jangan nilai dari judul!!

jangan nilai dari judul!!
7. salep


__ADS_3

Gio datang ke sekolah dengan rencana jahatnya, sedangkan perubahan sikap Vivi sangaat menggangu Biol dan mambuat Biol kerepotan. Apakah yang akan terjadi selanjudnya?, akankah Gio berhasil dengan misinya?, atau malah akan ada pertempuran antara Gio dan Biol?. Simak kisahnya dibawah ini!!!!


 


Setelah kejadian tempo hari dirumah Vivi banyak hal yang berubah dalam keseharian Biol, sepertihalnya sekarang ini, nampak terlihat raut kusam di muka  Biol yang tengah memandang smartphone dan mengetik sebuah pesan yang di tujukan pd seseorang.


“udah Vi” isi pesan yg hedak  ia kirim.


Ya stelah kejadian tempo hari, Biol terpaksa memberikan no wa, no hp kepada Vivi karena  pda saat itu ia merasa sangat terancam oleh ancama Vivi, dan setelah  memberikan no wa dan no hp nya, kebebasan Biol mulai di renggut secara paksa, misalnya sekarang  Biol yang biasanya hanya menghabiskan waktu  luang nya dengan bermain game dan  melakukan hal-hal yang menarik baginya.


Sekarang hanya dapat terbaring lesu sambil memandangi smarphone terlihat jelas wajah yang was was, dan tangan yang sangat cepat mengetik ketika mendapat balasan dari lawan nya di sembrang, bukan tanpa alasan  ia membalas pesan itu dengan cepat, itu semua terjadi karena bebrapa hari yang lalu.


 


FLASH BACK ON


>>>>>> 


Biol yang  sudah selesai bertamu dari rumah Vivi tepatnya di paksa bertamu kerumah Vivi, akhirnya berhasil pulang kerumah dengan selamat.


Nampak jelas wajah frustasi dan expresi yang nampak sangat tertekan terpancar  jelas di wajah nya, setelah memasukan motor kegarasi Biol pun berjalan gontai ke arah  kamarnya.


Setelah tiba dikamar Biol yg sudah merasa lelah pun membaringan  tubuhnya. Tak beberapa lama smartphoneya bergetar, sebenarnya sedari di perjalanan  pulang pun ia sudah merasakan  getaran pada smartphoneya.


Tapi karena masih mengendarai motor maka ia tak berniat mengangkatnya. Di raihnya smartphone tsb dari sakunya dan di lihatnya siapa penyebab getaran di smartphonenya terlihat jelas sebuah  nama disana yang semakin membuat wajah Biol makin datar dan merijek telpon  tsb.


Tak beberapa lama Smaetphonenya kembali mergetar dan dilihat lg siapa penelponya ternyata masih nama yg sama yaitu ‘Vivinya Biol’, ya sebenarnya Biol mau protes saat Vivi dengan  nistanya memutuskan  nama ya yang tertera di smatphon Biol dengan sepihak,  namun apa daya karena saat itu Biol dalam  keadaan terancam.


Dengan sebalnya Biol merijek kembali telpon tsb, dan tak beberapa lama terdenganr notivikasi wa yang sangat banyak namun di hiraukan oleh Biol.


Biol memutuskan untuk mandi sejenak. Setelah selesai dengan  mandinya Biol pun memakai bajunya dan turun kebawah untuk mencairkan fikiranya, setelah turun terlihat Unzo zau sedang terseyum-seyum entah ada apa, merasa penasaran Biol pun bertanya pada kakak nya.


“ lu ngapa bang kayak seneng banget , sampek seyum-seyum gtu?” tanya Biol.


Unzo pun menatap Biol dalam senyumnya.


“ kepo kamu” jawap Unzo.


“heleh gk mau ngasi tau  juga gk papa” jawap Biol sebal karena rasa penasaranya tak terpuasakan.


Unzo pun menatap Biol dan hendak meceritakan nya.


“ abang seneng banget hari ini Biol”


“ iye tau keliatan, emang gara-gara apa lo seneng banget gini bang?” tanya Biol penasaran.


“tdi Vivi nelpon abang, seumur hidup abang baru kali ini Vivi mau nelpon abang , bahkan biasanya pesan yg abang kirim buat dia aja gk penah di bales” lanjud Unzo bahagia.


Degggg wajah Biol terlihat serius dan was-was.


“ terus dia bilang apa?” tanya  Biol makin was-was.


“ dia nanyain ke adaan  kamu, abang  jawab aja lg istirshat dikamar” lanjud Unzo.


Biol kembali kaget masa iya Unzo sangat senang dengan  hal itu, Biol kembali was-was.


“ lo seneng gara-gara itu doang bang?” lanjud Biol.


“ ya ada hal lain lah”


“ hal apa?” tanya Biol penasaran.


“kepo..” lanjud Unzo dengan seyum nya.


“ heleh” balah Biol berusaha tak terlihat kepo.


Unzo pun melihat kearah hp nya.


“ kata Vivi besok dia mau  ngomong sesuatau sama abang, kata dia hal yang sangat penting, dan bakal ngerubang hidup abang” jawap Unzo sangat bahagia.


Sedangkan Biol sudah panas dingin mendengar klimat yang di ucapkan  kakak nya tsb, apa ancaman Vivi benar akan di lakuakan . ahhh Biol sangan cemas sekarang.


“ HHHaaaaaAA” kaget Biol.


“ hhaah a jangan  kaget juga kali, mungkin dia mau  nerima cinta abang” lanjud Unzo pd gila.


Biol pun berusaha tenang .


“ hahah iya bang  pasti mau nerima lo itu, yaudah bang  gua mau  kekamar dulu” Biol dengan cepat kembali kekamarnya dan mengecek smartphone nya.


Wajahnya nampak kaget saat  melihat isi smartphon ya, terlihat banyak notifikasi pesan wa yang masuk ke smartphone nya, dan semuanya berasal dari Vivi. Dan ketika membuka isi pesan tsb wajah Biol menjadi sangat pucat. Dan beginilah isi pesan tsb.


“ kok di rijek sih!!” isi pesan 1.


“Biol!!”


“Biol nya Viviii...”


“ihhh bales Biol!!!”


“jangan bikin Vivi kesel nya!!!!!!!!!!!!”


“Biol...!!!!”


“BIOLLLL!!!!”


“ihhh kamu  mau aku kasih tau Unzo, yang tdi!!!?”


“ihhh Biollllll balesssss!!!!”


“aku kasih tau ni”


“ihhhhh Biol”


“aku telpon Unzo sekarang”

__ADS_1


“ udah aku telpon Unzo besok aku kasih tau!!”


“ihhh Bioll aku seriussssss!!!!”


“p”


“PPP”


Biol yang membaca pesan tsb pun makin pucat, dan dengan cepat memblas pesan tsb.


“ maaf Vi hp lowbet” balas Biol bebohong.


Tak beberapa lama Vivi pun membals pesan tsb.


“oh gtu!” balas Vivi


“iya Vi maaf nya, ee soal rencana lo besok ama abang gua, mau ngomongin apa sih?” tanya Biol hati-hati.


“oww besok aku mau  ngasi tau  Unzo soal perasan aku ke kamu itu aj kok ” balas Vivi.


Biol yang membaca pesan tersebut pun mulai lemas, haruskah  ia memohon?, seekor Biol zau memohon pada wanita, ow  tdk bisa.


“oww ahahha, mending jangan deh Viv”usaha Biol.


“gk besok bakal aku omongin”


“plissss jangan Vi , entar bisa abiss guaaa plisss” balas Biol.


“ ihhhh kamu mohon sama aku?, pasti lucu banget itu klo ngomongya depan aku  iiihhh”


Biol kagett dengan perubahan sifat Vivi yang terlihat jelas pada isi pesan  tsb.


“klo kamu mau aku gk bilang sama Unzo besok, kamu harus ikutin  kemauan aku!!” lanjud Vivi.


APAAAA!!, ini sudah keter laluan!!, seonggok Biol di paksa oleh wanita untuk mematuhi perintahya seperti seorang babu?!, tdk bisa di biarkan!!!, pelecehan  ini harus segera dituntaskan!.


“oke gua kalah, terus apa mau lo?, manggah  yang  kemaren?, duit?” pasrah Biol  tak sesuai isi hati nya.


“ihhh kok gtu sih pilihanya, bukan yang  kaya gtu!!” lajud Vivi.


Biol sudah mulai merasa tak enak dengan semua ini. Dan dengan was-was iya pun mulai membalas pesan  tsb.


“ terus apa?” balas Biol.


Tiba-tiba HP Biol bergetar, terlihat jelas notifikasi sebuah vc  yang tdak lain dari Vivi , Biol pun merijek panggil tsb tanpa pikir panjang, namun tak lama sebuah pesan chat kembali terkirim  ke HP.


“ ihhh angkatt aku mau ngomong ama kamu!!” isi pesan tsb.


Biol yang membaca nya pun segera membalas.


“ ngapainn? Mls ahh” balas Biol.


“ihhh angkatt loh aku  mau  liat wajah kamu, kangennn tau”


“gua lg gk pake baju, abis mandi” balas Biol berbohong supaya Vivi jerah.


Biol yang membacanya ya pun malah makin bingung.


“ ahh gk usah deh”


“ ihhh aku kerumah kamu sekarang ni!! Biar Unzo tau segalanya!!” balas Vivi mengancam.


Biol terlihat bingun lg-lg Vivi menggancam  nya, dan dengan penuh pertimbangan  akhirnya Biol memutuskan untuk mengangkatnya.


“yaudah-yaudah gua angkat”


Tak lama kemudian Hp Biol kembali bergetar, dan dengan malas Biol mengangkatnya.


“hiii” sapa Vivi dengan girangnya.


“hem” bals Biol cuek.


“ihh kok  kanyak gk  niat gtu sih!!”


“ trus mau gimna?”


“ ya yang antusia gtu kek sama aku masa cuek gtu, aku gk suka!!”


“ ahhh yaudah-yaudah ni ni” Biol pun mulai teseyum –seyum kearah  kamera seperti orang gila.


“hihhih kamu  lucuu jadi kangenn ,sini aku cubitt lg perut kamu!” entah apa yg difikirkan gadis yang satu ini ckck.


Biol pun melihat kerah sekitar perutnya dan napak jelas banyak luka biru di sekujur perutnya akibat cubitan Vivi.


“mati dah gua klo kek gini mulu” guman Biol.


            Keadan menjadi hening tak ada yg mau memulai obrolan, Biol dengan wajah datarnya dan Vivi dengan senyum yang tak mau hilang di wajah nya.


“ ahh yaudah lah gua tutup ya”


“ ehh jangan!, kok mau di tutup sihh”


“ ya lo gk ngomong apa-apa malah senyum gk jelas, kan  gua mulai ngerasa horor”


“ emm yaudah, ehh iya coba buka baju kamu”


Biol pun kaget.


“Haaa mau ngapain, wahhh wahhh udah kelewan ni”


“ihh aku mau  liat bekas luka yg kena tusuk itu”


“ udah sembuhh gk perlu di liat-liat”


“ ohh gtu yaudah deh”

__ADS_1


Biol pun kaget tumben anak yg sedang ber  vc an denganya menurut.


“ bagu.....” terpotong


“yaudahnya aku  mau bobo dulu besok mau  cepet-cepet ngomong sama Unzo zau di sekolah”


Biol yang tdi nya merasa senang sekarang berubah 180 derajat, raut wajahnya mulai merenget dan dengn malasnya ia melepas baju kaos yang dipakai nya.


“ yaudah  ni udah gua buka”


Vivi terlihat malu-malu saat melihat tubuh Bidang Biol yang sedang bertelanjang dada terlihat jelas kulit putih bersih yang di hiasi banyak bekas luka. Pipi Vivi merona merah melihatnya.


“ ituuuu..uu lukanya yg mna?”


“ ha masa gk keliatan?”


“ ituu....u bekas lukanya kan gk Cuma satu”


“ohh, yang deket ama pinggang, yang masih blon seberapa kering”


“ ohh yang itu, yaudah besok kekelas aku aja aku bawain saleb biar aku olesin”


“haaaa gk perlu gua biasa sediri ngolesinya, lo tenang aja”


“ pokoknya gk boleh nolak, dan juga Vivi gk suka ya klo kamu Vivi chat balesnya lama, truss klo Vivi lg mau VC an  harus kamu buru -buru angkat jangan banyak alesan, itu aja dulu syarat dari Vivi klo kamu mau besok Vivi gk bilang hal itu sama Unzo” jelas Vivi.


Biol hanya diam saja.


“ yaudah Vivi mau bobo, dah Biol sayang”


Hubungan VC pun terputus Biol pun menghela nafasnya kasar.


“besok bolos aj deh” ucap Biol lesu.


FLASH BACK OFF


Seperti yang telah di pinta Vivi pada beberapa hari yang lalu, sekarang Boil rutin menghampiri kelas Vivi untuk membirkan Vivi megoleskan salep ke bagian tubuh Biol yang terluka karena tusukan pisau yang terjadi pada saat Biol melawan para murid yang hendak melakukan pemerkosaan terhadap Vivi.


Langkah gontai, muka malas, mengiring perjalan Biol menuju kelas Vivi. Setelah hampir sampai di tepat tujuan, telihat jelas oleh Biol sesosok mahluk yang selama beberapa hari ini menggangu kehidupanya di sekolah maupun dirumah, terlihat dari kejauhan sorang gadis denga paras yang cantik sedang menunggu nya di depan pintu kelasnya.


“ ihh lama banget sih, dari mana aja?, awas aja kamu nyari-nyari kesempatan buat ketemu sama Eve ya!” baru juga bertatap muka udah kena semprot aj.


            Biol pun menghela nafas nya, sudah di paksa datang, sampai di tempat langsung kena omel, benar-benar kejam dunia ini cckck.


“gua tadi boker bentar, eh gk sadar airnya habis, jadi gk cebok deh” jawab Biol berbohong, berharap Vivi menjadi jijik dengan dia.


“ gk usah bohong!, tadi orang ku udah liat kamu dari dalem kelas sampek kesini sama seklai gk ke toilet, udah pandai bohong  kamu nya!” ucap Vivi sambil melotot kearang Biol.


            Biol pun berguman.


“  KaloUdah tau  ngapain nanya, HAHHH” ingin Biol menjawab demikin, namun takdir berkata lain.


“ ya” jawab Biol seadanya.


“ kamu jangan bohong lg ya sama aku!, aku tau kamu ngapian aja selama di sekolah ini orang ku ada banyak di sini, inget aku gk suka pembohong!”tegas Vivi dengan muka yang sok galak.


            Biol pun sudah mulai putus asa, penyesalan memang datang di akhir, terkadang ia berfikir kenapa dulu harus dia yang menolong Vivi kenapa tidak orang lain saja. Kehidupan sekolah yang dia harapkan pun sirna, rencan untuk nyibat makanan di katin jadi tak terlaksana karna terlalu malas, bolos saat pelajaran yang tidak ia suka pun sudah tak bisa ia lakukan, terlalu banyak mata-mata Vivi yang mengawasinya, kisah cinta masa SMA yang dia harapkan bersama dengan gadis pujanya Eve harus sirna. Sedih kali hidup mu nak-nak.


“ ya, yaudah jadi mau ngobatin gua gk  ni?” tanya Biol dengan muka malsanya.


“ ya jadi lah, yuk”


Vivi pun hendak mengandeng tangan Biol. Tapi dengan sigab Biol melepaskanya.


“inget perjajian kita, jangan terlalu dekat abang gua bisa liat entar” titah Biol dingin.


            Vivi pun hanya bisa cemberut mendengar apa yang di ucap kan Biol, meraka memang sudah membuat perjanjian untuk menjaga jarak agar tidak membuuat Unzo zau curiga, dan alasan Biol datang kekelas Vivi adalah karna Vivi merasa ber salah pada Biol dan hendak membantu penyembuhan Biol dengan cara rutin megolesi salep ke perut Biol, itulah yang Unzo zau tau selama ini.


            Mereka pun berjalan menuju UKS dengan sedikit menjaga jarak.


            Sedangkan di tempat lain, terlihat seorang pemuda sedang berdiri mengamati sebuah sekolah, mata sipitnya melihat dengan seksama ke arah setiap penjuru sekolah tsb, seyum licik terlihat jelas dari ekpresi wajahnya, padangan matanya terus menelusiru setiap sudut sekolah tsb hingga ada yang menarik perhatian matanya dan mebuat ia fokus pada hal yg menarik matanya tsb. Terlihat dari kejauhan seorang pemuda sedang membuka bagasi mobilnya dan hendak mengambil sesuatu dari sana. Pemuda yang tertarik matanya tadi pun merogoh saku celanya dan mengambil selembar kertas foto.


“ ow ini yang namanya Unzo zau” ucap pemua tsb sambil memperhatikan gambar pada foto tsb.


Seyum yan pun mengembang, pemuda itu pun berdiri tepat di gerbang sekolah tersebut, dan dengan senyum yang mengerikan pemuda itu melihat tepat pada gedung sekolah tsb.


“ akan ku buat Biolunzo zau bertekuk lutut dihadapan ku dengan cara menculik mu Unzo zau” ucap pemuda tsb sambil teseyum.


“ karna Gio tak kan pernah gagal hahaha” tawa pemuda itu mantap sambil mengelus-elus gerbang sekolah tsb.


             Sedangakan tak jauh dari pemuda bernama Gio itu, tengah berdiri sepasang ibu dan anak, terlihat anak dari ibu itu melihat kearah Gio dan bertanya pada ibunya.


“ Mah-mah kakak itu kenapa?” tanya anak itu pada ibunya sambil menujukan jarinya kearah Gio.


            Terlihat jelas seorang pemuda sedanga megelus-elus gerbang sekolah dengan gaya yang aduhai mesra sambil  tawa dengan nistanya dan kadang terseyum-seyum sambil terus mengelus-elus gerbang sekolah tsb bahkan sesekali menjilatnya.


“ makanya kamu sekolah yang bener ya nak, biar nanti kalo udah gede bisa bedain yang baik sama yang gk baik ya nak” ucap Ibu anak itu.


“ loh emang yang lagi kakak itu lakuin apa mah?” tanya anak itu semakin penasaran.


            Ibu anak itu punbunggung mau jawab ap menjawap.


“ kakak itu lagi mau bikin dedek sama gerbang itu loh nak?” Ibu ya kenter kaya nya.


“ ow gtu” mangut anak tsb.


            Pasangan ibu anak itu pun berjalan melawati pemuda ts yang tidak lain adlah Gio.


“ kak semangat nya bikin dedek nya” ucap nak tsb lalu pergi.


            Gio pun diam sejenak mencernak kata ank tsb.


“ hah” ucap Gio bingung.


            Ya napak ya akan bertambah orang eneh di sekolah tsb.

__ADS_1


“BERSAMBUNG”


sorry ya lama update, LG sibuk di dunia real. enjoy


__ADS_2