Jika Kita Bertemu Lagi

Jika Kita Bertemu Lagi
BAB 3


__ADS_3

Selamat membaca :)


......*****......


Rayyan tidak habis pikir. Baru saja ia memposting foto seseorang yang sudah lebih dari sepuluh tahun menjadi pacarnya itu ia malah mendapatkan kabar bahwa sang pacar berselingkuh. Diiringi dengan barang bukti yang dikirim oleh sang adik berupa foto. Andaikan ia tahu sebelumnya bahwa sang pacar telah berselingkuh, ia tidak akan pernah pulang ke Indonesia.


Rayyan pulang ke apartemen miliknya setelah puas mencecar Kia tadi. Napas yang masih memburu membuatnya ingin pergi ke dapur dan segera meneguk segelas air dingin. Hanya air dingin yang bisa menetralkan rasa marahnya.


"Sialan!"


Tidak pernah selama ini Rayyan meragukan mantan pacarnya itu, ia sangat percaya. Meskipun LDR Rayyan tetap menjaga agar komunikasi tetap berjalan. Bahkan setiap bulan ia akan mengirimkan kado beserta surat yang ia tulis kepada Kia. But, she is having an affair!


Rayyan duduk di meja pantry yang ada di dapurnya. Memegangi kepala yang seperti ingin meledak.


Telepon berbunyi di dalam sakunya.


Mama menelpon.


"Halo ma?"


"Ray, kamu ini jadi nggak sih ke kantor? papamu dari tadi nelfon nggak kamu angkat!"


Rayyan mengernyitkan dahinya bingung, sebentar ia mengecek riwayat panggilan di ponselnya. Ah, ternyata benar. Banyak sekali. Mungkin papanya menelpon saat ia menemui wanita jahat tadi.


"Maaf ma, tadi Rayyan ketiduran."


"Ketiduran kok di pagi hari si Ray!"


Tak lama setelah meminta sang anak segera bergegas ke kantor, sambungan itu tertutup.


Rayyan mendesah keras. Haruskah ia pergi dengan kondisi semacam ini? Hatinya sungguh kacau dan emosi yang saat ini benar-benar masih menguasai itu tidak enak.


......***......


Kenda berjalan dengan santai menuju minimarket di samping kantornya. Benar-benar suatu kesialan ia mendapatkan tamu bulanan di pagi hari, di saat ia sudah berada di kantor. Bayangkan saja betapa malunya Kenda saat seseorang memberitahu dirinya ada noda merah di balik kulot putih yang ia kenakan. Kenda ingin tenggelam saja.


Kenda memutuskan untuk duduk sebentar di kursi depan mini market sambil meminum susu rasa coklat yang ia beli tadi.


Ah, gedung di depan kantornya itu sungguh besar sekali. Meskipun gedung kantor tempat Kenda bekerja tidak kalah besar, karena tempat itu merupakan produsen produk olahan terbesar di Indonesia saat ini. Tapi jika melihat orang yang berlalu lalang di gedung itu rasanya seperti melihat adegan drama. Kesibukan yang terlihat nyata dan orang-orang yang rapih serta wangi.


Mungkin Kenda juga lupa kantornya seperti itu. Ternyata memang benar, tanpa kita sadari kita selalu melihat orang lain yang terlihat lebih baik dari kita. Padahal belum tentu orang itu lebih baik dari kita sendiri.

__ADS_1


"Rumput tetangga memang lebih hijau."


Kenda bangkit dari duduknya dan melempar kotak susu yang telah kosong ke tempat sampah. Ia mengeratkan cardigan miliknya -yang syukurnya ia bawa- agar noda merah di celananya tidak kentara.


Sebuah mobil merk terkenal melaju dengan kencang. Kenda yang berada di trotoar seberang hampir terkaget saking kencangnya. "Mentang-mentang mobilnya keren, mainnya kayak di F1 aja ya."


Kaca mobil tersebut terlihat diturunkan. Sang pemilik mobil terlihat mengangkat telpon dari seseorang. Tapi sekarang yang menarik perhatian Kenda bukan tentang mobilnya, tapi tentang pengemudi di balik mobil tersebut. Rayyan!


Hah? Kapan dia kembali?


Jantung Kenda berdetak dengan kencang, ini gila!


Rayyan benar-benar kembali ke Indonesia? Ah, Kenda lupa kemarin ia mengecek postingan laki-laki itu yang katanya sudah berada di Jakarta. Tapi, kenapa mobilnya berhenti di kantor itu? Rayyan bekerja di sana?


Jika iya, mungkin Kenda bisa saja pindah kantor.


Rayyan bukan hanya cinta pertamanya saja, tapi laki-laki itu juga penyebab status jomlo yang melekat pada dirinya begitu awet dan tidak bisa dilepas. Andai saja waktu bisa diskip, Kenda akan memilih waktu dimana ia bahagia di masa tua dengan anak-anaknya. Masa bodoh siapa yang akan menjadi suaminya, toh ia sudah bahagia bukan?


Perempuan itu mempercepat langkahnya untuk segera memasuki gedung kantor tempat ia bekerja. Rasanya Kenda ingin sekali memanggil Rayyan di seberang sana, agar laki-laki itu mau menengok sebentar melihatnya. 'Hei! ini lho aku! aku yang suka kamu hampir sepuluh tahun!'


Ah, Kenda melupakan suatu hal. Ada Kia. Mungkin saja Rayyan dan Kia sudah menikah. Tapi kenapa tidak ada kabar apa-apa di grup angkatan? Bahkan grup itu sudah seperti kuburan saking sepinya.


Baiklah, dugaan Rayyan yang sudah menikah dengan Kia itu sukses membuat Kenda bad mood. Apalagi melihat atasannya berjalan berdampingan dengan orang yang baru saja ia bayangkan. 'Anjir! Kia ngapain disini?'


Karena bu Ita, atasannya langsung memanggil dirinya mau tak mau Kenda mendekat sambil memaksakan senyum di bibir yang ia poleskan lip balm apel tadi pagi.


"Kenda, ini Nona Kia, putri pak Sugus."


Putri pak Sugus? Artinya Kia putri pemilik tempatnya bekerja. Wtf!


"Wah, kamu kerja disini Nda?"


"Sudah kenal Kenda ya?"


"Dulu kami satu tempat kuliah, bahkan seangkatan bu."


Dia masih ingat rupanya?


Cukup mengherankan bagi seorang Kia yang mengingat Kenda. Menilik dulu Kenda hanyalah murid biasa dengan prestasi yang biasa juga. Jauh jika dibandingkan dengan Kia, meskipun tidak jauh-jauh amat.


"Nona Kia bakal nikah tiga bulan lagi lho Nda, divisi kita diundang langsung sama beliau."

__ADS_1


Nikah? Sama siapa? Sama Rayyan? Jadi mereka baru akan menikah?


Benarkan kesempatan itu tidak ada untuk Kenda? Cinta pertama yang sebentar lagi akan pupus karena ditinggal nikah?


"Benarkah? Selamat ya Ki! Aku kira kalian udah nikah malahan."


Kenda segera izin pada bu Ita untuk segera pergi dengan alasan menyelesaikan laporannya. Namun, baru saja lima langkah dirinya berjalan, Kia berbicara lagi.


"Kamu sudah menikah Ken?"


Pertanyaan itu terdengar biasa saja untuk orang yang melewati mereka, seperti kedua kawan lama yang baru saja bertemu. Tapi bagi Kenda, Kia baru saja menyenggol harga dirinya. Kenda tidak akan lupa jika Kia sebenarnya tahu kalau dirinya menyukai Rayyan.


"Sayangnya aku belum menemukan calon yang tepat. Kamu tau sendiri kan Ki?" tanya Kenda.


Kia tersenyum tipis dengan raut wajah yang jumawa. "Iya, semoga kamu segera berjumpa dengannya."


Bu Ita kemudian mengajak Kia untuk beranjak dari tempat itu dan meminta Kenda segera menyelesaikan laporannya. Melihat keduanya berjalan, Kenda kembali mengingat masa itu.


Jakarta mempunyai dua matahari!


Kenda berani dengan perkataannya barusan. Pasalnya dari gedung dimana kelasnya berada sampai dengan gerbang kampus butuh waktu lebih dari lima belas menit dengan berjalan kaki. Peluh membasahi dahinya hingga rambut yang ia sisir rapi tadi pagi menjadi lengket. Kenda memutuskan untuk berbelok menuju masjid fakultas ekonomi dan bisnis yang memang berada di jantung kampus.


Perempuan itu duduk, meluruskan kakinya dan mencoba mengatur napas yang masih tersengal. Sebotol air mineral ia ambil dari dalam tas dan dalam sekali teguk air itu sudah raib dari dalam wadahnya.


Setelah dirasa cukup mendingan, Kenda memasuki masjid dan mengambil wudhu. Ia putuskan bahwa sebelum sampai kos dirinya sudah selesai sholat dan akan siap untuk istirahat. Selesai dengan hal tersebut, Kenda kembali menekuni Ipad-nya untuk melanjutkan beberapa pekerjaan. Tanpa diduga sesuatu menabrak kepalanya.


"Eh, sori sori. Gue gak sengaja."


Kenda melihat sosok yang telah menabraknya tersebut. Seorang pria dengan kardus air minum gelas di tangan yang tadi menyenggol kepalanya dengan cukup keras.


"Lo ngga apa-apa kan? Gue beneran sori banget tadi gue kira ngga bakal kena lo."


Seharusnya Kenda tidak bilang kalau dirinya baik-baik saja setelah itu, maka pria itu akan tetap di sana memastikan kepala Kenda utuh atau tidak setelah terkena sudut kardus. Supaya Kenda bisa melihat lebih lama sosok pria rupawan itu. Kenda akan lebih bisa menikmati perhatian dari pelaku penyenggolannya tanpa harus mencuri pandang ke arah pria yang tengah membagikan makanan kepada anggota organisasinya.


Namun, Kenda menyesal telah melakukan hal sebaliknya.


...*****...


Di part selanjutnya bakal ada penjelasan kenapa Rayyan sukanya sama Kia, padahal tuu Rayyan lebih dulu kenalnya sama Kenda.


Ini bacanya ngga boleee di skipp karena alurnya bakal aku buat campur gituu biar kyk di drama2 yang suka flasback ekwk

__ADS_1


Enjoyy


__ADS_2