Jodoh Diwaktu Fajar

Jodoh Diwaktu Fajar
episode 20


__ADS_3

Malam harinya dirumah zen dan rumah anindya masih sama2 sibuk.


Anindya masih kebingungan, tidak tau harus ngelakuin apa


Mau tidur pun gak bisa, jantung berasa berdebar debar menanti hari esok.


Zen asik ngobrol dengan teman2nya di rumah, banyak teman zen yang datang kerumahnya


Teman2 zen juga berniat akan ikut menyaksikan ijab qobul pernikahan zen dan anindya.


Kring kring kring...


suara panggilan hp zen.


ternyata panggilan dari anindya, zen pun mengangkatnya.


Assalamu'alaikum....


Wa'alaikumsalaam...


Ko belum tidur an??


Gak bisa tidur banb..!!


Lho kenapa??


Gak tau bang, gak bisa merem.


Deg2an yah?? Heeee


Hiiii....


Bang jen lagi apa?


Lagi ngobrol an, banyak temen2 pada dateng.


Aku ganggu gak bang??


gak an.


Aku bingung mau apa bang, makanya aku telfon bang jen


Bingung kenapa sih??


Bingung mau ngapain bang..!!


Emangnya masih rame di rumah??


Masih, kayanya sampe malem banget deh.


Ya udah, kamu ngaji aja, terus do'a biar hati kamu tenang..!!


Bener juga yah bang.


Bang jen tidurnya jangan malam2, besok ngantu lagi heeee...


Iya an, bentar lagi juga beres semua.


Ya udah bang, aku mau ngaji aja.


Gak enak, temen2 kamu di cuekin heee...


Iya an, nanti kalo mau tidur shalawatan, biar tidurnya enak.


Iya bang, ya udah yah..


Assalamu'alaikum...


Wa'alaikumsalaam...


Zen pun lanjut ngobrol dengan teman2nya, sedangkan anindya pergi ambil wudhlu lalu mengaji.


Tak berselang lama, teman2 zen pamit untuk pulang, dan akan datang lagi besok pagi untuk ikut rombongan mengantar zen.

__ADS_1


Zen..!!


Kita pamit yah..!!


Oke, siapp..!!


Besok pada ikut kan??


Insya allah, kita ikut semua.


Oke deh..


Sippp..!!


Teman2 zen sudah pulang, zen pun langsung masuk ke kamar untuk tidur.p


Zen pun merasa ingin cepat2 pagi, menunggu hal seperti ini membuatnya gelisah, berdebar debar.


Zen pun mendengarkan pengajian lewat hpnya, hingga zen pun tertidur.


Ketika suara ngaji di masjid berkumandang, zen bangun, dan bergegas untuk mandi


Kemudian zen pergi ke masjid untu shalat subuh berjamaah.


Anindya pun telah bangun, sama seperti halnya zen, anindya pun langsung mandi, dan shalat subuh di rumah, selesai shalat subuh anindya langsung berdandan mempersiapkan diri.


Setelah zen pulang dari masjid, zen pun bersiap2


Semua barang2 bawaan, sudah di siapkan di mobil.


Setelah teman2 zen datang, zen beserta rombongan pun langsung berangkat menuju rumah anindya.


Jalanan khas pedesaan yang biasanya terlihat sepi, pagi itu di ramaikan rombongan mobil dan motor pengantar zen.


Sesampainya di rumah anindya, rombongan dari mempelai pria (zen), di sambut meriah oleh keluarga dan kerabat mempelai wanita (anindya).


Assalamu'alaikum....


Ucap rombongan membelai pria


Wa'alaikumsalaam...


Keluarga anindya pun mempersilahkan rombongan keluarga zen, untuk duduk menempati tempat yang sudah di persiapkan.


Zen dan orangtuanya, juga adik2nya di suruh untuk masuk kedalam rumah, sambil menunggu penghulu yang belum datang.


Anindya sendiri sedang di make up, di dalam kamar nya.


Selang beberapa saat, penghulu dari kantor urusan agama pun datang, mereka langsung naik ke atas panggung, tempat ijab qobul yang sudah di sediakan.


Kemudian menyuruh mempelai pria, wali dan saksi di minta untuk naik ke atas panggung untuk melakukan prosesi ijab qobul.


Zen, mas hendhy sebagai wali nikah anindya dan saksi kedua mempelai pun naik ke atas panggung.


Setelah melengkapi data2, proses ijab qabul pun di langsungkan.


Anindya menunggu di dalam rumah di temani ummi, mba mitha, orang tua zen dan adik2 zen juga mbah arni, hingga proses ijab qobul di sah kan.


Sambil bersalaman bapak penghulu mewakili mas hendhy


Ya zein dimas arstyo bin hermawan.


Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anindya binti abah muhammad zulkarnain, dengan emas kawin, perhiasan emas seberat 10gram dan seperangkat alat shalat di bayar tunai.


Saya terima nikah dan kawinnya anindya binti abah muhammad zulkarnain dengan emas kawin, perhiasan emas seberat 10gram dan seperangkat alat shalat di bayar tunai.


Gimana saksi??


Saahhhhhhhh...!!!!


Alhamdulillah...


Bapak penghulu pun berdo'a.

__ADS_1


Selesei berdo'a pak penghulu pun memberikan wejangan tentang rukun2 dalam pernikahan.


Setelah semua selesai, anindya pun di minta untuk ke atas panggung, untuk melengkapi data2 yang di butuhkan, dan di beri wejangan oleh pak penghulu.


Semua berjalan dengan baik, keluarga zen dan keluarga anindya, juga teman2 mereka pun ikut bahagia melihatnya.


Setelah sah menjadi suami istri, bapak prnghulu pun berpamitan, setelah pak penghulu pergi, semua kerabat sodara, teman2 zen dan anindya pun naik ke atas panggung untuk memberi selamat dan berfoto foto.


Beberapa saat kemudiaan, danu, vira dan suaminya adi datang untuk memberi selamat


Keluarga anindya nampak terkaget melihat danu dan vira, firman yang sedikit terpancing akan kedatangan danu yang sudah pernah membuat masalah hampir saja tak bisa menahan diri.


Dengan canggung dan malu danu dan vira juga adi naik ke atas panggung, anindya tertunduk menahan kesal, lalu zen menyambut mereka dengan hangat


Danu dan vira pun meminta maaf kepada anindya, mereka pun berbicara bahwa zen lah yang telah menyadarkan mereka.


Setelah itu danu dan vira pun meminta maaf kepada ummi dan juga kakak2 dari anindya, semua pun telah memaafkan danu dan vira.


setelah berjam2 di atas panggung, zen dan anindya pun turun dari panggung untuk beristirahat.


Kerabat, sodara juga teman2 zen berpamitan untuk pulang, di susul orang tua zen termasuk mbah arni juga adik2 zen juga berpamitan pulang


Hingga sore hari acara itu masih ramai, masih banyak tamu yang berdatangan silih berganti.


Zen dan anindya masih tampak malu2 untuk beristirahat berdua di kamar, shalat pun mereka masih sendiri2.


Mereka masih terlihat canggung, zen lebih banyak menghabiskan waktu mengobrol dengan mas firman.


Sedangkan anindya di temani mba mitha dan istri dari mas hend.


Malam hari nya, setelah acara selesai, zen dan anindya di suruh untuk beristirahat, namun mereka masih tampak malu2, lalu mereka pun akhirnya masuk ke kamar.


Di dalam kamar, mereka kebingungan, entah apa yang harus di lakukan.


Suara zen memecahkan keheningan di dalam kamar.


An..!!


Iya bang.


Zen tersenyum melihat anindya


Anindya pun membalas dengan senyuman.


Pertama kali aku masuk rumah ini, ruangan ini yang jadi tempat partama kali aku tuju untuk shalat subuh


Sekarang ruangan ini jadi tempat yang aku tuju untuk menetap.


Anindya pun tersenyum lebar


Heee.....


Iya bang.


Dulu pas kamu disini untuk shalat, aku tinggal ke dapur


Sekarang kamu disini untuk menetap, dan aku akan menemani.


Kamu mau terang2an atau mau gelap2an an??


Aku mau gelap2an aja bang, aku malu heeee...


Aku juga mau gelap2an.


Ya udah, kamu matiin lampunya bang..!!


Iya an.


Zen pun mematikan lampu.


Setelah itu karna keadaan kamar yang gelap, tidak tau lagi apa yang di lakukan zen dan anindya.


Ternyata mereka tidak melakukan apa pun, karna mungkin terlalu lelah, dan sama2 canggung, mereka sama2 tertidur pulas.

__ADS_1


Ketika adzan subuh berkumandang, mereka terbangun, setelah mereka membuka mata, dan anindya menyalakan lampu mereka terkaget saat saling menatap, mereka tidak sadar kalo mereka telah menikah, setelah beberapa saat mereka baru sadar bahwa mereka telah menjadi suami istri.


__ADS_2