jangan nilai dari judul!!

jangan nilai dari judul!!
tiga seru( II)


__ADS_3

lanjud.


 


Karena tidak kuat melawan , akhirnya Vivi pun berhasil di bawah ke gudang tsb.


 sedangkan di atas pohon mangga terlihat seorang pemuda sedang berusaha menjarah semua buah yg ada di pohon tsb, padahal sudah ada beberapa kantong plastik yg berisi penuh mangga, tapi itu semua tidak membuat dia berhenti menjarah hasil bumi sekolahya tsb.


 


“widihhhh mangganya manis-manis gini kok di anggurin ckckck, dasar gk tau rejeki ni orang-orang sini mueheheh”ucap Biol terkekek bahagia.


 


Tapi tawa bahagianya harus berhenti karena melihat begitu banyak pemuda yg berjalan menuju kearahnya dengan membawa seorang gadis.


 


“waduh ngapin tu rame-rame bawa cewek, waduhhh entar ketauan lg gua lg maling ni mangga, mana plastik mangga gua di bawah semua lagi aduhh, mending turun ah”ucap Biol turun secara perlahan tpi sayang dia ketauan.


“ siapa itu?” ucap salah satu pemuda.


“eh tolong –tolong aku” Vivi pun meminta tolong lg karna merasa ada harapan.


“ ini manggah banyak amat?” ucap salah seorang pemuda.


Biol yg melihat mannga yg terancam pun langsung keluar.


“eh misi bang itu mangga gua heheheh, udah lanjud aja bang gua gk bakal ganggu kok serius”ucap Biol sambil memunguti mangga nya dan menaruh nya kembali ke kantong plastik nya.


“eh tolong aku tolongggg” ucap Vivi.


“DIAMMMM”bentak salah satu pemuda pada Vivi.


Vivi pun langsung terdiam,Biol yg melihat itu pun bertanya.


“bang jangan kasar-kasar bang ama cewek, kasian tu mau nagis, lagian mau pada ngapin sih sore sore megangin cwek kek gtu ?,kerja kelompok kok di sini” ucap Biol polossssss bosss.


Mereka semua pun bengong mendengar ucapan Biol yg amat sangat keren itu.


“eh mending lo ikut gabung ama kita aja”ucap seorang pemuda pada ya.


“lah lo kan kakak kelas?, emang boleh bang kita kerja kolompok bareng?”jawab Biol.


“ sok polos juga lo ni, kita mau nikmatin dia rame-rame mua ikut gk?”ucap salah satu pemuda smbil menunjuk Vivi.


“maksudnya?” tanya Biol.


“ ck mau kita perkosa rame-rame begok hahahah”ucap seorang pemuda tertawa dan diikuti yg lainya.


Vivi  yg mendengar itu pun kembali memberontak  dan menangis tersedu-sedu.


“diam lo cewek!!, makaya jadi cwek jangan sombong-sombong!!”bentak seorang  pemuda.


            Biol yg mendengar ucapan tadi pun mulai mengerti dan langsung membuka baju nya hingga meyisakan kaus dalam dan celana biru sekolah nya.


“hahaah nafsu juga lo ternyata , ampek buka baju duluan” ucap serang pemuda tertawa.


Biol pun menghampiri gerombolan pemuda itu dan.


“BUKKK..” suara pukulan.


“HEEE..” teriak seorang pemuda.


“hee bajingan kaya kalian ini gk pantes hidup!!, gua yg begajulan aja gk segitunya,berani banget kalian lebih nakal dari pada gua HAAAAA!!”teriak Biol.


Vivi yg mendengar itu pun merasa aneh tpi juga sedikit lega karena ada yg mau membantunya. perkelahian pun tidak terelakan seorang pemuda melawan lebih dari 20 orang pemuda.


“he kurung aja dulu tu cewek di gudang!, kita hajar dulu aja ni bocah,baru lanjutin perkosa tu cewek".


“oke bos” jawap salah satu pemuda.


“ ahhhhh lepasin akuuuuu” ucap Vivi memberontak.


Vivi pun di kurung digudang itu , sedangkan di luar gudang terlihat segerombolan pemuda sedang mengeroyok seorang pemuda.


“brakkk... dukkkk” bunyi pukulan yg terjadi.


“segitu doang ni, masa baru kena gampar sekali aja dah pingsan?”ucap Biol mengejek.


“he bocah jangan sok jago lo yaaaa!!”ucap salah seorang pemuda maju bersama kelima teman nya hendak mengeroyok Biol.


Perkelahian mereka pun terus berlanjud ,hingga banyak luka yg tergores di setiap tubuh para pemuda tersebut termasuk Biol. satu-persatu pemuda tumbang dan tinggal menyisakan 2 orang pemuda lg yg harus dihadapi Biol.


“hah.... hah....hahh” suara nafas tak beraturan Biol.


Begitu banyak luka yg tercipta di tubuhnya, memar dimana-mana,benar-benar kacau kondisi tubuh ya, tapi entah kenapa Biol masih saja kuat berdiri dan menghampiri 2 orang sisah pemuda tdi.


“hahahah udah bonyok aja masihh mau ngelawan”tawa salah satu pemuda itu.


Sedang kan di tempat lain terlihat Vivi dengan susah payah berusaha keluar dari gudang tersebut melalui jendela disana.


“yes akhirya bisa keluar juga”ucap Vivi legah.


Sedangkan ditempat lain terlihat seorang pemuda sudah berhasil menumbangkan semua pemuda disana, tapi dapat dilihat sebuah pisau tertancap cukup dalam di bagian perut nya.


“ sebenarya lo itu siapa hahhh... hahahhh” suara pemuda yg sudah bonyok mukanya bertanya.


“mending lo tidur, gk sah banyak omong” ucap Biol.


“haa?” ucap pemuda itu bingung.


Tanpa banyak bicara,Biol pun segera berdiri,dan terlihat begitu kaget nya pemuda itu saat melihat Biol seorang pemuda yg sudah bersibah luka ditambah sebuah tusukan diperutnya masih dapat berdiri walau terseok-seok, dan Biol pun kembali menghajar pemuda itu hingga pingsan.


Tempat perkelahian itu sudah seperti tempat kecelakan lalulintas, terlihat lebih dari 18 orang tegeletak babak belur, warna merah darah menggantikan warna hijau rumput disana,dan terlihat seorang pemuda kembali memunguti buah manggah nya dengan luka dan tusukan pisau yg masih utuh di perut nya.


“alalalahhhh kampret emang tu orang ganggu bisnis gua aja, mau enak-enakan kok disini begokkk, mana mau lebih nakal dari gua lg he!!” ucap Biol meringis sambil memunguti mangga hasil pencurianya.


Setelah selesai memungut kembali buah mangga nya, Biol pun berjalan dengan terseok-seok sambil memengangi perutnya dan menuju kek toilet.


 sedangkan terlihat seorang gadis terlihat kaget melihat apa yg ada dihadapanya,terlihat lebih dari 18 pemuda tergeletak tak sadarkan diri dengan keadaan bonyok dan luka dimana-mana, gadis itu terlihat sangat syok dan kaget tidak terasa air mata nya keluar dengan sedirinya, tidak aneh karna itu baru pertama kalinya ia melihat hal terssbut ,namun semua itu pun terhenti  karena dia ingat pada sesuatu.


“oh iya cowok tadi kok gak ada disini?” ucap Vivi clingak-clinguk mencari keberadan Biol.

__ADS_1


Terlihat oleh Vivi sebuah jejak tetesan darah yg mengering yg menuju kearah toilet, Vivi pun berjalan mengikuti jejak tetesan darah itu, dan alangkah kagetnya dia saat melihat yg dia lihat.


Terlihat seorang pemuda sedang meringis sambil memegang jarum dan mejahit bagian perutnya yg bolong, pemuda itu terlihat sangat amat kesakian saat bagian yg tertusuk itu mulai iya satukan mengunakan jarum, iya menahan rasa sakitnya. Vivi yg melihat itu pun hendak menghampirinya dengan rasa kasihan dan tetesan airmata, tapi langkah ya  tertahan karena pemuda itu mulai ngedumel gk jelas.


“sttttt aduhh abis gua ni kalo bang Unzo ampek tau, apalagi Papa, mana besok ada tamu lagi!”ucap Biol ngedumel dan terus menjahit.


“hahhhh ngerepotin aja, niat mau ngambil mangga eh malah gini, huft ini pertama kalinya gua bonyok bukan buat abang unzo haahaahah, begokk emang” ucap Biol terkekek.


Vivi yg mendengar dumelan Biol pun tertegun dan akhirya iya tau.


“ jadi dia adikya kak Unzo zua”guman Vivi sambil menutup mulut nya karna kaget.


Vivi yg syok pun hanya diam saja di sebelah pintu toilet,hingga akhirya Biol yg sudah selesai menjahit pun hendak keluar toilet dan bertemu dengan Vivi.


“ lahhh sejak kapan lo disin?” ucap Biol kaget.


Vivi hanya diam saja melihat kearah Biol, dan terlihat begitu banyak perban menutupi bagian muka, dan badanya.


“lah malah diem, udah dari lama ya lo disini?”


Vivi pun menggangguk.


“jadi tadi lo denger dong apa yg gua dumelinn?” tanya Biol kaget.


“ iyaaaaa” ucap Vivi gugup sambil menunduk.


“ aduh... udah sana balik udah malem juga, orang tua lo pasti lagi binggung tu dirumah nyariin lo!” ucap Biol.


Vivi yg mendengar itu pun tidak menghirauka nya dan bertanya.


“kamu adikya kak Unzo zau?” tanya Vivi hati-hati.


            Biol pun kaget, iya berfikir pasti gadis itu tau karna mendengar dumelanya tdi.


“hahh pasti lo denger tadi ya?”


Vivi pun menganguk.


“huft dan lo pasti tau juga gua ini siapa?”


“iya”


Biol pun menatap Vivi dengan tajam.


“maka dari itu, jauhin abang gua kalo lo ampek buat dia sedih karna sifat kekanak-kanakan lo, lo bakal berurusan ama gua, jangan lo fikir abang gua itu mainan lo!!” jelas Biol.


Vivi  pun kaget.


“ehh maksud kamu?” ucap Vivi bingung.


“huft jangan buat abang gua sedih, kalo bisa trima cinta dia anggap aja itu balasan kejadian malam ini, dah mending sekarang lo pulang!!” ucap Biol meninggal kan Vivi dan menenteng tiga keresek mangga.


“hahahah lumayan ni mangga nya hahaa” ucap Biol bahagia menuju parkiran.


Vivi yg melihat Biol itu pun binggung.


“ dia kok aneh banget sih oranga nya? ” guman Vivi binggung.


“ hah untung tadi udah gua minta kunci motor gua ama si Nimo” ucap Biol sambil memanaskan motornya.


Vivi yg mendengar itu pun tertawa, karena Biol salah menyebut nama Naomi menjadi Nimo lg untuk yang kesekian kali nya. lalu Vivi pun memanaskan mobilnya. Sambil menungu mobil ya panas Vivi pun menghampiri Biol sambil membawa sebuah minuman kaleng.


“ nih” ucap Vivi pada Biol.


“ buka sendiri ngapa?, gtu aja minta bukain, dasar manja!” ucap Biol salah kaprah.


“ihh ini buat kamu” ucap Vivi sebal.


“ ohh buat gua, bayar gk ni?, klo bayar gk ah” ucap Biol mengembalikan minuman tersebut.


“ihh ya enggak lah, itu tanda trima kasih aku karna kamu dah nolong aku”ucap Vivi sebal.


“murah amat harga ya?,Cuma sekaleng doang ckck” emang dasar gk tau trima kasih ini orang.


“idihh untung-untungan aku kasih” ucap Vivi sebal.


“emm yaudah, makasih ya” ucap Biol meminum-minuman itu.


Keheningan pun terjadi disana, hingga salah satu dari mereka berbicara.


“ tolong jangan cerita kesiapa pun tentang hal ini” ucap Biol.


“eh.. emmm kenapa?”


“pokoknya jangan menceritakanya pada siapa pun!”


“ya kenapa sih?, emangya klo ada yg tau selain kita”


“bukan urusan lo juga kan!, jangan masuk terlalu jauh ke kehidupan gua ingat!!”


“emmm oke lah”


Akhirya heningpun terjadi lg, sampai Vivi mulai berbicara.


“Kamu kenapa tdi nolongin aku?”


Biol pun menoleh dalam minumnya.


“gr amat mbak, tdi Cuma kebetulan aja, lagian gua juga lg maling mangga tdi, gua takut aja entar di aduin ama mereka”jelas Biol.


“kok aku ngerasa aneh ya ama jawaban kamu”


“aneh kenapa?, lebih aneh tu cewek yg sok cantik trus mainin cowok se enak nya, itu baru aneh” sindir Biol.


Vivi pun merasa bahwa itu dirinya merasa tersindir dan marah.


“kamu nyindir aku!!”ucap Vivi marah.


“oh ngerasa, bagus deh”


“bisa gk jaga mulut kamu klo ngomong, lagian mereka yg ngedeketin aku!” judes Vivi.


“lah suka-suka gua lah congor-congor gua, ya itulah kesalahan lo”

__ADS_1


“kok salah aku?” ucap Vivi tidak terima.


“ salah lo lah, udah tau kek gtu bukanya cari cowok biar gk di ganguin lg, tu abang gua siap kok heheeh” ucap Biol.


Vivi pun terdiam, dan menatap Biol dengan mengerutkan dahi.


“ kok dia gk tertarik ama aku ya?” guman Vivi.


Biol pun melihat kearah Vivi dan bingung, karna gadis itu menatap nya.


“lo ngapa ngeliatin gua, ganteng ya?” ucap Biol sambil memengot-megotkan wajahnya.


“idih” jawab Vivi.


“udah lo mending jadian aja ama abang gua, apa susahnya sih?, ni gua kasi tau nya abang gua itu pewaris tunggal perusahana properti ter besar di kota ini, trus orang nya baik, penyayang, lembut, keren, wanggi, rapih, pokok ya perfek dah, gua jamin lo gk bakal nyesel jadi bini ya dia kelak hheheh” terang Biol panjang lebar.


“ kamu promosiin kakak kamu?”


“gk sih klo lo gk mau juga gk  masalah, tpi liat aja sapek abang gua jadi sedih gara-gara drama kampret ini”


Terjadi keheningan sesaat hingga akhirnya Vivi pun berbicara.


“ lah terus kamu?”


“gua ngapa?”


“kenapa gk protes klo kakak kamu jadi pewaris tunggal, setau aku anak paling bungsu yg berhak”


Biol pun terdiam dia bingung mau jawap apa dan akhirya iya ingat akan senjatanaya yg tdi ia petik di dekat gudang.


“ oh ya ni buat lo” ucap Biol memberikan mangga setangkai-tangkainya.


“eh ini buat aku?” ucap Vivi kaget.


“gk mau?, yaudah” ucap Biol hendak memasukan kembali ke kantong plastik.


“eh, mau-mau sini” ucap Vivi merebut mangga tsb.


“kirain gk doyan?, teryata doyan juga, yah berkurang dong mangga gua” guman Biol, sifat sok nawarin tapi gk ihklasya mucul juga.


“anggap aja itu sogokan biar lo gk ngadu klo gua yang ngabisin mangga di deket gudang itu” ucap Biol.


“ jadi kamu nyogok aku?!!” ucap Vivi marah.


“ehh mobil lo kek ya udah panas tu, gua duluan ya byy” ucap Biol megalihkan pembicaran dan pergi meninggalkan Vivi.


“eh-eh jawap pertanyaan ku dulu!” teriak Vivi.


Vivi pun kecewa karna tidak mendapat jawaban dari Biol, tapi dia terseyum sambil memeluk buah mangga yg tdi di berikan Biol pada nya.


“dasar tukang sogok hihihiihi” ucap Vivi cekikikan.


Vivi pun pulang kerumahnya, dan entah kenapa rasa syoknya pun sudah hilang entah karna apa, mungkin karna candaan dari Biol atau apa dia tidak tau.


Sedangkan di sebuah rumah besar tengah berdiri seorang pemuda yg sedang  menatap rumah tsb, tatapan matanya begitu sedih entah apa yg terjadi padaya.


“lahh kekunci lagi dah gua” uucap pemuda tsb.


Pemuda tsb yg tidak lain adalah Biol pun langsung mengeluarkan hp ya dan menelpon seseorang .


“halo Biol kamu dimna?, kok baru nelpon?, cepet pulang Mama Papah khwatir!!” ucap seseorang.


Biol pun hanya diam mendengarkan ucapan orang tsb, tiba-tiba setetes airmata keluar dari kedua kelopak mata nya.


“ahahah gk nyangka Mama sama Papa bisa khwatir juga ama gua,jadi seneng gini gua ahahha” ucap Biol dalam sedih dan tangis nya.


“haloo” suara orang di sebrang.


“iya gua masuk bang, tolong bukain pintunya” pinta Biol.


Setelah menunggu beberapa saat, pintupun terbuka dan keluar lah seorang pemuda dengan raut wajah cemas dan disusul kedua orang tua nya dengan wajah yg tidak jauh berbeda.


“ malam”ucap Biol dan pingsan.


Biol pun pingsan tepat di depan keluarganya, betapa khwatirnya sang ayah dan langsung memapah sang anak untuk masuk kedalam kamar dan membaring kanya.


“ cepat hubungi dokter Pah!” ucap sang istri.


“ iy Mah” balas sang ayah.


“ jangan pahhhh!” cegah Unzo zau.


“ kenapa nak, Papah harus hubungi dokter kamu gk liat badan adek kamu?” ucap sang ayah.


“ apa Papa lupa yg di katakan Biol?”ucap Unzo zau.


Mereka pun terdiam dan mulai megingat masa-masa lampau.


“benar kata Unzo pah, udah kita serahkan aja ini sama Unzu,bukan dulu Biol pernah lebih parah dan ya hanya dengan Unzo saja dia bisa cepat pulih” ucap sang istri khwatir.


“ baik lah, Unzo jaga adik mu!” ucap sang ayah.


“baik pah” ucap Unzo.


Akhirya kedua orang tua mereka pun keluar dari kamar dan, meyisakan mereka berdua.


“sekarang apa lagi Biol?” ucap Unzo cemas.


 


 


( BERSAMBUNGGG)


Spoyler :


Apa yang akan terjadi selanjut nya?


Bagai mana dengan keadan Biol?


kepoo kannnn? kan? emang enak kepooo wkwkwk?


tunggu ini aj ya novel gk berbenefit yg satu ini hahaha.

__ADS_1


__ADS_2