
Sekitar 1.700 tahun yang lalu di dinasti Yuan yang dipimpin oleh kaisar yuan. Memiliki wilayah yang luas dan kehidupan kerajaan yang makmur serta sang kaisar yang terkenal baik dan bijaksana. Tapi suatu tragedi menyebabkan dinasti ini berada di ambang kehancuran sebelum akhirnya runtuh.
Pagi ini kaisar Yuan dan selir kesayangan kaisar yaitu selir Chu berjalan-jalan dikuti para pelayan sedang mengelilingi istana.
"Lihat lah Bunga ini chuu, bunga ini seperti mu sangat indah"
"Terima kasih yang mulia, pujian anda berlebihan"
Ditengah perbincangan kaisar Yuan dan selir Chu, tiba seorang pria dikuti beberapa pengawal.
"Salam hormat kepada yang mulia" ucap pria itu seraya memberi salam.
"Berdirilah pangeran keenam" jawab yang mulia.
"Apa yang membuat mu datang kemari"
"Yang mulia ada sesuatu yang penting yang ingin hamba bicarakan"
Ahirnya kaisar dan pangeran keenam pergi meninggalkan selir Chu bersama pelayannya. Tak lama kemudian seorang pelayan dan seorang gadis muda tiba menghadap selir Chu.
"Salam hormat kepada selir Chu" ucap pelayan itu.
"Ada apa! Apa yang membawa mu kemari dan siapa gadis muda dibelakangmu" tanya selir Chu.
"Yang mulia gadis ini lah yang akan menggantikan posisi pelayan pribadi anda" ucap pelayan.
"Ah benarkah, emm kemarilah nak" ucap selir Chu.
Gadis itu mendekat mengikuti perintah selir chu.
"Siapa nama mu?"
"Nama hamba Cheon yu, nona"
"Emm nama yang bagus"
__ADS_1
"Terima kasih nona"
"Berapa umur mu"
"16 tahun nona"
"Kamu masih sangat belia, tapi baiklah mulai hari ini kamu akan menjadi pelayan pribadi saya"
"Terima kasih nona"
Kemudian selir Chu dikuti para pelayanya meninggalkan taman kerajaan dan kembali ke kediaman.
Malam hari di kediaman selir Chu.
"Yu, putra ku sebentar lagi akan tiba. Bisakah kamu menyiapkan makanan untuk makan malam, aku akan pergi ke kediaman kaisar sebentar"
"Baiklah nona"
Selir Chu pergi meninggalkan yu di kediamanya, di arah yang berlawanan seorang pria tinggi dan berwibawa berjalan menuju kediaman selir Chu.
Kreek.
Suara pintu terbuka angin yang berhembus cukup kencang membuat beberapa lilin padam dan ruangan menjadi remang-remang.
"Ah lilinya padam"
Tap tap tap
"Siapa disana" ucap Cheon.
Tap tap tap suara langkah kaki itu terdengar sangat dekat.
"Aku bilang siapa disana"
Orang itu tak menjawab. Cheon yang merasa ketakutan segera mengambil lilin yang masih hidup dan menghidupkan lilin yang sudah mati. Satu persatu lilin kembali hidup, hingga satu lilin yang Cheon hidupkan melihatkan wajah seseorang yang begitu indah dan tampan. Mata mereka bertemu saling berpandangan,mereka berpandangan sangat lama.
__ADS_1
Kreeek.
Suara pintu kembali terbuka membuat mereka sadar dan memalingkan pandanganya.
"Eh pangeran kau sudah tiba"
"Hormat kepada ibunda, hamba sudah menunggu mu dari tadi"
"Haha baiklah mari duduk lah ayo kita makan bersama"
Pangeran ke enam dan selir Chu makan bersama dilayani Cheon, selaman makan mata pengeran ke enam tak lepas dari cheon.
Keesokan paginya dikediaman pangeran ke enam.
" Jiyan apa kau tahu siapa nama gadis yang bekerja sebagai pelayan ibu ku"
"Dari yang saya dengar ia adalah putri dari seorang petani, ia bekerja untuk memperbaiki ekonomi keluarganya karena orang tuanya sudah meninggal dan ia harus menghidupi adik-adik nya dan namanya adalah Cheon yu tuan ku "
"Emm Cheon yu"
*
*
*
*
*
like komen dan jangan lupa vote ya kakak cantik.
satu lagi maaf kalau ada salah kata atau kata-kata yang gak bisa di mengerti. ini karya pertama author mohon dukungannya ya kakak.
salam dari author😘
__ADS_1