
"Ham kamu harus pulang sekarang papa sakit, beliau mencarimu." Isi chat nuri kakanya ilham.
"sakit kak, oke ilham akan segera kesana." balasnya dengan bergegas mengambil kunci mobilnya.
Dia adalah ilham prawira seorang pengacara muda yang tampan pintar bin jenius yang pastinya mapan, banyak para wanita yang berusaha mendekatinya, dan akhirnya hatinya tertambat dengan seorang wanita karir bernama monika, seorang model yang cantik dan berprestasi yang merupakan anak keluarga konglomerat.
dengan gerak cepat ia melangkah keluar ruangannya.
"Ham lah mau kemana? ini berkasnya."
ucap jhon teman akrabnya ilham di kantor.
"gue harus segera pulang jhon papa gue sakit." ucap ilham dengan tergesa-tergesa.
"Sakit? hati hati bro."
dengan kecepatan yang tinggi ilham menuju kerumahnya sekitar 10 menit akhirnya ia tiba.
"assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." sahut orang rumah
"pa? ini ilham pa."
"Ilham umur papa sepertinya tidak lama lagi, dan papa sepertinya tidak sempat melihat kamu menikah nantinya,papa ingin kamu mengabulkan permintaan papa untuk terakhir kalinya." ucap papanya ilham dengan nada halus tidak berdaya
"papa jangan ngomong gitu."
"Papa gak boleh ngomong gitu, papa pasti kuat." sahut anita istrinya
"Papa sayang kalian semua, ilham! papa punya sahabat di kalimantan, ia punya anak perempuan dan papa ingin kamu menikah dengannya."
"Menikah? tapi kan il..."
"ini adalah permintaan papa ilham."
"Ilham harus memikirkannya pa." sahutnya dengan meninggalkan mereka dan menuju kamarnya.
*POV Ilham*
Bagaimana ini? Menikah? dengan orang yang tidak kukenal? ini gak mungkin."
"ish kenapa nomornya gak aktif lagi."
"sayang kamu dimana? ada yang ingin aku omongin,penting." isi chat ilham untuk monika
10 menit kemudian
"kemana sih kamu monika, kenapa susah banget hubungin kamu" kesal ilham
kemudian pintu kamarnya terdengar ada yang mengetok.
"Ilham, kamu dipanggil papa."
"iya kak."
dikamar orang tuanya.....
"ilham, papa harap kamu bersedia nak."
melihat papanya yang sudah begitu pucat dan lemah membuat ilham tidak sampai hati menolaknya, wijaya ia adalah sosok panutan bagi ilham seorang papa yang selalu mendukungnya dalam berkarir.
"iya, ilham bersedia, tapi ini semua demi papa."
"Makasih ilham anakku."
.....................
"pa! pa! papa! bangun pa!" ucap anita dengan menggerakan tubuh suaminya itu.
"papa!!!!!!" tangis nuri tersungkur diatas tangan papanya.
"udah sayang, kamu harus kuat." ucap Imran suaminya.
ilham hanya terdiam terpaku melihat papanya sudah pergi meninggalkannya, air matanya terus mengalir namun ia harus kuat seperti apa yang sudah diajarkan papanya selama ini, bahwa perpisahan itu pasti ada.
..........
"Hallo ham."
__ADS_1
"Hallo jhon gue akan cuti untuk 2 minggu kedepan, karena ada urusan keluarga, gue minta tolong jhon, tolong handle kan pekerjaan gue selama gue gak ada."
" terus gimana keadaan bokap lo."
"bokap gue udah gak ada." sahut ilham
"Innalillahi wainalillahirojiun, yang sabar ham gue tau perasaan lo."
*****
Hari ini ilham akan berangkat ke kalimantan bersama ibu dan kakanya nuri beserta suaminya, tak lama setelah tiba di kalimantan selatan mereka telah disambut oleh keluarga calon istrinya.
"Selamat datang bu anita."
"terima kasih pak lukman, bu lisna."
*Ditengah ruangan keluarga*
"Maksud kedatangan kami kesini adalah ingin melamar anak gadis bapak, sebenarnya jika mas wijaya masih ada beliau pasti sangat senang dengan moment ini pak ."ucap anita
"saya turut berduka cita bu anita, saya sangat terkejut sekali setelah mendengar kabar beliau, saya dan beliau sangat dekat betul hingga sekarang, berbicara soal perjodohan kami sudah membahas ini sudah lama,tentu kami menerima lamaran ini, anak gadis saya pun sudah tau soal perjodohan ini,dan ia juga menyetujuinya." sahut lukman
"Alhamdulillah kalau begitu pak."
*POV Ayla*
Hari ini adalah hari dimana aku dilamar oleh seseorang yang tidak aku kenal
bagaimana ini? apakah dia baik? ah sudahlah ayla kamu harus yakin semua pasti berjalan dengan baik.
TOK..Tok......
"Ayla! calon suamimu sudah datang dek."
"benarkah kak, aduh ayla gugup sekali."
"dia tampan sekali ay, mirip lee min ho hehehe."sahut nilam kaka ayla dengan terkekeh kekeh
*Di ruang tamu*
Ayla datang ditemani kakanya nilam, pandangan ayla tidak lepas dari ilham.
"Cantik sekali." ucap anita dengan berdiri dari tempat duduknya melihat kedatangan ayla.
"terima kasih tante."
"kok tante, mama? karena sebentar lagi kamu akan jadi mantu saya."
"iya ma." ucap ayla tersipu malu
"Mantu! ih culun begitu dibilang mantu, jika bukan karena perintah papa, gak sudi aku menikah sama gadis desa ini." gumam ilham sinis melihat alya.
"ilham." ucap anita memberikan kode untuk anaknya.
"Perkenalan nama saya ilham prawira." ucap ilham dengan muka dinginnya itu.
"Nama saya ayla fikra." sahut ayla dengan menunduk malu.
******
Mereka membahas rencana untuk pernikahan ilham dan ayla, sekitar hampir 30 menit berbincang-bincang, titik temu akhirnya dapat, dimana pernikahan tersebut akan digelar di banjarmasin ditempat kediaman ayla. Hampir seharian ayla bingung harus bagaimana, ia sendiri pun peka dengan tatapan ilham yang mana ilham tidak menyukainya.
"Bagaimana ini ya allah, apakah hidupku harus seperti ini, menikah dengan orang yang tidak aku kenal sebelumnya." gumam ayla
TOK....Tok....
"Ayla kaka boleh masuk."
"Masuk aja ka."
"kok kamu kelihatannya bingung gitu, kenapa ayla, cerita sama kaka."ucap nilam dengan mengelus pundak ayla.
"kak aku takut sekali."
"takut kenapa ayla."
"aku takut kalau ilham tidak menyukaiku, kaka lihatkan tadi tatapannya begitu sinis sekali kepadaku."
"Kamu ini bisa aja, mungkin wajahnya aja seperti itu." sahut nilam tersenyum kecil menatap ayla
__ADS_1
"tapi kak..."
"udah ayla kamu harus yakin, dia adalah jodohmu dek, dan ingat tetap tersenyum ya." ucap nilam meyemangati ayla.
"iya kak."
*Hari pernikahan*
"Saya terima nikahnya dan kawinnya ayla fikra binti lukmansyah dengan maskawin yang tersebut dibayar tunai."
"bagaimana para saksi, sah."
"sahhhh."
"Alhamdulillah."
tak ada satu pun teman ilham tau tentang pernikahannya hari ini, semua di rahasiakannya agar image nya tetap terjaga. hari ini pikiran ilham begitu kacau karena monika kekasihnya itu tak kunjung aktif ponselnya.
"Kemana kamu monika?" kesal ilham dengan kekasihnya itu
"ilham!"
"eh ka nur."
"kamu ngapain disini."
"yaa lihat pemandangan aja kak, disini sejuk banget pas buat yang lagi gerah."
"ilham! kamu tidak bisa membohongi kaka, kaka tau kamu tidak suka kan mengenai perjodohan ini.
"jika bukan permintaan papa, aku gak sudi kak menikah dengan gadis kampung itu!" sahut ilham dengan kesal
"tapi ilham kamu harus belajar mencintai ayla, dia sekarang adalah istrimu, dia sangat baik orangnya soleh juga."
"kak!! aku ini sudah punya pacar kak, monika! monika! kaka tau kan kami sudah lama pacaran."
"iya kaka tau, tapi kaka rasa yang cocok buat kamu itu ayla, bukan monika ilham."
"ah udah terserah kaka saja, kaka sama saja seperti mama, ya! silahkan kalian berpihak saja sama gadis kampung itu."ucap ilham dengan meninggalkan nuri sendirian ditepi kolam ikan tersebut.
"ilham!"
"suatu hari nanti kamu akan mencintai ayla ,ilham." gumam nuri
"Sayang."
"mas, kamu dari mana?"
"Baru saja habis ngobrol sama keluarga besarnya ayla." sahut imran suaminya nuri
"mas kamu yakin gak kalau ilham bisa menerima ayla jadi istrinya?"
"memangnya kenapa, kok kamu nanyanya gitu?"
"yaa,, gak papa mas aku cuman khawatir aja, kamu tau kan ilham itu orangnya dingin banget."
"udahh kamu yakin aja,meskipun ilham itu dingin banget orangnya, tapi ia kan orangnya baik, penyayang sama keluarga, tentu dia pasti bisa menyayangi ayla istrinya." sahut imran memegang punggung tangan istrinya.
"iya mas."
*Di Bali*
"monika! lo kok kaya banyak pikiran gitu." tanya salah satu temannya
"gak tau kenapa, kok perasaan gue gak enak aja gitu."
"kok gue liat lo gak ada telpon telponan sama ilham, biasanya lo paling bucin disini." celetuk temannya.
"kalau gue nelpon ilham, dia pasti nyuruh gue pulang ke jakarta."
"iya sih, yang sabar ya mon punya pacar yang begitu sensitif banget." celetuk temannya berambut pendek itu.
*Di kamar pengantin mereka*
tampak duduk sendirian ayla didepan cerminnya, dengan melepaskan pernak pernik di kepalanya, namun tak kunjung juga ilham menemuinya.
"ya allah hamba gugup sekali." gumamnya
krekkkkkkk bunyi pintu mengejutkan ayla.
__ADS_1
"Mas ilham!"