JANGAN TERLAMBAT

JANGAN TERLAMBAT
Kesabaran Berlanjut


__ADS_3

"Tadi ilham cari udara segar ma, benarkan sayang?" tanya ilham dengan tatapan meyakinkannya itu


"Mm iya ma."


"Oo ya udah, ilham ayo kita makan bersama inikan kali pertamanya kita makan bareng ayla dirumah ini." ucap anita


"Iya ma." sahutnya menuju ketempat duduk disamping ayla


Beberapa menit kemudian setelah sarapan pagi, mereka semua kembali ke aktivitas masing-masing tampak imran yang sudah rapi dengan jasnya akan berangkat kekantornya, bi darmi yang sedang sibuk menyiram tanaman, pak dalang dan pak rudi yang asyik bercanda, tampak pula seorang gadis termenung dibalik jendela ya? Itulah yang dirasakan ayla ia merasa seperti hidup sendirian.


Dring.........


"Hallo ka."


"Hallo ayla, apa kabar dek disana, gimana kamu bahagiakan?ilham orangnya baik kan?Ayla ko diem sih."


"Mmm iya kak, mereka semua sayang sama ayla."


"Syukurlah kalau begitu dek."sahut nilam


"Kaka apa kabar, bapa sama ibu juga apa kabar kak?"


"Kami semua Alhamdulillah baik disini, kamu mau bicara sama ibu? ini ibu ada disebelah kakak, kalau ayah lagi di kantor desa."


"Boleh kak, kebetulan ayla kangen banget sama ibu."


*****


"Hallo ayla."


"Hallo bu, ayla kangen banget sama ibu."jatuh air mata ayla berderai


"ibu juga kangen banget sama kamu, disana kamu harus pinter ya nak jadi seorang istri, harus siap dengan keperluan suami ya?"


"Inggih bu, ayla selalu ingat pesan ibu."


"Kamu udah makan nak?"


"Alhamdulillah udah bu."


"Syukurlah."


*****


Krekkkkkk


Ayla terkejut ketika melihat ilham tiba-tiba datang.


"Udah dulu ya ma, nanti ayla telpon lagi Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Lah kok bentar banget ayla nelpon." celetuk nilam


"Mungkin dia sibuk, kamu kan tau adikmu sekarang sudah menikah nilam."


"Iya bu."


*****


"Mas? Kamu mau kemana kok buru-buru gitu sih."Tanya ayla heran


"Aku mau ketemuan sama monika."


"Astagfirullah, tega sekali kamu ngomong perempuan lain di depan istrimu sendiri."


"Lah inikan fakta, lebih baik aku jujurkan daripada bohong sama kamu."Ucap ilham ketus


"Tapi mas..."


........


Ilham malah pergi meninggalkan ayla tanpa peduli dengan perasaannya, ia lebih memilih perempuan yang menurutnya itu adalah kebahagiaannya, dibandingkan istrinya sendiri.


*POV Ilham*


Hari ini aku akan bertemu dengan monika, karena baru saja ia mengirimkan sebuah chat diwhatsapp ku bahwa ia ada ditempat kerjanya.


"Aku kangen banget sama kamu mon." ucap ilham dengan fokusnya menyetir dengan terburu-buru untuk menemui pujaan hatinya itu.


Beberapa menit kemudian ia tiba didepan gedung besar tempat ayla bekerja, ya? Posture management. agensi tempat monika berkarir.


"Aku udah di depan nih, kamu keluar ya, soalnya banyak wartawan." isi chat ilham


"Oke sayang."


Beberapa menit kemudian tampak monika keluar dengan mengenakan kacamata bergaya cartier paris dengan rok mini silver ketat hingga membuat ilham terpesona dengan kecantikan monika.


"Lama ya sayang nunggunya, tadi ada wawancara."


"Gak lama kok."


Selama diperjalanan ilham tampak dingin dengan monika, hingga membuat monika kesal dengan ilham.


"Kamu kenapa sih yank, kamu marah ya sama aku?"


"Kamu kemana sih, satu minggu ini susah banget dihubungin."

__ADS_1


"Oh aku itu ada acara keluarga yank di bali, kamu tau kan tante ajeng aku, ia ulang tahun disana, gak enak kan kalo gak datang."Ucap monika berusaha meyakinkan ilham


"Tapi kenapa susah banget handphone kamu dihubungin?"


"Handphone aku kemarin kecebur yank dikolam renang, pas lagi party itu."


"Kenapa gak pinjam handphone teman kamu, untuk kabarin aku."


"Ih kenapa sih ilham ini rempong banget deh, banyak tanya, jadi kesel kan."gumam monika


"Yaa, udah lah yank yang penting kamukan udah tau kalau aku ke bali cuman datang ultahnya tante aku."


"Lain kali, kamu harus kabarin aku,aku kan jadi khawatir."


"Iya iya sayang, ih kamu nih kalau lagi marah lucu juga." ucap wanita tersebut dengan bersikap manja dengan ilham


Mereka pun menghabiskan waktu bersama seharian, membeli semua kebutuhan monika dari atas sampai ujung kaki semuanya terpenuhi, bagaimana tidak? Ilham seorang pengacara sukses tentu tidak menganggap ini merupakan kerugian melainkan sebuah kebahagiaan baginya.


"Aku mau tas ini yank, bagus banget inikan yang lagi hits itu." ucap monika


"Iya sayang, apa sih yang nggak buat kamu."


*****


"Kemana kamu mas? Ini udah sore tapi kamu belum juga pulang." gumam ayla dengan tatapan penuh cemasnya dibalik jendela kamarnya.


Ingin hati menghubungi ilham namun ia sendiri pun tidak memiliki nomor ponselnya, tentu jika ia minta dengan orang rumah, mereka pasti curiga dan ayla tidak ingin membuat masalah.


Tepat jam 7 malam ilham baru tiba dirumah, ayla yang tengah duduk didepan cerminnya itu mendengar suara ilham, ia pun segera keluar, namun ketika kakinya hendak keluar kamar, ilham lebih dulu hingga menghentikan langkah ayla.


"Mas? Kamu dari mana?" tanya ayla


"Tanya mulu, terserah aku mau kemana."


Ucap ilham


"maaf mas."


*****


"Nanti ada yang akan aku bicarakan sama mama." ucap ilham


"Apa yang ingin kamu bicarakan?"


"Aku ingin kita pindah kerumah yang satunya, aku capek harus pura pura baik sama kamu." ucap ilham dengan mata sinisnya itu dan meninggalkan ayla sendirian dikamar


"Astagfirullah alazim tega banget kamu mas."


*Diruang tamu*


"Sebentar lagi dia kesini kok ma, nah tuh dia."


"Oke, apa sih yang ingin kalian bicarakan?". tanya nuri


"Iya ada apa sih ilham?" tanya imran yang juga ikut ikutan penasaran


"Aku dan ayla memutuskan akan pindah kerumah yang satunya ma."Ucap ilham


"Pindah?Kenapa gak disini aja ilham." sahut nuri yang keheranan


"Ya, kami pengen mandiri aja ka."


"Jika itu keputusan kamu, kaka setuju ilham."sahut imran bijaksana


"Makasih ka."


"Tapi ilham, mama pengennya kalian disini aja, kita kumpul bareng disini."


"Ilham pengen mandiri ma, ilham janji ilham akan sering-sering kesini, ya kan sayang." ucap ilham memegang tangan ayla


"Sayang? Apa ini beneran mas ilham panggil aku begitu."gumam ayla


"Sayang?"


"Ehh iya, iya ma apa yang dikatakan mas ilham itu benar." sahut ayla dengan wajah yakinnya itu


"Apa ilham benar benar sudah bisa mencintai ayla."gumam nuri


"Ya sudah jika itu keputusan kalian, mama izinkan kalian untuk pindah kerumah satunya."


"Makasih ma."


"Iyaa."


*****


Keesokan harinya, mobil berwarna putih itu sudah berparkir didepan rumah, mereka pun berpamitan dengan orang rumah.


"Kami berangkat dulu ma, ka." ucap ilham


"Assalamualaikum ma."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Diperjalanan tiba-tiba mobil tersebut berhenti, hingga membuat keheranan ayla.

__ADS_1


"Kenapa mas?"


"Kamu pindah kebelakang!"


"Tapi mas."


"Ini mobil aku, jadi terserah aku kamu mau duduk dimana."


"Iya mas."


Ketika ayla pindah ke belakang, air matanya jatuh tak tertahankan, padahal baru tadi ia di sayang didepan mertuanya kini ia diperlakukan lagi seperti ini.


Beberapa menit kemudian mereka tiba dirumah bertingkat 2 berwarna silver tersebut.


******


Ilham menuju kamarnya dan ayla mengikuti dibelakangnya dengan perlahan menaiki anak tangga tersebut, namun ilham mengejutkan ayla hingga membuat langkahnya terhenti.


"Kamu mau kemana?"


"Kekamar kita mas?" ucap ayla


"Kamar kita? Apa kamu gak lihat kamar kamu dibawah."Tunjuk ilham dengan kasarnya


"Tapikan mas, aku takut apalagi rumah ini besar sekali."


"Terserah!!! mau kamu takut atau gimana? Aku gak peduli."


Dengan berat hati ayla turun kembali menuju kamarnya dibawah.


"Kamu harus kuat ayla." ucapnya berusaha menghapus air matanya


Tak terasa hari mulai gelap tak kunjung juga ilham turun dari kamarnya, mondar mandir sambil menunggu itulah yang dirasakan ayla, ia bingung harus bagaimana.


"Apa mas ilham gak lapar ya."


"Panggil apa gak ya, tapi kan."


"Aduh, aku takut jika ia marah kepadaku."


Alya pun memutuskan untuk menuju kamarnya ilham, dengan langkah pelan menaiki anak tangga tersebut akhirnya ia tiba didepan pintu kamar suaminya itu.


"Ketok gak ya."


"Ah gak jadi deh."


"Ketok aja ayla, niat kamu baik dia suami kamu, kamu harus yakin, semangat ayla."


Ucapnya berbicara sendirian


TOK..Tok.


"Mas, aku udah masak, kamu gak turun untuk makan?"


Tak ada satupun sahutan dari dalam, ayla tidak ingin terlalu menggangu ilham, ia takut jika ia marah kepadanya. Ayla pun memutuskan untuk kembali kebawah, ia rapikan makan malam tersebut, dan segera berwudhu, karena adzan isya sudah berkumandang sejak tadi.


******


"Ya allah, hanya kepadamu lah hamba meminta, sentuhlah hati mas ilham agar ia bisa mencintai hamba ya allah,aminnn."


Ketika ayla sudah selesai sholat, ia termenung dikamarnya,


"Aku tidak pernah membayangkan, pernikahan ku ini akan seperti ini." Gumamnya


Kemudian ayla pun keluar untuk mengambil


air karena ia merasa haus, tepat sekali ketika ia hendak menuju dapur ia hampir bertabrakan dengan ilham yang selangkah saja mau turun dari anak tangga kamarnya.


Dengan gerak cepat ilham menahan keseimbanganya agar tidak terjatuh.


"mas ilham!"


.......


"Mas aku udah masak udang goreng buat kamu."


"Aku gak laper."


"Tapikan kamu belum makan seharian ini mas."


"Ini aku mau makan, tapi aku makannya diluar sama monika."


"Monika? Mas? Aku ini istrimu, aku sudah berusaha menjadi istri yang baik buat kamu, tapi kenapa kamu seperti ini sama aku." ucap ayla tangisnya pecah di hadapan ilham


"Baru kali ini aku liat ayla nangis, ah bodo amat." ucap ilham dalam benaknya


"Kamu tau aku gak sudi makan masakan kamu, aku jijik!! dan satu lagi kamu jangan harap agar aku bisa menyentuhmu sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyentuhmu!!!!!!!!" ucap ilham dengan ketusnya langsung pergi meninggalkan ayla


Ayla menangis tersedu-sedu tersungkur dilantai marmer tersebut, hatinya patah berulang kali, diusianya yang masih muda yakni 19 tahun membuatnya tidak kuat menerima semua ini.


"Ya allah, sakit hati ini sakit ya allah." ucapnya


Makanan tersebut masih rapi tertata diatas meja makan tersebut, ayla memilih untuk kembali kekamarnya, iya memilih untuk istirahat dikamarnya dan berusaha menenangkan diri.


Keesokan harinya, ketika ayla hendak mencuci semua baju kotor, tak sengaja ia menemukan sesuatu di jas suaminya, yang berusaha ia perhatikan jelas-jelas.


"apa ini."

__ADS_1


__ADS_2