
Malam ini begitu sunyi, hanya raungan suara motor dan mobil yang saling berlomba mencapai tujuannya yang terdengar. Kata-kata dari Jarno tadi terbayang terus di pikiranku, kalau mau tulisanmu bagus tema yang kau angkat haruslah yang pernah kau alami atau paling tidak kau pernah merasakannya. Pantas saya kalau selama ini tulisanku begitu hambar kalau di baca, mungkin karena apa yang kutulis belum mampu kugambarkan secara sempurna. Itu karena aku tak pernah mengalaminya secara langsung.
Umurku sekarang dua puluh tahun, tapi kalau masalah percintaan pengalamanku sangat minim. Sedangkan rata-rata tulisanku temanya percintaan, baik itu novel maupun puisi. Berarti kalau tulisanku mau bagus aku harus sering mengalami rasanya jatuh cinta, rindu dan rasa sakit karena cinta. Bagaimana aku bisa melakukan itu, kepercayaan diriku tiba-tiba hancur dan hilang kalau sudah dekat dengan perempuan. Mungkin ini karena traumaku ketika pernah di tolak oleh Dina dulu.
Hu....apa mungkin diriku yang culun ini bisa jadi fuckboy. Tapi ini adalah sebuah keharusan jika ingin tulisan ku bagus, karena aku sudah memilih menulis adalah jalan hidupku. Aku harus membuktikan kepada kedua orang tua ku dan kakak-kakakku, kalau apa yang kupilih sudah benar. Kalau tidak maka selamanya aku akan jadi pecundang di dalam keluarga ini.
Kepalaku semakin pusing untuk memulai sekenarioku jadi fackboy ku ini dari mana. Puluhan kali ku coba mencarinya di google, semua tips yang mereka tawarkan tak masuk akal bagiku. Pernah ku coba bertanya dengan Dobi sahabatku yang memang suka dengan perempuan, dia cuma bilang itu bukan duniamu. fackboy itu adalah insting yang sudah di ciptakan tuhan. Ah..mungkin aku harus coba bertanya lagi dengan Jarno, tapikan dia cuma dua level lebih baik dariku kalau masalah cinta. Makanya dia lebih banyak menulis tentang ketuhanan dan dunia game yang memang mencerminkan dirinya.
Solusi terakhirnya cuma satu, bertanya kepada kakakku Hasmi. Dia memang sangat kompeten dan berpengalaman di dunia ini. Kalau tidak, mana mungkin kak Maika yang sanggat sempurna itu mau di ajaknya tunangan. Tapi bagaimana caraku bertanya dengan manusia aneh satu itu, yang ada malah aku yang akan jadi bahan olokannya. Ku kuatkan tekadku, apapun yang akan dilakukanya nanti aku harus siap. Yang penting ilmunya kudapat, aku tak mau selamanya jadi pecundang di dalam keluarga ini.
Pagi-pagi sekali aku sudah bangun, kucucikan mobil kakakku yang ada di depan rumah. Mobil ini didapatnya setelah mendapatkan hadiah dari pemerintah karena mampu menyumbangkan medali perunggu dalam perlombaan Sea Games. Aku harus bisa menyenangkan hatinya dulu, kemudian ku siapkan kopi dan sarapanya. Ibu dan Bapakku hanya terbengong melihat perubahan drastisku. Ah apa peduliku yang penting tujuanku tercapai, ilmunya Hasmi kakakku harus bisa ku dapatkan.
.
__ADS_1
" Kak bangun, sarapan untuk kakak sudah siap." Kataku sambil mengetok kamarnya.
Kulihat kamarnya di buka, dipandanginya aku dengan tatapan aneh. Kemudian di cubitnya tanggan beberapa kali.
" Aku tidak sedang bermimpikan?" Tanyanya.
" Ini sudah siang, kakak ndak ada kegiatan hari ini?" Tanyaku balik kepadanya. Tak kuhiraukan tatapan matanya yang masih aneh kepadaku.
Kulihat dia pergi kemeja makan, di meja makan telah kusiapkan nasi goreng pedas dengan telor mata sapi. Itu adalah makanan kesukaannya, tadi malam aku harus beberapa kali melihat tutorial pembuatan nasi goreng di youtube biar bisa membuatnya.
" Ya ngak lah, gimana rasanya kak?"
" Lumayanlah untuk seorang pemula."
__ADS_1
" Duduk sini, ada apa ni?" Katanya Kepadaku.
Kakakku memang sudah hapal kebiasaanku dari kecil. Kalau sudah ada maunya. pasti selalu baik-baikin dia.
" Ini kak, kelvin mau nanya gimana caranya deketin cewek." Tanyaku
" ha....ha.... Semenjak kapan kau tertarik dengan cewek?" Dia balik bertanya padaku
" Ini kak, aku udah capek di bilang pecundang sama teman-teman?" Kataku memberi alasan padanya, tanpa menyebutkan keinginanku yang sebenarnya.
" Ok kalau begitu, kamu cuci dulu mobil kakak selama seminggu. Setelah itu baru kakak ajarin caranya." Katanya.
" Janji ya Kak." Kataku.
__ADS_1
Aku terpaksa harus mengikuti kata-kata kakakku untuk menjadi jongosnya selama seminggu. Ini kulakukan untuk semua ambisiku.