Jatuh Cintanya Sang Penyair

Jatuh Cintanya Sang Penyair
BAB 2


__ADS_3

" Kelvin bangun, mentang-mentang pengganguran kerjanya tidur melulu." Terdengar suara kakak ku dari luar kamar. Aku yang sedang bermimpi indah seketika terjaga, dasar manusia sinting kataku di dalam hati. Dia adalah mahluk yang paling menyebalkan bagiku saat ini. Tidak seperti kakak-kakak lainnya yang selalu menjadi pelindung bagi adiknya, dia bagiku bagaikan seekor nyamuk di tempat gelap dan selalu mendengung di telingga. Tak pernah hari-hariku sepi tanpa omelan dan gangguannya,bahkan cerewetnya mengalahkan nenek-nenek yang terkena hipertensi. Aku juga terkadang aneh, kok cewek pada betah dengan cowok seperti itu ya. Apa dia itu memiliki kepribadian ganda ya, yang bisa berubah jadi orang yang paling care ketika di depan orang lain dan menjadi nenek penyihir ketika bertemu denganku. Ah bodo amat, kututup telingga ku dengan headset dan kembali melanjutkan tidurku.


Gubrak...suara pintu terdengar di tendang begitu keras.


" Kamu mau bangun atau kakak robohkan pintunya." Terdengar suara Hasmi dari luar


Kalau udah seperti itu, dengan terpaksa aku harus bangun dan pergi keluar untuk menemuinya. Biasanya pasti ada perintah yang harus aku kerjakan.


" Sana cuci mobil dulu, aku mau ajak Bapak dan Ibu kerumah pacarku." katanya


" Emang di rumah kak Maika ada acara apa?" Tanyaku polos.


Maika adalah kekasih kakakku Hasmi, mereka sudah pacaran sekitar 4 tahun. Sekarang dia bekerja sebagai direktur di perusahaan pembuatan suku cadang mobil. Orang cantik, putih, pinter dan perhatian, kenapa kusebutkan perhatian. Karena dia yang selalu melindungiku dari gangguan kakakku. Berbanding terbalik dari Kakakku Hasmi yang pemarah dan maunya menang sendiri walaupun sih memang ganteng. Kadang-kadang aku juga aneh kenapa Kak Maika kok tahan dengan Kakak ku ya.


" Makanya jangan tidur melulu, hari ini aku mau tunangan dengan maika." Cepat sana cuci mobilnya.


Pantasan tadi malam kulihat ada beberapa barang yang di bungkus dengan Indah di meja ruang tamu. Kupikir hanya untuk dikirim kepada para pelanggan dari ibuku, karena ibuku selain mengurus rumah juga menyempatkan diri untuk jualan online.

__ADS_1


Berarti separah itukah posisiku dirumah, sehingga ada acara sepenting ini aku tak dilibatkan.


" Kok aku ngak di kasi tau kak?" Tanyaku.


" Kamunya aja yang sibuk dengan dunia hayalmu sendiri. Masak orang semua udah dari kemaren sibuk mempersiapkan acara ini kamu ngak tau." Jawab Kakakku Hasmi.


" Sudah..sudah. Cepat cuci mobilnya sana, kasian nanti keluarga Maika kelamaan menunggu." Kata Ibuku menengahi pertengkaran kami.


***


Huh...kutarik napas dalam-dalam, aku benar-benar kehilangan ide untuk menyelesaikan bab yang ke 5. Ini adalah hari yang ketujuh tanpa satu tulisan yang bertambah di Novelku. Novelku yang sedang ku tulis ini adalah tentang Seseorang lelaki yang terpaksa harus membunuh cintanya pada gadis lain karena dia sudah mempunyai istri dan istrinya ternyata juga tak mencintainya. Sepertinya aku harus bertanya pada Jarno bagaimana sebaiknya kelanjutan dari novelku ini.


" Jarnonya ada bi?" Tanyaku pada pembantunya Jarno yang membukakan ku pintu.


" Ada mas, di kamarnya." Jawabnya.


Kamar Jarno terletak di lantai dua, di samping kamarnya ada perpustakaan mini dengan kursi dan meja untuk membaca berbagai koleksi buku. Bapak dan Ibunya yang seorang dosen memang menjadikan ruang ini menjadi ruang favoritnya. Biasanya keluarga jarno banyak menghabiskan waktunya di ruangan ini.

__ADS_1


" Lagi apa bro." Tanyaku pada Jarno yang lagi sibuk membolak balik sebuah surat kabar lama.


" Lagi nyariin bahan referensi buat sebuah puisi dengan gaya bahasa lama." Jawabnya tanpa menghiraukan kehadiranku. Kalau sudah seperti ini maka menunggunya selesai adalah jalan terbaik.


" Ada masalah apa, tumben-tumbenan kerumah?" Katannya.


" Sepertinya ide ku habis bro,aku benar benar tak bisa melanjutkan ceritanya. udah satu minggu ini tak ada satu huruppun yang kutambahkan. gimana solusinya ni bos." Tanyaku


"Sebaiknya kamu stop dulu sampai di situ, karena yang namanya ide dia tak bisa di paksaan keluar. Dia akan mengalir dengan sendirinya, maka pekalah dengan keadaan sekelilingmu. Karena kita bisa mendapatkan ide dari pengamatan kita terhadap lingkungan sekitar." Kata Jarno.


" Untuk memulai sebuah tulisan yang bagus, sebaiknya mulailah menulis apa yang paling dekat denganmu. Bahkan mungkin pengalaman pribadimu bisa kau bikin cerita dengan tambahan khayalanmu." Lanjutnya


" Kalau begitu aku harus bikin karya baru dong, sambil menunggu ide karya yang lama?" Tanyaku lagi.


" Sebaiknya begitu, kalau mau bikin cerita cinta alangkah baiknya kamu sedang jatuh cinta atau paling tidak pernah merasakan jatuh cinta." katanya.


Kalau udah ngomong tentang cinta, aku bingung harus cerita apa. Karena pertama dan terakhir aku jatuh cinta kelas tiga SMP. Jatuh cinta pada seorang gadis bernama Dina Kristina anak kelas delapan, kemudian di tolak mentah-mentah di depan orang banyak.

__ADS_1


Mungkin karena trauma terhadap kejadian itu, maka aku seolah-olah anti dgn wanita.


__ADS_2