
Setelah seharian zen tinggal di rumah anindya istrinya, dengan keluarga baru, suasana baru, zen sangat bahagia, wanita yang selama ini dia tunggu kehadirannya dalam hidup zen, kini telah berada di sampingnya
Raut ceria di wajah zen dan anindya sangat terlihat, ummi pun sangat bahagia menantu yang ia idamkan kini telah benar2 menjadi menantunya.
pimpinan di tempat firman kerja yang tidak mau di anggap pimpinannya, yang hanya ingin di anggap teman, kini justru menjadi adik iparnya.
Anindya dan zen yang tadinya hanya sebatas teman chat di group medsos, yang pada akhirnya di pertemukan diwaktu fajar tanpa ada kesengajaan, kini telah menjadi sepasang suami istri.
Sudah satu bulan zen dan anindya tidak pernah lagi mucul di group chat, teman2 mereka banyak yang mencari, apa lagi iwank,chanaya,aulia dan jack yang menjadi teman akrab mereka di group, apa lagi iwank,chanayya dan aulia yang sudah sempat bertemu zen dan anindya.
Waktu pun sudah malam, selesai shalat isya zen dan anindya ngobrol di kamar sambil merapihkan barang2 zen yang di bawa dari rumah nya.
"Yank, aku mau beresin baju2 kamu dulu yah" kata anindya.
"iya yank, aku bantuin yah" jawab zen
"gak usah sayang, kamu rebahan aja dulu" kata anindya lagi sambil membuka koper baju zen
"gak lah, masa aku tega biarin km beresin sendirian sih" zen pun mendekati anindya dan membantunya.
anindya pun mulai mengeluarkan baju2 dari koper dan merapihkan lipatannya lagi, "lemari ku yang lama kan penuh yank, baju kamu aku taruh di lemari yang baru yah"
zen pun langsung mengambil baju yang sudah di rapikan istrinya "iya yank, biar aku aja yang masukin ke lemarinya'
"ehh yank, kita kan dah lama banget yah gak masuk grup chat kita, kira2 kabar temen gimana yah??" tanya zen sambil mengangkat baju yang sudah di rapihkan anindya.
"iya yank, aku juga gak pernah buka, udah gak kepikiran" jawab anindya tersenyum mengingat group chatnya, group chat yang sudah mempertemukan jodohnya.
"nanti lah, kita buka lagi kalo kita lagi LDRan yank" ucap zen
"ini koper kamu sama taruh di atas lemari aja yank" suruh anindya sambik memberikan kopernya.
"oiya yank, persiapan buat besok kita pergi ke dieng, kita bawa apa aja??" tanya anindya yang sedang merapihkan barang2 lainya.
"mau di siapin sekarang emang??" tanya balik zen
__ADS_1
"iya donk, emang kita berangkat jam berapa sih yank?" tanya anindya lagi
"jam sembilanan aja yank" jawab zen
"ya udah kita siapin aja yank, turunin lagi kopernya, pake yang kecil aja lah yah, cukup kan buat baju2 kita berdua??" kata anindya sambil mencari baju2 nya yang akan di bawa.
"cukup, paling bawa baju dikit kan, kan kita cuma 3hari disana" jelas zen sambil menurunkan kopernya lagi.
Setelah menemukan baju2nya yang akan di bawa, anindya pun langsung memasukan ke dalam koper, kemudian mencarikan bajunya zen "km mau baju mana yang mau di bawa yank??" tanya anindya sambil mencarikan bajunya zen.
"mana aja yank" jawab zen yang sudah duduk di ranjang, karena semua sudah beres.
Anindya pun mengambil beberapa baju dari lemari dan memasukannya ke koper, dan memasukan barang2 lainnya juga ke dalam satu koper.
Setelah selesai anindya duduk di sebelah zen sambil menatap zen, zen pun terlihat malu melihat tatapan tajam anindya, zen pun menutupkan telapak tangannya di wajah anindya "apa sih yank, ko ngliatinnya gitu"
Anindya pun tertawa melihat zen merasa malu, yang kemudian memegan telapak tangan zen dan menciuminya dengan lembut
"kita makan malam dulu yuk yank!" ajak anindya yang menaruh telapak tangan zen di pipinya.
Merekapun keluar kamar dan pergi ke meja makan, untuk makan malam, dan benar saja ummi dan firman juga mitha sudah menunggu mereke
"ciehhhh, pengantin baru, di kamar terus" ledek mitha yang sedang menyiapkan makan malamnya.
"kaya mba, gak pernah ngrasain aja" celetuk anindya yang lansung ikut membantu mitha menyiapkan makan malam.
"ehhh kalian jadi, besok ke dieng??" tanya firman
"jadi mas, berangkat besok pagi jam 9" jawa zen.
Setelah makanan siap, mereka pun makan malam bersama.
Selesai makan malam, mereka pun lanjut ngobrol di ruang keluarga sambil menonton tv.
"Zen, besok aku berangkat duluan yah" kata firman.
__ADS_1
"lho mas firman emg ijin berapa hari kemarin?" tanya zen yang lupa, padahal zen sendiri yang memberi ijin mas firman, karna zen pimpinannya, zen yang duduk di bawah bareng anindya, sedangkan firman, mitha da ummi duduk di sofa sambil menonton tv
"cuma tiga hari zen" jawab firma
"ohh iya yah, aku lupa mas" kata zen sambil nyengir.
"gak nung zen aja leee?" tanya ummi yang serius nonton tv
"iya mas, kan yang kasih ijin bang jen juga" saut anindya yang rebahan sambil menyenderkan kepalanya di paha zen.
"gak enak donk dek, nanti gada yang ngehandl kerjaan zen, kalo libur bareng terus" kata firman "kita juga masih ada bos lagi, apa lagi bos tau zen jadi adik ipar mas" firman meneruskan
"iya juga sih" kata anindya "oiya mii, kalo aku ikut bang jen dua minggu ke jakarta boleh?" tanya anindya melanjutkan obrolan.
"ko ijinnya sama ummi" jawab ummi yang masih serus nonton tv.
"terus aku harus ijin ke siapa mii?? Tanya anidya yang langsung ambil posisi duduk
Ummi pun langsung mengalihkan pandangannya dari tv ke anak bungsunya dan berkata "kamu udah nikah ndoo, urusan kamu yah sama suami, keluarga kamu ummi, mas2 mu, sudah mengalihkan tanggung jawabnya sama zen" jelas ummi yang serius bicara.
anindya pun menatap zen, zen hanya mengangguk memberi isyarat agar anindya berbicara apa yang sudah di bicarakan dengan suaminya "iya mii, aku paham. aku juga udah ngobrol sama bang jen, kalo aku mau ikut bang jen mii" terang anindya
"terus" kata ummi mendengarkan
"bang jen bilang, aku boleh ikut asalkan ummi mau ikut kejakarta tinggal bareng sama kita, bang jen gak tega kalo ummi sendirian di rumah, lagian kalo aku di jakarta terus pasti mba mitha ikut mas firman, nanti ummi sendirian" kata anindya
"sampe segitunya zen mikirin ummi" saut firman.
"iya kalo kamu di jakarta terus yah mba ikut, ummi juga harus ikut" kata mba mitha yang mulai ikit ke pembicaraan
"ummi ini sudah tua, ummi gak apa2 sendiri di rumah, ummi sudah bosan di jakarta, ummi ingin menghabiskan hari tua ummi disini, nak zen gak usah khawatirin ummi, kan disini kampung ummi, walaupun anak2 ummi jauh, ummi banyak sodara disin" terang ummi
Setelah musyawarah keluargan, zen pun tetap ambil keputusan yang sama seperti yang sudah di bicarakan berdua dengan anindya, kalo anindya akan tetap menemani ummi di rumah, tapi zen membolehkan anindya ikut kejakarta nanti hanya satu atau dua minggu saja.
Setelah semuanya jelas, mereka pun melanjutkan nonton tv, setelah mulai mengantuk mereka pun pergi kekamar masing2.
__ADS_1