
"Iya, kok kamu kaget gitu sih."
"Hmm, gak kok sayang, a, aku gak kaget."
"Terus gimana yank kelanjutannya, aku bosan pacaran terus?"ucap monika
"Kok kamu terburu-buru gini sih yank, biasanya santai aja." sahut ilham
"Ya, aku iri aja sama teman-teman aku mereka udah pada nikah, padahal pacarannya bentar aja."
"Ya itukan mereka yank."
"Kamu belum siap ya nikah sama aku?" tanya monika
"Uhukkk huk kok ngomongnya gitu."
"Ya aneh aja, dulu kamu ngebet banget ngajak nikah sekarang kok kaya gak mau gitu."
"Bukannya gak mau, tapi waktunya belum tepat, lagipula aku juga disibukan dengan pekerjaan yang semakin menumpuk."
"Mmmmmmm."cemberut monika
"Nanti kita nikah kok, cuman waktunya aja belum tepat sayang."
"Bener."
"Iya."ucap ilham dengan mengelus rambut halus monika
******
Mengarah kearah jam tangannya sudah menunjukan jam 8, ilham pun segera pamit dari monika untuk pergi kekantornya.
*Diperjalanan*
"Menikah?"
"Bagaimana ini?"
Pikiran ilham kacau dan bingung harus bagaimana.
Brakkkkk
"Astagfirullah."
Dengan gerak cepat ilham berhenti dan keluar dari mobilnya dan tak sengaja ia menabrak seorang pria tua yang sedang menyebrang jalan.
"Bapak gak papa? Ada yang sakit gak pak, kita kerumah sakit ya pak?"
"Gak perlu nak, bapak gak papa."
"Bapa tinggal dimana? Biar saya antar."
"Rumah bapa disana."
"Baik pak saya akan antar bapak, bapak tunjukin aja arahnya ya."
Dengan pelan ilham membantu pria tua itu berdiri dan masuk kemobilnya.
"Pelan-pelan pak."Ucap ilham mengarahkan orang tersebut
*******
"Rumah bapak dimana?"
"Itu nak yang ada gerobak tua itu."
Bsssttttt
"ini pak?" Tanya ilham
"Iya nak, makasih banyak sudah nganterin bapak."
"Ya ampun kasihan sekali bapak ini, tinggal dirumah yang sangat tidak layak ditempati."Gumam ilham iba melihat tempat tinggal orang tersebut
"Bapak tinggal sama siapa disini?"
"Bapak tinggal sendiri, anak dan istri bapak udah lama meninggal."
"Maaf pak, maaf sudah menanyakan soal itu."
"Gak papa nak, bapak masuk dulu."
"Pak, ini saya ada uang buat bapak semoga bermanfaat."
"Ya ampun nak, gak usah repot repot,bapak baik-baik saja."
"Ini buat bapak, mohon terima ya pak sebagai tanda minta maaf saya sudah hampir mencelakai bapak.
"Tidak usah nak, simpan aja uangnya."
"Gak pak, saya mohon bapak ambil."
Melihat keikhlasan dan keseriusan ilham membuat orang tua ini tak sampai hati menolaknya lagi.
"Terima kasih nak, semoga rezeki kamu meningkat dan mendapatkan istri yang sholehah." ucap orang tua tersebut
"Istri sholehah?" gumam ilham
"aminnn, ilham pulang dulu yak pak sekali lagi ilham minta maaf ya pak."
"Iya gak papa nak, hati hati dijalan."
Selang beberapa menit akhirnya ilham tiba dikantornya.
"Huhh."
Merapikan tempat mejanya yang penuh berkas dan kembali mengatur posisi untuk mulai bekerja.
Krekkkk
"Ham, aku ada berita bagus."
"Berita bagus apa gi?"
Brakkkkk
"Aduh jhon sakit tau." ucap anggi yang terjatuh
"Soryy sorry."
__ADS_1
"Kenapa lagi lo jhon."tanya ilham
"Gue buru buru ham, tadi gue berpapasan sama pak chris, dan hari ini jadwal kasus gue ditanyakan."
"Terus? Lho kan pinter masalah kasus beginian dan pasti lho udah selesai."celetuk anggi
"Nah tu bener kata anggi."
"Mmm jadi tadi malam gue kan dinner sama cewe gue, jadi gue lupa menyelesaikannya."Sahut jhon mengacak acak rambutnya
"Kebiasaan deh lho, pacaran mulu nikah kenapa!" ucap anggi
"Hadehh bingung dah gue, tugas gue aja numpuk ditambah lagi masalah lho."ucap ilham yang kembali fokus kedepan leptopnya
"Plis bantuin gue dong." ucap ilham
"Iya iya karena lho udah bantuin gue kemarin, gue akan bantuin lho."sahut ilham
"Thnks brother."
Selang beberapa lama jam dinding menunjukan pukul 10 siang.
"Bismillah."
"Fighting jhon."Ucap ilham dan anggi
******
"eh gi tadi lho mau bilang apa?"
"flashdisk file lho aman ham, syukurnya file tersebut gue simpan di flashdisk gue satunya."
"benarkah, syukur deh."
"sorry ya ham, lain kali gue hati-hati lagi."
"iya gi, santai aja."
Dengan langkah pasti jhon menuju ruangan chris.
Tok tok...
"Masuk."
********
"Selamat pagi pak."
"Pagi."
"bagaimana perkembangan kasus kamu jhon?"
"Untuk masalah kasus ini udah 99% pak."Ucap jhon lantang
"Apakah sudah siap untuk bertarung dipersidangan nanti."
"Ooo pasti dong pak heheh." sahut jhon
"Bagus saya suka semangat kamu."Sahut chris dengan senyum sumringahnya itu
"Kalau begitu saya permisi pak."
"Iya silahkan."
Tap
Nafas rasa terputus membuat jhon keringat dingin, dengan langkah sedikit kram karena terlalu gugup.
Krekkkk
"Nah gimana?"
"Guee......."
"Kenapa? lho dimarahin?"tanya anggi serius
"Urusan gue kelar bro."
"Benarkah?" sahut ilham
"Ya donk."
"Jadi gimana apakah lho siap ngerjainnya secepat mungkin, 2 hari lagikan persidangan lho."celetuk anggi
"Pasti donk."
"Oke sip brother." tepuk ilham kepundak jhon
"Ham besok persidangan lho kan."
"iyaa, doain ya semoga lancar dan menang." ucap ilham
"pasti itu bro."
*Hari Persidangan*
Dengan mengenakan baju berwarna navy berbalut jas hitam, dengan dasi silver bata membuat ilham tampak gagah dan tampan hari ini.
"Ya ampun tampan sekali pak ilham hari ini."
"Iya beliau tampan sekali."
Semua mata perempuan disana menatapnya dengan berbinar-binar.
"Pagi pak."
"Pagi."
Stttttttt
"Ya ampun wangi sekali pak ilham."
"Garis wajahnya sempurna sekali."
Ting!
Dengan langkah pasti dan berwibawa ia keluar dari lift menuju ruangannya.
Krekkkkk
__ADS_1
Dengan melonggarkan sedikit dasi yang terikat dan melonggarkan otot yang terasa kencang.
"Oke fighting."Gumamnya
Dringgg
"Hallo."
"Sayang kamu dimana?"
"Dikantor kenapa sayang?"
"Kamu bisa jemput aku nggak?"
"Gak bisa, soalnya hari ini aku ada persidangan."
"Oh gitu, ya udah deh semangat ya."
"Makasih sayang."
"Iya yank."
15 menit kemudian ilham pun menuju ketempat persidangan, dimana hari ini persidangan dihadiri oleh puluhan banyak mata yang akan menyaksikannya.
"Oke semangat pak."
"Makasih pak ilham."
Ya? Ilham akan menuntaskan permasalahan Tentang upaya pembunuhan yang dilakukan terdakwa kepada kliennya.
Dari sorot kejauhan tampak jhon dan anggi tak lupa juga chris yang sudah memantau bagaimana kinerja ilham.
Dengan mata elangnya membuat ilham tampak siap untuk bertarung dalam persidangan kali ini.
*******
"Menurut hasil yang sudah kami dapat dan kumpulkan bahwasannya saudari indra arta herbimalah yang melakukan transaksi jual beli narkoba tersebut bisa anda lihat di daftar ini pak."
"Baik, apakah dari pihak saudari indra ada yang ingin dibantahkan."
"Terima kasih pak, sebenarnya bisa anda lihat video ini bahwa pak indra arta herbima dijebak oleh saudari arnold(terdakwa) dan itu beralasan tentang hutang, dan tentunya sebagai kaka ipar indra tidak kepikiran akan jebakan tersebut dan beliau pun memberikan uang kepada arnold dan perlu anda ketahui video ini adalah video cctv dirumah pak indra."Balas ilham tegas
"uang?Hutang? Jika pak arnold berhutang mengapa harus ada data daftar mengenai penyimpanan narkoba didalam mobil tersebut yang mengatas namakan indra arta herbima, dan ini sudah jelas bahwa pak indra lah yang berusaha menyangkut pautkan pak arnold."sahut pengacara arnold
"Oke, perlu kalian lihat semuanya plat mobil tersebut menggunakan huruf awalan AD dan dibelakangnya BS yang mana AD itu adalah Arnold sedangkan BS itu adalah nama istrinya arnold yaitu Bella santika, ini buktinya pak, dan ini bukan masalah mempautkan tapi faktanya pak indralah yang dijebak untuk menutupi kejahatan mereka, dengan cara berusaha mengunci beliau dirumah beliau sendiri dipukuli dengan benda keras. Bisa kalian lihat disini dahi beliau saja tergores lebam."Ucap ilham
"Wah keren ilham, hajar terus brother." ucap jhon
Suasana semakin tegang dengan situasi ini ditambah pengacara arnold sudah terlihat mati kutu akibat perang mulut yang dilakukan ilham kepadanya.
"Saya ingin membantah pak."ucap pengacara pihak arnold
"Silahkan."
"Pada saat itu pak arnold tidak ada dirumah tersebut beliau berada dikanada untuk rapat perusahaannya."
"Tunggu sebentar, rumah tersebut? itu artinya ada sesuatu yang disembunyikan dari semua ini, kenapa anda mengucapkan rumah tersebut, padahal anda bisa saja mengatakan bahwa pak arnold ada dirumahnya, dan asal kalian tau bukti bisa dimanipulasi namun kamera cctv tidak bisa dipungkiri, coba kalian lihat video ini."
"Tolonggggggg"
"Arnold kamu licik sekali."
...........
"Bisa kalian lihat Kepala pak indra tampak berdarah dan banyak memar dengan tangan terikat, dan ini adalah ruangan bawah tanah rumah beliau yang mana sangat kedap suara, jadi tidak ada satupun orang yang bisa mendengar suara beliau. mungkin dari kalian pasti bertanya-tanya mengapa pak indra dikurung disini, itu karena semua bukti ada pada beliau jadi saudari arnold berusaha untuk membunuh beliau dengan cara menyuntikan racun tikus ketubuh beliau namun disini pak indra berusaha melawan dan suntikan itu pun patah, dan mengapa beliau bisa lolos, karena pada saat itu pembantu rumah dari pak indra berhasil lepas dari sekapan mereka dan menolong pak indra dengan selamat seperti itu pak."
********
"Apakah ibu siap menjelaskan semuanya kepada kami?"
"Saya siap."
"Baik, tolong jelaskan secara detail permasalahan tersebut!"
"Saya disekap digudang yang tak jauh dari ruangan bawah tanah yang mana pak indra ada disitu, saya selalu mendengar suara orang berkelahi diruangan tersebut dengan kerasnya, ketika mereka pergi dari ruangan itu saya mencoba bersembunyi didalam lemari yang tak jauh dari ruangan itu karena kebetulan pintu cuman dihalangin meja saya bisa menggesernya,dan dengan bantuan pisau dapur saya bisa melepaskan ikatan pada pak indra dan kami menyusup keluar lewat jendela."ucap perempuan tersebut
Para hakim sudah tampak setuju dengan argumen yang diucapkan perempuan tersebut ditambah banyak bukti lebam ditubuhnya.
Setelah beberapa jam lamanya, ketok palu pun tiba dimana jawaban dari hasil sidang hari ini arnold lah bersalah dan dihukum penjara seumur hidup atas penyelundupan narkoba dan pembunuhan berencana.
******
"Congrast bro untuk sidang hari ini."
"Thnks jhon."
......
"pak ilham."
"Eh pak indra, iya pak?"
"Saya sangat berterima kasih atas kerja keras bapak membela saya dipersidangan, berkat bapak saya bebas dari kecaman ini semua."
"Sama-sama pak, saya harap tidak ada lagi yang mengganggu kehidupan bapak."
"Aminn."
Setelah indra klien ilham tersebut berlalu, sidang yang sudah selesai, pertemuan apresiasi yang diberikan chris telah tunai, hari menjelang sore ilham pun menuju pulang dengan rasa lelah yang membuat dahi mengkilatnya basah.
*Didepan rumah*
Tap
"Mas ilham."
"Hem."
"Mas udah makan? ayla masak sop ayam buat mas."
"Aku kenyang."
"Sekali aja mas, makan masakan aku."
"Aku kenyang, kenapa sih."
******
"Mmm kamu kuat ayla." gumamnya
__ADS_1
Maaf yaa teman agak terlambat, karena mimin juga lagi sibuk banget
•HAPPY READING