
Ilham yang menengok sekilas, ia langsung segera mengambil ponselnya dan pergi kembali meninggalkan ayla sendirian dikamar.
Ilham memilih untuk berdiam diri di balkon rumah itu, malam terasa dingin sekali hingga terasa menusuk tulang-menulangnya.
"Lebih baik aku disini daripada harus berada dikamar dengan perempuan itu."gumamnya kesal
******
"Kenapa kamu Mas tidak menyahutku, bahkan kau pergi dan tidak berbicara sepatah pun padahal ini adalah malam pertama kita mas." kesal ayla menangis tersedu-sedu di depan cermin berlatar kayu jati itu.
Malam pertama yang kebanyakan pasangan pada umumnya di habiskan dengan percintaan dan kemesraan, namun tidak dengan ayla ia harus di hadapkan dengan sajian pernikahan seperti ini. Suara semakin hening semua orang rumah sudah terlelap dalam tidurnya masing-masing namun ayla masih terpaku terdiam memandang semua ini.
"Ya allah kenapa semua ini seperti ini."
Tangisnya pecah di keheningan malam, sedangkan ilham ia memilih untuk menikmati malamnya seorang diri.
Pagi harinya, ilham terbangun dan terkejut melihat jam di tangannya sudah menunjukan jam 5 pagi. Dengan langkah cepat ia kembali kekamar, takutnya jika ada orang rumah yang melihatnya tidur di balkon, tentu akan menjadi masalah.
Krekkkk.....kreekkkkkkk
dengan langkah pelan Kaki ilham terhenti ketika ia disuguhkan dengan pemandangan yang mana istrinya tidur hanya beralas tapih.
"Hah!! ia tidur di sini padahalkan di kasur bisa, kenapa harus di lantai." heran ilham.
Kasur yang masih tertata dengan hiasan bunga-bunga disampingnya masih kencang dan rapi.
"Kenapa ia tidur disini, apa ia menungguku? Ahh kenapa juga aku harus memikirkan perempuan kampung ini, yang harus aku pikirkan sekarang adalah monika, kenapa dia gak aktif aktif."
Tak selang berapa lama ayla terbangun dari tidurnya, ia melihat ilham tengah duduk diatas kasur sambil memainkan ponselnya. Namun pergerakan ayla lebih dahulu diketahui ilham, ia pun beranjak dari tempat tidur dan menghampiri ayla.
"Ada yang ingin aku bicarakan."ucapnya ketus
"Ada apa mas?" sahut ayla
"Kamu tau? Aku sudah punya pacar di jakarta kami sudah berencana menikah, dan itu artinya aku sangat mencintainya.
"Maksudnya mas?"
"Kamu masih belum paham apa yang aku katakan barusan, aku tidak mencintaimu! Hanya monika dihatiku." sahut ilham pergi meninggalkan ayla.
"Monika? Pacarnya mas ilham? Astagfirullah alazim kenapa seperti ini."
Air mata pecah dipipi perempuan itu, hatinya berkecamuk.
Tok...tok..
"Siapa?"
"Ini kaka, ayla."sahut nilam
"Oh, masuk aja kak, pintunya gak dikunci kok."
*****
"Ayla! Mata kamu kenapa sembab begitu?" ucap nilam yang keheranan melihat wajah adiknya begitu
"Ini kak? Tadi ayla nonton drakor kak makanya baper eh nangis deh." ucap ayla berusaha menutupi kesedihannya
"Ya ampunn, ayla! Haha kamu ini sampe segitunya, ia sih menyayat hati banget memangnya kamu sampai episode berapa sih di the world of the married?" ucap nilam tertawa terkekeh-kekeh
"Baru episode 2 ka."
"Ya udah nanti kita nonton bareng okee, sekarang kita kumpul dulu, ada yang dibicarakan tuh, ilham sudah disana lo." ucap nilam
"Iya kak."
*Di Ruang tamu*
__ADS_1
"Pa, Bu saya mau mengajak ayla ke jakarta."ucap ilham yang berusaha menunjukan sisi baiknya didepan mertuanya
"Kapan nak ilham." sahut lukman
"Hari ini pa, soalnya saya banyak mendapat panggilan mengenai klien saya."
30 menit kemudian semua sudah siap, mereka pun berangkat ke bandara.
*Dibandara*
Nilam tidak bisa menahan air matanya karena harus berpisah dengan adik tersayangnya itu.
Ia memeluk erat ayla, hingga ayla pun tak kuasa menahan air matanya.
"Ayla, kalau kamu ada masalah atau apapun disana, telpon kaka ya dek, cerita sama kaka." bisik nilam hingga membuat jantung ayla rasa bergema
"Insya allah semuanya akan baik-baik saja kak." sahut ayla berusaha tampil bahagia
"Ayla berangkat ya bu, pa, ka, bapa sama ibu jaga kesehatan ya, ka nilam juga jaga kesehatan ya, Assalamualaikum."
"Ilham berangkat pa, bu."
"Saya berangkat ya pa lukman bu lisna, nanti kapan kapan main kerumah besan ya." ucap anita dengan senyum sumringahnya itu
Ketika semua sudah berpamitan hingga jarak mereka lumayan jauh, ayla berusaha meyakinkan hatinya bahwa ia baik baik saja disana.
Selang beberapa jam kemudian mereka tiba di jakarta, yang mana mereka sudah di jemput dengan dua mobil oleh sopir rumah mereka.
"Selamat datang nyonya, den, non." ucap pak dalang
Anita, Nuri dan suaminya berangkat lebih dulu sedangkan ilham dan ayla menyusul dibelakang.
*****
Selang beberapa menit akhirnya mereka tiba didepan rumah berwarna putih yang mana bergaya relief berlapis gold, hingga membuat ayla terdiam ketika tiba disana.
"Selamat datang ayla, dirumah baru kamu."
"Terima kasih ka." sahut ayla tersipu malu
"Ayo masuk ayla." ucap imran
"Iya kak."
Sedangkan ilham menyusul di belakang, tepat ketika ia melihat ayla begitu terdiam melihat rumah berwarna gold itu, membuat ilham merasa jijik. ketika melihat ilham lewat disampingnya membuat ayla terkejut dan langsung mengikuti ilham. Hingga mereka tiba disuatu kamar,ya? Kamar siapa lagi kalau bukan kamar ilham.
Tepat ketika mereka hendak masuk, bi darmi datang mengejutkan mereka
"Biar saya bantu non."
"Gak papa bu."
"Lah kok ibu to, panggil saja bi darmi yo."
"Iya bi."
Ketika mereka masuk kekamar itu, ilham sudah duduk disofa berwarna biru malam cerah itu.
"Taruh dimana non."
"Disini aja bi, makasih ya bi."
"Iya non, sama-sama apakah non ada yang diperlukan lagi?"tanya bi darmi
"Gak ada bi, udah kok semuanya."
"Iya non, ya udah bibi kembali kedapur dulu ya non."
__ADS_1
"Iya bi."
Ayla bingung harus mulai darimana, sejak tadi ilham hanya fokus didepan ponselnya.
"Mas? Mas ilham?"
Tengok ilham dengan mata sinisnya itu membuat jantung ayla rasa mau copot karena takut.
"Ada apa?" jawabnya ketus
"Baju aku taruh dimana ya mas?"
"Baju? Taruh dimana? Tanya lagi! mana aku tau, jangan harap kamu taruh didalam lemariku."Ucap ilham ketus
"Kamu kenapa sih mas, seperti ini sama aku, aku inikan istri kamu."
"Kamu memang istri aku, tapi itu hanya status, bukan perasaan, camkan itu!!!! Orang lagi capek diganggu lagi!"ucap ilham meninggalkan ayla.
*****
"Ya allah, kenapa harus seperti ini, kuatkan hamba ya allah."
Jam sudah menunjukan jam 7 malam, makanan suda mewangi diatas meja makan tersebut, tampak terlihat anita beserta nuri dan suaminya imran tengah duduk namun hanya ilham dan ayla saja yang tidak ada.
"Bi ayla sama ilham dikamar kan? Tadi bibi barusan habis dari kamar mereka kan?" tanya nuri heran melihat adiknya itu belum juga menemui mereka
"Iya non."
"Ya udah panggil mereka bi!" ucap nuri
"Baik non."
Beberapa menit kemudian, ayla datang menghampiri mereka.
"ayla, ilham mana?" tanya anita
"Mas ilham tadi barusan keluar ma, katanya cari udara segar." sahut ayla berusaha meyakinkan anita dan orang rumah tersebut.
"Aduh kebiasaan ilham itu, pasti dia masih gak percaya kalau sekarang sudah punya istri, tinggal pergi aja, maaf ya ayla."
"Iya ma."
*POV ILHAM*
Masalah ini membuat pikiran dan hati ku semakin kacau, rasanya aku ingin pergi agar terlepas dari ayla itu.
"Kenapa harus seperti ini, kenapa ini semua gak adil untuk aku." kata ilham mendengus kesal
Dringgg.........
"hallo."
"Hallo bro."
"Ada apa jhon."
"Ini, lo kemarin di cariin sama pa chris, katanya kapan lo masuk lagi."
"Mungkin besok jhon."
"Oh oke, ya udah gue mau ngetik lagi, nih gara gara lo, gue harus menghandle semuanya, tapi ini semua gak gratis ya ham." ucap jhon
"Iya iya nanti gue traktir terserah lo mau apa." jawab ilham
"Hehehe lo memang best friend gua dah."
*****
__ADS_1
Kemudian ilham kembali ke dalam, ia dikejutkan oleh anita, hingga membuatnya tidak berkutik untuk berbicara.
"ilham! kenapa kamu pergi meninggalkan ayla sendirian dikamar?" tanya anita untuk mencari kebenarannya.