa ada yang di sembuyikan,Vivi pun nampak mendengarkan dengan baik tanpa mencela sama sekali.


“jadi Biol itu emang udah dari smp  jadi pelindung kamu?, pantes aja dia kayak udah biasa kena luka-luka kaya kemaren” tanya Vivi memastikan.


“iya” ucap Unzo menunduk.


“ apa dia baik-baik saja?” tanya Vivi.


“..yaaa hal ini sudah terbiasa buat dia jadi tubuh ya bisa pulih dengan sangat tidak wajar”


“apa aku boleh jenguk dia?”mohon Vivi.


Unzo pun kaget, karna baru kali ini iya melihat Vivi memohon.


“ehhhh” kaget Unzo.


“plisss aku mohon, aku mau bertrimakasi karna udah nyelamatin aku kemarin hisk hisk...” tangis Vivi mulai terdengar


“Vivi  kamu nagisss?” cemas Unzo yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi di depanya.


“ plissss...” pinta Vivi dengan mata sayu.


            Unzo yang merasa kasihan kepada Vivi pun mulai tergugah hatinya.


“huftt.., baik lah nanti kita kerumah ku saat sudah pulang sekolah”


“hiskk.... trimakasih hiskk..”Vivi pun menghapus airmatanya.


Sementara di sebuah rumah sedang terjadi keributan karna hal yang amat sangat tidak berguna, berbobot, apaligi berbenifit.


“haaa mna lg remotnya ini, dari tadi gua cariin gk ketemu-ketemu, mana acara tv ya kek gini lg haaaa!” dumel Biol.


Ya terlihat di layar TV sedang menayangkan acara alat masak yg sangat menyejukan hati.


“ ayo beli sekarang pengorengan anti lengket, dijamin ampuh buat ibu-ibu yg malas masak karna sering lengket, hargaya murah, kuat, tahan lama, sekarang juga langsung beli di jago, karna barang yg asli hanya ada di jago bukan di tempat lain” suara siaran di TV.


Sedangkan biol.


“aduhhh apaan sih pengorengan anti lengket jago jago, apa peduli gua haaaa!!” geram Biol menguncang-guncangkan tv.


Yah nampak ya dia sangat bahagia.


 


>>>>>>>>> 


 


Bel pulang sekolah pun telah berbunyi, terlihat seorang gadis dan pemuda sedang bergegas menuju parkiran untuk pergi kesuatu tempat.


“kamu mau bareng aku apa naik mobil kamu sendiri?” tanya Unzo.


“naik mobil sendiri aja” jawab Vivi.


Mereka pun berangkat ke kediaman Unzo zau dengan kendaraan masing-masing, setelah menempuh waktu yg cukup lama mereka pun sampai di kediaman Unzo zau yang sangat megah, mereka lalu memarkirkan mobil mereka lalu memasuki rumah tsb.


“kamu lansung naik keatas aja dilantai dua, pintu pertama itu kamar Biol, aku mau ganti baju dulu, klo mau minum ambil aja di kulkas deket pintu kamar Biol” terang Unzo

__ADS_1


“ehhh kok gtu?, aku gk enak...?” ucap Vivi merasa tidak enak.


“udah angep aja rumah sendiri. oh iya ketuk pintu dua kali, trus ingetin kata ini  ‘awas lantai basah!!’ itu bakal berguna nanti” lanjud Unzo.


“eh buat apa?”tanya Vivi bingung.


“udah ingetin aja, aku mau ganti baju dulu”


“ehhh tung...”


Tapi sayang Unzo sudah pergi, Vivi pun terpaksa naik sediri ke atas tangga menuju lantai dua.


“lantai dua kamar pertama, ini berarti...” Vivi berhenti di sebuah pintu.


“tuk tuk tuk” Vivi mengetok pintu kamar tsb.


Tidak ada balasan.


“kok gk ada yg jawap?”


“tuk tuk tuk” Vivi mengetuk lg.


“pasport ya?” jawap suara dari dalam kamar.


Vivi pun terseyum ,entah mengapa mendengar suara itu iya menjadi bahagi,tpi dia bingung mau jawap apa, karna iya tidak tau pasport ya.


“tolong pasport ya jika ingin masuk”


Vivi pun berfikir dan akhirya ingat yg di ucapkan unzo tdi pada nya.


“ehh... itu, awas lantai basah” jawap Vivi.


“mohon maaf pasport anda salah, mohon ulang dalam lima detik”


“1....2.....3....4...5, oke pasport nya?”


Vivi pun berfikir.


“mungkin”guman Vivi.


“awas lantai basah!”


“cklekkkk”


Pintu pun terbuka dan terlihatlah seorang pemuda dengan setelan santai keluar dari kamar dan sangat terkejud dengan kedatangan gadis tsb.


“ loh, lo bukanya yg kemaren?, tau dari mna rumah gua disini?” tanya Biol bertubi-tubi.


            Vivi pun terdiam melihat Biol yg sudah sehat, bahkan luka leban di muka dan badanya sudah tidak terlihat lg.


“iya aku yg kemarin, aku yg maksa kakak kamu buat ngajak aku kesini”


“lah klo dateng ama abang gua ngapa nyasar ye kesini?, kamar abang gua dibawah, ini kamar gua”


“ aku kesini mau jenguk kamu”


“hemmmmm” alis Biol mengkerut menatap Vivi.


“kok gua merasa aneh ya,tiba-tiba seorang Evi mau dateng dan jenguk gua” sindir Biol.


“ihh nama aku Vivi bukan Evi, lagian kan kamu yg nolong aku waktu itu, ya aku gk enak aja kalo gk jenguk kamu” jawab Vivi cemberut.


“oh Vivi to, yaudah mau ngomong apa?,  cepet gua mau bobo”


Tiba tiba ada suara yg berteriak dari lantai bawah.


“ BIOL MAMA SAMA PAPA KEMANA?” tanya Unzo


Biol yg mendengar pun langsung menjawab dengan teriakan pula.


“PAPA KEKANTOR, KLO MAMA KE BUTIK” jawab Biol.


“OH YAUDAH ABANG MAU KELUAR BENTAR BLI MAKANAN, KAMU JANGAN MACEM-MACEM AMA VIVI!!” teriak Unzo meperingatkan.


“YAA” jawab Biol singkat.


“udah mau ngomong apa?”


“boleh aku masuk?”


            Biol pun kaget dan merasa terancam.


“loh ngapa harus masuk?, waduhh jangan mentang-mentang abang gua gk ada lo mau semena-mena ama gua” jawab Biol curiga.


“iihh pikiran kamau gitu banget sihh”jawab Vivi pipi ya memerah sambil memukul-mukul pelan lengan Biol.


“eh ehh apaan sih!”


“ makanya biarin aku masuk”


            Biol pun berfikir sejenak.


“emm.., yaudah tapi awas aja ya klo lo entar berantakin kamar gua”ucap Biol.


Vivi pun masuk kekamar Biol.


            Didalam kamar Vivi terteguan karena melihat kamar biol yg begitu rapih, dan pandangan matanya pun terhenti ke sebuah benda diatas meja dekat tempat tidur Biol.


“eh itu mangga yg kemarin ya?, mau dongg..” pinta Vivi berharap.


“ makan aja, lagian masih banyak di dalem kulkas” jawab Biol sambil duduk di sova kamarnya.


Vivi pun sangat senang karna dapat memakan mangga yg sangat diingin kanya selama disekolah tadi.


Terjadi keheningan hingga akhirya Biol berbicara.


“ jadi lo kesini Cuma mau makan mangga gua doang?” ucap Biol sambil melihat Vivi yg sudah memakan hampir 2  buah mangga nya.


“hemm, oh iya jadi lupa”


“ yaudah mau ngomong apa?”


Vivi yg sedari tadi berdiri pun akhirya duduk di sova sebelah Biol,sambil memebawa sisah mangga nya.


“maksihnya buat yg kemarin, kalo gk ada kamu pasti aku udah kacau sekarang”


“oh gtu,trus?”


“aku gk tau, gimana caranya bales jasa kamu ama aku”


“lo mau bales budi gitu ama gua?”


            Vivi pun mengaguk kan kepala nya.


“ klo begitu....”


            Biol pun mendekatkan wajah ya ke wajah Vivi, Vivi yg kaget pun hanya diam saja dan sedikit canggung, wajah mereka semakin dekat dan Vivi pun mulai memejamkan mata dan memonyokan bibirnya, Biol yg melihat itu pun malah bingung, dengan wajah sengak nya.


“ lo ngapa monyong-monyong gtu?” tanya Biol.


“ehh” Vivi pun tersadar dari fikiranya.


“lo gk berfikir gua mau cium elo kan?” tanya Biol to the poin.


“ eh itu akuuuu” jawap Vivi gagap.


Blum selesai berbicara ucapan Vivi pun dipotong Biol.


“oke sebagai balas budinya, lo mau kan jadi pacar emm” ucap Biol gantung.


Vivi pun kagetttt mendengar ucapan gantung Biol, ia pun mulai berpikir di luar nalar.


“ ahh ini terlalu cepat  Biol, kita baru kenal 1 hari, aku  butuh waktuuuu untuk berfikir” guman Vivi dalam hati dan pipi ya mulai memerah karna malu lah apa lg.


“lo maukan jadi pacar emmm” lanjud Biol gantung sambil mengaruk rambutnya yang tajam, kalo gatal biasa butuh yang lebih extrim yehhh.


Vivi semakin gugup dan mulai salah tingkah.


“mau apa tdi aku kurang jelas?” ucap Vivi memerah padam jangan tanya lg karna apa ya.

__ADS_1


“ emm lo maukan jadi pcarrr emm”


“ hemmm” Vivi menghadap kearah Biol dengan seyum mengembang dan muka merah, jangan tanya karna apa.


Biol pun kembali bingung melihat sikap Vivi, dengan wajah binggung dia pun berguman.


“ni cwek ngapa lg?, kebanyakan makan mangga kok ampek kayak gini efek ya, waduuuhh apa jangan-jangan tu mangga beracun ya waduhh” gumna Biol dalam hati.


“kamu tdi mau bilang apa?” ucap Vivi dengan seyum yg tak hilang.


“em  lo mau gk jadi pacarr emm”


“yaaaa.. “


“emmmm jadi pacarrr”


“ hemmmm” Vivi sudah tidak sabar menunggu.


“jadi pacar abang gua, dia cinta banget ama lo, angep aja ini sebagai gati balas budi lo ke gua, jadi kita impas, gimna bagus kan penawaran gua?, heheh” lanjud Biol keren.


DORRRR DUARRR FIRE FIRE


Terjadi keheningan.


“Vivi lo kenapa?, kok bengong sambil seyum, eee jujur gua mulai takut ni jangan sok horor lah heheh” ucap Biol sedikit takut.


Ya expresi wajah Vivi memang sedang seyum seperti orang kesurupan setan, mungkin karna kecewa mendengar lanjutan ucapa Biol yg tak sama dengan ekspetasi nya.


“hahahaah” Vivi pun mulai tertawa dalam mode kesurupanya.


“Vi lo gk papa kan?, waduh gua keluar dulu nya, mau ngambil motor di laci bawah” entah mengapa motor bisa sampai ke laci guys.


Biol pun mulai berdiri dan hendak berjalan, namun tiba-tiba tangan Vivi mencengkram tangan Biol.


“duduk” pinta Vivi.


“ eh gua mau ngambil laci dulu di motor bawah” ucap Biol kacau karna takut.


“duduk”  ucap Vivi dingin.


“ tapi...”


“DUDUK AKU BILANG!!”ucap Vivi memerintah.


“ ehh iya Vi ni gua duduk”


Biol pun kembali duduk dengan badan yg bergetar dan keringat dingin, karna memang dia takut dengan hal-hal horor, dan sekarang dia sedang berfikir bahwa Vivi sedang kesurupan.


“maksud omongan kamu tdi apa?” tanya Vivi.


“ahhh engak kok tadi Cuma improvisasi aja kok latihan entar klo mau nembak cewek heheh”


Vivi terdiam menatap Biol dengan ekspresi datar dan dingin, dan tiba-tiba berbunyi suara.


“krik krik   krik krikk” suara jangkrik


“ee  ehehehehh, lo gk kesurupan kan Vi?”


Vivi yg mendengar itu pun melotot memandang Biol.


“ lain kali jangan bilang sesuatu yg buat wanita kecewa ingat itu!!!” ucap Vivi marah.


“ehhh iya-iya” jawab Biol walau dia  tidak tau maksud Vivi.


“udah lah aku mau pulang aja”


“ oww silah kan-silahkan ” ucap Biol bahagia.


“tukan bukanya di cegah, huuuu uh” ucap Vivi cemberut.


“ lah katanya mau pulang?”


“ yaudah antar aku kedepan”


“ lah kan udah tau jalanya mau kedepan, napa harus gua antar?” ucap Biol sewot


“ihh pokonya anter sampek depan!!”


“ lah yaudah-yaudah”


Mereka pun berjalan keluar rumah.


Diluar rumah.


“ yaudah aku mau pulang dulu”


“ oh iya trimaksih ya karna mau pulang”ucap Biol asal.


“hufttt yaudah aku pulang” Vivi mulai geram namun` terlalu lelah membalas lg.


Vivi pun berjalan menuju mobil, namun....


“eh jangan lupa tawan gua tdi ya, semoga sepakat oke” ucap Biol dari kejauhan.


Vivi yg mendengar itu pun, menoleh kebelakang dengan ekpresi dingin yg sangat mencenkam.


“ah itu laci nya indahya, padahal tadi mendung loh” ya laci sangat laris sekali di novel ini.


Setelah kepulangan Vivi, Biol pun pergi kembli kekamarya , sedangakan disebuah mobil Honda Jass seorang gadis sedang ngedumel gk jelas.


 “ dasar cowok gk peka, ihhhh sebellllll dehhh, tau gini mending gk usah jenguk tdi,” ucap Vivi sebal.


“tapi dia lucu juga ya hihihihhi, imut lg” ucap ya bahagia.


“em kenapa harus Unzo kenapa gk kamu aja sih yg suka ama aku Biol, dasar tukang sogok, gk peka, sok ganteng”ucap Vivi cemberut lg.


“hihiihhi liat aja, besok pasti dia yamperin aku dengan sendirinya, kita liat apa kamu bisa bertahan ama kecantikan aku” ucap Vivi abisius.


Vivi pun melihat isi tasnya, terlihat begitu banyak mangga didalam tas tersebut, entah darimna asal mangga tsb.


“untung tdi masih sempet ngambil pas dia lg nonton hihihihi, rasain kamu” ucap Vivi girang.


Ya Vivi mengambil semua buah mangga yg ada di dalam kulkas Biol dan memasukanya didalam tas, memang sangat cocok kedua insani ini, yg sama-sama memiliki talenta maling yg sama rata ckckc. sedangkan di sebuah rumah seorang  pemuda sedang frustrasi karna mangganya yg habis tanpa sisah.


“bang ngapa lo bawa maling kesini sihh haaaaa?”ucap Biol pada Unzo.


“hahaah makanya jangan pelit jadi orang, tu kan di paling hahaha”balas Unzo.


“heeee liat aja besokkkk tu cewekkk!!”


Unzo yg mendengar ucapan Biol pun melihat kearah Biol dengan geramya.


“ awas aja ya sampek kamu apa apain dia!!”


“lah ngapa sih bang?”


“dia itu calon kakak ipar kamu tau!”


“lahhh segitu ya bang, hati-hati lo berani berharap berani kecewa” balas Biol


“halah udah lah,oh iya kamu dapett mangga darimna itu?” tanya Unzo penasaran.


Biol pun kaget dan menjawab dengan jawaban untuk mengalihkan topik.


“eh itu..., ahh tdi Vivi bilang ama gua klo dia mau jadi cewek lo bang!”ucap Biol mengalihkan perhatian.


“eh serius kamu?, trus- terus, dia bilang apa lg?”


Biol pun semakin bingung dengan kebohongannya.


“diaaaaa eeee bilang eee , Ha dia bilang kalo lo berubah jadi maco dia bakal mau ama lo ehehe” jawap Biol asal-asal jos.


“serius kamu?” terlihat jelas Unzo sangat bahagia.


“ iya” ucapnya, namun dilanjudkan dalam hati,  “mungkin”


Ya sepertinya cerita mereka akan terus berlanjut.


( BESAMBUNGG)

__ADS_1


__ADS_2