
jeonghan mengambil kotak itu dari tangan joshua dan mulai membuka nya perlahan , hantunya bercampur aduk antara sedih , terharu dan bahagia , sedihnya karena mungkin hadiah itu adalah hadian perpisahan , terharunya karena joshua masih ingat membelikannya hadiah walau jeonghan selalu menyakitinya dan bahagianya karena dirinya mendapatkan hadiah dari joshua ,
"tidak mahal , tapi tidak akan membuat mu malu jika memakainya " kata joshua , dia mengatakan itu karena semua barang barang jeonghan itu branded , setelah membuka kotak itu jeonghan sedikit terkejut karena sebuah hadiah gelang cantik bermerek Dior sama seperti kalung yang sebelumnya joshua berikan pada jeonghan dulu .
memang jeonghan mendapat banyak hadiah branded dari joshua tapi mungkin kalung dan gelang itu yang akan sangat berharga bagi jeonghan , harganya memang tak seberapa tapi cukup untuk membuat jeonghan tersenyum bahagia .
"sama seperti kalung ini " kata jeonghan sumringan sambil mengeluarkan kalung yang terpasang di lehernya .
"aku sengaja membeli sama persis " jawab joshua
"jeonghan_ah kau selalu memakainya kan ,,? tapi kenapa kau tidak mengingat aku ketika ingin menyakitiku " seruh joshua dalam hati dengan sambil tersenyum getir terpaksa
"kapan kau membelinya " tanya jeonghan tersenyum manis
"saat sebelum tour konser kita ,, aku membeli banyak asessoris dan menemukan itu ,, ku rasa akan cocok pada mu jadi aku membelinya sekalian " kata joshua
"aku sangat menyukainya ,, terimakasih Shua_ah " kata jeonghan tapi joshua tidak menyaut dan tersenyum tipis , jeonghan kembali menatap ke arah lemari matanya tertuju pada sebuah mantel yang asing untuknya , jeonghan menunjuk nya pada joshua tampa bertanya.
"mantel itu milik karina " jawab joshua sambil tersenyum
"karina " jeonghan mengulang lagi
"em ,, karina AESPA ,, kemaren tertinggal di mobil jadi aku membawanya saja ke dorm " jawab joshua melihat eskpresi jeonghan yang tiba tiba senyumnya menghilang
Deg
jeonghan merasakan nyeri di hati nya , sakit yang ia rasakan saat ini
"kau dekat dengannya " kata jeonghan basa basi agar tidak kelihatan
"tidak juga " jawab joshua , jeonghan terdiam membeku , dia tidak bergerak sama sekali dia hanya menunduk menahannya ,
"aku akan mandi ,, kau beberes saja " kata joshua beranjak dari duduknya dan menuju kamar mandi dan melewati jeonghan , sekitar sepuluh langkah lagi dari kamar mandi tiba tiba langkah joshua terhenti karena tangan mungil itu melingkar di badannya.
ya jeonghan memeluk joshua dari belakang entah sejak kapan jeonghan melangkah karena joshua tau tau sudah jeonghan memeluknya dari belakang . joshua menghela nafas
__ADS_1
jeonghan mungkin sudah tidak sanggup merasakan api cemburu yang berkobar di hatinya , sakit mungkin ketika ia tidak bisa melakukan apa apa lagi karena hubungan nya sudah kandas dan berusaha untuk membohongi dirinya bahwa sekarang baik baik saja .
tapi pada kenyataanya dia sama sekali tidak pandai berkilah jeonghan tak mampu mengontrol perasaannya lagi , ketika dia tau saat ini mungkin joshua sedang dekat dengan seseorang saat itulah dia tidak baik baik saja. walaupun joshua sudah menyangkalnya tapi kecurigaan sudah meracuni pikirannya ,
jeonghan menangis sesegukan. , benar dia mengatakan sesuatu tapi tak sanggup joshua mengerti
joshua berbalik menghadap jeonghan dan memegang bahu jeonghan sambil menghela nafas dalam dalam
"ada apa ? kau punya masalah ? ,, sini " kata joshua langsung menarik jeonghan ke dalam pelukannya , tangisan jeonghan semakin parah tak kala joshua membenamkan kepala jeonghan di dada jeonghan , jeonghan memeluknya dengan erat .
"jangan menangis ok ,, ceritakan apa masalah mu saat ini ,, aku akan mendengarkan " ujar joshua melonggarkan pelukannya dan menghapus air mata jeonghan tapi jeonghan kembali memeluk joshua dengan tangisan histeris .
"kau masih mencintaiku kan ? kalau iya , jangan menyiksa diri sendiri dan mari seperti dulu lagi " kata jeonghan joshua terdiam lagi lagi dia menghela nafas kasar dan di balas dengan gelengan kepala dari joshua
",, aku tidak mau ,, rasa sakit itu akan terulang kembali , lebih baik seperti ini saja sakit untuk sementara dan pada akhirnya aku akan mencoba melupakanmu dan memulai hidupku bersama orang yang akan menggantikanmu " jawab joshua
"tidak ,, tidak jangan melupakan aku ,aku tidak mengizinkanmu untuk pergi dari ku " jeonghan menangis sambil menggeleng gelengkan kepalanya tidak mau
"shutt .. jangan mengatakan hal konyol ,, kita sudah memutuskan ini kan ,, kau akan hidup bahagia bersama pilihan mu , dan aku akan mencari sumber kebahagiaanku di tempat lain ,, kita sudah cukup menderita menyiksa diri kita masing masing , dan untuk sekarang biar hati kita yang menentukan kebahagiannya sendiri"
"kau pikir aku bahagia dengan semua ini ,, kau pikir yang aku lakukan semua keinginanku ? jeonghan angkat bicara , joshua terdiam ketika jeonghan mengatakan itu
"beri kesempatan untukku mengatakan sesuatu " kata jeonghan menatap joshua , joshua berdecak pinggang dan satu tangannya memijit pelipisnya , lagi lagi dia menghela nafas
"aku tidak ingin mendengar apapun lagi dari mu .aku harus keluar sekarang " kata joshua , lagi lagi tak ingin mendengarkan penjelasan jeonghan , dia langsung melangkah meninggalkan jeonghan .
"shua ku mohon dengarkan aku untuk kali ini saja ,, beri aku kesempatan untuk terakhir kalinya " kata jeonghan menangis tapi joshua sudah tak terlihat lagi. entah kemana dia akan pergi , joshua meninggalkan kamarnya tampa membawa dompet dia hanya membawa ponsel keluar dorm .
sementara jeonghan terduduk lemas dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya sembari sesegukan menangis dia sudah tak peduli adik adiknya akan mendengarkannya , setelah beberapa saat kemudian tangisannya perlahan bisa terkendalikan , dia menghapus sisa air matanya di pipinya dan beranjak kembali menatap mantel yang katanya milik karina aespa itu .
,
,
,
__ADS_1
,
,
,
jeonghan sudah memindahkan sebagian dari barang barangnya dari kamar joshua sebagian lagi ia sengaja tinggal , jeonghan duduk di kursi meja belajar , dia menunduk wajahnya sangat lesu sekali terlihat jelas masih ada bekas air mata di pipinya .dia meraih ponselnya dan menelfon seseorang .
"____"
"____________________"
"___________________________"
""____________"
"_______"
"em "
jeonghan masuk ke dalam kamar mandi dengan mata sedikit sembap , setelah beberapa saat jeonghan sudah rapi , dia seperti ingin keluar , jeonghan membuka pintu kamar dengan menenteng paper bag di tangannya , dia keluar dorm tampa pamit pada adik adik nya yang masih terpaku melihat jeonghan sudah mengenakan masker dan topi hitamnya khas penyamaran Idol .
han memasuki restoran mewah sendirian tampa di temani manager , dia masuk ke ruangan VVIP yang sudah dia pesan sebelumnya , dia membuka masker dan juga topi nya kemudian merapikan penampilannya agar kelihatan maskulin , sambil menunggu seseorang yang membuat janji dengannya , jeonghan mengeluarkan ponselnya untuk sekedar penghilang bosan ,
dia memesan es Americano kesukaannya , bukan cuma jeonghan semua member seventeen sangat menyukai es kopi hitam itu apalagi seungkwan , dia selalu menyetok di dalam lemari es untuk dia minum setiap hari . 15 menit menunggu akhirnya orang yang dia tunggu datang juga dengan di antar pegawai restoran untuk menunjukkan ruangan VVIP nya dia membungkuk melakukan bow pada jeonghan yang hanya di sambut anggukan dari jeonghan tampa senyum .
"annyeong "
"silahkan duduk " jeonghan mempersilahkan seseorang itu untuk duduk
,
,
,
__ADS_1
,
,