
Melanjutkan eps sebelumnya...
andi dan faiz yang menuruni tangga untuk melihat apa sebab dari barang jatuh.
" ndi lu yakin mau lanjut kebawa?" kata faiz sambil memegang pundak andi.
"ya kita harus turun untuk memastikan apa itu pencuri atau hantu hayalan lu itu" jawab andi.
mengetahui andi memiliki tekad yang kuat untuk turun melihat kelantai bawa, faiz pun menyuruh andi untuk menunggunya mengambil senjata juga.
"yaudah ndi lu tunggu disini, gw mau ambil senjata juga" kata faiz sambil berlari ke kamarnya.
setelah itu andi pun menunggu faiz yang sedang mengambil senjatanya.
tak lama kemudian, benda dijatuhkan kembali dan terdengar seperti benda dari kaca.
mendengar benda yang pecah itu, membuat andi langsung bergegas ke lantai bawa.
"siapapun yang masuk kerumah orang lain tanpa izin, harus diberi hukuman" kata andi sambil mendekati sumber suara.
sesampainya dilantai bawah, andi dibuat terkejut dengan benda-benda yang ada dirumah faiz sudah dilantai semua, dan benda yang dipecahkan adalah vas bunga.
__ADS_1
ketika andi sedang memikirkan apa itu hantu atau pencuri, tiba-tiba saja dari belakangnya faiz berteriak sambil membawa sapu yang ada dikamarnya.
"ARGHHHH AYO MAJU!!!" faiz yang berlari menuju ke serpihan kaca.
"YO! berhenti iz, lu maju langsung masuk rumah sakit" kata andi sambil menarik tangan faiz.
andi yang berbicara menghadap faiz, membuat andi tidak melihat sosok putih yang keluar kearah pintu yang sudah didobrak, tapi faizlah yang jelas melihat sosok putih itu keluar, sosok itu membuat faiz terdiam dan berkata kepada andi, yang membuat andi sendiri kebingungan.
"Ndi gw.. takut banget serius" kata faiz sambil menatap kearah pintu.
andi yang sudah bosan dengan cerita faiz yang selalu melihat hantu, memilih untuk mengambil telepon rumah faiz dan menelepon pembersih rumah beserta tukang untuk memperbaiki pintu rumah faiz yang ia dobrak.
"Hallo selamat pagi, saya adalah pembersih rumah yang ditelpon, untuk membersihkan rumah ini" kata ibu pembersih.
"hallo selamat pagi, saya adalah tukang yang ditelepon untuk memperbaiki pintu rumah ini" kata pak tukang.
setelah datangnya dua orang tersebut, andi langsung menyuruh mereka untuk membersihkan kekacauan yang ada dan memperbaiki pintu rumah faiz.
"Baiklah, terima kasih sudah datang, mohon sekarang kalian jalankan tugas kalian" kata andi kepada dua orang itu.
sesudah menerima perintah dari andi, mereka berdua pun, menjalankan tugas mereka seperti biasa.
__ADS_1
setelah memerintahkan kedua orang itu untuk membersihkan kekacauan yang ada, andi pun mengajak faiz untuk pergi kekamar dia.
tapi pada saat andi berbalik, andi melihat faiz sudah tidak ada. dan segera berlari ke kamar faiz.
lalu saat andi sampai dikamar faiz, andi tetap tidak bisa menemukan faiz di kamarnya, andipun lanjut mencari faiz kekamar mandi dan ternyata benar, saat andi ingin membuka pintu kamar mandi, tiba-tiba saja faiz keluar sambil menyeka rambutnya.
"Lu kenapa ndi?" kata faiz.
"Lu.. gapapa kan iz?" kata andi dengan rasa khawatirnya.
tanpa menjawab pertanyaan andi, faizpun menarik tangan andi dan pergi ke kamarnya.
...(Dikamar faiz)...
"oke!, sekarang.. lu katanya mau cerita sesuatu kepada gw ndi, mau cerita apa?"
dengan tatapan kebingunan pada faiz, andi mengambil catatan-catatan tentang slavia yang sudah ia siapkan sebelumnya.
sesudah menyiapkan catatan-catatan itu, andipun mulai menceritakan siapa pemilik dari gelang yang ditemukan olehnya pada saat itu, dan siapa orang yang selalu melemparkan kertas ke arah mereka selama ini.
...****************...
__ADS_1