Jatuh Cintanya Sang Pangeran.

Jatuh Cintanya Sang Pangeran.
#10


__ADS_3

"Aku menemukan beberapa informasi tentang pangeran Jun......"


"Ayo ikut aku"


Jin Yun membawa Soo Jun kesebuah ruangan yang berisikan benda-benda sejarah yang baru ditemukan. Jin Yun menunjukkan sebuah lukisan yang di bawahnya terdapat sebuah tulisan kuno, yang tak lain riwayat hidup tentang pangeran Yuan Jun. Soo Jun memperhatikan tulisan itu dengan seksama dan mulai membacanya dalam hati.


"Yuan Jun putra ke enam dari kaisar Yuan dan putra dari selir chu sizi. Seseorang yang sangat berjasa pada dinasti Yuan. Agustus tanggal 13 tahun 321 pangeran Yuan Jun meninggal karena bunuh diri, kejadian itu terjadi sehari sebelum pernikahannya dengan putri seorang jendral kepercayaan kaisar Yuan."


Soo Jun menatap lukisan pangeran Yuan jun dengan lekat, tiba-tiba sesuatu terjadi. Kepalnya amat sakit dan sebuah kenangan masa lalu yang sangat menyeramkan masuk kedalam pikirannya.


"Tidaaakkk jangan bunuh dia"


"Maaf kan hamba tuan"


"Tidak jangan'


"Pangeran aku mencintaimu"


"Aku berjanji di kehidupan selanjutnya kita akan bersatu dan tak akan ada yang bisa memisahkan kita"


"Aakkhhh"


"Soo Jun kau baik-baik saja" tanya Jin Yun.


"Kepala ku sakit sekali" jawab Soo Jun menahan sakitnya.


"Lebih baik kita pulang"


"Baiklah"


Pagi harinya kantor majalah Heo.


"Ming yan" panggil seorang wanita sambil berlari.


"Hmm oh yuu Han" jawab Ming yan seraya menoleh kebelakang.


"Selamat pagi"


"Selamat pagi"


"Ming yan, bagaimana kabar mu pagi ini"


"Aku baik"


"Kok lemes sih" tanya yuu Han.

__ADS_1


"Gak apa-apa kok" jawab Ming yan.


"Yakin"


"Iya lah"


"Haha baik lah, oh iya Ming yan bagaimana kalau kita beli roti di toko sebelah sana" ucap yuu Han sambil menunjuk salah satu toko roti.


"Ayuk"


"Kamu mau beli apa Ming yan"


"Aku mau beli roti coklat"


"Baiklah"


Dikantor majalah Heo. Ming yan mengerjakan semua tugasnya dengan rapi.


"Ming yan direktur memanggil mu"


"Baik lah"


Ruangan direktur.


"Masuklah" jawab Soo Jun.


"Ada apa ya pak"


"Sore ini saya akan ada urusan, dan berkas-berkas ini harus di selesaikan sore ini. Jadi saya minta kamu menyelesaikannya. Dan besok pagi sudah harus ada di meja saya"


"Baik pak"


"Kembali lah"


Ming yan melangkah keluar, saat Ming yan berbalik Soo Jun melihat sesuatu yang mengingatkannya akan ingatanya kemarin malam.


"Aaakh" Soo Jun memegang kepalanya.


"Eh pak, bapak kenapa" tanya Ming yan yang hendak keluar tapi kembali lagi.


"Ke-kepala saya aakkhh, sakit"


"Kita kerumah sakit ya pak"


"Tidak usah, keluar lah"

__ADS_1


"Ba-baik pak"


Ming yan meninggalkan Soo Jun sendiri dengan rasa sakit yang sudah mengurang.


"Apa itu" batin Soo Jun.


Sore harinya.


"Yah hujan....." guman Ming yan.


"Orang udah pada pulang tinggal sendiri deh....."


"Udah ah lanjut aja"


Ming yan menerobos hujan dan menunggu bis, tak berapa lama bis berhenti bukan pada rutenya, supir bis menyuruh penumpangnya Turun karena bis mengalami kerusakan. Ming yan melanjutkan perjalananya dengan berjalan kaki.


Dari kejauhan Ming melihat seorang pria yang duduk ditengah hujan, basah dan dingin.


"Mmm apa dia gila, dua bisa sakit" ucap Ming yan seraya mendekat.


"Tuan, apa kau tidak apa-apa, berdirilah ini hujan nanti kau bisa sakit" kata Ming yan seraya membantu pria itu berdiri.


"Tuan berdirilah" pria itu tak bergeming, Ming yan memayungkan pria itu. Pria itu mengakat wajahnya, betapa terkejutnya Ming yan ketika melihat pria itu.


"Pak, di-direktur Heo" ucap Ming yan terkejut.



halo kakak\-kakak, maaf nih kalau novelnya kurang manarik. haha ini karya pertama author maaf ya kalau cerita nya membosankan, dan satu lagi kalau di episod ini gak masuk akal jangan dibawa serius ya ini semua cuma imajinasi author aja. hehe selamat membaca ya kakak, jangan lupa vote nya ya.


\*


\*


\*


\*


\*


like komen dan jangan lupa klik ❤️ nya ya kakak cantik.



salam dari author 😘

__ADS_1


__ADS_2