
Zen dan anindya pun terkaget dengan sapaan yg mereka panggil,mereka pun saling bertatapan,tatapan seperti orang yang sudah kenal begitu lama namun baru di pertemukan
Firman pun ikut terheran dengan tingkah zen dan anindya adeknya
"heeiii!, dek,zen ko pada bengong" ucap firman
"ehhh iya mas,hiii..." anindya kaget dan meringis
"ehh dek,zen mau shalat subuh,suruh di kamar kamu yah?,," terang firman
"ko di kamar aku mas" saut anindya
"kan kamar mu yg lagi kosong an,masa di kamar mas,ada mba mu kan... di kamar ummi pasti ada ummi" terang firman lagi
"ya udah iya" jawab anindya
"ya udah sana anterin" suruh firman
"iya mas"
"ayo bang jen,aku anterin" ajak anindya
"iya an,maaf yah ngerepotin" ucap zen
"gak papa zen,biar adek ku repot" saut firman becanda
"apa sih mas" timpal anindya
Mereka pun beranjak dan masuk ke dalam rumah....
"ini beneran bang jen yg ku kenal di sosmed bukan sih" gumam anindya dalam hati
"ehh... bang jen wudhlu nya disana yah" tunjuk anindya
"iya an" jawab zen
Setelah itu mereka pun pergi ke kamar anindya
"ban jen shalat aja,, aku pergi ke dapur dulu yah... Nanti kalo perlu apa2 panggil aja,dapur nya di belakang tempat bang jen wudhlu td" terang anindya
"iya an,sekali lagi makasih yah,, dan maaf juga pagi2 udah ngrepotin kamu" ucap zen
"gak papa bang,santai aja" jawab anindya
"ya udah aku tinggal ya bang" ucap anindya
"iya an" jawab zen
Anindya pun pergi ke dapur,dan zen shalat sendiri di kamar anindy
Dan tiba2.....
cekreeeeetttttt
Bunyu suara pintu terbuka
"ko masih sepi" gumam wanita paruh baya yg keluar dari kamarnya
Wanita paruh baya itu pun berniat ingin membangunkan anak2 nya
tok tok tok
"ndo bangun ndoo udah mau siang,subuhan dulu" panggil wanita paruh baya tersebut
"lho ko gk di kunci tumben" gumam wanita paruh baya lagi
Cekreeeeetttttt
Pintu kamar anindya pun di buka dan betapa terkejutnya wanita paruh baya tersebut,melihat di kamar anak perempuannya yang masih gadis ada sesosok laki2 asing yang sedang shalat di kamar anak gadisnya tersebut
Wanita paruh baya tersebut pun menepuk nepuk wajahnya seakan tak percaya dengan apa yang sedang di lihatnya saat ini
"apa ini aku mimpi" gumam wanita paruh baya tersebut
"perasaan anak ku belum menikah,ko ada laki2 di kamarnya" gumamnya lagi
Wanita paruh baya tersebut pun meninggalkan kamar anaknya,dan pergi menuju dapur
"lho kamu disini ndoo" kata wanita paruh baya
"ehh... ummi" jawab anindya
"ndo itu siapa" tanya ummi
"siapa apanya ummi" jawab anindya
__ADS_1
"di kamar mu itu lho ndo,, ko ada laki2" kata ummi
"loh itu kan suami aku mii" terang anindya bercanda
"hussss ngawur" saut ummi
"itu temennya mas firman mii,ikut shalat di kamar aku" terang anindya
"lho mas mu pulang toh,ummi ko gak liat,, bukannya pulangnya besok ndo" kata ummi
"iya mii,, sebentar lagi juga keluar" jawab anindya
"tadinya emang mau pulang besok,tapi gak tau tadi aku tanya katanya jelasinnya nanti aja" terang anindya
"terus yang lagi shalat gimana ndoo" tanya ummi
"gimana apanya mii" jawab anindya tersenyum
"ya gimana menurut kamu ndo,, namanya siapa?" tanya ummi
"ohh.. namanya zen mii" jawab anindya
"ummi ko ngrasa aneh ya ndo" ucap ummi
"aneh kenapa mii?" tanya anindya
"ya aneh aja ndo,, ko pagi2 ada laki2 yang datang ke rumah kita terus shalat di kamar kamu" terang ummi
"kan itu temen mas firman,nganterin mas firman terus mampir,terus ikut shalat karna gak keburu ke masjid" terang anindya
"tapi pemikiran ummi gak gitu ndo,ini pasti jodoh yang allah kirimkan buat kamu" terang ummi
"ummi yakin ini jodoh mu ndo,, JODOH DIWAKTU FAJAR... Ummi bisa merasakannya ndoo" terang ummi lagi
"ko ummi bisa seyakin itu?" tanya anindya
"assalamu'alaikum... pagi2 udah asik ngobrol,, abah tadi sekilas denger ngomongin jodoh,pantesan abah salam dari luar gak ada yang denger" kata abah
"wa'alaikumsalaam" jawab anindya dan ummi
"ini loh bah ummi" kata anindya
"ada apa emang mii?" tanya abah
"itu loh bah" jawab ummi
Anindya pun hanya tersenyum
"di kamar anindya ada laki2 bah" jawab ummi
"laki2 siapa ndoo" geram abah,sedikit penasaran
"itu bah,temennya mas firman" jawab anindya
"ko bisa di kamar kamu ndo?" tanya abah sedikit marah
"tenan bah,temennya firman cuma numpang shalat di kamar anak kita" saut ummi
"ann" pangil zen
"maaf" zen terkaget ada abah dan ummi
"ehh bang jen,udah selesai shalatnya" kata anindya
"bang jen,ini abah sama ummi aku" terang anindya
"abah... ummi..." zen bersalaman dan mencium kedua tangan abah dan ummi
"saya zen bah,, ummi,, teman kerja mas firman" terang zen memperkenalkan diri
"ohh ini toh temannya firman,, ya udah kita ngobrol di depan" ajak abah
"iyaa bahh,, sebelumnya saya minta maaf sudah mengganggu abah sama ummi dan keluarga pagi2 sekali" ucap zen
"gak apa2" jawab aba
"ndo bikinin minum buat zen" perintah abah
"gak usah bah,, anindya tadi sudah buatkan kopi masih di luar" terang zen
"ya sudah kita lanjut ngobrol di depan" timpal abah sambil berjalan
zen pun mengikuti
"ganteng,sopan lagi ndo" kata ummi
__ADS_1
"terus kenapa ummi?" tanya anindya
"ummi cocok,ummi setuju ndo" kata ummi
"setuju apa mii?" tanya anindya lagi sambil tersenyum
"setuju itu jodoh mu ndo" terang ummi
"ummi ada2 aja,, itu kan teman mas firman mii,, bukan siapa2 aku" terang anindya sambil tertawa kecil
"ummi yakin ndo" jawab ummi
"jangan mendahului takdir mii" kata anindya masih tertawa kecil
"astaghfirullah..." ucap ummi
"tapi gapapa toh,ummi cocok sama zen" terang ummi
"gapapa ummi" kata anindya dengan senyuman lebar
"ya udah ummi mau ikut ngobrol kedepan,kamu lanjutin masak,, masak yang enak buat sarapan bareng calon suami km" goda ummi sambil berlalu dan tertawa
"ada2 aja ummi" ucap anindya sambil geleng2 kepala dan tersenyum malu
Anindya pun melanjutkan masak,, abah,uumi dan zen mengobrol di ruan tamu....
"lho udah pada kenalan,bah ummi sama zen?" tanya firman yang baru keluar dari kamar
"udah mas" jawab zen
"oiya zen ini istri ku" firman memperkenalkan istrinya
"mba..." sapa zen sambil manggut
"zen" memerkenalkan diri
"mitha" jawab istri firman
"anindaya mana mii" tanya mitha
"di dapur,, kamu temenin anindya biar cepet,, biar sarapan sama2" perintah ummi
"iya mii" jawab mita
"jadi banyak ngrepotin saya" ucap zen
"santai aja zen" saut firman
"nak zen udah kenal lama sama firman?" tanya abah
"baru beberapa bulan sih bah,karna saya baru kerja di tempat mas firman" terang zen
"zen itu atasan ku lho bah" saut firman
"kerjasama tepatnya bah" timpal zen
"pantes ummi baru liat nak zen" kata ummi
"iya mii" jawab zen
"ko nak zen bisa sampai kesini bareng firman?" tanya abah
"kebetulan saya juga asli daerah sini bah,terus saya kebetulan mau pulang,saya ajak mas firman bareng" jawab zen
"kebetulan sekali yah" saut ummi
"iya mii" jawab zen
setelah asik mengobrol ini itu mitha pun datang
"bah,, mii sarapan udah siap" terang mitha
"iya mith" jawab abah
"ya sudah,ayo nak zen sarapan sama2" kata ummi
"saya jadi ngrepotin nih ummi" jawab zen
"gak boleh nolak rejeki zen" saut firman
"betul itu nak zen" timpal abah
"ya sudah,kalo udah di bilang gitu saya gak bisa apa" kata zen sambil tersenyum
dan mereka pun akhirnya makan bersama,seperti sebuah keluarga yang bahagia dan harmonis,, padahal zen belu jadi apa2
__ADS_1
nantikan terus kisahnya,akan kah zen menjadi bagian dari keluaga itu atau akan tetap menjadi teman kerja firman di jakarta.....