
"Ada apa ini yang mulia" tanya selir Chu.
Kaisar tak bergeming hanya terdiam.
"Ibu, ibu selamat kan ia, dia adalah wanita yang kucintai ibu" ucap Yuan jun.
"Tenanglah nak" ucap selir Chu.
"Ibu hanya dia yang ku inginkan selamatkan dia. Dia adalah hidup ku ibu" pinta Yuan jun.
Dihadapan semua orang Cheon ydanu dipukul hingga berdarah dan sudah setengah sadar.
"Cukup. Siang ini saret ia kehutan" ucap kaisar Yuan.
"Baik"
Setelah selesai Yuan jun mendekati Cheon yu dan memangku kepalanya yang berdarah.
"Yu bertahalah" ucap Yuan jun.
"Tu-tuan ham...hamba.. min-minta maaf karena telah me-membawa mu da-dalam....masalah...." Ucap Cheon yu terbata-bata dengan mulut yang terus mengeluarkan darah.
"Tidak, tidak kau tidak salah" ucap Yuan jun seraya mengelus rambut cheon Yu dan menangis.
"Ham...ba tidak akan bi-bisa bertahan le-bih lama lagi, tu...tuan berjanjilah untuk tetap hidup dengan tenang dan berjanji lah untuk bahagia setelah aku pergi, jangan buat kesalahan lagi tuan ku. Uhuk uhuk" ucap yu, matanya yang sayu membuat Yuan jun sangat merasa sedih, ditambah lagi dengan wajhnya yang cantik rusak dan tubuh mungilnya telah remuk akibat pukulah dari Kasim tadi.
"Tidak yu, jangan tinggalkan aku. Aku tak kan bisa hidup tanpa mu" ucap Jun terus menangis.
__ADS_1
Tak lama kemudian dua orang Kasim tiba dan menyeret Cheon yu.
"Tidaaakkk jangan bawa dia. Dia hidup ku jangan bawa dia" teriak Jun seraya terus menggegam tangan yu.
"Pangeran aku, aku mencintaimu" ucap Cheon yu lalu melepaskan tangan Jun.
"Cheon yu aku berjanji di kehidupan selanjutnya kita akan bersatu dan tak akan ada yang bisa memisahkan kita, aku mencintai mu" teriak Jun sambil terisak-isak.
Cheon yu diseret semakin jauh dan tersenyum tipis melihat pangeran untuk terakhir kalinya.
"Aku, akan menunggu mu Yuan jun...."
"Lihatlah Tuhan dia yang sangat ku ingin kan....."
"Persatukan aku dengannya, hanya dengan nya...."
"Aku mencintaimu Yuan jun" batin yu lalu pergi meninggalkan dunia yang masa itu sangat kejam.
1.700 tahun kemudian.
"Ibu aku berangkat"
"Baiklah hati-hati ya, semoga hari mu bagus"
Di jalanan kota tepatnya disebuah pemberhentian bis, seorang gadis muda yang kira-kira umurnya 20 tahun sedang menunggu bis.
"Aaaah lama sekali bisnya aku bisa terlambat" gerutu gadis itu.
__ADS_1
Tak lama kemudian bis pun tiba.
Di kantor majalah Heo.
"Aduh pasti aku terlambat..."
"A-anu permisi aku mau bertanya, hari ini aku interviu dimana ruangannya ya??"
"Dengan nona kang ming yan
"Iya benar"
"Oiya ruangannya disebelah sana"
"Terima kasih nona"
"Sama-sama"
*
*
*
*
*
__ADS_1
like loading men dan klik ❤️ nya ya kakak cantik, jangan lupa juga votenya.
salam dari author 😘