jangan nilai dari judul!!

jangan nilai dari judul!!
enam seorang Biol merasa terancam!!


__ADS_3

 


Vivi yang mendengar itu pun memulai ekting nya.


 


“ uhukk ... uhukk Papa dingin paaa” ucap Vivi pura-pura mengigil.


Biol hanya menatap mls kearah Vivi, sedangkan kepsek hanya bisa menahan tawa melihat tingka putri kesayangan nya.


“ ya hadiah ya ada dirumah saya jadi sekalian antar anak saya pulang, tenang urusan sekolah nanti saya yg atur” jawap kepsek.


“lagi pula saya mengendarai motor, saya tdk yakin anak anda akan mau” lanjud Biol


“ akuu mauuu pahhh” bisik Vivi pada ayah nya.


“ kata anak saya tak masalah”lanjud kepsek.


“kenapa tdk pulang sediri saja, bukan kah lebih baik naik mobil?” jawap Biol yang masih berusaha menghindar.


“apa anda akan menolak keinginan baik saya?” tanya kepsek.


            Biol pun berfikir sejenak.


“ hufft baikalah, jadi kapan berangkatnya? ”tanya Biol.


“ mungkin sekarang saja, lebih cepat lebih baik”lanjud kepsek.


Biol dan Vivi pun keluar dari ruang kepala sekolah, dan setelah Biol mengambil tasnya, ia pun berjalan santai menuju parkiran sambil menenteng tas nya. terlihat seorang gadis yang sedang menungu diri nya di parkiran, gadis itu terseyum kepada Biol, sedangkan Biol menatap datar gadis tsb dan nyentil jidat gadis itu pelan.


“aduhh” keluh gadis itu.


“ hee sakit kok seyum-seyum dasar aneh lo” ucap Biol dengan bahasa biasanya.


“aku emang sakit kok uhukk...uhukkk , tu aku batuk” alasan Vivi.


“ heleh” ejek Biol, sedangkan Vivi hanya terseyum.


Biol melihat penampilan Vivi sekilas.


“lo gk pake jaket?” tanya Biol.


“loh emang haruss ya?” tanya Vivi polos.


Biol pun menatap malas Vivi lg.


“ helem juga gk ada kan?” tanya Biol lg.


Vivi hanya nyengiir saja.


“hehehe” cengir Vivi.


Biol pun mengambil helem yang bersandar peda motor yang berada tepat disampingnya dan juga melepas jaket yang ia kenakan, lalu menghampiri Vivi.


“ni pake” ucap Biol sambil memberikan helem dan jaketnya pada Vivi.


“loh trus kamu pake apa?” tanya Vivi.


“ lah gua kan punya helem sendiri”jawap Biol.


“maksud aku  jaket ini” ucap Vivi sambil menunjukan jaket Biol.


“gua gk seberpa perlu, lo kan anak manja takunya sakit beneran lg kena sinar matahari” ucap Biol sambil menaiki motor nya.


Vivi pun cemberut karna ucapan Biol yang mengatakan bahwa dia anak manja, namun sekejap kemudia ia terseyum, walau bagai mna pun Biol sudah khawatir pada dirinya. Setelah memakai helem dan jaket pemberian Biol, Vivi pun naik keatas motor, dan mereka pun mengendarain motor kerumah Vivi. Namun di tengan perjalanan terjadi keributan antara mereka berdua.


“he jangan peluk-peluk!!” geram Biol sambil memukul pelan tangan Vivi yg tengah memeluk perutnya.


“ iiiihh entar aku jatuh gmana ,kamu mau tanggung jawap?” ucap Vivi geram.


“ jatoh gmana?, gua aja bawa motornya pelan gini, ah lepas –lepas, klo mau pegangan ama tas gua aja kan bisa!” ucap Biol geramm sabil mengoyang-goyangkan badanya.


“gk mau!!, aku mau nya kaya gini , aku kan gk pernah naik motor aku takut jatuh” jawab Vivi berbohong.


“ck lepas gk” ancam Biol.


“gk” balas Vivi.


“lepas” geram Biol.


“gk mau lohh” ucap Vivi sambil menyandarkan dagunya di bahu Biol.


“woyyyy apa-apa sihh kok makin gk bener sih lo” geram Biol.


Vivi yg sudah tergangu dengan tingkah Biol pun mulai berkata.


“ klo kamu protes terus, jangan salahin aku kalo nanti satu sekolah tau, klo kamu yang udah malaing manggah sekolah” ancam  Vivi.


“ ahh gk peduli gua lepas oyy” Biol semakin bringas menggoyangkan tubuh nya.


“ihhh bisa diem gk sihh, entar jatuh!!” Vivi mulai geram.


“ makanya lepas”ucap Biol semakin bringas .


“ iiiihhhh klo kamu gk diem aku bakal bongkar rahasia kamu, bahwa kamu adalah adik Unzo zau”


Biol pun diam dan berhenti bergoyang.


“gimana?” ucap Vivi bertanya dengan nada kemenangan.


“ahhh yaudah teserah lo” ucap Biol geram dan pasrah.


“ nah gini kan enak hihihi”


Vivi pun memperat pelukan nya pada perut Biol dan mengerak-gerakan dagunya di pundak Biol dan mebisikan sesuatau di telinga Biol.


“aku suka bau badan kamu”ucap Vivi manja di telinga Biol sambil mengogang-goyang kan dagunya di pundak Biol.


Sedang kan Biol sudah menelan ludah nya menahan merinding pada tubuh nya. ya begitulah perjalanan dua insan ini.


Sedangakan di tempat lain sedang terjadi sebuah musibah yang menimpah seseoramg.

__ADS_1


“ mana helem gua” keluh Boby di parkiran.


Yahhh sepertinya ini akan berlanjud.


 


ßà


Sedangkan di sebuah ruangan, sedang terjadi percakapan antara 2 orang laki-laki yang berbeda usia cukup jauh. Terlihat jelas seorang pria tua yang berjas hitam rapih sedang berbicara dengan sangat serius nya dengan pemuda yg ada didepan nya.


“ ini target kita selanjud nya” pria tua itu memberikan sebuah foto kepada pemuda di depan nya.


“ emm.. siapa orang ini?” terlihat sosok seorang pemuda pada foto tsb.


Pria tua itu membuka sebuah tas kecil, lalu terlihat ia mengambil sebuah dokumen dari dalam tas tsb dan diberikanya kepada pemuda yang ada di depan nya.


“nama dia Unzo zau anak pertama dari sekutu kita, pengusaha properti terbesar di negara ini Biolunzo zau” terang pria tua itu.


“ow lantas mau diapakan orang ini?. siksa, kebiri, Atau mutilasi?” tanya pemuda itu memberi pilihan sambil melihat-lihat isi dokumen tsb.


“culik dia dan bawa ke markas”


Pemuda itu mengerutkan dahinya menatap pria tua itu.


“kenapa?, ini tugas pertamaku yang tidak membunuh dan kurasa kurang menyengkan, kanapa tdk di bunuh saja?” tanya pemuda tsb heran.


“kita harus membiarkanya hidup, dengan menculiknya kita bisa mengancam Biolunzo zau untuk tidak menggangu pronyek kita” lanjud pria tua itu.


“ ow baik lah, lalu cara ku mendekatinya?”


“ kau akan di sekolahkan di tempat yang sama dengan dia”


“baik lahh cukup mudah” ucap pemuda itu santai dan hendak meninggal kan ruangan tsb.


“Gio..” pangil pria tua itu.


Pemuda itupun menoleh ke arah pria tua itu.


“ apa?” ucap pemuda yg bernama Gio itu.


Pria tua itu pun menyerahkan sebuah foto yang baru dia ambil dari sakunya, terlihat jelas ekpresi kaget di wajah Gio.


“dia..?” kaget Gio.


“berhati-hatilah pada adiknya, kau tau kan?” tukas pria tua itu.


“dia adik nya!!?” kaget Gio.


Terlihat potret seorang pemuda pd foto tsb.


“ ya, Biol zau, putra kedua Biolunzo zau, jangan bilang kau lupa pada orang yang sudah memberikan luka di pudak mu?” lanjud pria tua itu lg.


 Gio pun menatap langit-langit atap plafon ruangan tsb. Ia teringat satu tahun yang lalu, bagai mna seorang pemuda dengan burtalnya mengamuk karena salah satu temanya dikeroyok oleh murid SMK tempat Gio dulu bersekolah. Pemuda itu masuk kesebuah rumah kosong yg tidak lain adalah markas para bradalan sekolah Gio dan Gio adalah ketua berandalan itu. Dengan burtalnya pemuda itu menghajar 3 orang yang berjaga di depan pintu, Gio yang melihat rekan-rekan ya bonyok pun keluar dari ruangan nya dan ya pertarungan tdk terelakan, dan dari pertarungan itu Guo mendapat sebuah luka di pundaknya.


“hufft setidak nya mereka beda sekolah” guman Gio legah.


Pria tua itu pun menghampiri Gio.


Gio pun kembali kaget karena kabar itu, ia terlihat berfikir sejenak.


“  huftt sepertinya ini akan jauh lebih sulit” guman Gio.


Sedangkan yang sedang di bicarakan oleh orang tersebut sedang dalam keadan yang tidak menyenagkan, karena saat ini ia sedang di introgasi oleh angota keluarga Vivi di ruang tamu keluarga tsb, telihat seorang wanita parubaya dan seorang pemuda di ruangan tsb yang membuat Biol semakin gugup.


“ lo siapa nya kakak gau ha?” tanya pemuda yang terlihat lebih muda dari Biol.


“ehhh ee saya..”


“ Yogi yang sopan!, duhh maaf ya nak Biol” herdik wanita parubaya tsb pd putra nya.


“ klo boleh  tau nak Biol siapa nya Vivi ya?” tanya perempuan parubaya tsb ramah.


“saya tem....” ucap Biol terpotong.


“ dia kabogoh ( pacar) Vivi mahh” potong  Vivi malu-malu.


Wanita parubaya tersebut pun kaget begitu pula Yogi. Sedang kan Biol sudah kebingungan apa yang terjadi sebenarnya. Biol pun menatap Vivi yg nampak malu-malu.sedang kan Vivi yang ditatap Biol dengan tatapan bertanya, hanya mengangungkan kepala memberikan isyarat bahwa semua baik-baik saja. Biol yg main percaya saja pun mulai legah tanpa tau apa arti kata kabogoh itu.


“kamu kabogoh nya Vivi?” tanya Mama Vivi.


“ iya tan” jawap Biol.


“ gk mungkinNN!” tegas Yogi.


“ haaa” kaget Biol.


Biol kaget dengan reaksi Yogi yang terlihat tidak senang dengan kata kabogoh yang di sandang Biol terhadap Vivi. Sedang  kan Vivi sudah melotot kearah Yogi adiknya tsb. Yogi pun mulai tenang.


“ emang lo punya apa?” tanya Yogi pada Biol.


Biol pun bingung , emang harus punya apa buat jadi kabogoh Vivi, emang dasar gk peka ni orang.


“saya gk punya apa-apa” lanjud Biol.


“tu masa iya kakak mau jadi kabogoh dia sih klo gk punya apa-apa” tegas Yogi.


“ ihhh Yogi jangan bikin kakak kesel nya!!” balas Vivi sebal.


“Yogi yang sopan!!” timpal ibu mereka.


Biol mulai bingung, napak nya ia salah klo main percaya saja kepada Vivi, karna sedari tdi ia tdk tau apa yang sedang di bicarakan orang-orang itu tentang ia, terlihat Yogi, Vivi dan ibu mereka sedang berbicara tanpa menghirau kan Biol.


“ ee maaf ” sela Biol.


Semua mata tertuju pada Biol.


“kabogoh itu apa ya?” tanya polos Biol.


Yogi dan Ibu mereka pun kaget, sedangkan Vivi mulai panik dengan pertanyaan Biol.


“loh kamu gk tau kabogoh itu apa?” tanya Ibunya Vivi.

__ADS_1


Biol hanya mengeleng saja.Sedangkan ibu Vivi dan Yogi saling berpandangan, lalu menatap Biol lg.


“kamu pacar Vivi kan?” tanya mama Vivi.


“HAAA ya buka...” kaget Biol terpotong.


“MAA..” teriak Vivi tib-tiba.


Ibu Vivi pun menoleh kearah putrinya, dan terlihat puntrinya sedang merengut dan memandang ibunya dengan tatapan yg seolah memberi isyarat untuk meninggal kan mereka berdua. Wanita parubaya itu pun bangkit dari tempat duduk nya dan terseyum ke arah putrinya tsb.


“oww yaudah tante kedalam dulu nya, Yogi ayo ikut mama ada yang mau mama omongin” ucap Ibu Vivi.


“gk ahhh aku mau di sin..aduhh du..”Yogi dejewer dan diseret mengikuti ibunya.


“oh iya, tdi ayah Vivi bilang akan pulang cepat untuk berbicara lebih banyak dengan kamu Biol” lanjud ibu Vivi meninggal kan ruangan.


Biol hanya mengangguk menangapinya. Setelah ibu Vivi pergi bersama Yogi. Biol pun mulai pembicaran ya dengan Vivi yang terlihat gugup.


“ Vi.. ” pangil Biol.


Vivi pun menoleh dengan gugup nya.


“ i...iya” jawap Vivi gugup sambil menundukan kepala.


“ tadi maksudnya apa, gua pacar lo?” tanya Biol.


“ ehh.. i... ituuu” gugup Vivi.


Biol pun menatap lagit-langit rumah Vivi dan mengusap kepalanya dan napaknya ia mulau fustrasi dengan semua kejadian ini .


“ lo gk suka ama gua kan?” tanya Biol sambil menatap Vivi datar.


Vivi hanya diam dengan muka memerah, terlihat tangganya *** kain rok nya dengan gemasnya, dengan pandangan menunduk dan mengigit bibir bawahnya. Biol yang melihat Vivi hanya diam pun merasa sedikit lega karna Biol berfikir Vivi memang tidak suka pd dirinya, dan dengan berdiam diri menujukan bahwa Vivi memang tak suka pada nya menurut Biol.


“ haah syukur lah, lo emang gk perlu suka ama gu......” Ucap Biol terpotong.


“aku suka kamu” ucap Vivi sangat  pelan.


“ haah. apa an gua gk denger?” balas Biol yang memang tdk mendengar suara Vivi tsb.


Vivi pun memberanikan diri mengenggam tangan Biol, Biol kaget atas perbuatan Vivi pun berusaha melepaskanya, namun saat melihat Vivi, Biol pun terkejud, terlihat Vivi dengan malu-malu dan muka memerah memandang Biol, pandangn mereka pun bertemu, Vivi tampak begitu manis pada mode tersebut, Biol yang ditatap pun mulai kikuk, Vivi yang melihat ekspresi Biol pun semakin gemas dan *** tangan Biol.


“ aku suka kamu” ungkap Vivi terdengar sangat jelas oleh Biol.


JEDERRRR DOARRR DOR DOR begitulah bunyinya


Terjadi keheningan disitu, Biol benar-benar kaget mendengaranya, bagai mna mungkin?.keheningan pun terhenti karna suara kaget seseorang.


“HaaaA... kok ... bisaaa!!?” kaget Biol sambil melepaskan tangan Vivi yang mengengam tanganya, namun dengan cepat Vivi kembali mengengam tangan Biol dan seperti tak mau melepas kanya.


“ akuu.. gk tau?” jawab Vivi malu-malu.


Biol semakin kaget, dia pu mulai gusarr, apalagi di tambah tangan yg di gengam Vivi yg membuat ia risih.


“ kok gk tau?, ngapain lo suka ma gua aduhh” geram Biol.


“ Biol, Vivi gk tau, tpi.....” ucap Vivi mengantung.


“ tapi apa?” tanya Biol sewot.


Vivi melihat Biol dengan wajah malu-malu yang membuat ia semakin terlihat manis.


“ Vivi sayang kamu Biol” lanjud Vivi dengan nada malu-malu.


DOARRRRRR TAHU BULAT DORRR DI GORENG MENDADAK DORRR ANGET-ANGET DORR begitulah bunyinya


Biol mulai bingung dengan situasi yg ia hadapi, ia sama sekali tdk tau apa yang membut Vivi bisa suka pada dirinya.


“lu harusnya ama abang gau, bu..kannn kek gini” gugup Biol.


Vivi mentap Biol dengan tatapan sedihhh nya.


“ tpi Vivi maunya kamu, Biol” rengek Vivi makin memepetkan tubuhnya pada tubuh Biol.


Biol yang merasa situasi mulai tak enak membuat dirinya berusaha lepas dari Vivi dan hendak pergi dari tempat itu.


“ luu..u ituuu.. punya abang gua, kok bisaaa gini si..hh?, aduhh gua pulang ja dahh” jawab Biol gagap dan hendak bangkit dari duduk nya.


Vivi yang melihat itu pun gelagapan dan dengan cepat menghimpit tangan Biol dengan kedua lengan nya, dan otomatis membuat Biol kembali duduk dan melihat kearah Vivi, terlihat gadis itu memasang wajah merengut kearah Biol.


“ jangan pergiiii..” rengek  Vivi manja sambil menghimpit lengan Biol.


“haaaaaaaHH  weee.... lo kenapaa saii..hh?” ucap  Biol yang merasa kaget dengan perubahan sikap Vivi.


“ jangan pergii.., kamu pasti mau ketemu Eve kan?, aku gk suka!! heee.. ee... hee” rengek Vivi yang makin mempererat himpitanya pada tangan Biol.


“ HaaaaA..A” kaget Biol.


“ jangan pergi..., jangan tinggali Vivi..” rengek Vivi pd Biol.


“ aduhhhhhh kok malah gini sihh!!” bingung Biol.


Vivi pun memandang Biol dengan tatapan serius.


“ pokok mulai sekarang kamu gk boleh deket ama cewek lain, Cuma sama Vivi aja bolehnya dan Vivi gk suka sama sikap kamu ke Eve, kamu Cuma boleh bersikap begitu kepada Vivi ingett ya!” peringatan Vivi dengan wajah lucu nya.


Biol pun hendak membantah namun Vivi kembali melanjudkan kalimat nya.


“ kalo kamu masih bandel juga, Vivi bakal kasih tau Unzo tentang perasann Vivi ke kamu, entah apa yg bakal dia lakuin ya” Bisik Vivi terseyum licik.


Biol hanya diam dan tertunduk lesu, dia tau sekali jika ancama Vivi benar-benar Vivi lakukan.  ia tak tau apa yang akan terjadi terhadap persaudaran ia dan Unzo zau, yang jelas pasti sesuatu yg buruk.


“ tolong gua ya Tuhan” mohon Biol pada yang maha kuasa.


Sedangkan di tempat lain, terlihat 2 orang sedang memperhatikan Vivi dan Biol.


“ kok kakak jadi manja Gitu sih mah, waduhhh pelet ni kayak ya” curiga Yogi.


“ husss ngomong jangan asal Yogi. Tpi bisa jadi sih nak” balas Ibu Yogi.


 

__ADS_1


BERSAMBUNG.........


__ADS_2