JIHAN Best Frends ,, Season 2

JIHAN Best Frends ,, Season 2
Flashback again


__ADS_3

Boy group Seventeen telah tiba di bandara internasional korea selatan , para member menaiki mobil sesuai sub unit mereka menuju Asrama , mereka sangat kelelahan karena penerbangan antara jepang ke korea , belum lagi kerena tour konser dunia mereka yang memakan waktu berminggu minggu pastinya membuat mereka sangat kelelahan .


semua member di dalam mobil beristirahat , mereka semua tertidur pulas kecuali jeonghan yang duduk di samping manajer yang masih sibuk menyetir , jeonghan tidak melakukan apapun dia hanya terus saja menatap ke arah luar lewat jendela , sesekali dia menyangga dagunya dengan tangannya ,


"kau tidak istirahat jeonghan_ssi ?" tanya manager tampa melihat jeonghan , jeonghan hanya tersenyum


"tidak ,, lelah fisik ku tak sebanding dengan lelah batinku " jawab jeonghan tampa melihat ke arah sang manager


"ada apa ,, apa ada masalah ?" tanya manager


"tidak ,, jangan khawatir " jawab jeonghan , sang manager mengangguk dan menfokuskan lagi menyetir , dia tak ingin memaksa member seventeen ini untuk bercerita karena mungkin sangat privasi untuk nya .


jeonghan terus termenung , pikirannya melayang entah kemana , tapi dari raut wajah jeonghan terlihat jelas bahwa dia sangat sedih


beberapa kali dia menghela nafas kasar , matanya berkaca kaca ,


tak terasa mereka sudah sampai di asrama mereka , semua mobil yang membawa member seventeen sudah terparkir rapi di parkiran bawah tanah , semua member pun turun satu persatu dari dalam mobil , joshua dan wonwoo langsung masuk ke dalam dorm karena koper yang mereka bawa akan di bawakan oleh manager mereka masing masing .


sementara member yang lain masih sibuk di parkiran bawah tanah , mata jeonghan terus mengikuti langkah joshua yang sudah memasuki asrama ,


Dorm yang hanya di tinggal beberapa minggu sudah seperti kapal pecah , karena sebelum pergi mereka tidak sempat membereskan kekacauan yang di buat para member karena kerenpongan mereka .


jeonghan masuk ke dalam kamarnya , dia seperti tidak punya tenaga untuk beraktifitas sama sekali , dia langsung merebahakan tubuhnya di kasur dan memejamkan matanya perlahan , tapi belum juga satu jam jeonghan terlelap sudah bangun karena suara bising dari luar .


"mereka sedang apa sih di luar "? jeonghan mulai kesal , dia mengacak ngacak rambutnya ,dia langsung ke luar kamar , dan mendapati dino sudah menangis dan dikerumuni para member , jeonghan menghampiri para adik adiknya itu .


"ada apa ? kenapa dino menangis ?" tanya jeonghan panik


"tas DIOR yang scoups hadiahkan untuk dino ketinggalan di jepang " sahut hoshi , jeonghan langsung menghampiri dino

__ADS_1


"jangan menangis ok ,, tas apa yang tertinggal emm " jiwa emak emak jeonghan kambuh lagi


"yang scoups hyung hadiah kan waktu ulang tahun ku" jawab dino sesegukan


"jangan menangis lagi ,, hyung punya mirip sama punya dino ,, mau " jeonghan menawarkan tas milik nya untuk di berikan pada dino kebetulan miliknya sama persis dengan milik dino


"benarkah kan hyung " dino tersenyum bahagia , jeonghan mengangguk dan tersenyum akhirnya dino berhenti menangis dan meloncat loncat bahagia ,


,


jeonghan masuk ke dalam kamarnya setelah menenangkan dino yang tadi merengek , dia kemudian mencari keberadaan tas di etalase khusus tas branded miliknya ,


"kemana ?? aku ingat di tarok di sini !! " jeonghan mengeluarkan semua tasnya karena tidak menemukan tas dior miliknya , dia bingung karena tidak menemukannya , jeonghan berdecak pinggang sambil mengingat ngingat di mana dia meletakkan terakhir kali dia memakainya


"ah ,, di kamar Shua ,, barang barang ku sebagian ada di kamarnya ,, pasti tas itu ada di kamarnya ,, bagaimana cara mengambilnya '" jeonghan mulai gelisah karena harus mengambil barang barangnya di kamar shua yang dulunya adalah kamar mereka berdua ,


dia bukannya takut bertemu dengan Shua melainkan takut shua yang tidak ingin melihatnya , tapi jeonghan memberanikan diri untuk mengambilnya sendiri karena sudah berjanji pada dino ,


"ah hyung ,, ada apa " tanya mingyu memanggil jeonghan setelah jeonghan berdiri kebingungan bagaimana cara untuk mengatakan pada joshua


"aku hanya mau ke kamar Shua " jawab jeonghan seketika langsung , menuju kamar joshua , mingyu pun keheranan


"ah hyung ,, kau ingin mendekatinya lagi " kata mingyu melirik woozi , woozi hanya tersenyum mengiyakan mingyu , mereka semua tau apa yang terjadi dengan kedua hyungnya itu .


sementara jeonghan masih berdiri ragu ragu di depan pintu kamar joshua , sebelum mengetok pintu malah joshua membuka pintu dari dalam , mereka berdua sama sama kaget , mata bertemu sejenak mereka terpaku .


"Shua_ah aku sangat merindukanmu ,, ingin rasanya aku memelukmu sekarang ,, memelukmu dengan erat ,, shua_ah aku sangat merindukanmu"suara hati jeonghan dalam diam


""jeonghan_ah ,, apa kau merindukanku sama seperti aku yang merindukanmu " seruh joshua dalam hati , sejenak tak ada kata di antara mereka

__ADS_1


"ah ,, shua ,, aku ingin mengambil barang barang ku " kata jeonghan tampa melihat mata joshua , joshua masih menatap jeonghan dan mengangguk , dia menghindar memberi jalan untuk jeonghan masuk ke dalam kamarnya , jeonghan langsung masuk dan joshua menutup pintunya kembali dia berdiri di ambang pintu .


jeonghan masih terpaku tak kala ia berdiri di tengah tengah kamar yang di penuhi kenangan mereka berdua , kamar yang menjadi saksi bagaimana mereka bersama , kamar yang sama seperti sebulan yang lalu ketika mereka tidur di ranjang yang sama , bau parfum semerbak yang menjadi ciri khas kamar joshua masih tercium sama .


tak ada yang berubah pada kamar itu , hanya hubungan mereka yang telah berubah , jeonghan tak bergerak sama sekali dia memejamkan matanya perlahan tampa sadar ia melakukannya merasakan aroma yang sangat ia rindukan selama ini , meresapi suasana yang saat ini tak bisa ia rasakan lagi .


jeonghan tersadar dari lamunannya , dia menoleh ke belakang mencari sosok joshua yang ia rasa tadi masih di ambang pintu , dan benar sekali joshua masih berdiri di tempatnya semula , mata mereka kembali bertemu tapi jeonghan langsung berpaling ,


jeonghan melangkah ke arah lemari yang biasa baju baju mereka berdua tergantung dia membuka perlahan , terlihat masih sama , baju bajunya masih tergantung rapi di lemari joshua , joshua sama sekali tidak memindahkannya .


"kenapa tidak memindahkan barang barang ku ,, agar lemarinya bisa muat banyak ,, barang barang ku kan banyak " kata jeonghan terpaksa sambil menunduk menahan sakit di hulu hatinya , joshua tidak menyaut sama sekali , mungkin dia masih merangkai kata katanya


"sayang jika barang mahal di letakkan sembarangan kan ,, lemari ku masih muat kok "


"barang barang mu tidak berpindah sama sekali kau bisa mencarinya seperti terakhir kau meletakkannya " kata joshua , dia melangkah melewati jeonghan dan menuju lemari meja belajarnya , dia mengambil kotak dari dalam


joshua memberikan kotak kecil dan memberikannya pada jeonghan , jeonghan kebingungan ,


"ambillah ,, aku membelinya sebelum tour konser kita ,, kurasa itu akan cocok pada mu ,, " kata joshua menyodorkan kotak kecil


,


,


,


,


,

__ADS_1


,


,


__ADS_2